<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Bekraf &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bekraf/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2021 15:01:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Bekraf &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kemenparekraf Dukung Startup Indonesia dalam Ajang Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/kemenparekraf-dukung-startup-indonesia-dalam-ajang-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2021 14:59:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenpar]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembang]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Produk Kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136588</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung sejumlah perusahaan rintisan (startup) Indonesia di ajang internasional ‘South by Southwest Online Creative Industries Exhibition 2021’ yang digelar pada 16 sampai 20 Maret 2021. Salah satu bentuk dukungannya yaitu, dengan menghadirkan homepage Archipelageek. Program Archipelageek ini sebelumnya digagas oleh Badan Ekonomi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung sejumlah perusahaan rintisan (startup) Indonesia di ajang internasional ‘South by Southwest Online Creative Industries Exhibition 2021’ yang digelar pada 16 sampai 20 Maret 2021.</p>



<p>Salah satu bentuk dukungannya yaitu, dengan menghadirkan homepage Archipelageek. Program Archipelageek ini sebelumnya digagas oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) pada tahun 2017 dan kembali diselenggarakan pada tahun ini dengan tema “Bringing Indonesia to The World Stage”.</p>



<p>Tujuannya adalah untuk memperkenalkan perusahaan rintisan Indonesia, baik produk maupun jasa yang mereka hasilkan, serta mendorong perusahaan rintisan Indonesia mendapatkan potensi pasar baru berskala internasional. Selain itu, program Archipelageek ini juga merupakan salah satu upaya menjalankan misi berkelanjutan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kohesif di Indonesia.</p>



<p>Ada sembilan perusahaan rintisan yang menjadi bagian dari homepage Archipelageek di “SXSW Online Creative Industries Exhibition 2021”, yaitu Aruna, BOTIKA, DreamTalent, Gringgo, IZY.AI, Octagon Studio, Privy.id, DNETWORK, dan Millealab.</p>



<p>Seluruh perusahaan rintisan yang menjadi delegasi Indonesia telah menjalani proses bootcamp, di mana mereka mendapatkan strategi yang terbaik dan berbagai pengalaman menarik dari para alumni program Archipelageek.</p>



<p>“Ini adalah bentuk dukungan Kemenparekraf secara all out kepada perusahaan rintisan dalam membuka akses yang lebih luas untuk tampil dan bertemu dengan para pelaku ekonomi kreatif dari berbagai negara lain,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat memberikan sambutan, dalam Press Conference SXSW 2021 secara daring, di Jakarta, (09/03).</p>



<p>Menparekraf berharap, agar perusahaan rintisan dan pelaku ekonomi kreatif lainnya dapat terus berinovasi dan menciptakan produk maupun solusi kreatif yang dapat bersaing di pasar internasional. Selain itu, juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan pada saat pandemi dan terpuruknya ekonomi.</p>



<p>Karena berdasarkan data yang dihimpun dalam Opus Creative Economy Outlook tahun 2019, sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi yang cukup sebesar yaitu sejumlah Rp 1.105 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Hal ini, menjadikan Indonesia berada di urutan ketiga setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan, dalam jumlah kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB negara.</p>



<p>“Data tersebut membuktikan bahwa, pelaku ekonomi kreatif Indonesia memiliki kemampuan yang sangat baik untuk bersaing di pasar global. Dan saya harap perusahaan rintisan ini akan menjadi start-up unicorn Indonesia yang dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan membangkitkan kembali ekonomi kita,” ujarnya.</p>



<p>Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam, menjelaskan bahwa Arhipelageek merupakan salah satu program untuk mengembangkan ekosistem digital di Indonesia. Bahan bakar utama dari ekosistem ini, tentunya adalah perusahaan rintisan yang sampai sekarang ini berkembang dengan pesat.</p>



<p>“Oleh karena itu, kami selalu berupaya menghadirkan berbagai program yang dapat membantu para startup Indonesia untuk dapat melebarkan sayapnya di kancah Internasional,” ujar Neil El Himam.</p>



<p>Neil El Himam juga mengatakan, program ini memang sudah ada sejak tahun 2017. Untuk itu, Kemenparekraf terus berupaya konsisten, untuk berpartisipasi dalam ajang South by Southwest ini. “Karena pada dasarnya kehadiran kita di SXSW dapat menimbulkan kepercayaan terhadap para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia, bahwa kita benar-benar punya kemampuan di bidang tersebut,” katanya.</p>



<p>Tercatat tahun 2017-2019, dari 24 perusahaan rintisan yang mengikuti ajang SXSW ini, sekitar 50 persen mendapatkan kesempatan untuk pencapaian kerja sama dan strategic partnership dengan pasar global. Beberapa diantaranya, TeleCTG yang mendapat komitmen kerja sama di bidang IoT Kesehatan dengan negara di Amerika Latin, pengakuan sertifikasi internasional untuk Node Flux, serta adanya kerja sama strategic partner USA dengan Happy5, dan beberapa perusahaan rintisan lainnya. “Harapannya delegasi startup Indonesia juga mendapat feedback dari potential user, yang akan berujung pada business deal untuk pengembangan dan peningkatan perusahaan mereka,” ujarnya. <strong>(hms/kpe/aye/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136588</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bekraf Festival Solo, Walikota Malang: Kolaborasi Menjadi Sebuah Keharusan</title>
		<link>https://memontum.com/bekraf-festival-solo-walikota-malang-kolaborasi-menjadi-sebuah-keharusan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2019 03:01:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bekraf]]></category>
		<category><![CDATA[walikota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/97026-bekraf-festival-solo-walikota-malang-kolaborasi-menjadi-sebuah-keharusan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Solo &#8211; Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Festival 2019 yang digelar di Benteng Vastenberg Solo, Jawa Tengah dari 4-6 Oktober 2019 berlangsung meriah. Mengusung tema Kita Kaya Karya, festival ini menghadirkan berbagai karya dan produk yang dihasilkan melalui kegiatan ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, fesyen, gim, musik, film hingga produk berbasis teknologi kecerdasan buatan. Salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Solo</strong> &#8211; Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Festival 2019 yang digelar di Benteng Vastenberg Solo, Jawa Tengah dari 4-6 Oktober 2019 berlangsung meriah. Mengusung tema Kita Kaya Karya, festival ini menghadirkan berbagai karya dan produk yang dihasilkan melalui kegiatan ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, fesyen, gim, musik, film hingga produk berbasis teknologi kecerdasan buatan. Salah satu acara menarik itu adalah Bincang KaTa (Kota /Kabupaten) kreatif 2019. Acara ini menjadi ajang saling kolaborasi, berjejaring dan sinergi untuk menambah pemahaman tentang potensi ekonomi kreatif di daerah dan Indonesia.</p>
<p>Triawan Munaf diawal acara ini menyampaikan masa depan pengembangan ekonomi kedepan. “Kita sekarang sudah punya perpres Rindekraf, Rencana Induk Ekonomi Kreatif itu pengangan yang luar biasa. Dan Rencana Induk Ekonomi Kreatif dimasukkan menjadi pasal di UU Ekonomi Kreatif yang berhasil diketok kemaren,” ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1341" src="https://i0.wp.com/kotamalang.memontum.com/wp-content/uploads/sites/43/2019/10/IMG-20191005-WA0125-copy.jpg?resize=740%2C377&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="377" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Kontribusi ekonomi kreatif kepada perekonominan Indonesia sangat besar, potensinya sangat besar, kenaikannya 100 trilyun pertahun. Sekarang sudah 1.105 trilyun. Ini kalo diseriusi di daerah dikembangkan dengan bantuan kami, mudah-mudahan akan menjadi pendapatan daerah yang sangat berarti.” Ujar Triawan Munaf</p>
<p>Selanjutnya Walikota Malang menyampaikan komitmennya akan ekonomi kreatif untuk Kota Malang. “Ekonomi Kreatif saya tunjuk langsung menjadi satu misi khusus yaitu Mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif, keberlanjutan dan keterpaduan. Kolaborasi menjadi sebuah keharusan, sekarang tidak ada pesaing yang ada adalah tempat kita bersinergi” ujar Sutiaji.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1342" src="https://i0.wp.com/kotamalang.memontum.com/wp-content/uploads/sites/43/2019/10/IMG-20191005-WA0133-copy.jpg?resize=740%2C377&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="377" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Peserta bincang KaTa Kreatif menyambut antusias dengan tepuk tangan, ketika Walikota Malang Sutiaji mempresentasikan Malang Creative Center yang akan menjadi pusat kegiatan kreatif di Kota Malang. Dengan Tagline dari Malang untuk Indonesia dan dunia, Kota Malang optimis ekonomi kreatif dapat menjadi pendorong kesejahteraan dan solusi masalah perkotaan.</p>
<p>Berjejaring dengan kampus juga sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang sudah disetujui oleh 19 perguruan tinggi di Kota Malang.</p>
<p>“ Jejaring yang kami lakukan ini adalah pedoman dan kebutuhan penguasaan teknik industri berbasis aplikasi dan pengembangan permainan. Kita menyusun kurikulum perguruan tinggi berbasis komunitas, dengan tridarma perguruan tinggi, maka perguruan tinggi tidak melangit tapi perguruan tinggi adalah membumi sesuai dengan kebutuhan masyarakat kita semua.” Ujar Sutiaji mengakhiri presentasinya. <strong>(hms/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97026</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinara Wooden Heel Kota Malang Menangkan Kompetisi, Raih Bantuan dari Berkraf</title>
		<link>https://memontum.com/dinara-wooden-heel-kota-malang-menangkan-kompetisi-raih-bantuan-dari-berkraf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2019 10:50:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bekraf]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92254-dinara-wooden-heel-kota-malang-menangkan-kompetisi-raih-bantuan-dari-berkraf</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Masyarakat Kota Malang patut berbangga, karena pada hari Selasa (10/9/2019) siang, salah satu UKM (Usaha Kecil Menengah) asal Kota Malang terpilih menjadi penerima BIP (Bantuan Insentif Pemerintah) dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Bertempat di Hotel Haris Vertu Hotel Jakarta, Direktorat Akses Non Perbankan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memberikan Bantuan Insentif Pemerintah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Masyarakat Kota Malang patut berbangga, karena pada hari Selasa (10/9/2019) siang, salah satu UKM (Usaha Kecil Menengah) asal Kota Malang terpilih menjadi penerima BIP (Bantuan Insentif Pemerintah) dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Bertempat di Hotel Haris Vertu Hotel Jakarta, Direktorat Akses Non Perbankan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memberikan Bantuan Insentif Pemerintah kepada UKM yang terdiri dalam sub sektor Kuliner, Kriya, Fashion, Game App dan Film.</p>
<p>Sebelum penandatanganan MOU, dilakukan pembekalan kepada para penerima BIP dengan narasumber Internal Bekraf, Kantor Perbendaharaan Negara Kemenkeu, Inspektorat Bekraf. Tujuan pemberian Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) ini, untuk meningkatkan skala usaha UKM dengan membeli alat produksi, meningkatkan Tata Kelola dan meningkatkan kualitas produk. BIP Ini akan diawasi oleh inspektorat dan diharapkan sesuai dengan proposal yang diajukan dan MOU yang telah disepakati.</p>
<p>Dian Rusdianto Co Founder Dinara Wooden Heel, penerima BIP dari Kota Malang mengatakan, &#8220;BIP sangat bermanfaat bagi pelaku UKM seperti saya. Karena bisa untuk membeli alat produksi, bahan baku yang bermuara pada kualitas produk, tata kelola usaha yang baik.&#8221;</p>
<p>Untuk memperoleh BIP sesungguhnya UKM seluruh Indonesia mempunyai kesempatan yang sama. Caranya dengan melihat pengumuman di web Bekraf.</p>
<p>Dinara Wooden Heel sebagai UKM yang memproduksi sandal kayu, spon dan beberapa souvernir khas batik, tidak langsung memperoleh BIP ini. Dinara dan ribuan UKM se Indonesia berkompetisi membuat proposal, presentasi hingga kunjungan lapangan dari tim verifikasi Bekraf.</p>
<p>Kunjungan ini, dilakukan dalam rentang waktu awal Mei hingga September 2019. Dilakukan bertahap dan ada yang tidak lolos di setiap tahapan. Hingga awal September ini, diumumkan sebagai penerima dana BIP tahun 2019. Dari Malang terdapat 3 UKM yaitu, Pelanusa Singosari Kabupaten Malang, Batik Sen Kepanjen dan Dinara Wooden Heel Kota Malang. <strong>(yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92254</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sutiaji Blak-blakan Buka Rahasia Meramu Kota Malang di Seminar RUU Ekonomi Kreatif</title>
		<link>https://memontum.com/sutiaji-blak-blakan-buka-rahasia-meramu-kota-malang-di-seminar-ruu-ekonomi-kreatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2019 07:03:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Bekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[RUU]]></category>
		<category><![CDATA[walikota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88326-sutiaji-blak-blakan-buka-rahasia-meramu-kota-malang-di-seminar-ruu-ekonomi-kreatif</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hadir memenuhi undangan Deputi Fasilitasi HKI dan regulasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menjadi narasumber dalam seminar RUU ekonomi kreatif, Walikota Malang, H. Sutiaji pun menyampaikan gagasannya terhadap pengembangan ekonomi kreatif Kota Malang di Ruang Auditorium Kementerian Perdagangan RI, Selasa (16/7/2019). Menurut Triawan Munaf, ekonomi kreatif telah menjadi tulang punggung perekonomian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hadir memenuhi undangan Deputi Fasilitasi HKI dan regulasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menjadi narasumber dalam seminar RUU ekonomi kreatif, Walikota Malang, H. Sutiaji pun menyampaikan gagasannya terhadap pengembangan ekonomi kreatif Kota Malang di Ruang Auditorium Kementerian Perdagangan RI, Selasa (16/7/2019).</p>
<p>Menurut Triawan Munaf, ekonomi kreatif telah menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia. &#8220;Melalui seminar kali ini, saya berharap akan ada masukan serta gagasan dari beberapa narasumber yang dapat kita usulkan di RUU Ekonomi Kreatif sebagai dasar kita untuk mengembangkan geliat ekonomi kreatif di Indonesia,&#8221; ungkap ayah artis Sherina Munaf ini.</p>
<p><div id="attachment_88327" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-88327" decoding="async" class="size-full wp-image-88327" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190717-WA0020-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Hadir ditengah peserta" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190717-WA0020-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190717-WA0020-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190717-WA0020-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190717-WA0020-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190717-WA0020-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-88327" class="wp-caption-text"><strong>Hadir ditengah peserta</strong></p></div></p>
<p>Sementara itu, Walikota Sutiaji menyampaikan, Pemkot Malang dan seluruh elemen didalamnya akan terus berupaya mewujudkan &#8220;Malang Digital Creative City&#8221;. Futuristik, Humanis dan Mendunia akan menjadi visi kreatif yang dirumuskan Kota Malang setelah terpilih sebagai salah satu dari empat role model kota / kabupaten kreatif oleh Bekraf pada bulan Juni 2019.</p>
<p>&#8220;Kami menilai bahwa ekonomi kreatif mampu melipatgandakan nilai ekonomis berbagai produk lokal, sehingga harapannya dapat mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan,&#8221; terang Sutiaji.</p>
<p>Politisi partai Demokrat ini menambahkan, kolaborasi Pentahelix menyadari potensi luar biasa melalui sinergi yang telah mengembangkan sumber daya kreatif. Sehingga lahirnya gerakan kreatif di kota Malang bukan semata inisiatif dari satu komponen saja, melainkan semua unsur elemen masyarakat.</p>
<p>&#8220;Subsektor game dan aplikasi menjadi subsektor prioritas pada arah ekonomi kreatif di Kota Malang. Selain itu, subsektor kuliner dan subsektor film, video serta animasi juga menjadi subsektor unggulan yang dapat berkembang pesat di Kota Malang,&#8221; tambah pria nomor satu di Kota Malang ini.</p>
<p>Selain Kepala Bekraf, Triawan Munaf, Ketua dan seluruh anggota Komisi X DPR RI juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ketua Panja RUU Ekonomi Kreatif Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih juga turut menjadi keynote speech. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88326</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BIGGER Maksimalkan Kolaborasi Pelaku Ekonomi Kreatif</title>
		<link>https://memontum.com/bigger-maksimalkan-kolaborasi-pelaku-ekonomi-kreatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2019 16:23:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Bekraf]]></category>
		<category><![CDATA[BIGGER]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=84409</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Guna mengakomodir ribuan pelaku ekonomi kreatif yang tersebar se-antero nusantara, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar BISMA Goes to Get Member (BIGGER), untuk memperkenalkan BISMA kepada 250-an pelaku ekonomi kreatif Kota Malang, di Hotel Atria Malang, Kamis (16/5/2019). BIGGER di Kota Malang merupakan ajang berjejaring bagi para stakeholder ekonomi kreatif. Survey BPS [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Guna mengakomodir ribuan pelaku ekonomi kreatif yang tersebar se-antero nusantara, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar BISMA Goes to Get Member (BIGGER), untuk memperkenalkan BISMA kepada 250-an pelaku ekonomi kreatif Kota Malang, di Hotel Atria Malang, Kamis (16/5/2019).</p>
<p>BIGGER di Kota Malang merupakan ajang berjejaring bagi para stakeholder ekonomi kreatif. Survey BPS tahun 2016 mencatat terdapat total 40.690 pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang dengan 5 subsektor terbesarnya, yaitu subsektor kuliner sebanyak 28.398 usaha kreatif, subsektor fesyen 7.295 usaha kreatif, subsektor kriya dengan 2.989 usaha kreatif, subsektor penerbitan dengan 961 usaha kreatif, dan subsektor fotografl dengan 233 usaha kreatif.</p>
<p><div id="attachment_84412" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG_7614-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-84412" decoding="async" class="size-full wp-image-84412" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG_7614-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="Bersama narasumber dan pelaku ekonomi kreatif Kota Malang. (rhd)" width="650" height="400" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG_7614-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG_7614-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG_7614-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG_7614-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-84412" class="wp-caption-text"><strong>Bersama narasumber dan pelaku ekonomi kreatif Kota Malang. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Ini sangat potensial untuk pengembangan ekonomi kreatif bagi BEKRAF dalam berkoordinasi dan memfasilitasi kolaborasi antar pelaku kreatif. Bahkan termasuk Pemkot Malang dalam mewujudkan Malang Creative Center,&#8221; ungkap Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala Bekraf, didampingi Kepala Barenlitbang Kota Malang, Erik Setyo Santoso.</p>
<p>BISMA (BEKRAF Information System in Mobile Application), merupakan platform unggulan bagi pelaku kreatif untuk mendaftarkan diri ke database resmi Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Tercatat, BISMA telah merekam lebih dari 38 ribu pelaku ekonomi kreatif.</p>
<p>&#8220;Target kami mampu menggaet 60 ribu pelaku ekonomi kreatif hingga akhir tahun 2019. Caranya mudah, yakni melalui aplikasi (android/ios) dan website BISMA di <a href="https://bisma.bekraf.go.id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">https://bisma.bekraf.go.id/</a>,&#8221; jelas Dr. Ir. Wawan Rusiawan, MM, Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif.</p>
<p>Diharapkan, BISMA mampu mendukung komunikasi dua arah antara pelaku ekonomi kreatif 16 subsektor dengan BEKRAF, untuk memudahkan pemerintah menangkap masalah, memonitoring perkembangan usaha, serta menerima saran seputar ekonomi kreatif.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84409</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
