<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>beban &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/beban/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jul 2023 17:57:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>beban &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ringankan Beban Warga, Desa Junrejo Kota Batu Pertahankan Anggaran Lauk Pauk</title>
		<link>https://memontum.com/ringankan-beban-warga-desa-junrejo-kota-batu-pertahankan-anggaran-lauk-pauk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[beban]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Junrejo]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lauk]]></category>
		<category><![CDATA[pauk]]></category>
		<category><![CDATA[pertahankan]]></category>
		<category><![CDATA[ringankan]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193492</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pemerintah Desa/Kecamatan Junrejo, Kota Batu, di tahun anggaran 2023 ini menganggarkan sekitar Rp 201,600 juta untuk program bantuan lauk pauk bagi janda miskin. Program ini sendiri, muncul sejak tahun 2017 dan baru teralokasi di tahun 2018. Dengan sasaran, adalah untuk meringankan beban masyarakat, meskipun untuk pembuatan laporan keuangan sedikit berbeda. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pemerintah Desa/Kecamatan Junrejo, Kota Batu, di tahun anggaran 2023 ini menganggarkan sekitar Rp 201,600 juta untuk program bantuan lauk pauk bagi janda miskin. Program ini sendiri, muncul sejak tahun 2017 dan baru teralokasi di tahun 2018. Dengan sasaran, adalah untuk meringankan beban masyarakat, meskipun untuk pembuatan laporan keuangan sedikit berbeda.</p>



<p>Kepala Desa Junrejo, Andi Faisal, mengatakan bahwa ide alokasi itu muncul saat pihaknya melakukan peninjau ke warga. Di mana, saat itu didapati ada janda dengan anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan, namun tidak terjangkau oleh bantuan. Karenanya, dari peninjauan di tahun 2017 lalu, akhirnya dibuat perencanaan anggaran untuk tahun 2018, dengan besaran alokasi sekitar Rp 200 juta.</p>



<p>&#8220;Jadi, kami mulai menganggarkan untuk program bantuan lauk pauk bagi janda miskin sejak 2018. Dengan data awal yang memperoleh bantuan, ada sebanyak 50 orang. Sementara untuk prosesnya, kerja sama dengan pedagang sayur di setiap RW, yang menyediakan belanja untuk 50 orang yang masuk list selama sebulan dalam 1 tahun dengan anggaran Rp 20 ribu perkupon,&#8221; ujarnya, Senin (17/07/2023) tadi.</p>



<p>Di sini, ujarnya, pada tahun 2020 memang sempat diperiksa oleh Inspektorat Kota Batu. Inspektorat saat itu mempertanyakan bahwa sudah ada program bantuan dari pemerintah kota, tetapi mengapa masih ada bantuan lauk pauk untuk janda miskin.</p>



<p>&#8220;Pertanyaan dari Inspektorat Kota Batu dilontarkan kepada kami, karena tidak ada kode rekening bantuan lauk pauk janda miskin,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya kemudian menjelaskan, bahwa kondisi di lapangan bahwa banyak janda miskin yang tidak mampu belanja lauk pauk. &#8220;Kami jelaskan bahwa kondisi di bawah memang seperti itu. Sebenarnya, kami sudah diberitahu juga dengan BPD soal bantuan itu. Tetapi, kondisi seperti yang dialami janda miskin yang tidak mampu belanja lauk adalah tanggung jawab pemerintah terutama pemerintah desa. Di sinilah, pemerintah kota belum sampai menjamah ke arah situ,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Akhirnya, jelas Andi, saat itu juga di tahun 2020, pihak Inspektorat Kota Batu turun lapangan melakukan sampling ke tiga dusun antara lain Jeding, Junwatu dan Rejoso. Dan, terbukti memang kondisi yang terjadi di lapangan menunjukkan ada beberapa janda miskin, yang tidak mampu belanja lauk pauk.</p>



<p>&#8220;Kode rekening tidak ada, kalau memang dianggap salah tidak apa-apa. Karena, penggunaan keuangan sasaran jelas dan tidak masuk kantong pribadi. Akhirnya, untuk sistem laporan penggunaan anggaran dalam SPJ yang dibuat dilengkapi dengan dokumentasi foto antara pedagang sayur yang dikerjasamakan dengan pihak penerima,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Berjalan hingga tahun 2023 ini, tegas Andi Faisal, program itu sudah berjalan lancar hingga ada pos anggaran sendiri dari pemerintah desa untuk bantuan lauk pauk bagi janda miskin. Kendati demikian, dari hasil evaluasi sejak tahun 2019, mendapati sejumlah masalah dari program tersebut. Bahkan ada yang meninggal, hingga akhirnya dari jumlah janda miskin yang awalnya 50 orang menurun menjadi 38 orang pada tahun 2023.</p>



<p>Sistem keuangan yang diberikan dua minggu sekali sebesar Rp 15 ribu yang dianggarkan dari Rp 201.600.000. Dimana, sebanyak 16 pedagang sayur yang dikerjasamakan. &#8220;Sampai sekarang program bantuan lauk pauk janda miskin berjalan normal. Saya berharap, kepada kepala desa yang lain kalau memang itu kebutuhan yang mendasar dan penting untuk masyarakat, bisa dikerjakan. Meski aturan dari tataran atas, memang belum dibuat. Asalkan, semua keuangan tepat sasaran dan tidak masuk kantong pribadi,&#8221; tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193492</post-id>	</item>
		<item>
		<title>New Normal Life, Hidup Bersama Corona dan Virus Lainnya, Beban Ganda Penyakit</title>
		<link>https://memontum.com/new-normal-life-hidup-bersama-corona-dan-virus-lainnnya-beban-ganda-penyakit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2020 17:09:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[beban]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[ganda]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Lainnya.....????]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115240-new-normal-life-hidup-bersama-corona-dan-virus-lainnnya-beban-ganda-penyakit</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah RI mulai menggulirkan tahapan new normal life, pasca PSBB di beberapa daerah, dalam menghadapi pendemi covid19. Ini dilakukan, karena hingga saat ini belum ada obat farmasi atau medis, untuk penyakit covid. Berikut ini analisa DR M Yusuf Alumudi yang disampaikan ke Januar Triwahyudi, wartawan memontum.com. SARS CoV 2 atau yang dikenal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemerintah RI mulai menggulirkan tahapan new normal life, pasca PSBB di beberapa daerah, dalam menghadapi pendemi covid19. Ini dilakukan, karena hingga saat ini belum ada obat farmasi atau medis, untuk penyakit covid. Berikut ini analisa DR M Yusuf Alumudi yang disampaikan ke Januar Triwahyudi, wartawan memontum.com.</p>
<p>SARS CoV 2 atau yang dikenal dengan Covid 19, telah menginfeksi lebih dari 5 juta orang di lebih dari 120 negara, orang yang meninggal lebih dari 100 ribu orang dan lebih dari 1 juta orang sembuh dari Covid 19. Di Indonesia, Covid 19 telah menginfeksi lebih dari 20 ribu orang, lebih dari 1000 orang meninggal dan lebih dari 6000 orang sembuh dari Covid 19.</p>
<p>Lockdown merupakan salah satu kebijakan yang digunakan untuk memutus rantai penularan dan menurunkan kasus infeksi Covid 19. Ini disebabkan Covid 19 pola penularan memiliki kesamaan dengan influenza, menginfeksi antar manusia sangat cepat. Sehingga mengurangi aktifitas manusia sangat diperlukan dan diharapkan dapat menghentikan penularan Covid 19 di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Beberapa negara di dunia telah membuka Lockdown, seiring terjadinya penurunan kasus Covid 19 pada orang, memulai sebuah kehidupan yang baru. Ketika Lockdown diterapkan, setiap orang wajib beraktifitas dari rumah termasuk bekerja, menggunakan teknologi informasi dalam berkomunikasi, bekerja dan menjalankan kehidupan sehari-hari, Negara memberikan berbagai fasilitas termasuk biaya kehidupan terhadap tiap penduduk yang terdampak Covid 19.</p>
<p>Februari 2020, Indonesia mengumumkan Covid 19 telah terjadi di Indonesia, menerapkan PSBB atau yang dikenal dengan Pembatasan Sosial Skala Besar. Tujuan dari PSBB adalah memutus rantai penularan Covid 19 dan jumlah infeksi Covid 19 pada orang/penduduk di Indonesia. PSBB berbeda dengan Lockdown, PSBB masih memungkinkan orang untuk melakukan aktifitas di luar rumah dan memungkinkan untuk terinfeksi oleh Covid 19 dan menambah jumlah kasus orang yang terinfeksi Covid 19.</p>
<p>Per tanggal 26 Mei 2020, Indonesia mulai mewacanakan New Normal atau memulai sebuah tatanan baru kehidupan. Adanya New Normal diharapkan ekonomi bangsa kembali berjalan normal dan aktifitas kehidupan berjalan seperti semula, termasuk sekolah, perguruan tinggi, tempat ibadah, Industri, pabrik, perkantoran bisa menjalankan aktifitasnya kembali dalam menopang kehidupan masyarakat dan negara.</p>
<p>Saat ini, Indonesia masih mengalami pertumbuhan kasus infeksi Covid 19 dan belum ada tanda-tanda terjadinya penurunan kasus infeksi Covid 19, termasuk kasus kematian masih bertambah. Kabar baik adalah, telah diadakan uji cepat terhadap Covid 19, hasil uji cepat menunjukkan hasil reaktif terhadap Covid 19. Hasil uji cepat ini memberikan makna secara imunologi, bahwa sistem kekebalan tubuh memberikan respon terhadap benda asing, dalam hal ini adalah Covid 19.</p>
<p>Semakin banyak yang memberikan hasil reaktif terhadap Covid 19, memberikan makna bahwa komunitas atau masyarakat, telah terdapat respon dari tubuh terhadap benda asing/agen infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Meskipun observasi atau kajian lebih dalam dibutuhkan, uji cepat reaktif dan hasil PCR positif, orang tersebut memiliki gejala klinis yang ringan atau parah, dari aspek virology dibutuhkan kajian Covid 19 termasuk tipe yang virulensi/keganasannya tinggi atau rendah.</p>
<p>Penerapan New Normal Life membutuhkan syarat ketat dan masyarakat harus patuh terhadap persyaratan tersebut. Jika melanggar atau tidak mematuhi persyaratan tersebut, kemungkinan akan terinfeksi oleh Covid 19 bisa terjadi. Persyaratan tersebut antara lain : pembatasan penumpang pada moda transportasi, pemakaian masker ketika keluar rumah, penerapan protokol kesehatan pada fasilitas umum, tempat ibadah, terminal, bandara, stasiun kereta, Pusat Perbelanjaan, Pasar Tradisional, rumah sakit dan puskesmas maupun pada tempat-tempat yang berpotensi terjadi penularan agen infeksi termasuk Covid 19.</p>
<p>Ini disebabkan Indonesia memiliki beban ganda penyakit yaitu penyakit infeksi dan non infeksi, sehingga orang bisa memiliki lebih dari 1 penyakit dan menjadi pemberat ketika terinfeksi oleh Covid 19.</p>
<p>Dunia pernah mengalami pandemi, mulai dari spanish flu 1918, Flu Asia 1950- an, Flu Burung dan H1N1 pandemik, SARS, Mers CoV dan saat ini (2019-2020), SARS-CoV 2 atau yang lebih dikenal dengan covid 19. Di awal terjadinya kasus Covid 19, banyak sekali ditemukan kematian yg disebabkannya. Seiring dengan waktu, kematian semakin berkurang. Banyak ditemukan orang tanpa gejala (OTG) namun positif covid 19.</p>
<p>Fenomena ini memberikan sinyal, bahwa sistem kekebalan tubuh pada diri kita mulai beradaptasi dan mengenali covid 19, bukan benda asing lagi seperti di awal terjadinya kasus covid 19. Covid 19 saat ini belum ada obatnya. Hampir sama dengan virus-virus lain seperti HIV, Cytomegalovirus, Rubella. Salah satu bentuk pertahanan terhadap serangan virus adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Nenek moyang kita sudah menerapkan budaya minum jamu maupun empon-empon. Kandungan jamu dan empon-empon mampu menjadi imunomodulator terhadap sistem kekebalan tubuh. Sehingga memiliki respon yang baik ketika ada benda asing/virus yang masuk ke dalam tubuh.</p>
<p>Budaya nenek moyang yang kedua adalah ilmu silat yang didampingi dengan teknik pernafasan. Berdasarkan hasil penelitian kekuatan fisik dan psikologi yang baik, memicu timbulnya interleukin pro inflamasi, yang berperan cukup penting dalam menangkal infeksi penyakit, khususnya virus. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Penulis/editor :</strong></p>
<p><em>Januar Triwahyudi</em></p>
<p><strong>Narasumber :</strong></p>
<p><em>DR M Yusuf Alamudi, S.Si,M.Trop.Med</em></p>
<p><strong>Pendidikan :</strong></p>
<p><em>S1: Biologi FST Unair<br />
S2: Ilmu Kedokteran Tropis FK Unair<br />
S3: Ilmu Kedokteran FK Unair</em></p>
<p><strong>Praktisi :</strong></p>
<p><em>Peneliti Senior di Professor Nidom Foundation<br />
Dosen UIN Sunan Ampel</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115240</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
