<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bawang putih &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bawang-putih/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Apr 2021 04:50:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bawang putih &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bulan Ramadhan, Harga Bawang Putih Bergerak Naik</title>
		<link>https://memontum.com/bulan-ramadhan-harga-bawang-putih-bergerak-naik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2021 04:50:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bawang putih]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[harga naik]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=140269</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki Bulan Ramadhan, beberapa kebutuhan pokok bergerak naik. Seperti bawang putih, yang mulai naik hingga 30 persen. Salah satu pedagang di Pasar Besar Kota Malang, Pramono Aji, membenarkan hal tersebut. &#8220;Biasanya kalau bulan puasa memang harganya naik. Karena permintaan juga naik,&#8221; terangnya, Sabtu (17/04). Baca juga: Jika beberapa minggu lalu bawang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Memasuki Bulan Ramadhan, beberapa kebutuhan pokok bergerak naik. Seperti bawang putih, yang mulai naik hingga 30 persen. </p>



<p>Salah satu pedagang di Pasar Besar Kota Malang, Pramono Aji, membenarkan hal tersebut. &#8220;Biasanya kalau bulan puasa memang harganya naik. Karena permintaan juga naik,&#8221; terangnya, Sabtu (17/04).</p>



<p><strong><em>Baca juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-sanusi-terima-penghargaan-sertifikat-menuju-kabupaten-bersih-dari-menteri-lingkungan-hidup">Bupati Sanusi Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuk-peringkat-7-besar-nasional-wali-kota-malang-terima-penghargaan-sertifikat-menuju-kota-bersih">Masuk Peringkat 7 Besar Nasional, Wali Kota Malang Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kota Bersih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gudang-bulog-dan-tbbm-jadi-sasaran-pemantau-bupati-dan-forkopimda-banyuwangi-hadapi-lebaran">Gudang Bulog dan TBBM Jadi Sasaran Pemantau Bupati dan Forkopimda Banyuwangi Hadapi Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Jika beberapa minggu lalu bawang putih dibandrol seharga Rp 18 ribu per kilogram, sekarang harganya bisa menyentuh Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.</p>



<p>&#8220;Kalau sekarang harganya ada yang Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu, bedanya dilihat dari ukuran dan kualitas bawang. Semakin besar dan bagus kualitasnya, harganya juga akan semakin mahal,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Namun disampaikan Pramono, permintaan masyarakat saat ini lebih pada kualitas bawang. Sehingga bawang putih dengan ukuran besar lebih dipilih meski harga relatif mahal.</p>



<p>&#8220;Biasanya ibu-ibu sekarang lebih suka beli yang besar, karena pengolahannya lebih mudah dan cepat. Ibu rumah tanggakan pekerjaannya banyak, kalau bawang ukuran kecil waktu yang dihabiskan untuk membersihkan lama. Masyarakat kita sekarang memang hobi yang instan,&#8221; katanya sambil tertawa.</p>



<p>Meski pandemi dan harga melonjak, dalam sehari dia bisa menjual hingga 100 kilogram bawang putih. &#8220;Bisa sehari terjual 100 kilogram bawang putih. Kalau lagi sepi ya paling cuma 50 kilogram,&#8221; terang Pramono.</p>



<p>Pramono berharap di bulan penuh berkah ini, bisa menjadi momen kebangkitan ekonomi yang telah lama terpuruk. Sehingga masyarakat dari berbagai kalangan bisa kembali merasa sejahtera. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">140269</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuki Musim Penghujan Harga Bawang Merah dan Putih Meroket</title>
		<link>https://memontum.com/masuki-musim-penghujan-harga-bawang-merah-dan-putih-meroket</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2020 13:28:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bawang putih]]></category>
		<category><![CDATA[harga bawang merah]]></category>
		<category><![CDATA[naik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126444</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Komoditas harga bawang merah dan bawang putih di Pasar Tradisional Kota Probolinggo cenderung naik. Kenaikan tersebut diduga, terlambatnya pasokan dari pihak distributor. Seperti pengakuan Harto (33), seorang pedagang pasar tradisional di pasar PPI Mayangan Kecamatan Mayangan. Dirinya menjual bawang merah perkilogram mencapai RP 30 ribu, sebalumnya hanya Rp 27.500,- saja. ”Bawang putih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Komoditas harga bawang merah dan bawang putih di Pasar Tradisional Kota Probolinggo cenderung naik. Kenaikan tersebut diduga, terlambatnya pasokan dari pihak distributor.</p>
<p>Seperti pengakuan Harto (33), seorang pedagang pasar tradisional di pasar PPI Mayangan Kecamatan Mayangan. Dirinya menjual bawang merah perkilogram mencapai RP 30 ribu, sebalumnya hanya Rp 27.500,- saja. ”Bawang putih juga naik, dari seharga Rp 17.500 ribu sekarang Rp 20 ribu per kilogram,” katanya, Minggu (25/10/2020).</p>
<p>Meski pasokan awal berlimpah, kenaikan harga bawang tersebut terjadi karena adanya keterlambatan pengiriman ke pasar dalam dua pekan terakhir. ”Kita dapat kabar dari beberapa distributor, kenaikannya diakibatkan memasuki hujan juga pasokan dari sejumlah daerah terjadi keterlambatan pengiriman barang, namun tidak tahu karena faktor apa,” jelasnya</p>
<p>Namun demikian, kata Harto untuk daya beli masyarakat masih stabil meski ada kenaikan yang didominasi pembeli dari ibu rumah tangga. ”Alhamdulillah, penjualan masih bagus meski kadang dipertanyakan pembeli kenapa ada kenaikan,” ucapnya.</p>
<p>Sementara, Lia ( 27), pedagang sayuran lainnya di pasar tersebut mengatakan, pemerintah atau dinas terkait untuk segera mengantisipasi lonjakan harga bawang, meski perlahan sudah mulai merangkak naik. Apalagi saat ini mulai memasuki musim penghujan.</p>
<p>”Biasanya, pada musim hujan daerah-daerah penghasil bawang mengalami gagal panen karena banjir. Tentunya, akan mempengaruhi harga, bahkan bisa terjadi kelangkaan,” tandasnya.</p>
<p>Salah satu pembeli, Ida (50) mengatakan, untuk bawang merah juga bawang putih ada kenaikan Rp 1000. “Sebelumnya hanya Rp 19.00. Ini kami beli agak banyak takut harganya naik terus,” ucapnya. <strong>(geo/mzm)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126444</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lumajang Pernah Jadi Kabupaten Produktif Penghasil Bawang Putih</title>
		<link>https://memontum.com/lumajang-pernah-jadi-kabupaten-produktif-penghasil-bawang-putih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2018 12:27:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[bawang putih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/66314-lumajang-pernah-jadi-kabupaten-produktif-penghasil-bawang-putih</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Lumajang, Ir. Agus Widarto, M.M., mengikuti Temu Lapang Panen Perdana dan Gerakan Tanam Bawang Putih tahun 2018, di Dusun Krajan Desa Argosari, Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Kamis (29/11/2018) pagi.Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Lumajang, Ir. Agus Widarto, MM., menyampaikan bahwa Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Lumajang, Ir. Agus Widarto, M.M., mengikuti  Temu Lapang Panen Perdana dan Gerakan Tanam Bawang Putih tahun 2018, di Dusun Krajan Desa Argosari, Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Kamis (29/11/2018) pagi.Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Lumajang, Ir. Agus Widarto, MM., menyampaikan bahwa Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML. (Cak Thoriq), sangat berharap akan adanya intensifikasi pengembangan bawang putih yang ada di Kabupaten Lumajang. </p>
<p>Namun, itu semua perlu adanya evaluasi dari hasil yang ada, tentunya dari teman-teman BPTP untuk melakukan pembinaan secara luas, seperti kurangnya pupuk organik dan kerapatan yang perlu ditingkatkan lagi dalam penanaman bawang putih. </p>
<p>Diharapkan Perhutani dapat bekerjasama dengan para importir dalam pengembangan lahan penanaman bawang putih. Ia mengharapkan ke depan gudang kentang dan bawang putih bisa terpisah, karena produksi bawang putih dan kentang di Kabupaten Lumajang sama bagusnya.</p>
<p>Asisten Perbang berpesan, &#8220;Penanaman bibit dapat diatur pada musim hujan dan panennya pada musim kemarau, sehingga produksi dan produktifitas bawang putih bisa dikembangkan lebih lanjut. Kita persiapkan untuk pengolahan baik bawang putih maupun kentang, karena permintaan pasar saat ini semakin meningkat,&#8221; pesannya.</p>
<p>Direktur STO Holtikultura Sayuran dan Tanaman Obat Kementrian Pertanian RI, Dr. Ir. Tri Harto Setyanto, M.Sc., menyampaikan, bahwa kebutuhan rata-rata nasional setiap tahunnya mencapai 500.000 ton untuk bawang putih. Selama harga bawang putih masih dibawah Rp 20.000/Kg, masyarakat tidak mempersalahkan. Namun, pada awal tahun 2017 bawang putih harganya pernah mencapai diatasnya Rp 50.000/Kg, dan ternyata bawang putih menjadi salah satu komponen yang berpengaruh terhadap inflasi.</p>
<p>Dijelaskan,  bahwa pada tahun 97-an, Kabupaten Lumajang pernah menjadi salah satu Kabupaten yang produktif penghasil bawang putih, dengan hasil panen mencapai 20 ton / Ha. &#8220;Saya harap dengan kegiatan seperti ini dapat memberikan informasi kepada para petani bawang putih, sehingga produksinya semakin meningkat,&#8221; harapnya.</p>
<p>Asisten Perbang beserta rombongan mengawali panen perdana bawang putih di Dusun Kayu Enak Desa Kandang Tepus, dan dilanjutkan dengan penanaman bawang putih di Dusun Krajan Desa Argosari Kec. Senduro <strong>(adi/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">66314</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bulan Maret Ini, Dispertan Kota Batu Kembangkan Bawang Putih, Siapkan 7 Hektar Lahan</title>
		<link>https://memontum.com/bulan-maret-ini-dispertan-kota-batu-kembangkan-bawang-putih-siapkan-7-hektar-lahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2018 13:12:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bawang putih]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Kota Batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/31445-bulan-maret-ini-dispertan-kota-batu-kembangkan-bawang-putih-siapkan-7-hektar-lahan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8212; Bulan Maret ini, Dinas Pertanian Kota Batu segera kembangkan pertanian bawang putih. Sekitar tujuh hektar lahan yang menyebar di empat titik akan disiapkan untuk mewujudkan hal ini. Kepala Dinas Pertanian Batu Sugeng Pramono menjelaskan penanaman bawang putih itu akan terus dikembangkan, bukan hanya Maret, April dan Mei akan terus ada pengembangan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8212; Bulan Maret ini, Dinas Pertanian Kota Batu segera kembangkan pertanian bawang putih. Sekitar tujuh hektar lahan yang menyebar di empat titik akan disiapkan untuk mewujudkan hal ini. Kepala Dinas Pertanian Batu Sugeng Pramono menjelaskan penanaman bawang putih itu akan terus dikembangkan, bukan hanya Maret, April dan Mei akan terus ada pengembangan. Targetnya pengembangan bawang putih ini hingga 125 hektare. </p>
<p>&#8220;Sehingga Kota Batu akan memenuhi pasokan kecukupan benih bawang putih pada tahun ini. Empat titik ada di Desa Sidomulyo, Desa Bulukerto, Desa Tulungrejo, dan Desa Sumber Brantas. Luasnya sekitar 50 hektare yang diharapkan siap ditanami bawang putih di Desa Tulungrejo dan Sumber Brantas.&#8221; ungkap Sugeng, Selasa (13/3/2018).</p>
<p>Selama ini, banyak petani di Kota Batu yang menanam bawang putih, akan tetapi hasilnya dikonsumsi sendiri tidak untuk dijual belikan. </p>
<p>Mengapa petani Batu tidak berani menjual bawang putih? Sebab, petani masih trauma karena dulu ada impor sehingga harga anjlok hingga Rp 2 ribu per kilogram.</p>
<p>Menurut dia, hal tersebut tidak akan terulang kembali. Sebab, bibit sudah diberikan oleh Pemkot Batu. Ditunjang dengan tingkat kesuburannya, lahan-lahan itu cukup bagus untuk mengembangkan bawang putih di Kota Batu. </p>
<p>&#8220;Bawang putih kalau dikembangkan di Kota Batu itu bagus. Karena itu, kami ingin memulai kembali,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dari luas 125 hektare lahan yang nantinya ditanami bawang putih, diperkirakan hasil panennya mencapai 625 ton. Sebab, setiap hektare bisa menghasilkan 5 ton bawang putih dalam waktu tiga bulan. </p>
<p>Terpisah, Kepala Desa Tulungrejo Suliyono mengaku sangat mengapresiasi langkah Dispertan Kota Batu. Dirinya yang juga pernah menjadi petani bawang putih menuturkan banyak petani yang sukses di era 90an saat menanam bawang putih. Sebab harga jual saat sangat bagus. Rata-rata bawang putih dari desanya dulu dikirim keluar pulau seperti Kalimantan, Sulawesi dll. </p>
<p>&#8221; Kendalanya petani bawang yaitu modal. Sebab menanam bawang putih membutuhkan modal lumayan banyak. Peran serta pemerintah saya rasa sangat diperlukan demi kebangkitan bawang putih asli Kota Batu. Jangan anggap remeh bawang putih sini, aroma dan rasanya lebih baik dari import loh, &#8221; jelas Suliyono. <strong>(lih/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">31445</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
