<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Baru Melahirkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/baru-melahirkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 May 2023 11:47:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Baru Melahirkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Siswi SMP Lahirkan Bayi Laki-laki Gegerkan Trenggalek, Pihak Keluarga Buat Laporan Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/siswi-smp-lahirkan-bayi-laki-laki-gegerkan-trenggalek-pihak-keluarga-buat-laporan-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Apr 2023 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Baru Melahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kasatreskrim]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Siswi SMP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=186908</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kabar mengejutkan datang dari seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Keripik Tempe. Sebut saja namanya Bunga (13) yang masih duduk di bangku Kelas VII SMP. Sang pelajar, secara tiba-tiba melahirkan seorang bayi laki -laki pada (31/03/2023) lalu. Dirasa kehamilan itu misterius, keluarga Bunga melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Kasatreskrim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Kabar mengejutkan datang dari seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Keripik Tempe. Sebut saja namanya Bunga (13) yang masih duduk di bangku Kelas VII SMP. Sang pelajar, secara tiba-tiba melahirkan seorang bayi laki -laki pada (31/03/2023) lalu. Dirasa kehamilan itu misterius, keluarga Bunga melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.</p>



<p>Kasatreskrim Polres Trenggalek, Iptu Agus Salim, membenarkan adanya kejadian tersebut. Kabar tersebut diterima pihak kepolisian sekitar 2 hari lalu.</p>



<p>“Statusnya masih pengaduan, tapi langsung kami tindak lanjuti. Dalam aduan itu keluarga minta polisi agar memproses hukum pria yang menyetubuhi korban hingga hamil,&#8221; ungkap Iptu Agus saat dikonfirmasi, Jumat (14/04/2023) sore.</p>



<p>Pihaknya menjelaskan, bahwa aduan itu disampaikan langsung oleh keluarga dari ayah korban. Sementara, selama ini korban diketahui tinggal bersama keluarga dari ibunya (bibinya). “Karena kebetulan orang tuanya tidak ada, sehingga yang merawat korban adalah keluarga ibunya. Sedangkan kakaknya dirawat saudara dari ayahnya. Nah keluarga ayahnya ini yang lapor,” imbuhnya.</p>



<p>Polisi mengaku sempat turun langsung ke rumah korban yang ada di Kecamatan Kampak bersama petugas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Dinsos Trenggalek. Sayang, setibanya di rumah Bunga, polisi yang ingin menggali keterangan terkendala sikap keluarga yang tak terbuka.</p>



<p>“Karena korban dan keluarga yang merawat ini masih menutup diri. Saat ini kami masih mencoba untuk melakukan upaya pendekatan,” kata Iptu Agus.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Sebelumnya, kejadian tersebut sempat menjadi isu liar yang berkembang menyusul kelahiran sang bayi. Warga setempat pun sempat menerka-nerka siapa laki-laki yang telah tega berbuat hal tak senonoh kepada anak yatim piatu tersebut.</p>



<p>Belum menemukan dugaan siapa laki-laki yang harus bertanggung jawab atas kehamilannya, muncul isu tentang &#8216;bayi titipan&#8217;. Setelah ditelusuri, menurut warga setempat, bayi titipan tersebut dimaksud sebagai bayi ajaib yang secara tiba-tiba muncul di rahim seorang perempuan.</p>



<p>Kendati demikian, isu ini sengaja dihembuskan orang tertentu untuk mengalihkan perhatian warga. Maklum sekali, penduduk desa tersebut masih sangat kental terhadap pemahaman dunia mistis. Anehnya, keluarga asuh sangat sulit ditemui untuk dimintai keterangan.</p>



<p>Terpisah, salah satu pihak keluarga ayah Bunga yang tak mau disebutkan namanya mengaku bahwa secara resmi melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Trenggalek.</p>



<p>Pelapor menduga keras pelaku ada di sekitar keluarga asuh, sehingga tidak menutup kemungkinan Bunga justru akan mendapat tekanan dan hal tersebut dapat berdampak buruk bagi keselamatannya.&nbsp;<strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">186908</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Baru Melahirkan, Ibu Jual Bayinya Seharga 5 Juta Rupiah</title>
		<link>https://memontum.com/baru-melahirkan-ibu-jual-bayinya-seharga-5-juta-rupiah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2017 13:27:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Baru Melahirkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=637</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri&#8212;- Entah apa yang ada di benak Intan Ratna Sari (20 ) warga Desa Wonoasri Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri ini. Ia tega menjual bayi yang baru saja dilahrkan dijual dengan harga 5 juta rupiah.Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, kini ibu dari dua anak itu harus meringkuk di sel tahanan polres Kediri Kota. &#160; Berdasarkan informasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri&#8212;-</strong> Entah apa yang ada di benak Intan Ratna Sari (20 ) warga Desa Wonoasri Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri ini. Ia tega menjual bayi yang baru saja dilahrkan dijual dengan harga 5 juta rupiah.Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, kini ibu dari dua anak itu harus meringkuk di sel tahanan polres Kediri Kota.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan informasi dari Polres Kediri Kota, kepada tim penyidik Intan mengaku uang 5 juta dari hasil penjualan anak landunya itu nantinya akan dipergunakan untuk biaya bepergian ke Kalimantan,&#8217; uang hasil penjualan anak saya rencana mau saya pakek untuk biaya bekerja di Kalimantan pak,” kata pelaku pada petugas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kejadian Penjualan anak tersebut bermula saat Intan bergabung dalam grup adopsi bayi sehat di jejaring sosial facebook (FB) pada Agustus lalu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam FB, Intan dihubungi oleh Nofita Sari warga Desa Dadapan Suberjo Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, salah satu anggota grup yang berperan sebagai perantara kepada adopter, Sunarsih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelum si bayi lahir, Intan bersama Novita menyetujui bayi yang ia kandung itu dibeli dengan harga Rp 5 juta, dengan ketentuan perantara membayar uang muka Rp 1 juta , dan Rp 4 juta diberikan setelah anak diambil oleh adopter pada 29 September 2017.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Padahal dalam.transaksi ini Novita mendapat uang tebusan dari adopter sebesar Rp 11 juta lebih, namun diberikan kepada ibu kandung hanya 5 juta rupiah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dihadapan petugas, Intan mengaku terpaksa menjual anak kandungnya yang baru lahir itu tanpa sepengetahuan suami yang tengah bekerja di Jakarta. Hal ini dilakukannya karena butuh biaya untuk modal saku bekerja di Kalimantan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kapolres Kediri Kota , AKBP Anthon Haryadi mengatakan, selain mengamankan Intan Ratna sebagai pelaku utama, pihaknya juga mengamankan Nofita Sari, sebagai perantara. &#8216;Nofita Sari juga kita tetapkan sebagai tersangka,&#8217; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masih lanjut Anthon, jika kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Kediri Kota, atas dugaan penjualan anak secara terselubung.&#8217;Pelaku oleh penyidik dijerat dengan pasal 83 nomor 35 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya.(hyo/aji/yan)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">637</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
