<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bangsring &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bangsring/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Apr 2025 05:22:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bangsring &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kampung Lobster Bangsring Banyuwangi, dari Budidaya, Kuliner hingga Tembus Pasar Ekspor</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-lobster-bangsring-banyuwangi-dari-budidaya-kuliner-hingga-tembus-pasar-ekspor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bangsring]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lobster]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221243</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi banyak dikenal dengan potensi perikanannya. Salah satunya adalah seperti di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, yang terdapat pusat budidaya lobster laut yang hasilnya sudah di ekspor ke Taiwan dan Tiongkok. Bahkan, di kawasan itu juga dibuka sentra kuliner lobster. Kampung Lobster namanya. Kampung Lobster ini, dikenal sebagai tempat budidaya lobster sekaligus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi banyak dikenal dengan potensi perikanannya. Salah satunya adalah seperti di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, yang terdapat pusat budidaya lobster laut yang hasilnya sudah di ekspor ke Taiwan dan Tiongkok. Bahkan, di kawasan itu juga dibuka sentra kuliner lobster.</p>



<p>Kampung Lobster namanya. Kampung Lobster ini, dikenal sebagai tempat budidaya lobster sekaligus sentral kuliner lobster yang berada dalam satu tempat yakni di pesisir Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.</p>



<p>Di lokasi itu, pengunjung dapat menikmati produk kuliner seafood lobster, yang sangat segar karena diambil langsung dari keramba budidaya di perairan laut persis di depan resto Kampung Lobster. Keberadaannya yang berdiri sejak 2020, juga menawarkan wisata selam melihat ekosistem budidaya lobster di bawah laut dan wisata kuliner aneka olahan seafood, lobster dan ikan.</p>



<p>Manager Kampung Lobster, Suwardi, mengatakan bahwa pihaknya telah mengembangkan sekitar 300 keramba, masing-masing keramba berisi 50 hingga 100 benih lobster. “Budidaya Lobster ini kita mulai dari tahap awal yaitu berupa bibit. Kita membesarkannya di dasar laut dengan kedalaman 15 sampai 20 meter,&#8221; kata Suwardi, saat dikunjungi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Rabu (16/04/2025) tadi.</p>



<p>Selanjutnya, Lobster diberi pakan khusus berupa kerang yang masih hidup untuk menjaga kualitas lobster yang dihasilkan. &#8220;Kita memberikan kerang itu harus segar. Tidak boleh mati, karena akan memicu bakteri-bakteri yang tidak baik untuk lobster. Makanannya kerang, karena proteinnya tinggi dan bagus untuk perkembangan lobster,&#8221; jelas Suwardi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, para penyelam akan memberi pakan ke lobster sekali sehari. “Salah satu alasan kami memilih Bangsring, karena ekosistem penyelam di sini sudah tersedia,” tambahnya.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Lobster siap diambil dari laut, ujarnya, ketika beratnya sudah mencapai standar sekitar 165 gram. Lobster dari Desa Bangsring ini, di ekspor ke Tiongkok dan Taiwan. Lobster yang dibudidaya adalah lobster pasir dan dan lobster mutiara. Keduanya punya profil rasa yang serupa.</p>



<p>“Kami kirim ekspor rata-rata perbulan sekitar 100 hingga 200 kg,” katanya.</p>



<p>Di Kampung Lobster, ditawarkan olahan lobster sedap dengan resep yang istimewa. Bagi penikmat citarasa asli olahan laut, mereka juga menyediakan lobster rebus. “Kami juga ada menu ikan laut, kepiting, kerang juga cumi. Tidak hanya lobster,” imbuhnya.&nbsp;</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan itu mengaku sangat mengapresiasi keberadaan budidaya lobster ini. Menurutnya, ini adalah bentuk hilirisasi. Dari budidaya lobster di keramba-keramba bawah laut hingga bisa dinikmati menjadi produk kuliner. Sekaligus, ada unsur pemberdayaan warga setempat.</p>



<p>“Apalagi Kampung Lobster ini melibatkan puluhan warga lokal Bangsring, yang menjadi karyawannya. Saya sangat senang, karena berdampak positif pada warga lokal. Sehingga, tolong jaga kebersihan lingkungan sekitar sini, karena laut yang terjaga menjadi habitat yang baik bagi para penghuni laut,” kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221243</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
