<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>barrier &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/barrier/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Apr 2024 12:45:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>barrier &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Terjadi Kemacetan, Pj Wali Kota Wahyu Minta Barrier di Jalan Merdeka Malang Ditutup Sementara Waktu</title>
		<link>https://memontum.com/terjadi-kemacetan-pj-wali-kota-wahyu-minta-barrier-di-jalan-merdeka-malang-ditutup-sementara-waktu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Apr 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[barrier]]></category>
		<category><![CDATA[Ditutup]]></category>
		<category><![CDATA[kemacetan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[sementara]]></category>
		<category><![CDATA[terjadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208295</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Selama libur lebaran Idul Fitri 2024 ini, barrier (pembatas jalan, red) yang berada di Jalan Merdeka, Kota Malang, tepatnya depan Mal Ramayana, Kecamatan Klojen, akan ditutup sementara waktu. Hal itu dilakukan, guna untuk meminimalisir terjadinya kepadatan arus lalu lintas. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika dengan adanya barrier tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Selama libur lebaran Idul Fitri 2024 ini, barrier (pembatas jalan, red) yang berada di Jalan Merdeka, Kota Malang, tepatnya depan Mal Ramayana, Kecamatan Klojen, akan ditutup sementara waktu. Hal itu dilakukan, guna untuk meminimalisir terjadinya kepadatan arus lalu lintas.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika dengan adanya barrier tersebut banyak pengendara yang melakukan crossing dari Jalan Aris Munandar menuju Kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Basuki Rahmat. “Jadi di Jalan Aris Munandar, Jalan Majapahit, itu tadi terjadi kemacetan yang panjang. Karena terjadi crossing di depan Mal Ramayana. Nah ini tadi sudah saya minta untuk ditutup selama libur lebaran ini dan juga sudah dilakukan koordinasi dengan Satlantas, yang pada akhirnya dapat terurai,” jelas Pj Wali Kota Wahyu, Senin (08/04/2024) tadi.</p>



<p>Sehingga, menurut Wahyu bagi para pengendara yang akan menuju ke arah Kawasan Kayutangan Heritage harus melawati Jalan Kauman terlebih dahulu. Diharapkan, hal tersebut nantinya dapat mengurangi kepadatan yang terjadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Mudah mudahan ini nanti sudah bisa mengurangi. Tadi di depan Ramayana aman tidak ada masalah. Karena tadi kalau parkir penuh langsung diarahkan. Tempat parkir karyawannya juga tidak menumpuk di mal nya, tapi juga di sebelahnya,” ucapnya.</p>



<p>Apabila nantinya volume arus lalu lintas di kawasan tersebut sudah melandai, maka barrier yang ada sudah boleh dibuka kembali. Sebab, kepadatan itu juga berdampak hingga ke Jalan Majapahit.</p>



<p>“Karena ada crossing dari Jalan Aris Munandar, nah mereka yang dari sana mau ke Kawasan Kayutangan itu motong, lha ini kita tutup dulu. Sehingga nanti kalau volume lalu lintasnya sudah rendah kita buka kembali. Karena ini juga berimbas di Jalan Majapahit yang jalannya naik,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208295</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Barrier di Persimpangan Untung Suropati Kota Malang Dibuka, Jalur Lalin Kembali Terapkan Dua Arah</title>
		<link>https://memontum.com/barrier-di-persimpangan-untung-suropati-kota-malang-dibuka-jalur-lalin-kembali-terapkan-dua-arah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jan 2024 08:53:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[barrier]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persimpangan]]></category>
		<category><![CDATA[suropati]]></category>
		<category><![CDATA[terapkan]]></category>
		<category><![CDATA[untung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204334</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang telah membuka barrier yang ada di Jalan Untung Suropati Utara, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sehingga, saat ini jalan tersebut kembali diberlakukan dua arah. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan jika barrier tersebut memang sudah dibuka perminggu ini. Sehingga, saat ini para pengendara dari arah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang telah membuka barrier yang ada di Jalan Untung Suropati Utara, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sehingga, saat ini jalan tersebut kembali diberlakukan dua arah.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan jika barrier tersebut memang sudah dibuka perminggu ini. Sehingga, saat ini para pengendara dari arah Selatan (Buk Gluduk, red) sudah diperbolehkan untuk belok kanan ke arah Jalan Untung Suropati Utara.</p>



<p>&#8220;Betul, perminggu ini sudah kami buka barrier. Ini juga merupakan hasil evaluasi bersama dengan Polresta Malang Kota dan Yonbekang Kostrad,&#8221; ujar Jaya-sapaannya, Rabu (10/01/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, jika dari evaluasi tersebut, pembukaan barrier dilakukan karena perilaku masyarakat dinilai kurang disiplin. Meski sudah ada rambu atau larangan, banyak pengendara yang melanggar. Sehingga, terkadang di persimpangan tersebut masih terjadi penumpukan.</p>



<p>&#8220;Setelah ditutup dengan barrier ternyata masih banyak yang semaunya sendiri. Padahal hasil perhitungan dari sebelum dilakukan rekayasa itu terjadi perubahan tingkat kejenuhan sebesar 0,1,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dengan kembalinya diberlakukan dua arah tersebut, Jaya berharap agar ke depan tidak terjadi penumpukan kendaraan lagi. Terlebih, hal ini berseiring dengan telah normalnya arus kendaraan di Lumajang.</p>



<p>&#8220;Hasil dari evaluasi bersama, beberap truk yang dulu melewati Kota Malang itu karena jembatan di Lumajang rusak. Nah, sekarang sudah berkurang karena jembatannya kan sudah jadi. Maka lalu lintas di persimpangan Buk Gludug juga berkurang. Sehingga menurut evaluasi, seharusnya tidak berpengaruh (diberlakukannya lagi dua arah di Jalan Untung Suropati),&#8221; jelasnya.</p>



<p>Namun, apabila di persimpangan itu terjadi penumpukan hingga menyebabkan kemacetan, maka akan dilakukan evaluasi kembali. Apalagi, keramaian di persimpangan Buk Gluduk terjadi di jam-jam tertentu saja.</p>



<p>&#8220;Pagi itu sekitar pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.30 WIB, lalu sore pukul 15.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Maka kebijakan saya, bukan untuk disitu saja, disiagakan anggota kami di titik-titik kota yang rawan kemacetan. Semua anggota Dishub kami tempatkan pada poros pagi paling dekat dengan kediaman masing masing, untuk membantu mengurai kemacetan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, sebelumnya pemasangan barrier ini telah dilakukan sejak Jumat (25/08/2023) lalu. Di mana dalam uji coba rekayasa arus lalin saat itu, di Jalan Untung Suropati Utara dan sekitar Buk Gluduk telah membuahkan hasil. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204334</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Kota Malang Sulap Barrier di Kawasan Kayutangan Heritage Jadi Taman Kota</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-sulap-barrier-di-kawasan-kayutangan-heritage-jadi-taman-kota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2023 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[barrier]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202595</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemasangan separator (pemisah jalan, red) dengan barrier yang dinilai kurang indah pada Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang, mendapat perhatian Pemerintah Kota Malang. Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, sekarang tengah membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) berupa taman. Kepala Bidang RTH Kota Malang, Laode KB Al Fitra, menyampaikan jika penambahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemasangan separator (pemisah jalan, red) dengan barrier yang dinilai kurang indah pada Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang, mendapat perhatian Pemerintah Kota Malang. Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, sekarang tengah membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) berupa taman.</p>



<p>Kepala Bidang RTH Kota Malang, Laode KB Al Fitra, menyampaikan jika penambahan RTH itu juga berdasar hasil kajian yang telah dilakukan oleh Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), di mana untuk mendukung kelancaran satu arah pada Kawasan Kayutangan Heritage. “Jadi untuk mendukung kebijakan yang kemarin (rekayasa lalu lintas), sebelumnya kan dipasang separator dengan barrier, untuk memisahkan jalan. Nah, tapi dikatakan itu kurang indah. Maka, untuk menambah estetika dan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di wilayah tersebut, kami kita bentuk taman permanen,” jelas Laode, saat ditemui di Kantor DLH Kota Malang, Jumat (01/12/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, jika taman tersebut berada di depan PLN Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmat atau di sekitar zona 1 dan di perempatan Rajabali atau zona 2. Tentu selain menambah nilai estetika, juga untuk keselamatan para pengendara, agar lebih berhati-hati dengan mengurangi laju kecepatan kendaraan.</p>



<p>“Jadi di depan PLN itu biasanya ada sepeda motor yang laju, kan itu bisa nabrak separator barrier kalau tidak berhati-hati. Maka, untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, kita bentuk taman permanen itu,” ujarnya.</p>



<p>Dalam penambahan RTH ini, sebelumnya juga telah menimbulkan sorotan dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Sebab, jam kota atau stadsklok yang berada di depan PLN Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmat, akan digeser. Namun, hal itu tidak jadi dilakukan.</p>



<p>“Sebenarnya rencana itu untuk menyesuaikan desain taman yang akan kita buat disitu, dijadikan center. Ternyata struktur itu tidak bisa dipindah. Karena struktur cagar budaya. Akhirnya kita me redesain tidak jadi menggeser. Taman menyesuaikan posisi jam itu,” tuturnya.</p>



<p>Kemudian, sorotan mengenai hilangnya pagar yang mengeliling jam tersebut. Itu menurutnya tidak hilang, hanya saja sedang dilakukan perbaikan oleh DLH Kota Malang. Karena, kaki dari pagar itu sudah berkarat.</p>



<p>“Jadi pagar yang mengelilingi jam itu ada kakinya, nah itu bisa dilepas pasang, kalau itu dibiarkan dalam posisi yang saat ini di sana masih dilakukan pembangunan, itu bisa diambil orang. Sehingga, kita amankan dan saat kita cek itu ternyata berkarat, akhirnya kita perbaiki supaya bagus dan masih terlihat kunonya,” imbuh Laode. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202595</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Pasang Barrier di Jalan Merdeka Utara untuk Rencana Dua Arah</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-pasang-barrier-di-jalan-merdeka-utara-untuk-rencana-dua-arah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Aug 2023 12:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[barrier]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195581</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersama dengan Polresta Malang Kota, menyiapkan skema baru penerapan rekayasa lalu lintas di seputar Kawasan Kayutangan Heritage dan sekitarnya. Seperti yang terlihat Jumat (11/08/2023) sore tadi, telah dilakukan pemasangan water barrier di Jalan Merdeka Utara, Kota Malang. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersama dengan Polresta Malang Kota, menyiapkan skema baru penerapan rekayasa lalu lintas di seputar Kawasan Kayutangan Heritage dan sekitarnya. Seperti yang terlihat Jumat (11/08/2023) sore tadi, telah dilakukan pemasangan water barrier di Jalan Merdeka Utara, Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika pemasangan water barrier tersebut untuk membuat dua arah. Tentu, itu dilakukan agar mengurangi kepadatan pengendara ketika akan menuju Kawasan Kayutangan Heritage dari arah Jalan Merdeka Timur, Kota Malang.</p>



<p>“Pemasangan water barrier ini untuk membuat dua arah di depan Bank Indonesia. Karena selama ini di depan BI, itu satu arah dari Barat ke Timur kalau mau ke arah Kantor Bupati Malang. Mulai hari ini, pengendara dari arah Jalan Merdeka Timur, boleh belok kanan ke Jalan Merdeka Selatan langsung menuju Kayutangan Heritage. Selama ini, kan mereka lurus memberikan beban di depan Kantor Pos, kemudian di Talun itu sampai full. Jadi ini akan lebih dekat,” jelas Widjaja.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga akan melakukan penutupan marka yang tidak perlu di Kawasan Kayutangan Heritage. Seperti, marka penyebrangan atau zebra cross yang ada serta jalur pesepeda.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Zebra cross itu sudah kita tutup, tapi tidak permanen. Itu sudah kita cat, kira-kira sudah tiga bulan lalu, namun muncul lagi aslinya. Seharusnya, itu ditutupnya dengan aspal. Kami harus kerja sama dengan DPUPRPKP,” ucapnya.</p>



<p>Ditambahkan Jaya, jika jalur sepeda tersebut yang selama ini berada di kanan jalan itu, seharusnya berada di sebelah kiri jalan. Itu harus dilakukan untuk mengikuti arah dari para pengendara sepeda motor dan mobil dalam penerapan satu arah.&nbsp;</p>



<p>“Itu masih disebelah kanan karena masih mengikuti berlakunya dua arah dulu. Ini seharusnya dipindah. Lha kalau itu dikerjakan sekarang, terus overlay, tidak efisien dan terjadi pemborosan. Kita mengeluarkan duit untuk pindah, lalu ditutup dengan aspal dan dipasang lagi itu jadi dua kali,” ucapnya.</p>



<p>Sehingga, saat ini Dishub Kota Malang tengah menunggu overlay dari pihak DPUPRPKP Kota Malang, yakni akan dilakukan pada tahun ini tepatnya di bulan Oktober 2023 mendatang. Selain itu juga agar tidak menjadi temuan oleh BPK. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195581</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
