<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bantengan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bantengan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Oct 2024 17:35:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bantengan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkab dan Bea Cukai Malang Gencarkan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Via Kesenian Bantengan</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-dan-bea-cukai-malang-gencarkan-sosialisasi-gempur-rokok-ilegal-via-kesenian-bantengan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 16:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantengan]]></category>
		<category><![CDATA[gempur]]></category>
		<category><![CDATA[gencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215612</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemkab Malang melalui Satpol PP Kabupaten Malang bersama Bea Cukai Malang, kembali melakukan sosialisasi pencegahan peredaran rokok ilegal alias Gempur Rokok Ilegal, yang dikemas dalam bentuk pertunjukan Kesenian Bantengan Lereng Semeru, Sabtu (19/10/2024) tadi. Pelaksanaan sosialisasi perundangan di bidang cukai ini, berlangsung di Rest Area Produksi Kripik Lumba-lumba, Kecamatan Turen. Kepala Satpol [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemkab Malang melalui Satpol PP Kabupaten Malang bersama Bea Cukai Malang, kembali melakukan sosialisasi pencegahan peredaran rokok ilegal alias Gempur Rokok Ilegal, yang dikemas dalam bentuk pertunjukan Kesenian Bantengan Lereng Semeru, Sabtu (19/10/2024) tadi. Pelaksanaan sosialisasi perundangan di bidang cukai ini, berlangsung di Rest Area Produksi Kripik Lumba-lumba, Kecamatan Turen.</p>



<p>Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengatakan bahwa kegiatan yang digelar ini bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk mengedukasi masyarakat. Terutama, terkait dengan bahaya dan dampak yang disebabkan dari membeli, menyimpan atau mengedarkan rokok ilegal.</p>



<p>“Semoga dengan kegiatan yang senantiasa dilakukan Satpol PP Kabupaten Malang bersama Bea Cukai Malang serta diinisiasi Diskominfo Kabupaten Malang, semakin memberikan pemahaman kepada masyarakat. Terutama, dalam memahami bahwa peredaran rokok ilegal itu menghambat pemasukan pendapatan negara. Di samping, tentunya kesehatan masyarakat karena peredarannya yang ilegal,&#8221; kata Mando-sapaan Kasatpol PP Kabupaten Malang.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, bahwa peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Malang, masih ada dan cukup tinggi. Hal tersebut, dibuktikan dengan hasil sitaan penindakan yang pihaknya lakukan beserta tim gabungan Bea Cukai Malang.</p>



<p>“Sosialisasi dan edukasi ini akan terus dilakukan. Sehingga, masyarakat paham mengenai dampak yang ditimbulkan. Tidak hanya mengenai ancaman hukuman, namun juga dampak untuk kesehatan masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="424" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/10/Pemkab-dan-Bea-Cukai-Malang-Gencarkan-Sosialisasi-Gempur-Rokok-Ilegal-Via-Kesenian-Bantengan-2.jpg?resize=600%2C424&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-215614" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/10/Pemkab-dan-Bea-Cukai-Malang-Gencarkan-Sosialisasi-Gempur-Rokok-Ilegal-Via-Kesenian-Bantengan-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/10/Pemkab-dan-Bea-Cukai-Malang-Gencarkan-Sosialisasi-Gempur-Rokok-Ilegal-Via-Kesenian-Bantengan-2.jpg?resize=300%2C212&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">EDUKASI: Edukasi langsung kepada masyarakat di sela pelaksanaan kesenian Bantengan. (ist)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Masih menurut Mando, melalui kegiatan kesenian bantengan yang kini tengah banyak digandrungi masyarakat ini, diharapkan sarana sosialisasi yang dilakukan ini bisa sangat efektif. Mengingat, berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan, terdapat golongan kegiatan yang mudah dipahami oleh masyarakat untuk melakukan sosialisasi.</p>



<p>&#8220;Saya berharap, masyarakat bisa lebih bijak dalam membeli rokok. Termasuk, bisa melaporkan jika mengetahui adanya peredaran rokok ilegal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Pemeriksa Bea dan Cukai Malang, Hendro Tri Nur, mengaku bahwa kegiatan ini adalah bentuk kerja keras Bea Cukai Malang bersama Pemerintah Kabupaten Malang dalam memberantas peredaran rokok yang tidak dilengkapi pita cukai. “Jangan sekali-sekali beli atau menerima dan mengedarkan rokok ilegal. Karena, rokok ilegal memiliki sangsi hukum. Rokok ilegal sendiri, dibagi menjadi empat, yaitu biasanya rokok polos, pita cukai palsu, cukai bekas dan salah peruntukan,” terangnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa masyarakat memiliki peran sebagai adalah ujung tombak paling ampuh untuk mengendalikan peredaran rokok ilegal. &#8220;Sebenarnya yang paling penting, adalah peran dari masyarakat. Karena kita tidak bisa mengawasi seluruh lokasi di Malang. Karenanya, kepada masyarakat yang memahami peredaran rokok ilegal, agar segera dilaporkan,&#8221; ujarnya. <strong>(sit/kominfo kab mlg)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215612</post-id>	</item>
		<item>
		<title>HUT Bhayangkara Ke-78, Polresta Malang Kota Didatangi Kesenian Bantengan</title>
		<link>https://memontum.com/hut-bhayangkara-ke-78-polresta-malang-kota-didatangi-kesenian-bantengan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jul 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bantengan]]></category>
		<category><![CDATA[bhayangkara]]></category>
		<category><![CDATA[didatangi]]></category>
		<category><![CDATA[ke-78,]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211315</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rombongan kesenian Bantengan mendatangi Mapolresta Malang Kota, Senin (01/07/2024) tadi. Kedatangan rombongan seusai pelaksanaan Upacara Hari Bhayangkara ke-78 Polresta Malang Kota, itu pun membuat HUT Bhayangkara di Polresta Malang Kota, semakin meriah. Terlebih, masyarakat umum serta anggota polisi, berbaur bersama dan melihat kesenian tradisional yang melakukan atraksi di halaman depan Mapolresta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Rombongan kesenian Bantengan mendatangi Mapolresta Malang Kota, Senin (01/07/2024) tadi. Kedatangan rombongan seusai pelaksanaan Upacara Hari Bhayangkara ke-78 Polresta Malang Kota, itu pun membuat HUT Bhayangkara di Polresta Malang Kota, semakin meriah. Terlebih, masyarakat umum serta anggota polisi, berbaur bersama dan melihat kesenian tradisional yang melakukan atraksi di halaman depan Mapolresta Malang Kota.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto diwakili oleh Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Aristianto Budi Sutrisno, mengatakan bahwa peringatan Hari Bhayangkara Ke-78 bertemakan &#8216;Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi Yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas&#8217;.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Di Hari Bhayangkara Ke-78 ini, kami berharap dukungan kepada seluruh stakeholder terkait. Tentunya juga kepada rekan-rekan media yang terus mendukung kinerja kami, sehingga bisa menjadi Polri yang Presisi, Kota Malang semakin kondusif dan aman,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa di Kota Malang sendiri, sinergitas antara TNI &#8211; Polri dan Pemkot Malang berjalan serta berkolaborasi dengan baik. &#8220;TNI &#8211; Polri dan stakeholder terkait termasuk Pemkot Malang, terus hadir saling mendukung. Tentunya, kami bersama-sama dengan masyarakat, terus saling mendukung dalam mewujudkan Kota Malang yang aman, damai dan kondusif,&#8221; urainya.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir dalam upacara Hari Bhayangkara ini, mengapresiasi kinerja dan prestasi Polresta Malang Kota. &#8220;Selamat Hari Bhayangkara ke-78 kepada Polresta Malang Kota. Sinergitas dan kolaborasi antara Polresta Malang Kota dan Pemkot Malang, telah terjalin baik. Kami harapkan, sinergitas ini terus terjalin dengan semakin baik. Selalu jaga dan pertahankan prestasi yang telah diraih. Kami dari Pemkot Malang, terus bersinergi dan berkolaborasi menuju Kota Malang yang lebih baik, aman dan semakin kondusif,&#8221; ujarnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211315</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Uri-uri Budaya, 75 Kesenian Bantengan dari di Jatim dan Jateng Diarak di Kawasan Songgoriti</title>
		<link>https://memontum.com/uri-uri-budaya-75-kesenian-bantengan-dari-di-jatim-dan-jateng-diarak-di-kawasan-songgoriti</link>
					<comments>https://memontum.com/uri-uri-budaya-75-kesenian-bantengan-dari-di-jatim-dan-jateng-diarak-di-kawasan-songgoriti#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bantengan]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diarak]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Songgoriti]]></category>
		<category><![CDATA[uri-uri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194056</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 75 kesenian Bantengan diarak mengeliling kawasan Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu. Kegiatan yang sudah diagendakan selama 15 tahun ini, diramaikan kelompok seni luar Kota Batu, seperti dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Blitar, Semarang, Magelang, Solo, Ngawi dan Malang. Penasehat Komunitas Bantengan Kusumo Kota Batu, Udik Arianto, mengatakan tujuan dari kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak 75 kesenian Bantengan diarak mengeliling kawasan Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu. Kegiatan yang sudah diagendakan selama 15 tahun ini, diramaikan kelompok seni luar Kota Batu, seperti dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Blitar, Semarang, Magelang, Solo, Ngawi dan Malang.</p>



<p>Penasehat Komunitas Bantengan Kusumo Kota Batu, Udik Arianto, mengatakan tujuan dari kegiatan mengarak keliling kesenian Bantengan tersebut adalah untuk uri-uri (melestarikan) budaya kesenian Bantengan dan memperkenalkan kepada generasi penerus. Selain itu, juga meningkatkan perekonomian warga yang berjualan di sekitar Songgoriti.</p>



<p>&#8220;Hari ini sebanyak 75 kesenian Bantengan diarak keliling Songgoriti,&#8221; terangnya di Songgoriti, Senin (24/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kegiatan mengarak keliling kesenian Bantengan ini, menurutnya, sudah berjalan selama 15 tahun. Sedangkan tahun 2023 ini, ada yang berbeda dengan tahun lalu.</p>



<p>&#8220;Di tahun ke 15 yang sudah lama kami agendakan ini diikuti kelompok seni luar Kota Batu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Mengenai pembiayaan kegiatan, jelas Udik, ditanggung dari sokongan masyarakat Songgoriti, anggota Bantengan Kusumo serta Paguyuban Pramuwisata Songgoriti. Sedangkan, Dinas Pariwisata Kota Batu mensupport panggung serta properti dan sound sistem.</p>



<p>Dalam kegiatan ini, kesenian Bantengan diarak mulai start dari makam Mbah Patok kemudian menuju keluar ke jalan raya. Kemudian masuk ke pintu utama Gapura Songgoriti menuju Pasar Wisata Songgoriti. &#8220;Di sini, kami berharap adanya kesinambungan dari generasi muda untuk melestarikan budaya di Indonesia,&#8221; tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/uri-uri-budaya-75-kesenian-bantengan-dari-di-jatim-dan-jateng-diarak-di-kawasan-songgoriti/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194056</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
