<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bawang merah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bawang-merah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Nov 2021 12:14:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bawang merah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Manfaatkan Lahan Tidur, Pemkab Lamongan Inovasikan Tanam Bawang Merah di Kawasan Rawa</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-lahan-tidur-pemkab-lamongan-inovasikan-tanam-bawang-merah-di-kawasan-rawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2021 12:14:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bawang merah]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan Tidur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Bawang Merah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=158547</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kreatifitas tanpa batas terus digaungkan oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, kepada semua lini di Kabupataen Lamongan. Berbagai inovasi luar biasa dimunculkan dalam berbagai bidang, tidak terkecuali bidang pertanian. Hal tersebut, ditujukan guna mencapai kesejahteraan masyarakat Lamongan menuju kejayaan yang berkeadilan. Bupati Yuhronur pada Kamis (18/11/2021), mengunjungi Desa Manyar, Kecamatan Sekaran, untuk melihat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kreatifitas tanpa batas terus digaungkan oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, kepada semua lini di Kabupataen Lamongan. Berbagai inovasi luar biasa dimunculkan dalam berbagai bidang, tidak terkecuali bidang pertanian. Hal tersebut, ditujukan guna mencapai kesejahteraan masyarakat Lamongan menuju kejayaan yang berkeadilan.</p>



<p>Bupati Yuhronur pada Kamis (18/11/2021), mengunjungi Desa Manyar, Kecamatan Sekaran, untuk melihat hasil panen Bawang Merah. Bawang Merah ini merupakan hasil panen pertama dari inovasi Kepala Desa Manyar, yang mencoba memanfaatkan lahan tidur di kawasan rawa untuk dijadikan lahan tanam warga. &#8220;Kita semua kadang ragu, apakah bawang merah ini bisa ditanam dan berbuah di kawasan rawa ini. Ternyata luar biasa, Pak Kades dengan segala kreatifitasnya bisa menanam bawang ini dan ternyata hasilnya cukup bagus,” ucapnya.</p>



<p>Ditambahkan Bupati Yuhronur, Bawang Merah merupakan pilihan komoditas lain yang ditanam di daerah tersebut. Selain itu, tanaman ini sangat aman dari serangan hama tikus.</p>



<p>“Ini sebuah pilihan komoditas lain yang ditanam di daerah ini. Ada satu hal yang cukup menarik kata Pak Kades, bahwa tikus tidak menyerang tanaman ini. Sukses Pak Kades dengan inovasinya,” tambahnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih">Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-mudik-lebaran-mas-dhito-minta-dpupr-gerak-cepat-penanganan-jalan-berlubang">Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta DPUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-jenazah-bocah-hanyut-di-sungai-kasin-berhasil-ditemukan">Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan</a></li>
</ul>


<p>Diungkapkan Kades Manyar, Puji Rahayu Saputro, lahan yang digunakan untuk menanam bawang sebelumnya merupakan lahan tidur dan belum pernah ditanami. &#8220;Lahan ini tidur selama ini. Jadi, dengan adanya inovasi ini saya berharap warga masyarakat yang berada di wilayah Manyar, ini bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk tanaman,” ungkapnya.</p>



<p>Memanfaatkan lahan rawa berukuran 1 hektar, Bawang Merah yang dipanen dapat menghasilkan kurang lebih 40 ton. Karena meluapnya air sebagai akibat dari hujan yang turun terus-menerus, tanaman Bawang Merah ini harus dilakukan panen awal. Lama panen yang harusnya 60 hari harus menjadi 42 hari karena banjir.</p>



<p>“Hasilnya sangat bagus. Karena memang tanah ini sangat cocok, nilai kesuburan tanah dan haranya tinggi. Sehingga, hasilnya ini sebenarnya bagus, karena memang usianya yang belum cukup, harusnya besar-besar. Ini kan sebenarnya masa generatif, masa pembuahan tapi malah kena banjir, tapi alhamdulillah masih bisa dibawa pulang. Mudah-mudahan musim tahun depan bisa lebih baik,” papar Kades Manyar. <strong>(zud/zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158547</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Jual Anjlok, Petani Bawang Merah Situbondo Gudangkan Hasil Panen</title>
		<link>https://memontum.com/harga-jual-anjlok-petani-bawang-merah-situbondo-gudangkan-hasil-panen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2017 19:38:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bawang merah]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan harga]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/12267-harga-jual-anjlok-petani-bawang-merah-situbondo-gudangkan-hasil-panen</guid>

					<description><![CDATA[Momentum Situbondo &#8212; Petani bawang merah di Situbondo Jawa Timur, memilih menunda penjualan hasil panen akibat anjloknya harga. Mereka memilih menggudangkan hasil panen sambil menunggu harga komoditas ini kembali normal. Turunnya harga bawang merah mulai dari pertengahan November lalu. Febri Onion, salah satu petani sekaligus pengepul asal kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji menjelaskan, mulai pertengahan bulan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Momentum Situbondo</strong> &#8212; Petani bawang merah di Situbondo Jawa Timur, memilih menunda penjualan hasil panen akibat anjloknya harga. Mereka memilih menggudangkan hasil panen sambil menunggu harga komoditas ini kembali normal.</p>
<p>Turunnya harga bawang merah mulai dari pertengahan November lalu. Febri Onion, salah satu petani sekaligus pengepul asal kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji menjelaskan, mulai pertengahan bulan November lalu harga bawang merah besar (super) menyentuh angka Rp. 10.000,-. Sedangkan harga bawang merah biasa (kecil) Rp 7.000.</p>
<p>Turunnya harga ini membuat petani enggan menjual semua hasil panen. Mereka beralasan, hasil penjualan tidak menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan. Petani umumnya cuma melepas hasil penan paling banyak 50 persen untuk membayar biaya tenaga dan obat-obatan.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171212-WA0039-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-12269" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171212-WA0039-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171212-WA0039-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171212-WA0039-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171212-WA0039-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sebagian hasil panen sengaja disimpan di gudang sambil menunggu harga bawang kembali normal. Meski harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar tenaga kerja dan biaya perawatan, namun hal itu dinilai sebagai upaya terbaik dibanding menjual dengan harga murah.</p>
<p>Memang selain mengeluarkan biaya tambahan, proses penggudangan akan menimbulkan penyusutan pada bawang merah. Karena dengan disimpan seperti itu, selama dua bulan akan susut hingga 30 persen.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171212-WA0038-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-12268" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171212-WA0038-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171212-WA0038-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171212-WA0038-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171212-WA0038-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Karena menurunnya harga bawang, saya melakukan tunda jual. Setelah panen, bawang dikeringkan dan digudangkan. Ini sebagai salah satu alternatif dan hasil dari penggudangan itu setelah harga naik bisa langsung dilepas atau dijual dalam bentuk benih,&#8221; ungkap Febri saat di temui di gudangnya Senin  (11/12/2017) malam.</p>
<p>Anjloknya harga bawang itu diduga karena melimpahnya hasil panen saat ini. Banyaknya persediaan di pasaran saat panen pada bulan Oktober lalu, mempengaruhi fluktuasi harga. Tidak lama setelah panen, tambah Febri, harga bawang merah berangsur turun dan titik terendah terjadi pertengahan November lalu yang menyentuh harga Rp 8.000 sampai 10.000/kg. <strong>(yud/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">12267</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
