<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bakungan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bakungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jun 2026 13:52:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bakungan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kunjungi TPS 3R Kelurahan Bakungan, Bupati Banyuwangi Beri Apresiasi Pengembangan Pengolahan</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-tps-3r-kelurahan-bakungan-bupati-banyuwangi-beri-apresiasi-pengembangan-pengolahan</link>
					<comments>https://memontum.com/kunjungi-tps-3r-kelurahan-bakungan-bupati-banyuwangi-beri-apresiasi-pengembangan-pengolahan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[bakungan]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233050</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengunjungi lokasi Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Omah Olah Sampah, Kelurahan Bakungan, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (07/06/2026) tadi. Sekedar diketahui, bahwa TPS 3R di Kelurahan Bakungan, dikenal sebagai salah satu wilayah yang aktif mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. KSM Joger Blambangan sendiri, mengelola TPS 3R sejak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengunjungi lokasi Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Omah Olah Sampah, Kelurahan Bakungan, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (07/06/2026) tadi. Sekedar diketahui, bahwa TPS 3R di Kelurahan Bakungan, dikenal sebagai salah satu wilayah yang aktif mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. KSM Joger Blambangan sendiri, mengelola TPS 3R sejak Juni 2023 dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari warga, pemuda karang taruna, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu PKK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah upaya yang dilakukan ini, menunjukkan bahwa sampah tidak harus berakhir di tempat pembuangan akhir. Sebaliknya, dengan pengelolaan yang dilakukan secara mandiri dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, sampah rumah tangga di Bakungan, mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung kebersihan lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Plt Lurah Bakungan, Prasetyo Suhartono, mengatakan warga diedukasi pengolahan sampah mulai dari dibiasakan dengan memilah sampah dari rumah. Yakni, memilah mana yang organik dan anorganik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sampai sekarang terus kami edukasi. Tidak mudah, tapi harus terus dibiasakan dari skala rumah. Agar memudahkan petugas di TPS untuk mengolahnya,” kata Prasetyo, saat cerita kepada Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prasetyo menjelaskan, TPS 3R Omah Olah Sampah saat ini melayani sekitar 3.000 warga. Layanan yang diberikan itu, mencakup pengambilan sampah rumah tangga, pengolahan sampah organik dan anorganik, produksi berbagai hasil olahan sampah, hingga edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap hari, TPS 3R tersebut menangani sekitar 1,2 hingga 2 ton sampah rumah tangga. Dari jumlah tersebut, sekitar 2 kuintal sampah organik diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sampah organik yang telah dipilah, kami manfaatkan untuk pakan maggot, kompos dan pupuk organik cair. Maggot kemudian digunakan sebagai pakan ternak seperti ayam, bebek dan lele yang juga dibudidayakan oleh KSM, serta dijual kepada masyarakat,&#8221; jelas Prasetyo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inovasi lain yang dikembangkan Bakungan, adalah sistem Bank Sampah Digital melalui Aplikasi Bank Sampah Masyarakat Bakungan (Abank Sayang). Aplikasi tersebut, berisi pencatatan tabungan sampah warga, mulai dari pendaftaran, penimbangan, hingga konversi menjadi saldo. Bahkan hingga saat ini, tercatat sekitar 140 warga menjadi nasabah aktif bank sampah, mulai dari ibu-ibu PKK hingga siswa sekolah dasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Warga cukup membawa sampah yang sudah dipilah ke TPS 3R untuk ditimbang. Nilainya langsung tercatat dalam aplikasi sebagai saldo tabungan. Saldo tersebut dapat dicairkan dalam bentuk uang tunai maupun ditukar dengan berbagai hadiah,&#8221; imbuh Prasetyo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang dilakukan tersebut, mendapat apresiasi dari Bupati Ipuk, karena level kelurahan mampu mengolah sampah warganya secara mandiri. &#8220;Bakungan ini menjadi contoh bagaimana persoalan sampah bisa diselesaikan dari tingkat kelurahan. Kuncinya ada pada kepedulian dan gotong royong warga. Ini adalah praktik baik yang bisa direplikasi di desa lain,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menambahkan, bahwa pihaknya terus mendorong agar desa dan kelurahan di Banyuwangi, memiliki pengolahan sampah secara mandiri untuk mendukung TPS 3R kapasitas besar yang telah ada. Banyuwangi sendiri, telah memiliki TPS 3R berkapasitas pengolahan puluhan ton tiap harinya di Balak Songgon, TPS Tembokrejo Muncar, hingga TPS 3R Kareta yang tengah dibangun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Seperti di Bakungan ini, sampah yang organik telah diselesaikan di sini. Baru yang residu dikirim ke Balak. Kalau masyarakat terlibat aktif seperti di Bakungan, sampah bukan lagi menjadi problem serius, bahkan bisa menjadi sumber manfaat bagi lingkungan maupun ekonomi warga,” kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/kunjungi-tps-3r-kelurahan-bakungan-bupati-banyuwangi-beri-apresiasi-pengembangan-pengolahan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233050</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Kelestarian Budaya Banyuwangi, Bupati Ipuk Hadiri Ritual Adat Seblang Bakungan</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-kelestarian-budaya-banyuwangi-bupati-ipuk-hadiri-ritual-adat-seblang-bakungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jun 2024 15:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bakungan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[kelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<category><![CDATA[seblang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211102</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyaksikan ritual adat Seblang Bakungan yang digelar masyarakat Osing Banyuwangi. Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun tersebut, digelar di Sanggar Seblang, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Minggu (23/06/2024) malam. Seblang Bakungan sendiri, dikenal sebagai ritual tarian yang dibawakan oleh wanita berumur dalam kondisi kehilangan kesadaran. Seblang Bakungan digelar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyaksikan ritual adat Seblang Bakungan yang digelar masyarakat Osing Banyuwangi. Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun tersebut, digelar di Sanggar Seblang, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Minggu (23/06/2024) malam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seblang Bakungan sendiri, dikenal sebagai ritual tarian yang dibawakan oleh wanita berumur dalam kondisi kehilangan kesadaran. Seblang Bakungan digelar setiap 17 Dzulhijjah atau sepekan setelah Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tariannya yang magis, membuat ritual ini menjadi tontonan menarik yang mampu memikat masyarakat dan para wisatawan.Tahun ini, Seblang ditarikan oleh Isni, wanita berusia 52 tahun. Ini merupakan kali pertama bagi ditinya menjadi Seblang, menggantikan Aisah atau Mbah Isah yang berusia 76 tahun. Mbah Isah telah pensiun sebagai Seblang karena kondisi kesehatannya menurun. Isni terpilih sebagai pengganti dan masih memiliki hubungan keluarga dengan Aisah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum ritual seblang dimainkan, warga menggelar tumpengan bersama di sepanjang jalan desa. Warga kemudian Salat Maghrib dan Salat Hajat berjamaah di masjid setempat. Ritual dilanjutkan dengan parade obor keliling desa (Ider Bumi). Selanjutnya di bawah temaram api obor, warga desa makan tumpeng bersama di sepanjang jalan desa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ritual dilanjutkan dengan membacakan mantra untuk si penari Seblang agar ia dirasuki roh leluhur. Dalam kondisi trance, penari Seblang tampil menari dengan iringan musik gending seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Ipuk Fiestiandani hadir menyaksikan tradisi tersebut. Bupati menjelaskan bahwa Pemkab terus mendukung penguatan tradisi dan seni budaya Banyuwangi. Salah satunya dengan memasukkan ke dalam agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) setiap tahunnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Menurut Bupati Ipuk, festival bukan sekadar cara untuk mendatangkan wisatawan, tapi juga upaya menguatkan gotong-royong dan pelestarian budaya. Sehingga, tradisi dan budaya lokal tetap tumbuh subur di tengah modernitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Di sisi lain, ini adalah cara untuk meregenerasi pelaku seni budaya. Jadi ini bukan sekedar hiburan, namun juga edukasi bagaimana kita semua harus memiliki semangat melestarikan adat tradisi dan budaya kita,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gelaran ritual ini, pun memukau wisatawan. Egor Danilove, wisatawan asal Rusia yang datang ke pertunjukan tersebut mengaku terpukau saat menyaksikan tarian Seblang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sempat kaget dan merinding saat tahu kalau penarinya dalam kondisi trance. Tapi saya terhibur,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal senada diungkapkan Amelia Putri, wisatawan dari Jogjakarta. Menurutnya, tradisi ini kental akan semangat gotong-royong. &#8220;Saya terkesan dengan budaya gotong-royong warga di sini. Ini tradisi yang harus dilestarikan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum pentas Seblang, warga telah menyiapkan berbagai kegiatan sejak Jumat (21/06/2024). Mulai dari pentas seni hingga bazar UMKM. Selain Seblang Bakungan, di Banyuwangi juga terdapat ritual Seblang Olehsari. Bedanya, Sebalng Olehsari dimainkan oleh remaja perempuan dan digelar hari ketiga Bulan Syawal selama lima hari. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211102</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
