<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Bedah Buku &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bedah-buku/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 May 2023 07:52:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Bedah Buku &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Apresiasi Buku Spektrum Kota Malang 2018-2023, Harapkan Bisa Tingkatkan Literasi</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-apresiasi-buku-spektrum-kota-malang-2018-2023-harapkan-bisa-tingkatkan-literasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 May 2023 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189037</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, didapuk menjadi keynote speaker dalam gelaran launching dan bedah buku spektrum Kota Malang 2018-2023 di Gedung Malang Cereative Center (MCC), Sabtu (20/05/2023) tadi. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, ini sangat mengapresiasi dengan dilaunchingnya buku tersebut. Menurutnya, hal itu bisa meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, didapuk menjadi keynote speaker dalam gelaran launching dan bedah buku spektrum Kota Malang 2018-2023 di Gedung Malang Cereative Center (MCC), Sabtu (20/05/2023) tadi. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, ini sangat mengapresiasi dengan dilaunchingnya buku tersebut.</p>



<p>Menurutnya, hal itu bisa meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat Kota Malang. &#8220;Saya berikan apresiasi yang luar biasa, karena di dalam buku itu macamnya banyak yang dibahas. Ada tentang Kayutangan Heritage dan ada masalah etnis. Nanti, insyaallah akan diperbanyak untuk diteruskan ke perpustakaan atau di sekolah-sekolah Kota Malang,&#8221; kata Wali Kota Sutiaji, seusai melaunching buku.</p>



<p>Pihaknya berharap, dengan diterbitkannya buku tersebut, tentu bisa menjadi pemantik bagi masyarakat Kota Malang, untuk berkontribusi menuangkan pikiran, yang berkaitan dengan starting poin untuk peradaban. &#8220;Ini memang masih ada sembilan orang penulis di dalam bukunya. Bisa jadi, ked depan nanti tidak hanya itu. Tetapi semua orang akan memberikan kontribusi pikirannya berkaitan dengan starting poin kita untuk peradaban,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, penerbit buku spektrum Kota Malang 2018-2023, Gedeon Soerja, menyampaikan jika buku tersebut diterbitkan untuk Kota Malang, yang saat ini tengah memasuki usia ke 109 tahun. Di dalamnya menceritakan opini dari para penulis, bagaimana Kota Malang selama tahun 2018 hingga tahun 2022.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>“Secara garis besar, buku ini menceritakan opini dari teman-teman penulis, dari sisi mereka itu seperti apa di tahun 2018 hingga 2022. Buku itu juga bukan profiling Wali Kota, tapi untuk ulang tahun Kota Malang kemarin ke 109,” ucap Gedeon.</p>



<p>Lebih lanjut, sosok penulis di dalam buku tersebut tentunya juga harus membawa dampak positif untuk Kota Malang. Mereka (para penulis) juga berasal dari latar belakang yang berbeda. &#8220;Mereka yang masuk sini ada yang dari budayawan, sastrawan, penulis perempuan, akademisi, arsitektur kemudian juga dari etnis Tionghoa dan pemenang lomba penulisan tentang Kayutangan Heritage. Tentu juga mereka yang naskahnya siap, dan kriterianya masuk di kita,” jelasnya.</p>



<p>Pihaknya berharap, ke depan akan ada series lanjutan untuk buku tersebut dan juga akan menggandeng beberapa penulis lainnya. Menurutnya, siapapun boleh untuk mengirimkan tulisannya, namun itu akan dikurasi terlebih dahulu. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189037</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Yuhronur Buka Sarasehan dan Bedah Buku Garudamukha di Bumi Lamongan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-yuhronur-buka-sarasehan-dan-bedah-buku-garudamukha-di-bumi-lamongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 May 2022 13:22:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Yuhronur]]></category>
		<category><![CDATA[Sarasehan]]></category>
		<category><![CDATA[Yuhronur Efendi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169606</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Menginjak 1001 tahun Garudamukha Lencana di Bumi Lamongan, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) Ke-453 tahun 2022, Selasa (24/05/2022) tadi. Dalam kesempatan itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, membuka secara langsung Sarasehan dan Bedah Buku Garudamukha karya Supriyo dkk di Aula Pertemuan Gajah Mada Pemkab Lamongan. Sarasehan yang mengungkap kejayaan Lamongan abad [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Menginjak 1001 tahun Garudamukha Lencana di Bumi Lamongan, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) Ke-453 tahun 2022, Selasa (24/05/2022) tadi. Dalam kesempatan itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, membuka secara langsung Sarasehan dan Bedah Buku Garudamukha karya Supriyo dkk di Aula Pertemuan Gajah Mada Pemkab Lamongan.</p>



<p>Sarasehan yang mengungkap kejayaan Lamongan abad IX-XV, begitu menarik Bupati Yuhronur untuk turut terlibat didalamnya. Termasuk, melihat sendiri bukti prasasti yang saat ini tersimpan baik di museum Jakarta.</p>



<p>Diungkapkan Bupati Yuhronur dalam sambutannya, tepat 1000 tahun lalu, kejayaan Lamongan telah dimulai. Yang dibuktikan, melalui pengukuhan prasasti cane oleh Sri Maharaja Airlangga di Desa Candisari, Kecamatan Sambeng dengan simbol Garudamukha. Hal ini, patut menjadi teladan dan spirit perjuangan dalam mencapai kejayaan Lamongan seperti yang telah dicapai di masa lampau.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>“Bahwa tiada kejayaan tanpa perjuangan. Memang untuk mencapai sesuatu, itu harus lewat perjuangan. Seperti kata pengantar saya di Buku Garudamukha ‘sebuah kejayaan dicapai lewat perjuangan’. Jelas ini sesuai visi saya bersama Kyai Rouf mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkeadilan. Jadi untuk mewujudkan itu tidak akan terwujud tanpa perjuangan,” terang Bupati Yuhronur.</p>



<p>Melalui spirit ini pula, ujarnya, yang mendorong Bupati Yuhronur, merekonstruksi ulang kejayaan itu untuk menuju kejayaan Lamongan yang berkeadilan seperti yang dicita-citakan. &#8220;Saya ingin mendapat spirit. Spirit kita bersama, bahwa sesungguhnya kejayaan itu dapat diwujudkan dengan perjuangan. Selain kejayaan itu, kita ingin menunjukkan bahwa Lamongan telah mengalami kejayaannya di masa lampau. Dibuktikan dengan prasasti cane yang berusia 1000 tahun dan tahun ini 1001 tahun,” imbuhnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Yuhronur juga menjelentrehklan makna dari tema HJL Ke-453, kolaborasi untuk menuju pembangunan inklusif. &#8220;Kolaborasi artinya kita bergandeng tangan, bersama-sama untuk membuat kekuatan untuk menuju pembangunan inklusif. Lantas, apa itu Pembangunan inklusif itu, yakni pembangunan yang terbuka, siapa saja ikut serta dan saling menghargai bersama-sama bergerak untuk mencapai visi dan misi bersama,” jelasnya.</p>



<p>Acara yang turut diikuti Kades dan kepala sekolah tingkat SD hingga SMA Se-Lamongan tersebut, menghadirkan sang penulis buku, Supriyo serta narasumber lainnya seperti Dwi Cahyono (Dosen Universitas Negeri Malang) serta Adrian Perkasa (Dosen Universitas Airlangga) secara zoom meeting dari Universitas Leiden, Belanda.</p>



<p>Dalam bedah buku tersebut, Supriyo yang juga budayawan Lamongan tersebut mengungkapkan banyak hal terkait penemuannya selama ini. Dirinya bahkan sangat kagum dan takjub, akan kejayaan masa lampau di bumi Lamongan.</p>



<p>“Banyak sekali prasasti di Bumi Lamongan, selain prasasti cane. Ada juga prasasti Balawi tahun 1227 s/1305 M (Blawirejo), prasasti Lamongan (Jayanegara), prasasti Biluluk dan banyak lagi prasasti-prasasti yang ditemukan,” ucapnya.</p>



<p>Selain prasasti, lanjut Supriyo, banyak juga ditemukan keramik dari berbagai negara yang sangat antik dan bernilai seni tinggi. Tentu ini menunjukkan masyarakat Lamongan sangat makmur dan sejahtera.</p>



<p>“barang-barang seperti vas, piring dari keramik ini tentu dimiliki oleh orang kaya. Jelas ini menunjukkan masyarakat Lamongan waktu itu sangat sejahtera,” terangnya. <strong>(zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169606</post-id>	</item>
		<item>
		<title>LPBHNU Lamongan Gelar Bedah Buku &#8216;Menjerat Gus Dur&#8217;</title>
		<link>https://memontum.com/lpbhnu-lamongan-gelar-bedah-buku-menjerat-gus-dur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2020 16:28:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Buku]]></category>
		<category><![CDATA[LPBHNU Lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104953-lpbhnu-lamongan-gelar-bedah-buku-menjerat-gus-dur</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU (LPBHNU) Lamongan bekerjasama dengan Ansor, Fatayat, PMII, IPNU dan IPPNU menggelar bedah buku &#8216;menjerat Gus Dur&#8217;, Jumat (24/1/2020). Nihrul Bahi Alhaidar, SH selaku ketua LPBH NU Lamongan dalam sambutannya mengatakan, &#8220;Fakta sejarah ini telah terungkap. Kedatangan Penulis di Lamongan akan menjelaskan semuanya fakta sejarah waktu itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU (LPBHNU) Lamongan bekerjasama dengan Ansor, Fatayat, PMII, IPNU dan IPPNU menggelar bedah buku &#8216;menjerat Gus Dur&#8217;, Jumat (24/1/2020). Nihrul Bahi Alhaidar, SH selaku ketua LPBH NU Lamongan dalam sambutannya mengatakan, &#8220;Fakta sejarah ini telah terungkap. Kedatangan Penulis di Lamongan akan menjelaskan semuanya fakta sejarah waktu itu, dan PW LPBHNU Jawa Timur sebagai pemateri juga akan menjelaskan kaitannya dengan Hukum Positif di Indonesia. Lebih berperan mana Politik Hukum atau Hukum Politik dalam kejadian pelengseran Gus Dur saat itu.&#8221;</p>
<p>Buku berjudul &#8216;Menjerat Gus Dur&#8217; karya Virdika Rizky Utama lagi booming mendapat perhatian sejumlah masyarakat. Pasalnya buku tersebut mengungkap skenario penggulingan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dari kursi presiden. Buku itu juga menyebut beberapa tokoh politik yang diduga berperan dalam skenario tersebut. Seperti apa proses penulisan buku tersebut dan bagaimana penulis mendapatkan informasi penting yang kemudian ia paparkan dalam buku.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-104955" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0021-copy.jpg?resize=740%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="333" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0021-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0021-copy.jpg?resize=300%2C135&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0021-copy.jpg?resize=600%2C270&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0021-copy.jpg?resize=200%2C90&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Virdika Rizky Utama, bersama Moch. Ilham Mu&#8217;ari, MH dari PW.LPBHNU Jawa Timur, blak-blakan di acara Diskusi dan Bedah buku tersebut dengan di moderatori Rojali dari NU Online.</p>
<p>Virdika, selaku penulis mengatakan buku tersebut dibuat melalui proses yang sangat panjang. Dia mengatakan berawal dari ketidaksengajaan menemukan dokumen yang ternyata sangat penting dan rahasia.</p>
<p>&#8220;Sekitar 2,5 tahun yang lalu, saat saya lagi liputan Setya Novanto, saya lihat ada petugas kebersihan lagi mau buang dokumen, terus saya lihat dan saya minta ternyata dikasih,&#8221; katanya.</p>
<p>Setelah mendapatkan dokumen tersebut, Virdika kemudian melakukan uji pustaka dan uji narasumber untuk memvalidasi data yang terdapat pada dokumen tersebut.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-104954" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0023-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0023-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0023-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0023-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0023-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Prosesnya benar-benar panjang. Saya juga riset dari koran-koran tahun kejadian untuk mengutip dan memastikan lagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Karena dokumen tersebut terbilang sensitif dan rahasia, Virdika merasa dirinya mendapatkan ancaman. Salah satunya terjadi pada Januari 2018.</p>
<p>&#8220;Ada beberapa orang yang datang ke rumah siang-siang, padahal kalau siang saya gak ada di rumah, lagi kerja. Orang itu nanyain dokumen ke orang rumah saya, mungkin itu jadi sebuah ancaman buat nakut-nakutin keluarga saya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sementara Moc. Ilham Muari, dari PW LPBH NU Jawa Timur mengatakan &#8220;Salah satu peristiwa kontroversial dari Gus Dur ialah ketika ia dilengserkan pada 23 Juli 2001 melalui sidang istimewa MPR. Terkait hal itu, ada begitu banyak spekulasi spekulasi, karena dasar pelengseran Inkonstitusional. Lebih pada kepentingan Politik bukan pada hukumnya, &#8221; Tandasnya.</p>
<p>Acara Bedah Buku tersebut dilaksanakan di Budi Luhur Convention Hall Lamongan dan dihadiri 450 an peserta diskusi. <strong>(aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104953</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bedah Buku Mozaik Pemikiran dan Kepemimpinan ASH Bupati Bondowoso ke 30</title>
		<link>https://memontum.com/bedah-buku-mozaik-pemikiran-dan-kepemimpinan-ash-bupati-bondowoso-ke-30</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2019 17:13:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Buku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=75928</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Ratusan orang mengikuti acara Bedah Buku Mozaik Pemikiran Dan Kepemimpinan Amin Said Husni yang lebih kita kenal dengan ASH. Acara tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Budaya Seni Muslim NU (Lesbumi NU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Alumni PMII (IKAPMII) . Buku tersebut berisi rangkuman gagasan dan praktiik kepemimpinan ASH sebagai Bupati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso </strong>&#8211; Ratusan orang mengikuti acara Bedah Buku Mozaik Pemikiran Dan Kepemimpinan Amin Said Husni yang lebih kita kenal dengan ASH. Acara tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Budaya Seni Muslim NU (Lesbumi NU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Alumni PMII (IKAPMII) .</p>
<p>Buku tersebut berisi rangkuman gagasan dan praktiik kepemimpinan ASH sebagai Bupati Bondowoso ke 30 dengan lama menjabat selama dua periode. Acara tersebut digelar di Hotel Grand Padis Bondowoso, Selasa (29/1/2019).</p>
<p>Tiga orang penulis buku tersebut adalah Moh. Saeful Bahar, Dodik Harnadi dan Faqih Yahullahbi. Dodik mengawali sambutannya dengan menjelaskan isi buku itu.</p>
<p>“Buku ini mengungkapkan tentang pengalaman ASH selama memimpin Bumi Bondowoso. Kita memahami bahwa pemimpin itu melayani, bukannnya memerintah. Mengayomi, melayani mengarahkan, mendidik itulah pemimpin. Semua yang sampaikan ini adalah perkataan beliau (ASH),&#8221;kata Dosen Universitas Nurul Jadid ini dihadapan audien.</p>
<p>Selanjutnya kesempatan ASH sebagai tokoh penting dalam buku tersebut, juga menyampaikan rangkuman dari buku tersebut.</p>
<p>“Saya menegaskan tugas seorang pemimpin adalah melakukan apa yang akan betul-betul dirasakan dan mendatangkan kesejahteraan masyarakat. Negara dan pemerintah ada untuk menyejahterahkan masyarakat , memakmurkan dan melindungi masyarakat . Melayani adalah kewajiban dari seorang pemimpin,” katanya. Tidak hanya berupaya meningkatkan kesejahteraan, kata ASH, pemimpin juga harus melibatkan masyarakat dalam pembangunan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">75928</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Surabaya Bedah Buku Pasak Sejarah Indonesia Kekinian</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-surabaya-bedah-buku-pasak-sejarah-indonesia-kekinian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2018 13:18:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/65117-pemkot-surabaya-bedah-buku-pasak-sejarah-indonesia-kekinian</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Pemerintah Kota Surabaya bersama dengan Prof. Johan Silas Institute Teknologi 10 Nopember (ITS) membedah sebuah buku bertajuk &#8220;Pasak Sejarah Indonesia&#8221;. Buku ini merupakan hasil karya Tim Cagar Budaya Surabaya, yang didukung generasi millennial dari sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya. Dalam bedah buku yang dinarasumberi Johan Silas ini, bahwa yang ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Pemerintah Kota Surabaya bersama dengan Prof. Johan Silas Institute Teknologi 10 Nopember (ITS) membedah sebuah buku bertajuk &#8220;Pasak Sejarah Indonesia&#8221;. Buku ini merupakan hasil karya Tim Cagar Budaya Surabaya, yang didukung generasi millennial dari sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya. </p>
<p>Dalam bedah buku yang dinarasumberi Johan Silas ini, bahwa yang ada di buku menceritakan soal pertempuran pada 10 November di Surabaya. Kota Pahlawan yang merupakan pasak atau paku bagi sejarah Kemerdekaan Indonesia. Dan melalui pertempuran, tumbuh semangat kemerdekaan di Indonesia, salah satu inspirasi dari penulisan buku. </p>
<p>&#8220;Makanya, pasak ini dicantumkan dalam sub judul atau nama buku ini,&#8221; kata Prof Johan Silas di Ciputra World Surabaya, Rabu (21/11).</p>
<p>Namun sebenarnya, tak sedikit referensi yang membahas tentang peristiwa 10 November yang sangat fenomenal ini. Bahkan, Johan mencatat setidaknya ada 40 referensi yang bisa digunakan untuk mengetahui sejarah 10 November. </p>
<p>“Namun, dalam buku ini kami benar-benar saring dan kami teliti. Jadi tidak asal comot, tim cagar budaya pun harus mengetahui sejarahnya. Yang kami cantumkan dalam buku ini, pasti ada di 3 sampai 4 buku referensi yang tema dan pembahasan sama,” ujarnya. </p>
<p>Johan pun memastikan, bahwa proses pembuatan buku membutuhkan penelitian selama empat tahun. Sedangkan proses penulisannya, selama satu tahun. </p>
<p>“Jadi, prosesnya sekitar 5 tahunan dari penelitian hingga penulisan. Kalau proses cetaknya hanya satu bulan,” cakapnya.</p>
<p>Antiek Sugiharto sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang turut hadir dalam kegiatan bedah buku mengatakan, jika bedah buku yang diadakan oleh Humas Pemkot Surabaya merupakan serangkaian dari Hari Pahlawan lalu.</p>
<p>&#8220;Kemarin memang teman dari humas sepakat, kita mengambil tema yang berkaitan dengan kepahlawanan. Itu juga kebetulan juga kita sedang melakukan penataan kota lama. Itu sebagai salah satu destinasi wisata kota,&#8221; jelas Antiek. </p>
<p>Tak hanya bedah buku saja, tetapi juga menggelar pameran foto yang bertajuk Napak Tilas Sejarah Surabaya. Hasil jepretan foto yang dipamerkan adalah hasil karya finalis lomba fotografi yang diadakan Pemkot Surabaya sejak bulan lalu.</p>
<p>Pemkot Surabaya juga memberikan hadiah kepada para pemenang berupa uang tunai, trophy, dan piagam penghargaan. Selain tiga pemenang utama, 10 nominator juga diberi hadiah berupa uang tunai. <strong>(est/ano/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">65117</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
