<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Banyuanyar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/banyuanyar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Oct 2024 06:20:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Banyuanyar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Goes to School, JCP Pamekasan Bekali Literasi Jurnalistik Siswa SMK Darul Ulum Banyuanyar</title>
		<link>https://memontum.com/goes-to-school-jcp-pamekasan-bekali-literasi-jurnalistik-siswa-smk-darul-ulum-banyuanyar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Oct 2024 03:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuanyar]]></category>
		<category><![CDATA[bekali]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215179</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Jurnalis Center Pamekasan (JCP) mengadakan kegiatan goes to school bagi siswa, yang berlangsung di SMK Darul Ulum Banyuanyar, Desa Potoan Daja, Palengaan, Pamekasan, Rabu (09/10/2024) tadi. Pada kegiatan goes to school itu, JCP mengangkat tema &#8216;literasi jurnalistik dan media digital&#8217; yang berkolaborasi dengan Polres Pamekasan. Ketua JCP, Achmad Jadid, mengatakan bahwa di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Jurnalis Center Pamekasan (JCP) mengadakan kegiatan goes to school bagi siswa, yang berlangsung di SMK Darul Ulum Banyuanyar, Desa Potoan Daja, Palengaan, Pamekasan, Rabu (09/10/2024) tadi. Pada kegiatan goes to school itu, JCP mengangkat tema &#8216;literasi jurnalistik dan media digital&#8217; yang berkolaborasi dengan Polres Pamekasan.</p>



<p>Ketua JCP, Achmad Jadid, mengatakan bahwa di era digital ini, keterampilan literasi jurnalistik dan digital, tidak hanya menjadi kebutuhan. Akan tetapi, juga menjadi landasan untuk memahami dan mengoreksi berbagai informasi yang diterima.</p>



<p>&#8220;Melalui agenda ini, kita akan membahas berbagai aspek literasi jurnalistik, mulai dari pemahaman dasar tentang prinsip-prinsip jurnalisme hingga teknik-teknik analisis berita,&#8221; katanya.</p>



<p>Dikatakannya, produk pers yang baik tidak hanya melibatkan penyampaian berita yang akurat dan berimbang, tetapi juga mengutamakan etika dan tanggung jawab. Oleh karena itu, dirinya berharap peserta dapat memahami cara kerja media, mengidentifikasi sumber yang kredibel dan memisahkan fakta dari opini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dengan demikian, para pelajar ini dapat membedakan informasi yang benar dan palsu atau hoaks,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kanit III Tipidter Satreskrim Polres Pamekasan, Ipda Darmiaji, mengatakan bahwa pengetahuan tentang cyber crime ini sangat penting untuk disampaikan terhadap generasi muda, terlebih peserta didik. Pasalnya, dari beberapa kasus yang berhasil diungkap, ada sebagian besar kasus tindak kejahatan melalui media sosial (Medsos).</p>



<p>&#8220;Beberapa waktu yang lalu, kami berhasil mengungkap kasus cyber crime dengan modus penipuan, pinjaman online (Pinjol) dan judi online (Judol). Oleh karena itu, kami berharap siswa-siswi SMK Darul Ulum Banyuanyar lebih bijak dalam menggunakan Medsos. Agar terhindar dari UU ITE,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Darul Ulum Banyuanyar, Abdul Basid, mengatakan banyak terima kasih pada JCP yang telah membekali siswa dalam bidang jurnalistik.</p>



<p>&#8220;Sebagai santri tentunya harus lihai dalam bidang jurnalistik. Sehingga, juga bisa berdakwah melalui media dan nantinya juga bisa dibaca di semua kalangan,&#8221; paparnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215179</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunga Desa di Banyuanyar, Bupati Ipuk Bagikan secara Simbolis Insentif Guru PAUD</title>
		<link>https://memontum.com/bunga-desa-di-banyuanyar-bupati-ipuk-bagikan-secara-simbolis-insentif-guru-paud</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuanyar]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Insentif]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<category><![CDATA[simbolis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209287</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi kembali menyalurkan insentif untuk guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Dalam penyaluran insentif tahun ini, tidak kurang sekitar Rp 7,2 miliar yang disalurkan kepada 1.200 guru PAUD non ASN se-Banyuwangi. Sementara prosesi penyerahan sendiri, dilakukan secara simbolis oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kepada perwakilan guru di Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi kembali menyalurkan insentif untuk guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Dalam penyaluran insentif tahun ini, tidak kurang sekitar Rp 7,2 miliar yang disalurkan kepada 1.200 guru PAUD non ASN se-Banyuwangi. Sementara prosesi penyerahan sendiri, dilakukan secara simbolis oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kepada perwakilan guru di Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, atau di sela kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) di desa, Rabu (08/05/2024) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk mengatakan bahwa insentif untuk guru PAUD non-ASN, setiap tahunnya diberikan sebagai apresiasi atas pengabdian tulus para guru dalam mendidik generasi penerus. Terlebih, dedikasi guru PAUD selama ini sangat luar biasa.</p>



<p>“Terima kasih kepada para guru yang telah bekerja sangat luar biasa mendidik anak-anak tanpa mengenal lelah,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Pada penyaluran kali ini, insentif diberikan kepada 1.200 orang. Para penerima adalah para guru pada satuan pendidikan prasekolah. Seperti kelompok bermain, Taman Kanak-Kanak (TK), satuan pendidikan sejenis serta daycare.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Apa yang diberikan ini, tentu belum sebanding dengan jasa dan dedikasi para guru PAUD selama ini. Namun kami berharap ini bisa bermanfaat. Ke depan kami akan berupaya untuk menambah sesuai kemampuan fiskal daerah,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, mengatakan bahwa total insentif guru PAUD di tahun ini mencapai Rp. 7,2 miliar. Insentif itu diserahkan dalam empat termin atau tiga bulan sekali.</p>



<p>“Tiap orang mendapatkan insentif Rp 6 juta pertahunnya. Yang kemarin kami terimakan adalah termin pertama. Untuk jumlah penerima insentif tahun ini sama dengan tahun lalu, sebanyak 1.200 orang. Namun, bisa jadi orangnya berbeda karena ada sebagian yang mengundurkan diri dan ada juga guru yang baru,” imbuhnya.</p>



<p>Suratno juga memastikan, para penerima insentif tersebut telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam UU No.14/2005 tentang guru dan dosen. Didalamnya terdapat kriteria guru penerima insentif yakni non ASN dan harus S1. Lalu, belum menerima sertifikasi pendidikan tunjangan profesi didik (TPP), bukan penerima bantuan keuangan khusus dari provinsi dan aktif mengajar yang ditandai masuk dalam daftar pokok pendidikan (Dapodik).</p>



<p>“Memang masih ada guru PAUD yang belum mendapatkan, karena terbentur syarat. Namun, ke depan masih ada kesempatan untuk terdata. Kami terus mendorong para guru memenuhi syarat administratif yang diatur di regulasi,&#8221; terang Suratno. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209287</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lansia Banyuanyar Probolinggo Ditemukan Mengambang di Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/lansia-banyuanyar-probolinggo-ditemukan-mengambang-di-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2023 13:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuanyar]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[mengambang]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199974</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Nahas dialami Husna (74), warga Desa Banyuanyar Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, di tepi sungai dekat rumahnya, Selasa (17/10/2023) pagi. Informasi Memontum.com, penemuan ini bermula setelah warga setempat melihat mayat yang sedang mengambang di tepi sungai Dusun Majid, RT02/RW01. Warga kemudian mengabarkan hal tersebut kepada Sahri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Nahas dialami Husna (74), warga Desa Banyuanyar Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, di tepi sungai dekat rumahnya, Selasa (17/10/2023) pagi.</p>



<p>Informasi Memontum.com, penemuan ini bermula setelah warga setempat melihat mayat yang sedang mengambang di tepi sungai Dusun Majid, RT02/RW01. Warga kemudian mengabarkan hal tersebut kepada Sahri, yang merupakan warga setempat yang rumahnya dekat dengan sungai tersebut.</p>



<p>Dari informasi itu, Sahri kemudian mencurigai bahwa mayat yang mengambang tersebut adalah Husna, mertuanya. Kecurigaan tersebut, karena berdasarkan kebiasaan mertuanya, yang setiap pagi pergi ke sungai untuk mandi.</p>



<p>Setelah dicoba pastikan, ternyata dugaan itu benar. Yakni, bahwa korban yang mengambang tersebut adalah Husna.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Setelah tubuh mayat dibalikkan, ternyata benar bahwa mayat tersebut adalah mertua Sahri, yang kebiasaannya memang setiap pagi pergi ke sungai yang jaraknya sekitsr 5 meter dari rumah untuk mandi,&#8221; kata Kanit Reskrim Polsek Banyuanyar, Aipda Andri Okta.</p>



<p>Menurut keterangan keluarga korban, lanjut Andri Okta, bahwa korban menderita penyakit stroke ringan. Selain itu, korban kesulitan saat berjalan akibat penyakit yang dideritanya.</p>



<p>&#8220;Jadi korban ini jika berjalan, itu kesulitan karena kaki sebelah kanannya harus sambil diseret. Korban sendiri saat ditemukan di lokasi, sudah dalam keadaan tidak mengenakan pakaian apapun,&#8221; katanya.</p>



<p>Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka oleh keluarganya, untuk dilakukan pemakaman. Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima bahwa kejadian tersebut adalah kecelakaan. &#8220;Jenazah korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemakaman,&#8221; jelasnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199974</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemilik Rumah Kerokan di Rumah Tetangga, Rumah Warga Banyuanyar Hangus Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/pemilik-rumah-kerokan-di-rumah-tetangga-rumah-warga-banyuanyar-hangus-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Aug 2023 15:45:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuanyar]]></category>
		<category><![CDATA[hangus]]></category>
		<category><![CDATA[kerokan]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[tetangga,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197036</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Rumah milik Suparman (60) di Desa Banyuanyar Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, hangus terbakar pada Selasa (29/08/2023) malam. Kepala Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo, Kusumo mengatakan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 18.30. Saat itu, pemilik rumah sedang berada di rumah tetangganya. Namun secara tiba-tiba kebakaran terjadi dan api dengan cepat membesar. &#8220;Saat itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Rumah milik Suparman (60) di Desa Banyuanyar Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, hangus terbakar pada Selasa (29/08/2023) malam. Kepala Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo, Kusumo mengatakan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 18.30.</p>



<p>Saat itu, pemilik rumah sedang berada di rumah tetangganya. Namun secara tiba-tiba kebakaran terjadi dan api dengan cepat membesar. &#8220;Saat itu, Pak Parman bersama istrinya di rumah tetangganya sedang kerokan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Kejadian kebakaran itu membuat warga sekitar panik hingga segera banyak yang berteriak meminta pertolongan sambil mencoba memadamkan api dengan air seadanya. Upaya pemadaman dilakukan warga setempat terus dilakukan sambil menunggu kedatangan petugas Damkar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskan oleh Kusmo, untuk menuju lokasi, mobil Damkar sempat mengalami kesulitan. Hal itu karena akses jalan menuju lokasi kebakaran cukup sempit. &#8220;Tiga unit mobil Damkar diturunkan ke lokasi,&#8221; katanya.</p>



<p>Setelah tiba di lokasi, dengan cepat petugas Damkar melakukan penyiraman ke titik -titik pusat api. Petugas kemudian berhasil memadamkan api setelah sekitar pukul 21.00. Proses pendinginan petugas juga dilakukan guna memastikan tidak terjadi kebakaran lagi di lokasi.</p>



<p>Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, hanya saja korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 65 juta rupiah. &#8220;Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk penyebab, kami belum bisa memastikan secara detail. Hanya saja kami menduga adanya korsleting listrik di dalam rumah,&#8221; jelasnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197036</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gudang Penggergajian Kayu Sengon di Banyuanyar Probolinggo Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/gudang-penggergajian-kayu-sengon-di-banyuanyar-probolinggo-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Aug 2023 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuanyar]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[penggergajian]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sengon]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196903</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Gudang penggergajian Kayu Sengon di Desa Klenang Lor, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, terbakar, Senin (28/08/2023) tadi. Akibat membakar bahan yang mudah terbakar, lokasi gudangpun nyaris ludes hangus. Informasi Memontum.com, bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30. Sebelum peristiwa itu berlangsung, Minggu (27/08/223) malam, diperoleh informasi bahwa ada salah satu karyawan gudang yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Gudang penggergajian Kayu Sengon di Desa Klenang Lor, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, terbakar, Senin (28/08/2023) tadi. Akibat membakar bahan yang mudah terbakar, lokasi gudangpun nyaris ludes hangus.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30. Sebelum peristiwa itu berlangsung, Minggu (27/08/223) malam, diperoleh informasi bahwa ada salah satu karyawan gudang yang membakar sampah di dekat tumpukan serbuk kayu di gudang tersebut.</p>



<p>Humas Damkar Kabupaten Probolinggo, Sholehuddin, menceritakan bahwa pihaknya menerima laporan terjadinya kebakaran di sebuah gudang gergaji, sekitar pukul 09.45. Dari informasi itu, petugas pun langsung melakukan pemadaman api. Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.15.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami terjunkan tujuh personel dengan satu unit Damkar berkapasitas 3.500 liter,&#8221; terangnya.</p>



<p>Proses pemadaman cukup memakan waktu lama, paparnya, karena disebabkan angin yang bertiup kencang dan bahan yang berada di lokasi sekitar gudang mudah terbakar. Selain itu, lokasi kebakaran susah dilalui mobil Damkar.</p>



<p>&#8220;Karena lokasi kejadian susah dijangkau dengan kendaraan, sementara bahan yang terbakar juga mudah terbakar, membuat pemadaman sedikit sulit. Bahkan, petugas juga harus melakukan pendinginan, karena di lokasi adalah bahan yang mudah terbakar,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196903</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terungkap, Mayat Jadi Belulang di Hutan Pohon Jati Banyuanyar adalah Warga yang Dilaporkan Hilang</title>
		<link>https://memontum.com/terungkap-mayat-jadi-belulang-di-hutan-pohon-jati-banyuanyar-adalah-warga-yang-dilaporkan-hilang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Aug 2023 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuanyar]]></category>
		<category><![CDATA[belulang]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[terungkap,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196343</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Identitas mayat yang menyisakan tulang belulang di Hutan Pohon Jati Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, akhirnya terungkap. Itu setelah, pihak keluarga korban yang sebelumnya melaporkan telah kehilangan keluarganya, memastikan bahwa korban tersebut adalah Holima (43), warga Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar. Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana, mengatakan bahwa jenazah yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Identitas mayat yang menyisakan tulang belulang di Hutan Pohon Jati Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, akhirnya terungkap. Itu setelah, pihak keluarga korban yang sebelumnya melaporkan telah kehilangan keluarganya, memastikan bahwa korban tersebut adalah Holima (43), warga Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar.</p>



<p>Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana, mengatakan bahwa jenazah yang ditemukan warga di Hutan Pohon Jati Desa Liprak Kidul tersebut adalah Holima. Korban, sebelumnya sudah dilaporkan tidak pulang sejak beberapa waktu lalu. Jenazah tersebut, sudah dipastikan oleh suami korban, saat melakukan pengecekan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyojati Kraksaan-Probolinggo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Betul (Holima, red). Info itu dari suaminya, yang memastikan langsung kalau jenazah tersebut adalah istrinya,&#8221; terangnya, Selasa (21/08/2023) tadi.</p>



<p>Suami korban sendiri, tambahnya, mengaku mengenali jenazah korban adalah istrinya melalui pakaian yang melekat. Selain itu, terdapat perhiasan yang masih ada di tubuh korban.</p>



<p>&#8220;Suami korban mengenali dari pakaian dan aksesoris jenazah yang ada di lokasi,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo dibuat geger dengan adanya penemuan mayat yang menyisakan belulang di tengah Hutan Pohon Jati. Warga menemukan mayat tersebut, dalam keadaan mulai membusuk. Warga kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196343</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Identifikasi Temuan Belulang di Hutan Jati Banyuanyar Probolinggo, Petugas Terima Laporan Perempuan Hilang</title>
		<link>https://memontum.com/identifikasi-temuan-belulang-di-hutan-jati-banyuanyar-probolinggo-petugas-terima-laporan-perempuan-hilang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Aug 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuanyar]]></category>
		<category><![CDATA[belulang]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Identifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Temuan]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196312</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Teka-teki siapa identitas mayat belulang yang ditemukan di Hutan Jati di kawasan Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, masih terus diidentifikasi petugas hingga Minggu (20/08/2023) sore. Hanya saja, seiring tersiarnya kabar temuan mayat tanpa identitas di kawasan hutan, informasi baru pun masuk kepada petugas. Yakni, adanya laporan dari keluarga korban atas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Teka-teki siapa identitas mayat belulang yang ditemukan di Hutan Jati di kawasan Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, masih terus diidentifikasi petugas hingga Minggu (20/08/2023) sore. Hanya saja, seiring tersiarnya kabar temuan mayat tanpa identitas di kawasan hutan, informasi baru pun masuk kepada petugas.</p>



<p>Yakni, adanya laporan dari keluarga korban atas nama Holima (43), warga Desa Liprak Kulon, mengaku telah kehilangan korban. Kabar itu, pun sudah disiarkan melalui akun sosial media milik keluarga korban, pada Minggu (14/08/2023) lalu.</p>



<p>Kanitreskrim Polsek Banyuanyar, Aipda Andri Okta, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa jenazah yang berhasil ditemukan tersebut masih dilakukan pemeriksaan. Tidak menutup kemungkinan, memang diduga perempuan, sebagaimana adanya laporan terkait orang hilang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami belum bisa memastikan korban, karena di sekitar lokasi tidak ada petunjuk identitas korban. Namun, kami juga mendapatkan laporan adanya perempuan hilang seminggu yang lalu. Apakah jasad ini adalah mayat wanita tersebut, masih diperiksa,&#8221; terangnya.</p>



<p>Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana, menegaskan bahwa atas penemuan mayat ini pihaknya akan melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pigak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyojati.</p>



<p>&#8220;Untuk penemuan mayat, kami akan lidik untuk memastikan penyebab kematiannya karena apa, dengan berkoordinasi Pihak rumah sakit dan saksi-saksi. Kami masih melakukan penyelidikan,&#8221; sampainya.</p>



<p>Sebagaiaman diberitakan sebelumnya, warga Desa Liprak Kidul geger lantaran adanya mayat manusia yang sudah membusuk dan menyisakan belulang di Hutan Pohon Jati. Warga setempat kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyojati Kraksaan. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196312</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Banyuanyar Probolinggo Heboh, Sosok Mayat Jadi Belulang Ditemukan di Hutan Jati</title>
		<link>https://memontum.com/warga-banyuanyar-probolinggo-heboh-sosok-mayat-jadi-belulang-ditemukan-di-hutan-jati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Aug 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuanyar]]></category>
		<category><![CDATA[belulang]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[heboh !]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196267</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, dibuat geger, Minggu (20/08/2023) siang. Reaksi itu muncul, setelah seorang warga menemukan mayat yang sudah nyaris menyisakan tulang belulang atau kerangka dan pakaian yang dikenakan, di tengah hutan pohon jati. Akibat temuan itu, warga pun melaporkan kejadian kepada perangkat dan diteruskan ke petugas. Sementara, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, dibuat geger, Minggu (20/08/2023) siang. Reaksi itu muncul, setelah seorang warga menemukan mayat yang sudah nyaris menyisakan tulang belulang atau kerangka dan pakaian yang dikenakan, di tengah hutan pohon jati.</p>



<p>Akibat temuan itu, warga pun melaporkan kejadian kepada perangkat dan diteruskan ke petugas. Sementara, kondisi kerangka nyaris tidak bisa dikenali karena kondisinya yang sudah rusak.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kapolsek Banyuanyar, AKP Yuliana, saat dikonfirmasi membenarkan mengenai temuan mayat tersebut. Bahkan untuk mengidentifikasi jenazah, petugas sudah mengevakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyojati Kraksaan. &#8220;Benar (temuan, red), mas. Untuk identitas, sementara masih belum diketahui, karena di lokasi tidak ditemukan identitas atau data pendukung. Sementara dari mayat yang ditemukan, kondisinya juga sudah tinggal tulang. Untuk saat ini, mayat sudah ada di kamar mayat,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain identitas, tambahnya, karena kondisi mayat sudah sisa tulang, sehingga untuk jenis kelamin pun juga tidak diketahui. Untuk membantu penyelidikan, anggota tengah menginformasikan kepada perangkat, terkait temuan dan kemungkinan warga yang kehilangan saudaranya.</p>



<p>&#8220;Selain identitas, jenis kelamin mayat juga masih belum diketahui secara jelas,&#8221; tanbah AKP Yuliana. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196267</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kesadaran Prokes Menurun, Satgas Gencar Operasi Penegakan Disiplin</title>
		<link>https://memontum.com/kesadaran-prokes-menurun-satgas-gencar-operasi-penegakan-disiplin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2020 14:46:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuanyar]]></category>
		<category><![CDATA[Prokes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128300</guid>

					<description><![CDATA[Penegakan Prokes di Pasar Tradisional Banyuanyar Memontum Probolinggo &#8211; Kodim 0820/Probolinggo bersama tim Satgas Covid tingkat Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo melaksanakan operasi penegakan disiplin protokol kesehatan di pasar tradisional setempat, Rabu (25/11/2020). Pelda Eko Supriyono, Anggota Koramil 0820/20 Banyuanyar mengatakan, dalam operasi yang bersifat persuasif humanis tersebut pihaknya juga memberikan imbauan dan pengetahuan tentang bahaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Penegakan Prokes di Pasar Tradisional Banyuanyar</strong></h3>
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Kodim 0820/Probolinggo bersama tim Satgas Covid tingkat Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo melaksanakan operasi penegakan disiplin protokol kesehatan di pasar tradisional setempat, Rabu (25/11/2020).</p>
<p>Pelda Eko Supriyono, Anggota Koramil 0820/20 Banyuanyar mengatakan, dalam operasi yang bersifat persuasif humanis tersebut pihaknya juga memberikan imbauan dan pengetahuan tentang bahaya Covid-19 dengan mengelilingi area pasar.</p>
<p>&#8220;Hal itu kami lakukan untuk mendukung dan membantu serta memback up petugas yang melaksanakan penindakan terhadap warga yang baik sengaja maupun tidak sengaja telah melanggar keharusan dalam penerapan protokol kesehatan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dikatakan Pelda Eko, dalam operasi juga masih ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan masyarakat terhadap ketentuan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.</p>
<p>“Bahkan ada sebagian warga yang kurang paham terhadap bahaya pandemi Covid-19 dan salah asumsi bahwa new normal itu berarti situasi sudah normal sehingga mereka mengira bahwa penerapan protokol kesehatan berupa 3 M tidak lagi dijalankan. Masih kurangnya pemahaman tersebut membuat kami yang menjadi bagian dalam tim satgas pencegahan Covid perlu secara continue memberikan pemahaman,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, Komandan Koramil 0820/20 Banyuanyar, Kapten Inf Miliyan mengatakan, sampai saat ini obat untuk menyembuhkan atau melawan Covid-19 ini belum ada, jadi dengan disiplin melaksanakan Protol Kesehatan itulah hal yang terampuh saat ini untuk melawan virus Corona. <strong>(geo/mzm)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128300</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
