<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bea siswa &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bea-siswa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Sep 2019 15:49:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bea siswa &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Terima Bea Siswa, Siswa Probolinggo Wakili Indonesia Ikuti Olimpiade Qatar</title>
		<link>https://memontum.com/terima-bea-siswa-siswa-probolinggo-wakili-indonesia-ikuti-olimpiade-qatar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Sep 2019 12:37:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bea siswa]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/94002-terima-bea-siswa-siswa-probolinggo-wakili-indonesia-ikuti-olimpiade-qatar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pemerintah kota Probolinggo sangat memperhatikan kualitas pendidikan SDM di Kota Probolinggo. Terbukti Wali kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin merealisasikan janjinya. Tiga pelajar asal Kota Probolinggo yang beprestasi namun kurang beruntung akhirnya dapat melanjutkan sekolah di universitas. Ketiga anak yang beruntung yang mendapatkan beasiswa pendidikan strata 1 (S1) itu adalah Vida Komaria [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Pemerintah kota Probolinggo sangat memperhatikan kualitas pendidikan SDM di Kota Probolinggo. Terbukti Wali kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin merealisasikan janjinya. Tiga pelajar asal Kota Probolinggo yang beprestasi namun kurang beruntung akhirnya dapat melanjutkan sekolah di universitas.</p>
<p>Ketiga anak yang beruntung yang mendapatkan beasiswa pendidikan strata 1 (S1) itu adalah Vida Komaria warga Jalan Cangkring, Kanigaran yang berkuliah jurusan sistem informasi, fakultas ilmu komputer di Universitas Jember. Vida merupakan anak dari Misnari dan Sucik, yang kesehariannya berjualan es. Ia lulusan SMA Negeri 4 Kota Probolinggo.</p>
<p>Selain Vida ada Sulton Nawawi, siswa SMA Sunan Giri. Sulton merupakan anak buruh tani, pasangan Supjan Sjafi’e dan Sundari yang tinggal di Jalan Musi, Kedopok. Ia kuliah di Universitas Negeri Malang fakultas sastra, jurusan sastra arab.</p>
<p>Ketiga adalah Wahyu Indrati. Ia juga anak dari keluarga yang kurang beruntung, Ia mengambil kuliah Diploma 3 Kesekretariatan, keahlian public relation program pendidikan vokasi di Universitas Brawijaya Malang. Bersama orangtuanya Arief Santoso dan Roebeda, Wahyu Indrati tinggal di Jalan Ikan Kerapu, Mayangan.</p>
<p>Dari jumlah beasiswa yang diberikan Pemerintah Kota Probolinggo yang diterima oleh masing-masing mahasiswa yang mulai kuliah di tahun 2019 ini berbeda-beda. Vida Komaria, di Universitas Jember mendapat beasiswa Rp 4,5 juta per semester. Sulton Nawawi Rp 5 juta per semester di Universitas Negeri Malang. Sedangkan Wahyu Indarti Rp 3 juta di Universitas Brawijaya.</p>
<p>Beasiswa tersebut diberikan secara simbolis oleh Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin kepada Sulton Nawawi dan Vida Komaria, saat peringatan Hari Olahraga Nasional ke-36 di GOR Mastrip, Kamis (26/9/2019) pagi.</p>
<p>Beasiswa bagi mereka yang berprestasi, ingin melanjutkan kuliah namun tidak ada biaya memang sudah menjadi program Wali Kota Habib Hadi bersama Wawali Mochammad Soufis Subri. Hal itu merupakan bentuk apresiasi dan komitmen pemerintah untuk membantu generasi muda yang membutuhkan uluran tangan pemerintah setempat.</p>
<p>“Bagi yang sudah lulus SMA/SMK yang ingin meneruskan kuliah dan berprestasi namun karena faktor ekonomi tidak mampu, pemerintah akan bantu. Membantu untuk mendapat pendidikan yang lebih baik lagi. Pemerintah hadir supaya impian anak-anak Kota Probolinggo bisa tercapai, yaitu meneruskan ke perguruan tinggi,” kata Habib Hadi.</p>
<p>Habib Hadi juga berharap apa yang diimpikan dapat terwujud sehingga upaya pemerintah mendorong generasi muda menjadi lebih maksimal.</p>
<p>“Untuk para pendidik, terus bimbing anak didiknya hingga berprestasi. Yang tidak punya kemampuan ekonomi segera infokan untuk kemudian kami tindaklanjuti. Alhamdulillah, impian saya dalam masalah pendidikan dan kesehatan masyarakat Kota Probolinggo bisa terwujud di kepemimpinan saya ini,” tambah Habib Hadi.</p>
<p>Sementara Kepala Disdikpora mengatakan bahwa perlu diketahui untuk prosedur mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kota Probolinggo ini cukup mendaftarkan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setelah mengikuti ujian masuk perguruan tinggi dan dinyatakan lulus dari jalur umum.</p>
<p>“Selanjutnya nanti akan kami verifikasi, mendatangi rumahnya dan mekanisme tersebut akan menentukan berhak mendapatkan beasiswa atau tidak,” jelas Kepala Disdikpora Maskur.</p>
<p>Selain itu prestasi membanggakan ditorehkan siswa kelas 9 F, SMP Negeri 5 Kota Probolinggo, Ahmad Fatur Rohman. Ia berhasil meraih medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional tahun 2019. Ia juga masuk dalam peringkat kedua dalam training center tahap 1 “The International Junior Science Olympiad 2019”.</p>
<p>Desember nanti, Ahmad Fatur Rohman akan berangkat mewakili Indonesia mengikuti Olimpiade Sains di Qatar. “Saat ini sedang ada di Bandung. Salah satu siswa dari Kota Probolinggo akan mewakili Indonesia, itu sangat luar biasa. Kami ikut berbangga,” kata Wali Kota Habib Hadi.</p>
<p>Melihat kemampuan Ahmad Fatur, kata Habib Hadi, ia memaknai apapun bisa diraih oleh siapapun asal mau melakukan hal seperti apa yang diharapkan. Ia pun menekankan, agar pendidik di sekolah dapat memperhatikan potensi anak didik untuk terus didukung dan dikembangkan.</p>
<p>“Semoga berjalan lancar dan mendapat yang terbaik,” harap wali kota.</p>
<p>Pemerintah Kota Probolinggo juga akan memberikan bantuan dana senilai Rp 10 juta kepada Ahmad Fatur Rohman dan sebuah laptop. Untuk guru pembimbing dan kepala sekolah pun mendapat bantuan uang tunai. <strong>(pix/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">94002</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warung Perancis Polinema Perpanjang MoU dengan Kedutaan Perancis</title>
		<link>https://memontum.com/warung-perancis-polinema-perpanjang-mou-dengan-kedutaan-perancis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2019 00:49:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bea siswa]]></category>
		<category><![CDATA[IFI]]></category>
		<category><![CDATA[polinema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/83302-warung-perancis-polinema-perpanjang-mou-dengan-kedutaan-perancis</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Politeknik Negeri Malang (Polinema) menerima kunjungan tiga utusan IFI (Institut Francais Indonesia) dari kedutaan Perancis di Indonesia. IFI merupakan lembaga yang membawahi dan bertanggung jawab terhadap kegiatan kebudayaan, pendidikan, beasiswa dan kerjasama antara Perancis dan Indonesia. &#8220;Kedatangan utusan IFI ini, selain evaluasi dan pembaharuan kerjasama MoU lima tahunan kedua antara Polinema [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Politeknik Negeri Malang (Polinema) menerima kunjungan tiga utusan IFI (Institut Francais Indonesia) dari kedutaan Perancis di Indonesia. IFI merupakan lembaga yang membawahi dan bertanggung jawab terhadap kegiatan kebudayaan, pendidikan, beasiswa dan kerjasama antara Perancis dan Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kedatangan utusan IFI ini, selain evaluasi dan pembaharuan kerjasama MoU lima tahunan kedua antara Polinema dan IFI, juga untuk sosialisasi kerjasama pendidikan, berbagi informasi pendidikan dan beasiswa di Perancis. Bentuk kerjasamanya, seperti program bahasa Perancis, gelar budaya Perancis, sosialisasi pendidikan, dan lainnya,&#8221; jelas Doddy Maulana, penanggung jawab Warung Perancis Polinema.</p>
<div id="attachment_83304" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-83304" decoding="async" class="size-full wp-image-83304" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_6756-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Animo mahasiswa Polinema terhadap pendidikan, dan beasiswa Perancis. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_6756-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_6756-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_6756-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_6756-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_6756-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-83304" class="wp-caption-text"><strong>Animo mahasiswa Polinema terhadap pendidikan, dan beasiswa Perancis. (rhd)</strong></p></div>
<p>Selama kerjasama berjalan, hal yang menjadi sorotan belum ada mahasiswa yang lolos beasiswa dan kuliah di Perancis.</p>
<p>&#8220;Pendampingan oleh Warung Perancis Polinema cukup intensif. Bahkan mahasiswa Polinema telah banyak memperoleh pengakuan dengan pembekalan sertifikat bahasa dalam beberapa level B1, B2, dan A2. Ya, memang persaingan individunya cukup ketat untuk memperebutkan kuota beasiswa tersebut se-Indonesia,&#8221; tambah dosen teknik elektro ini.</p>
<div id="attachment_83303" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-83303" decoding="async" class="size-full wp-image-83303" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190423_093413-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Doddy Maulana, penanggung jawab Warung Perancis Polinema. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190423_093413-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190423_093413-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190423_093413-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190423_093413-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190423_093413-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-83303" class="wp-caption-text"><strong>Doddy Maulana, penanggung jawab Warung Perancis Polinema. (rhd)</strong></p></div>
<p>Dalam kesempatan tersebut, utusan IFI yang hadir juga memberikan pemaparan terkait Studi di Prancis dan Campus France. Diantaranya Ines Schmitt (penanggung jawab kerjasama pendidikan Indonesia-Perancis, dan koordinator kampus France Indonesia); Ryan Renaldi (penanggung jawab Warung Perancis seluruh Indonesia), dan Astrini Simanjuntak (penanggung jawab Campus France di IFI Surabaya, dan koordinator Warung Perancis di Indonesia Timur).</p>
<p>Sebagai informasi, Warung Perancis merupakan pusat pendidikan beasiswa, budaya, dan bahasa Perancis yang ditempatkan di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Salah satunya di Polinema. Sementara pusat informasi pendidikan dan beasiswa Perancis di Indonesia, terbagi 5 IFI dan 2 Warung Perancis.<strong> (adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">83302</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sejak 2006 Hingga 2019, Pemkab Lamongan Kuliahkan 3.890 Mahasiswa</title>
		<link>https://memontum.com/sejak-2006-hingga-2019-pemkab-lamongan-kuliahkan-3-890-mahasiswa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2019 14:01:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bea siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/79607-sejak-2006-hingga-2019-pemkab-lamongan-kuliahkan-3-890-mahasiswa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Sejak dimulai tahun 2006 sampai dengan 2019, sebanyak 3.890 mahasiswa telah dibantu biaya kuliahnya oleh Pemkab Lamongan melalui skema beasiswa. Selama itu, dana yang dikeluarkan melalui APBD mencapai Rp 30,619 miliar. Beberapa dari penerima beasiswa itu kemarin (26/2/2019) dikumpulkan di Pendopo Lokatanra untuk diberikan motivasi. Dengan harapan agar mereka mampu berkarya dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Sejak dimulai tahun 2006 sampai dengan 2019, sebanyak 3.890 mahasiswa telah dibantu biaya kuliahnya oleh Pemkab Lamongan melalui skema beasiswa. Selama itu, dana yang dikeluarkan melalui APBD mencapai Rp 30,619 miliar. Beberapa dari penerima beasiswa itu kemarin (26/2/2019) dikumpulkan di Pendopo Lokatanra untuk diberikan motivasi. Dengan harapan agar mereka mampu berkarya dan berprestasi.</p>
<p>Bupati Fadeli sendiri yang memberikan motivasi kepada mereka. Selain itu, beberapa alumni penerima program ini yang telah sukses juga turut memberikan motivasi. Salah satunya adalah Rizal Ahmad Jauhari. Penerima beasiswa tahun 2007 saat kuliah di Universitas Brawijaya Malang tersebut saat ini sukses mengelola sebuah perusahaan yang bergerak di retail fashion.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-79609" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/beasiswa3-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/beasiswa3-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/beasiswa3-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/beasiswa3-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/beasiswa3-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/beasiswa3-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Jangan patah semangat, teruslah memotivasi diri sendiri. Saya penerima beasiswa tahun 2007, kuliah di Unibraw Malang dan lulus kuliah tahun 2011. Alhamdulullah saat ini Saya sudah mengelola sebuah CV yang bergerak di retail fashion yang mempunyai karyawan tetap sebanyak 26 orang,” ungkap Rizal.</p>
<p>Selain memberikan motivasi kepada mahasiswa penerima beasiswa Pemkab Lamongan, dalam acara yang dikemas dalam Lamongan Peduli Mahasiswa Miskin / Kurang Mampu Untuk Tetap Belajar, Bekerja dan Berkarya yang Lebih Layak (Ladu Makin Berjaya) tersebut juga diberikan reward kepada peraih prestasi non akademik.</p>
<p>Yakni kepada 18 pelajar SD dan SMP yang berprestasi di tingkat nasional maupun propinsi. Pelajar yang berprestasi di tingkat nasional mendapatkan reward berupa tabungan sebesar Rp 5 juta dan tingkat propinsi sebesar Rp 3 juta.</p>
<p>Diantara penerimanya adalah Alya Rifqiyah Fiddian. Pelajar SMPN 1 Lamongan ini adalah juara 1 nasional Kejuaraan Federasi Panjat Tebing Indonesia</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">79607</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Walikota Hebron Apresiasi Beasiswa UB ke Mahasiswa Palestina</title>
		<link>https://memontum.com/walikota-hebron-apresiasi-beasiswa-ub-ke-mahasiswa-palestina</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2019 14:32:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bea siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/72084-walikota-hebron-apresiasi-beasiswa-ub-ke-mahasiswa-palestina</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mengapresiasi pemberian beasiswa kepada mahasiswa Palestina, Duta Besar Palestina, Zuhair SM Alshun dan Walikota Hebron, Tayseer Abu Sneineh, berkunjung ke Universitas Brawijaya sebagai ucapan terima kasih. Bahkan, Walikota Hebron, Tayseer Abu Sneineh, bersedia menjadi salah satu narasumber Kuliah Umum Peace and Prosperity, di Gedung Widyaloka UB, Malang, Senin (7/1/2019). Walikota Hebron [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Mengapresiasi pemberian beasiswa kepada mahasiswa Palestina, Duta Besar Palestina, Zuhair SM Alshun dan Walikota Hebron, Tayseer Abu Sneineh, berkunjung ke Universitas Brawijaya sebagai ucapan terima kasih. Bahkan, Walikota Hebron, Tayseer Abu Sneineh, bersedia menjadi salah satu narasumber Kuliah Umum Peace and Prosperity, di Gedung Widyaloka UB, Malang, Senin (7/1/2019). </p>
<p>Walikota Hebron Tayseer Abu Sneineh, mengatakan konflik berkepanjangan merugikan banyak pihak. Tak hanya warga Palestina, namun juga agama Islam dan lainnya yang pernah menorehkan sejarah di Palestina. Untuk meredam itu, Hebron rela terpecah dengan pembagian wilayah untuk Israel dan Hebron.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190107-WA0239-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-72085" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190107-WA0239-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190107-WA0239-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190107-WA0239-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Tindakan ini kami ambil, agar konflik tidak terlalu berkepanjangan dan menyengsarakan semua pihak. Hebron kami terus pertahankan,&#8221; ungkap Mr. Taysir, sapaan akrabnya.</p>
<p>Meskipun di bawah tekanan kependudukan Israel, lanjut Taysir, Hebron terus membangun fasilitas umum dan lainnya agar penduduk Hebron dapat terus beraktivitas. </p>
<p>&#8220;Salah satunya tentang pendidikan, dimana di Palestina ada 4 universitas dengan 17 ribu mahasiswa. Terus dukung perjuangan kami. Upaya diplomasi Indonesia-Palestina sebagai bentuk upaya dukungan perdamaian akan tetap kami lakukan. Semoga hubungan antar universitas ini, dapat mewujudkan kebaikan yang lain,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Selain Walikota Hebron Tayseer Abu Sneineh, narasumber lainnya yaitu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Erik Setyo Santoso, Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FHUB) Dr. Rachmad Safa&#8217;at, SH, MSi, dan Wakil Rektor IV UB Sasmito Jati.</p>
<p>Sementara itu, Rektor UB Prof.Dr.Ir. Nuhfil Hanani AR, M.S. mengatakan Kampus Brawijaya dipromosikan sebagai World Class University. Salah satu aplikasinya, dengan memberikan beasiswa kepada beberapa mahasiswa Palestina, dan mahasiswa asing lainnya. </p>
<p>&#8220;Hal ini menjadi sinergi bagi kedua bangsa di mata Internasional. Saya berharap kerjasama ini akan menguntungkan kedua pihak, terutama Malang-Heborn, dan secara umum Indonesia-Palestina, dalam peningkatan kualitas pendidikan,&#8221; jelas Nuhfil, dalam sambutannya. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">72084</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Mahasiswa Kota Kediri Nikmati Beasiswa Dari Pemkot</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-mahasiswa-kota-kediri-nikmati-beasiswa-dari-pemkot</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 May 2018 15:32:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[bea siswa]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot kediri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=42153</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8212; Ribuan mahasiswa asal Kota Kediri menikmati beasiswa dari Pemerintah Kota Kediri, setiap mahasiswa yang sudah mengajukan proposal dan disetujui, berhak mendapatkan uang untuk biaya perkuliahan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Siswanto menjelaskan, sejak program ini dicanangkan tahun 2015 lalu, pemerintah Kota Kediri sudah menyiapkan alokasi hampir Rp 2 miliar untuk 1.500 mahasiswa. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8212; Ribuan mahasiswa asal Kota Kediri menikmati beasiswa dari Pemerintah Kota Kediri, setiap mahasiswa yang sudah mengajukan proposal dan disetujui, berhak mendapatkan uang untuk biaya perkuliahan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Siswanto menjelaskan, sejak program ini dicanangkan tahun 2015 lalu, pemerintah Kota Kediri sudah menyiapkan alokasi  hampir Rp 2 miliar untuk 1.500 mahasiswa.  </p>
<p>&#8220;Dari tahun ke tahun, jumlah peminatnya semakin bertambah. Sampai triwulan pertama tahun 2018 ini penerima beasiswa sudah berjumlah 1.239 mahasiswa, baik yang kuliah di dalam mumaupun luar Kota Kediri, &#8221; katanya.</p>
<p>    Jumlah ini lanjut Siswanto merupakan akumulasi dari jumlah pendaftar dari pertama beasiswa ini dibuka. Pada 2015 ada sebanyak 16 mahasiswa, tahun 2016 ada 122 mahasiswa,  selanutnya pada 2017 ada 677 mahasiswa. Dan yang terakhir ada Mei 2017 ada 141 pelajar perguruan tinggi.“Penerima mendapat beasiswa antara Rp 5 sampai Rp 20 juta sesuai dengan proposal yang telah disetujui  oleh tim verifikasi kami,” lanjutnya.</p>
<p>    Kapala Dinas Pendidikan Kota Kediri itu berharap, kedepan semakin banyak mahasiswa yang mendapat beasiswa, serta dapat meningkatkan prestasi pelajar Kota Kediri dari tahun ke tahun. &#8221; Sebab persyaratan untuk mengajukan tidak terlalu sulit, yakni harus warga Kota Kediri yang berkuliah kebudayaan dari 1 semester dan memiliki IPK minimal 3,00.&#8221; tegasnya. <strong>(edi/mid/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42153</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nuffic NESO Indonesia Tawarkan Beasiswa StuNed, Ajak Mahasiswa UB Lanjutkan Kuliah di Belanda</title>
		<link>https://memontum.com/nuffic-neso-indonesia-tawarkan-beasiswa-stuned-ajak-mahasiswa-ub-lanjutkan-kuliah-di-belanda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Nov 2017 13:56:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bea siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/7061-nuffic-neso-indonesia-tawarkan-beasiswa-stuned-ajak-mahasiswa-ub-lanjutkan-kuliah-di-belanda</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Netherlands Education Support Office (Nuffic NESO Indonesia) mengajak mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk melanjutkan kuliah di Belanda beserta peluang beasiswanya, yang disampaikan di Studio UB TV, Gedung Rektorat UB, Jumat (17/11/2017) sore. Nuffic Neso Indonesia merupakan organisasi non-profit yang ditunjuk resmi dan didanai oleh pemerintah Belanda untuk menangani berbagai hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Netherlands Education Support Office (Nuffic NESO Indonesia) mengajak mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk melanjutkan kuliah di Belanda beserta peluang beasiswanya, yang disampaikan di Studio UB TV, Gedung Rektorat UB, Jumat (17/11/2017) sore. </p>
<p>Nuffic Neso Indonesia merupakan organisasi non-profit yang ditunjuk resmi dan didanai oleh pemerintah Belanda untuk menangani berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan tinggi Belanda. Neso Indonesia adalah perwakilan Nuffic di Indonesia yang menyediakan informasi dan konsultasi gratis lebih dari 2.100 program studi. Neso Indonesia juga memprakarsai dan memfasilitasi kerjasama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda.</p>
<p>Tuan rumah sekaligus alumni Wageningen University, Prof. Dr. Ir. Ifar Subagiyo MAgrSt, Direktur International Office Universitas Brawijaya, menyatakan dukungannya.</p>
<p>“Belanda memiliki sejumlah lembaga pendidikan tinggi dengan reputasi internasional. Oleh karena itu pantas dijadikan sebagai destinasi studi. Dan alumni mahasiswa UB berhak memiliki kualitas pendidikan kelas dunia,” ujarnya saat memberikan sambutan. </p>
<p>StuNed, singkatan dari Studeren in Nederland, atau diterjemahkan sebagai studi di Belanda dengan beasiswa penuh, atau seluruh kebutuhan studi. Beasiswa StuNed terus berupaya untuk memberikan kesempatan lebih banyak bagi warga negara Indonesia untuk dapat melanjutkan studi di Belanda. Bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, setiap tahun Neso Indonesia menawarkan program beasiswa bagi sekitar 200 warga negara Indonesia dalam bentuk program master dan pelatihan.</p>
<p>&#8220;Kami hadir untuk mengajak mahasiswa UB meraih kesempatan melanjutkan studi di Belanda dengan beasiswa StuNed, melalui paparan tentang studi di Belanda, kesempatan beasiswa, dan pengalaman kerja. Sebelumnya mahasiswa UB sudah banyak yang menerima beasiswa dari Belanda. Kami mulai membuka pendaftaran untuk program master dan short course. Yang perlu diingat, StuNed adalah beasiswa berbasis prestasi yang berfokus pada keunggulan (keunggulan akademik, jenjang karir, penghargaan dan prestasi penting lain) dan keterkaitan dengan area prioritas kerjasama bilateral antara Belanda dan Indonesia. Adapun keempat area tersebut yaitu perdagangan internasional, keuangan, ekonomi; transportasi dan (Agro)logistic; infrastruktur, keamanan dan penegakan hukum; serta agro-pangan dan holtikultura,&#8221; papar Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso.</p>
<p>Meski awal tahun 2.000 merupakan program bilateral Belanda-Indonesia, sehingga ada faktor penentu lain sesuai kebutuhan dengan prioritas. Kemudian berubah partnership dengan menerima fresh graduated yang excellent sejak tahun 2016. StuNed menjalin kerjasama co-funding dengan beberapa perguruan tinggi di Belanda. Peluang kerjasama co-funding ini juga terbuka untuk individu (pelamar) dan institusi baik swasta dan pemerintah. Tercatat alumni stuned diatas 4.500 sejak tahun 2000.</p>
<p>Adapun persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya tenggat pendaftaran 15 Maret 2018 untuk program Master, dan 6 Januari 2018 untuk Short Course. Selain harus memiliki surat penerimaan dari universitas di Belanda, kandidat<br />
harus memiliki skor IELTS minimal 6 untuk master, serta IELTS minimal 5,5 untuk short course. Informasi<br />
lebih lanjut mengenai StuNed dan program studi di Belanda dapat dilihat di web <a href="http://www.nesoindonesia.or.id/stuned" rel="noopener" target="_blank">www.nesoindonesia.or.id/stuned</a>. Calon mahasiswa Indonesia juga dapat menghubungi staf Nuffic NESO Indonesia untuk konseling gratis. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7061</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
