<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Batara Angkat Motif Daerah Sebagai Identitas Batik Nusantara &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/batara-angkat-motif-daerah-sebagai-identitas-batik-nusantara/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 May 2021 14:23:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Batara Angkat Motif Daerah Sebagai Identitas Batik Nusantara &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Menparekraf akan Promosikan Batik Pamekasan ke Poros Perjalanan Wisata Batik Nusantara</title>
		<link>https://memontum.com/menparekraf-akan-promosikan-batik-pamekasan-ke-poros-perjalanan-wisata-batik-nusantara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 May 2021 16:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Batara Angkat Motif Daerah Sebagai Identitas Batik Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Poros Perjalanan Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Promosikan Batik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=141942</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan bekerjasama dengan Ok Oce Jawa Timur dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menggelar Focus Group Discussion (FGD), Pada Senin (03/05). FGD dengan tema ‘Pamekasan Hebat Bersama Menparekraf’ diikuti oleh Ketua Ok Oce Jawa Timur, Joko Dwitanto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, beserta jajarannya, Bupati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan bekerjasama dengan Ok Oce Jawa Timur dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menggelar Focus Group Discussion (FGD), Pada Senin (03/05).</p>



<p>FGD dengan tema ‘Pamekasan Hebat Bersama Menparekraf’ diikuti oleh Ketua Ok Oce Jawa Timur, Joko Dwitanto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, beserta jajarannya, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Forkopimda dan OPD Kabupaten Pamekasan, dan Para Pelaku ekonomi kreatif lainnya.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/27-pensiunan-perumdam-pamekasan-lakukan-gugatan-perdata-ke-pengadilan">27 Pensiunan Perumdam Pamekasan Lakukan Gugatan Perdata ke Pengadilan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/21-pejabat-eselon-ii-dimutasi-bupati-pamekasan-sampaikan-demi-penyegaran">21 Pejabat Eselon II Dimutasi, Bupati Pamekasan Sampaikan Demi Penyegaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-pamekasan-salurkan-blt-dbhcht-untuk-ribuan-petani-tembakau">Pemkab Pamekasan Salurkan BLT DBHCHT untuk Ribuan Petani Tembakau</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gunakan-bahasa-madura-bupati-pamekasan-pimpin-upacara-peringatan-hari-jadi-ke-495-tahun">Gunakan Bahasa Madura, Bupati Pamekasan Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-495 Tahun</a></li>
</ul>


<p>Kegiatan banyak membahas tentang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini dilakukan secara daring, dan Bupati Pamekasan mengawali sambutannya dengan menyapa peserta rapat. “Malam ini adalah hasil cara kerja luar biasa, yang dikerjasamakan antara Pemkab Pamekasan Kementrian RI, dan Oke Oce,&#8221; kata Bupati pada sambutannya.</p>



<p>&#8220;Pemkab Pamekasan mempunyai 5 prioritas. Pertama, pelayanan publik dan reformasi birokrasi. Kedua, bidang ekonomi atau wirausaha baru yakni ekonomi kreatif dan desa tematik. Ketiga, infrastruktur. Keempat, Kesehatan. Kelima pendidikan, &#8221; Imbuh Baddrut Tamam.</p>



<p>&#8220;Di bidang Ekonomi kami lalukan cara tidak biasa seperti Pemkab lain di Indonesia, misalnya kita menggunakan cara desa tematik, One Village One Product setelah kami dalami teori ini sebenarnya&nbsp; berangkat dari sejarah kebangkitan Tiongkok, dari resesi ekonomi pada tahun 1978, waktu itu Tiongkok melakukan revolusi industri, saat masa reformasi, di mana waktu itu Gubernur Haichi (di salah satu provinsi), mendorong seluruh orang di desa melalui kerjasama dengan Kades bisa menemukan dan mendefinisikan segala potensi ekonomi, yang mau dikembangkan dengan tema utama yang mau digarap, &#8221; Baddrut Tamam menjabarkan.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah di sini kita ada Branding Mobil Dinas, Promosi Batik (Tulis) Hingga Mancanegara, KPPN, Pengembangan dan Pembangunan Desa Tematik, sudah ada 29 desa yang sudah menentukan temanya masing-masing, dan Mewujudkan 10.000 Wirausaha Baru dan Penyediaan Fasilitas Kredit Bunga Rendah (1 persen), &#8221; Imbuh politisi PKB tersebut.</p>



<p>Bupati yang sering disapa Mas Tamam tersebut, kemudian melanjutkan, Sudah ada 92 destinasi wisata di Kabupaten Pamekasan mulai dari wisata alam, religi, sejarah dan budaya, wisata buatan seperti Eduwisata Garam, dan yang terbaru kami segera launching Pendopo Edu Wisata, ya tujuannya apa supaya masyarakat bisa berkunjung dan bisa tahu kerja Bupatinya.</p>



<p>Merespon hal itu, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kalau dia sangat apresiasi dengan produk dan semangat bapak Bupati Pamekasan, &#8220;Saya pernah beli batik Pamekasan Bapak Bupati, itu batiknya menurut saya kualitasnya sudah berstandart internasional dan harganya tidak murah, artinya value editnya sudah sangat tinggi, maka dari itu kita perlu penambahan konsep penambahan nilai terhadap batik tersebut, &#8221; kata Sandiaga.</p>



<p>&#8220;Dan saya usul, kalo nanti ada pagelaran-pagelaran, kita nanti bakal undang Bapak Baddrut Tamam sebagai pemeraganya,&#8221; tambah Sandiaga Uno sambil bercanda.</p>



<p>&#8220;Tadi saya sangat terkesan dengan Eduwisata Garam, karena konsep baru ini bisa menampilkan hal unik baru yakni berwisata sekaligus pendidikan, hal ini bisa jadi daya tarik Edu Tourism, &#8221; imbuhnya.</p>



<p>&#8220;Khusus Pamekasan kami sudah mengidentifikasi, sampai hari ini memang kami hanya terfokus ke Jawa Tengah dan Yogyakarta, sehingga nanti kami akan mempertimbangkan Pamekasan dari potensi batik untuk masuk poros perjalanan wisata batik, &#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sebelum mengakhiri, Menteri yang sering dipanggil Mas Mentri tersebut berpesan. &#8220;Saya titip dua hal, yakni penerapan pariwisata baru dan penerapan centra ekonomi kreatif kekinian itu berfokus pada: Cleanliness Health Safety Environmental Sustainability (CHSE), &#8221; tutup Sandiaga Uno. <strong>(hms/fid/adi/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">141942</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Batara Angkat Motif Daerah Sebagai Identitas Batik Nusantara</title>
		<link>https://memontum.com/batara-angkat-motif-daerah-sebagai-identitas-batik-nusantara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2019 15:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Batara Angkat Motif Daerah Sebagai Identitas Batik Nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=80434</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang&#8212;-Batik merupakan warisan kekayaan budaya Nusantara asli Indonesia. Tentunya, upaya menjaga, melestarikan, dan mengembangkan batik sebagai identitas bangsa terus dilakukan. Jika tidak, dikhawatirkan batik akan diakui negara lain sebagai budayanya. Salah satu strategi yang dilakukan, yaitu dengan mengunjungi beberapa daerah pinggiran di Indonesia, guna mencari motif batik khas dari wilayah tersebut. Dari kunjungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang&#8212;-</strong>Batik merupakan warisan kekayaan budaya Nusantara asli Indonesia. Tentunya, upaya menjaga, melestarikan, dan mengembangkan batik sebagai identitas bangsa terus dilakukan. Jika tidak, dikhawatirkan batik akan diakui negara lain sebagai budayanya. Salah satu strategi yang dilakukan, yaitu dengan mengunjungi beberapa daerah pinggiran di Indonesia, guna mencari motif batik khas dari wilayah tersebut. Dari kunjungan tersebut, dituangkan dalam desain motif batik khas daerah, yang akan diperbanyak melalui proses cap, cetak, dan tulis.</p>
<p><div id="attachment_80425" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190305-WA0129-e1551799919528.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-80425" decoding="async" class="size-full wp-image-80425" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190305-WA0129-e1551799919528.jpg?resize=500%2C333&#038;ssl=1" alt="Beberapa motif batik hasil kreasi Batara. (rhd)" width="500" height="333" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-80425" class="wp-caption-text">Beberapa motif batik hasil kreasi Batara. (rhd)</p></div></p>
<p>&#8220;Upaya ini sebagai bentuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan batik, agar tidak ada duplikasi. Sengaja diambil desain kedaerahan, bukan lagi bahannya. Ide desain bisa dari cerita rakyat, kekhasan masyarakat setempat, dan lainnya,&#8221; jelas Dr. Ir. Susinggih Wijana, MS, Divisi Pengembangan Batara UB, kepada awak media.</p>
<p>Melalui pengembangan motif batik berbasis budaya daerah, suatu daerah menjadi lebih terangkat melalui batik. Pun perubahan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Terutama dari wilayah pinggiran. &#8220;Sengaja kami menelusuri wilayah pinggiran. Selain karakteristik masyarakat yang ga neko-neko, mereka juga ingin melakukan perubahan. Meski pembuatan batik itu susah. Kalau masyarakat perkotaan jelas enggan, dan tidak akan maju. Kalau motif sumber daya alam bisa dicontoh. Seperti cengkeh itu ada di banyak tempat. Tapi kalau budaya, misal cerita rakyat, kekhasan masyarakat, itu pasti berbeda,&#8221; ungkap Singgih.</p>
<p><div id="attachment_80436" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190305-WA0128-e1551800244111.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-80436" decoding="async" class="size-full wp-image-80436" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190305-WA0128-e1551800244111.jpg?resize=500%2C333&#038;ssl=1" alt="Rektor UB Nuhfil Hanani, mengapresiasi batik karya Batara. (rhd)" width="500" height="333" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-80436" class="wp-caption-text">Rektor UB Nuhfil Hanani, mengapresiasi batik karya Batara. (rhd)</p></div></p>
<p>Sejak diluncurkan tahun 2015, Pusat Pengembangan Batara UB terus melakukan pengkajian batik. Setidaknya ada 60 motif batik dari seluruh Indonesia yang telah masuk ke database Batara UB. Beberapa wilayah yang saat ini tengah menjadi fokus pengembangan batik berbasiskan budaya daerah, di antaranya Bintan, Natuna, Nunukan, Boven Digoel Papua, Bawean, Ngadas, Kendedes, Kutai Barat, Tanjung Buai, dan lainnya.</p>
<p>&#8220;Perguruan tinggi kalau berjalan sendiri tidak bisa. Jadi kami merangkul berbagai elemen masyarakat. Melalui program Doktor Mengabdi, kami memiliki paduan praktis. Agar pengembangan potensi batik berbasis budaya dapat tersebar merata. Kami juga memanfaatkan beberapa fasilitas UB, dan KKN mahasiswa. Nantinya, kita akan mengarahkan pengembangan ke bisnis melalui pendirian PT, dan hak cipta. Bahkan beberapa peserta lomba batik yang lolos, akan ikut pelatihan batik Sibori Jepang,&#8221; tandas Singgih.</p>
<p>Sementara itu, Rektor UB Malang Nuhfil Hanani menyampaikan, potensi batik berbasis budaya telah dikembangkan Batara UB akan dipatenkan pihak universitas. Selain itu, dirinya meminta civitas akademika UB juga turut ambil bagian dalam upaya tersebut. &#8220;Kalau tak dipatenkan, akan diakui negara lain, atau orang lain. Kami juga menghimbau warga UB mendukung, misalnya membeli karya Batara, bantu distribusi, dan lainnya. UB akan mendorong Batara UB terus berinovasi sehingga mampu go internasional. Hingga mampu menjadi rujukan dunia, dengan mengajari mahasiswa asing dari Thailand, Myanmar, Malaysia, dan lainnya,&#8221; ungkap Nuhfil.</p>
<p>Dalam Deklarasi Pusat Pengembangan Batik Nusantara (Batara) dan Sarasehan Budaya 2019 bertajuk &#8220;Eksplorasi Budaya untuk Kreasi dan Kemajuan Bangsa, di Aula LPPM UB, Selasa (5/3/2019), menghadirkan narasumber Didik Nini Thowok (budayawan internasional, penari, dan dosen), dan Drs. Dwi Cahyono M.Hum (budayawan, sejarawan, dosen). Selain itu, dipertunjukkan fashion show yang mengusung hasil karya Batara. (adn/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">80434</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
