<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Bawang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bawang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Dec 2025 10:46:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Bawang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jelang Nataru, Harga Bawang Merah, Putih dan Telur di Pasar Pasuruan Merangkak Naik</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-nataru-harga-bawang-merah-putih-dan-telur-di-pasar-pasuruan-merangkak-naik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[merangkak]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228875</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Menjelang Natal dan tahun baru 2026, harga sejumlah bahan pokok di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Pasuruan, mengalami kenaikan. Di Pasar Bangil misalnya, harga bawang merah, bawang putih dan telur ayam boiler merangkak naik sejak seminggu terakhir. Salah seorang penjual Sembako, Marhatun (57), menjelaskan, untuk harga bawang merah yang awalnya dijual Rp 45 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Menjelang Natal dan tahun baru 2026, harga sejumlah bahan pokok di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Pasuruan, mengalami kenaikan. Di Pasar Bangil misalnya, harga bawang merah, bawang putih dan telur ayam boiler merangkak naik sejak seminggu terakhir.</p>



<p>Salah seorang penjual Sembako, Marhatun (57), menjelaskan, untuk harga bawang merah yang awalnya dijual Rp 45 ribu per satu kilogram, kini naik menjadi Rp 55 ribu. Begitu pula, dengan bawang putih yang mengalami kenaikan Rp 5 ribu, yakni dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu. Sedangkan telur ayam boiler yang sebelumya hanya Rp 28 ribu, kini naik menjadi 32 ribu.</p>



<p>&#8220;Yang paling naik tingginya ya harga bawang merah. Naiknya Rp 10 ribu per satu kilogram,&#8221; kata Marhatun, Jumat (19/12/2025) tadi.</p>



<p>Naiknya tiga komoditas utama tersebut, bukan tanpa alasan. Kata Marhatun, khusus bawang merah dan bawang putih, kenaikan harga disebabkan ongkos pengangkutan yang lebih mahal dari biasanya plus faktor cuaca yang menyebabkan panen bawang merah dan bawang putih lebih sedikit.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Karena ada yang busuk. Khan hujan terus dan ongkos kendaraan ikutan naik,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Lain halnya dengan harga telur ayam boiler. Marhatun menjelaskan kenaikan harga dipicu banyaknya permintaan untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membuat pasokan menjadi berkurang. &#8220;Naiknya dari peternak ayam petelur. Katanya pasokannya sedikit karena terus dibeli untuk makan gratis pemerintah itu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Pengelola Pasar Bangil, Nanang Kosim, menegaskan meski harganya semakin mahal, namun masyarakat memandang masih bisa menjangkaunya. &#8220;Karena musim hajatan juga. Jadi banyak permintaan yang membuat harga naik,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Nanang menyampaikan, bahwa Disperindag bersama Satgas Pangan Kabupaten Pasuruan juga telah memonitoring stok Sembako di semua pasar tradisional dan seluruhnya dalam kondisi aman. &#8220;Semuanya aman dan mencukupi untuk kebutuhan warga sampai awal tahun depan,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228875</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penurunan Harga Bawang Merah, Cabai Rawit dan Telur Ayam Ras Bawa Lumajang Deflasi selama Februari</title>
		<link>https://memontum.com/penurunan-harga-bawang-merah-cabai-rawit-dan-telur-ayam-ras-bawa-lumajang-deflasi-selama-februari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2025 09:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[februari,]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219433</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kabupaten Lumajang menunjukkan tren harga yang relatif terkendali sepanjang 2024, dengan indeks perkembangan harga (IPH) lebih banyak mengalami deflasi dibanding inflasi. Dari 12 bulan, tujuh di antaranya tercatat mengalami penurunan harga. Memasuki awal 2025, tren inflasi sempat mendominasi di Januari, tetapi kembali terkendali dengan deflasi yang terjadi selama dua minggu berturut-turut di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kabupaten Lumajang menunjukkan tren harga yang relatif terkendali sepanjang 2024, dengan indeks perkembangan harga (IPH) lebih banyak mengalami deflasi dibanding inflasi. Dari 12 bulan, tujuh di antaranya tercatat mengalami penurunan harga.</p>



<p>Memasuki awal 2025, tren inflasi sempat mendominasi di Januari, tetapi kembali terkendali dengan deflasi yang terjadi selama dua minggu berturut-turut di Februari. Badan Pusat Statistik (BPS) Lumajang mencatat bahwa kenaikan harga beras, cabai rawit dan cabai merah, menjadi faktor utama inflasi di Januari, dengan angka yang masih terjaga di bawah tiga persen.</p>



<p>“Inflasi Januari tertinggi ada di minggu kelima, yaitu 2,86 persen. Namun, angkanya masih dalam batas wajar,” kata Statistisi Madya BPS Lumajang, Yudi Kurnain, Selasa (18/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebaliknya, awal Februari membawa kabar baik dengan dua minggu berturut-turut mengalami deflasi. Penurunan harga bawang merah, cabai rawit, dan telur ayam ras menjadi faktor utama yang membuat harga lebih stabil. “Minggu pertama Februari deflasi 1,14 persen, dan di minggu kedua 1,17 persen,” tambah Yudi.</p>



<p>Pemantauan harga melalui IPH, dilakukan setiap minggu di pasar-pasar utama Lumajang, meskipun kabupaten ini tidak termasuk dalam delapan daerah di Jawa Timur yang menghitung inflasi dengan metode Indeks Harga Konsumen (IHK). “Kami tetap bisa memantau fluktuasi harga lewat IPH yang mengukur 20 komoditas pangan di pasar-pasar kredibel Lumajang,” jelas Yudi.</p>



<p>Dengan adanya deflasi di awal Februari, diharapkan stabilitas harga terus berlanjut sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Pemerintah bersama pihak terkait akan terus memantau dan mengupayakan kestabilan harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219433</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inflasi Kota Malang November 2024 Capai 0,24 Persen, BPS Sebut Kenaikan Dipicu Bawang Merah dan BBM</title>
		<link>https://memontum.com/inflasi-kota-malang-november-2024-capai-024-persen-bps-sebut-kenaikan-dipicu-bawang-merah-dan-bbm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Dec 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[dipicu]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[november]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217218</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota Malang mencatat inflasi sebesar 0,24 persen secara month to month (mtm) pada November 2024. Sementara itu, inflasi year on year (yoy) tercatat sebesar 1,22 persen dan year to date (ytd) sebesar 0,89 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota Malang mencatat inflasi sebesar 0,24 persen secara month to month (mtm) pada November 2024. Sementara itu, inflasi year on year (yoy) tercatat sebesar 1,22 persen dan year to date (ytd) sebesar 0,89 persen.</p>



<p>Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi mtm sebesar 0,17 persen. “Komoditas yang dominan menyumbang inflasi adalah bawang merah dengan andil 0,11 persen, diikuti emas perhiasan 0,05 persen, daging ayam ras 0,05 persen, tomat 0,03 persen, serta minyak goreng, labu siam, kangkung, dan bawang putih masing-masing 0,01 persen,” jelas Umar, dalam rilis berita resmi statistik, Selasa (03/12/2024) tadi.</p>



<p>Menurutnya, panen yang saat ini mulai berkurang menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga di beberapa komoditas pangan. Seperti pasokan tomat dan bawang merah di masyarakat menurun karena masa panen telah selesai.</p>



<p>&#8220;Selain itu, kenaikan harga minyak goreng curah juga turut memicu inflasi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Faktor lain yang memengaruhi inflasi adalah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dilakukan PT Pertamina (Persero) pada awal November 2024. Harga Pertamax Dex naik dari Rp 13.150 menjadi Rp 13.440 perliter, DexLite dari Rp 12.700 menjadi Rp 13.050 perliter dan Pertamax Turbo dari Rp 13.250 menjadi Rp 13.500 perliter.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Harga emas perhiasan juga mencatat kenaikan, mengikuti tren global, dengan harga emas antam kini berada di kisaran Rp1,5 juta pergram,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, inflasi yoy pada November 2024 disumbang oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,45 persen. Komoditas seperti emas perhiasan, bawang merah, bawang putih, dan kopi bubuk menjadi penyumbang utama.</p>



<p>Di sisi lain, beberapa bahan pangan mengalami deflasi. Harga beras turun rata-rata 0,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya, memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen. &#8220;Penurunan harga beras dipengaruhi oleh ketersediaan stok yang mencukupi di pasar,&#8221; imbuh Umar.</p>



<p>Komoditas cabai rawit juga mengalami penurunan harga signifikan, sebesar 11,08 persen dibandingkan bulan Oktober. Itu karena stok cabai rawit yang mencukupi menjadi faktor utama penurunan harga.</p>



<p>Secara regional, inflasi mtm Kota Malang tercatat lebih rendah dibandingkan Kabupaten Bojonegoro yang mencapai 0,46 persen, namun lebih tinggi dari Kabupaten Banyuwangi yang hanya sebesar 0,11 persen. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217218</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Idul Adha, Pj Wali Kota Wahyu Harapkan Komoditi Pangan Terkendali Meski Bawang Diprediksi Naik</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-idul-adha-pj-wali-kota-wahyu-harapkan-komoditi-pangan-terkendali-meski-bawang-diprediksi-naik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[diprediksi]]></category>
		<category><![CDATA[harapkan]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[komoditi]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[terkendali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210586</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang perayaan Idul Adha, Pemerintah Kota Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, menggelar High Level Meeting (HLM), di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (11/06/2024) tadi. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa beberapa komoditi pangan memang harus bisa dikendalikan. Apalagi, bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang perayaan Idul Adha, Pemerintah Kota Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, menggelar High Level Meeting (HLM), di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (11/06/2024) tadi.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa beberapa komoditi pangan memang harus bisa dikendalikan. Apalagi, bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam sehari-hari. Seperti kebutuhan beras, minyak goreng hingga bawang merah.</p>



<p>“Untuk beras, nanti kita akan dihadapkan dengan kekeringan yang akan datang, seperti persoalan pasokan kebutuhan air. Tetapi insyaallah, kebutuhan beras di Kota Malang ini aman dan stok semua tercukupi,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Akan tetapi, persoalan penting yang menjadi bahasan utama, yakni soal bawang merah. Itu diprediksi akan terjadi peningkatan harga, apalagi menjelang Perayaan Hari Raya Idul Adha 2024 ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alhamdulillah, kita dalam kondisi yang aman untuk bawang merah. Karena kita sudah melakukan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Probolinggo dan kita juga punya stok. Ini sudah kita antisipasi, sehingga sekitar dua minggu yang lalu kita langsung memborong dari sana,” ujarnya.</p>



<p>Dengan KAD tersebut, menurut Wahyu, tentunya dapat menekan harga jual. Walaupun memang, harga bawang merah Probolinggo lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang lain. Namun, itu yang banyak dicari oleh masyarakat.</p>



<p>“Dengan KAD, kita mendapatkan harga yang relatif murah dan kita jual juga mengikuti. Bawang merah Probolinggo memang beda, walaupun harganya sedikit lebih tinggi tapi kualitasnya lebih bagus,” ucapnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk saat ini inflasi Kota Malang terjadi deflasi 0,08 persen month to month (mtm). Namun, tentunya berbagai upaya dan langkah untuk mewaspadai fluktuasi harga tersebut terus dilakukan oleh TPID.</p>



<p>“Ada sembilan upaya, mulai dari pemantauan harga dan stok, rapat teknis TPID, menjaga pasokan bahan pokok penting, pencanangan gerakan menanam, melaksanakan operasi pasar murah maupun sidak pasar, melakukan koordinasi dengan daerah produsen, realisasi BTT untuk pengendalian inflasi, serta pemberian bantuan transportasi dari APBD,” tuturnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210586</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Bawang Merah Tidak Terkendali, Pj Wali Kota Malang Siapkan Kerja Sama Antar Daerah</title>
		<link>https://memontum.com/harga-bawang-merah-tidak-terkendali-pj-wali-kota-malang-siapkan-kerja-sama-antar-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2024 03:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[terkendali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209620</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pantau harga dan ketersediaan komoditas bahan pokok, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, meninjau Pasar Kasin, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan Retail Modern, Indogrosir, Selasa (21/05/2024) tadi. Pria yang kerap disapa Wahyu, itu menyampaikan bahwa dari hasil tinjauannya tersebut rata-rata harga komoditas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pantau harga dan ketersediaan komoditas bahan pokok, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, meninjau Pasar Kasin, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan Retail Modern, Indogrosir, Selasa (21/05/2024) tadi.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Wahyu, itu menyampaikan bahwa dari hasil tinjauannya tersebut rata-rata harga komoditas bahan pokok cukup stabil. Hanya, harga bawang merah yang menurutnya tidak terkendali.</p>



<p>“Satu komoditi ini agak tidak terkendali, yakni bawang merah. Tapi itu tidak hanya terjadi di Kota Malang saja, namun di beberapa daerah lainnya yang juga naik. Untuk yang lainnya stabil, terutama cabai dan bawang putih,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dikatakannya, untuk mengendalikan harga bawang merah tersebut nantinya akan dilakukan Kerjasama Antar Daerah (KAD), terutama dengan daerah Probolinggo. Apalagi, di masyarakat sendiri menurutnya peminat bawang merah dari Probolinggo cukup banyak.</p>



<p>“Tadi juga sempat berbincang dengan pembeli, memang mereka cari bawang merah dari Probolinggo ini. Meskipun stok di Kabupaten Malang itu ada, tapi lebih berminat yang Probolinggo padahal yang Probolinggo ini masih tinggi,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Usai dilakukan KAD, menurut Wahyu nantinya akan dibuka pada Warung Tekan Inflasi (WTI). Itu dilakukan agar harga komoditas bawang merah dapat terkendali, sehingga tidak menjadi penyumbang inflasi Kota Malang.</p>



<p>“Kita akan kulak ke Probolinggo, karena kita sudah kerjasama untuk bisa kita bawa dan jual dengan harga murah di sini. Agar harga bawang merah ini bisa terkendali. Mudah-mudahan minggu depan kita akan ke sana untuk kendalikan harga bawang,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wahyu menuturkan, bahwa kenaikan harga bawang merah itu diakibatkan karena permintaan tinggi dan ketersediaan menipis, apalagi itu terjadi musiman. Sehingga, mengakibatkan kelangkaan.</p>



<p>“Kebutuhan biasanya di Kota Malang bawang merah ini rata-rata banyak disukai. Hampir tiap hari ibu-ibu beli. Total kebutuhannya hampir 10 ton per bulan. Daya beli masyarakat dengan kondisi saat juga masih baik, inflasi kita juga masih terkendali,” tuturnya.</p>



<p>Sebagai informasi, kenaikan harga bawang merah itu telah terjadi selama satu sampai dua pekan, terakhir ini. Dari harga Rp 28 ribu, hingga sekarang di angka Rp 35 ribu.</p>



<p>“Ini sebenarnya sudah turun, tapi masih mahal. Sebelumnya sampai Rp 40 ribu. Yang paling mahal ini bawang bombai, karena per kg nya sampai Rp 70 ribu, dari yang biasanya Rp 28 ribu. Kalau harga cabai rawit, cabai merah, masih stabil,” imbuh salah satu pedagang di Pasar Kasin, Siti Rohana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209620</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Stabilitas Harga dan Inflasi, Pj Bupati Lumajang dan PKK Gelar Gerakan Tanam Cabai dan Bawang Merah</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-stabilitas-harga-dan-inflasi-pj-bupati-lumajang-dan-pkk-gelar-gerakan-tanam-cabai-dan-bawang-merah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2024 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[stabilitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208959</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, bersama ASN dan warga, menggelar kegiatan Gerakan Menanam Cabai dan Bawang Merah di Desa Karangsari, Senin (29/04/2024) tadi. Langkah ini dilakukan, sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di Kabupaten Lumajang. Sementara kegiatan yang didukung oleh Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, ini juga dihadiri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, bersama ASN dan warga, menggelar kegiatan Gerakan Menanam Cabai dan Bawang Merah di Desa Karangsari, Senin (29/04/2024) tadi.</p>



<p>Langkah ini dilakukan, sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di Kabupaten Lumajang. Sementara kegiatan yang didukung oleh Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, ini juga dihadiri Kapolres Lumajang, AKBP Zainur Rofik dan perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Lumajang mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai ladang produktif dengan menanam tanaman pangan. &#8220;Kita perlu gerakan cepat menanam, terutama cabai, bawang merah, sayuran, terong dan tomat. Harga-harga naik jelang Hari Raya dan inilah waktunya kita bertindak. Untuk itu, gerakan ini diharapkan tidak hanya mengendalikan inflasi, tetapi juga memberikan manfaat gizi bagi warga,” kata Pj Bupati Lumajang.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Hairil Diani, menekankan pentingnya upaya tersebut dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat. “Dengan bersama-sama menanam di lahan pekarangan, masyarakat Lumajang diharapkan bisa menjadi agen perubahan dalam mengendalikan inflasi dan menyediakan pangan sehat bagi semua,” harapnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208959</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Stok Menipis, Harga Bawang Merah di Probolinggo Melambung</title>
		<link>https://memontum.com/stok-menipis-harga-bawang-merah-di-probolinggo-melambung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[melambung,]]></category>
		<category><![CDATA[menipis,]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208719</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Harga jual bawang merah di Probolinggo melambung tinggi. Seperti di Pasar Bawang, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, harga bawang merah mencapai Rp 50 ribu perkg. Salah satu pedagang bawang merah di Pasar Bawang, Ainul Yaqin, mengatakan jika salah satu penyebab mahalnya harga bawang merah, dikarenakan banyaknya petani yang gagal panen akibat cuaca tak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Harga jual bawang merah di Probolinggo melambung tinggi. Seperti di Pasar Bawang, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, harga bawang merah mencapai Rp 50 ribu perkg.</p>



<p>Salah satu pedagang bawang merah di Pasar Bawang, Ainul Yaqin, mengatakan jika salah satu penyebab mahalnya harga bawang merah, dikarenakan banyaknya petani yang gagal panen akibat cuaca tak menentu. Akibatnya, stok bawang merah menipis dan permintaan pasar besar.</p>



<p>&#8220;Akibat stok bawang dari petani ini terbatas, sementara permintaannya tinggi, membuat harga bawang merah ini naik. Selain itu, banyak daerah lain yang juga mengambil bawang merah ke Pasar Bawang Dringu,&#8221; katanya, Jumat (26/04/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ainul menjelaskan, harga bawang merah super berkisar di angka Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu perkg. Kemudian untuk bawang merah kecil hingga sedang, berkisar di harga Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu perkg.</p>



<p>&#8220;Meski stok terbatas, banyak pembeli dari daerah lain yang membeli di Pasar Bawang Probolinggo, karena kualitas rasanya bagus,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Petugas Pasar Bawang Dringu, Imroatul Hasanah, mengatakan bahwa stok bawang yang ada di pasar saat ini hanya mencapai 50 ton. Stok tersebut diperkirakan akan terus berkurang karena banyaknya permintaan pasar.</p>



<p>&#8220;Untuk stok saat ini mencapai 50 ton, namun menjelang sore, stok tersebut akan berkurang. Di musim seperti ini, banyak petani gagal panen, bahkan stok di Pasar Bawang pernah hanya tersedia 10 ton saja,&#8221; katanya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208719</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Bawang Merah Naik, Pj Wali Kota Malang Rencanakan Kerja Sama Antar Daerah</title>
		<link>https://memontum.com/harga-bawang-merah-naik-pj-wali-kota-malang-rencanakan-kerja-sama-antar-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Apr 2024 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208634</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menanggapi kenaikan harga bahan pangan, terutama bawang merah yang melonjak tinggi hingga Rp 65 ribu perkg, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, rencanakan akan melakukan berbagai trobosan. Salah satunya, dengan melakukan Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Pria yang kerap disapa Wahyu, menyampaikan jika dalam KAD tersebut nantinya akan menggandeng wilayah Ngantang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menanggapi kenaikan harga bahan pangan, terutama bawang merah yang melonjak tinggi hingga Rp 65 ribu perkg, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, rencanakan akan melakukan berbagai trobosan. Salah satunya, dengan melakukan Kerja Sama Antar Daerah (KAD).</p>



<p>Pria yang kerap disapa Wahyu, menyampaikan jika dalam KAD tersebut nantinya akan menggandeng wilayah Ngantang dan Probolinggo. Sehingga, diharapkan dapat menekan harga komoditi bawang. &#8220;Dua daerah itu yang selalu kita buat rujukan untuk KAD, agar bisa menekan harga komoditi bawang. Tetapi memang saat kemarin saya Rapat Koordinasi bersama dengan Kemendagri bawang merah dan bawang putih menjadi sorotan karena harganya tinggi,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Selasa (23/04/2024) tadi.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya jika tidak menutup kemungkinan nantinya di Warung Tekan Inflasi (WTI) juga akan menyediakan bawang merah tersebut. Namun, dalam hal ini Wahyu masih menunggu rekapitulasi hasil inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang.</p>



<p>“Kalau kemarin itukan secara nasional, Mendagri ini melihat bahwa Kota Malang dan beberapa daerah lain inflasinya naik karena ada pengaruh dari harga komoditi bawang, kalau (komoditi) yang lain stabil. Jadi kami masih menunggu angka inflasi dari BPS nanti,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut, Wahyu juga menyebut jika faktor kenaikan itu memang stok yang tersedia sejak sebelum Hari Raya menipis dan juga dipengaruhi oleh transportasi pendistribusian. Apalagi, sebelumnya juga dilakukan pembatasan kendaraan besar saat arus mudik dan arus balik.</p>



<p>“Sehingga, agak terkendala terkait dengan angkutan barang. Subsidi transportasi juga masih belum. Sementara ini KAD dulu untuk strategi menstabilkan harga,” ujarnya.</p>



<p>Diakhir, Pj Wali Kota Wahyu menyampaikan jika kenaikan harga bawang merah dan bawang putih itu juga menjadi sorotan dari Kemendagri. Sebab, itu terjadi secara nasional dan itu nantinya juga akan berpengaruh terhadap inflasi.</p>



<p>“Bawang merah dan bawang putih itu secara nasional harganya juga tinggi. Inflasi kita memang agak sedikit naik, tapi itu menyeluruh (semua daerah di Indonesia). Hanya memang kita diingatkan oleh Pak Mendagri agar strategi-strategi untuk menekan inflasi itu terus dilakukan,” imbuh Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208634</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Bawang Merah di Kota Malang Melonjak Naik Hingga Rp 65 Ribu</title>
		<link>https://memontum.com/harga-bawang-merah-di-kota-malang-melonjak-naik-hingga-rp-65-ribu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Apr 2024 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208631</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Beberapa harga komoditi bahan pangan di Kota Malang, kini mengalami peningkatan harga. Diantaranya, bawang merah, bawang putih dan cabai rawit. Salah satu pedagang sayur di Pasar Klojen, Sumartini, menyampaikan jika peningkatan harga tersebut telah terjadi tepatnya pada saat perayaan Idul Fitri 2024 ini. Untuk bawang merah sendiri diakui jika mengalami peningkatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Beberapa harga komoditi bahan pangan di Kota Malang, kini mengalami peningkatan harga. Diantaranya, bawang merah, bawang putih dan cabai rawit.</p>



<p>Salah satu pedagang sayur di Pasar Klojen, Sumartini, menyampaikan jika peningkatan harga tersebut telah terjadi tepatnya pada saat perayaan Idul Fitri 2024 ini. Untuk bawang merah sendiri diakui jika mengalami peningkatkan harga yang sangat signifikan. Yakni perkg nya Rp 65 ribu dari harga Rp 45 ribu.</p>



<p>“Sebelumnya itu harga bawang merah Rp 40 sampai Rp 45 ribu, sekarang langsung naik drastis jadi Rp 65 ribu. Naiknya mulai Hari Raya. Kalau bawang putih sekarang Rp 34 ribu, sebelumnya Rp 30 sampai Rp 32 ribu. Naiknya tidak terlalu tinggi kalau bawang putih,” jelas Sumartini, Selasa (23/04/2024) tad.</p>



<p>Sumartini memperkirakan, jika peningkatan harga bawang merah tersebut dikarenakan faktor cuaca. Terlebih, saat ini sering terjadi hujan. Sehingga, stok sulit dan mempengaruhi harga.</p>



<p>“Biasanya tidak pernah naik sampai sekarang ini. Tahun lalu, juga tidak naik saat Lebaran, baru kali ini,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, dengan terjadi peningkatan harga tersebut tidak mempengaruhi tingkat penjualan. Walaupun pembeli mengurangi tingkat pembeliannya, karena masyarakat masih tetap membutuhkan.</p>



<p>“Alhamdulillah pembeli juga normal saja. Kan ini kebutuhan, mau tidak mau ya mereka beli. Belinya sedikit-sedikit, kadang ya 1 ons, seperempat. Padahal sebelumnya paling sedikit itu beli setengah kilogram,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, dirinya berharap agar harga bawang tersebut nantinya bisa cepat stabil dan normal kembali. Sehingga masyarakat juga dapat membeli seperti biasanya. “Saya ini ambil dari Probolinggo, biasanya saya ambil 5 kg, itu kadang habis kadang tidak. Saya harap harganya segera stabil,” lanjutnya.</p>



<p>Tentu kenaikan harga bawang tersebut juga dikeluhkan oleh salah satu pembeli, Sri (45). Menurutnya, itu sangat memberatkan masyarakat. Apalagi bawang merah menjadi salah satu dasar dalam pembuatan bumbu dapur.</p>



<p>“Harapan saya, untuk bawang merah ini dapat diupayakan stabil kembali. Karena ini kan sebagai dasar dari perbumbuan. Kalau ini naik, kan juga mempengaruhi masakan yang kita buat, jadi mengurangi bawangnya itu,” imbuh Sri. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208631</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
