<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>belum &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/belum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Jul 2023 10:33:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>belum &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Masuki Masa Panen Raya Tembakau, Pemkab Pamekasan Belum Tentukan Harga</title>
		<link>https://memontum.com/masuki-masa-panen-raya-tembakau-pemkab-pamekasan-belum-tentukan-harga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jul 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[belum]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[masa]]></category>
		<category><![CDATA[masuki]]></category>
		<category><![CDATA[panen]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau]]></category>
		<category><![CDATA[tentukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192956</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Genap dua bulan petani di Pamekasan, melakukan masa tanam tembakau. Sementara, pemerintah daerah masih belum menentukan break event point (BEP) Tahun 2023. Padahal, petani hendak memasuki masa panen. Salah satu petani asal Desa Palengaan Daja Muhammad Subti, mengatakan bahwa sudah genap dua bulan dirinya menanam tembakau. Sehingga, masa panen tembakau akan terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Genap dua bulan petani di Pamekasan, melakukan masa tanam tembakau. Sementara, pemerintah daerah masih belum menentukan break event point (BEP) Tahun 2023. Padahal, petani hendak memasuki masa panen.</p>



<p>Salah satu petani asal Desa Palengaan Daja Muhammad Subti, mengatakan bahwa sudah genap dua bulan dirinya menanam tembakau. Sehingga, masa panen tembakau akan terjadi di beberapa bulan ke depan atau usia empat bulan pasca tanam.</p>



<p>&#8220;Tembakau itu, biasanya bisa dipanen itu ketika umur 100 hari atau empat bulan pasca ditanam,&#8221; paparnya, Selasa (11/07/2023) tadi.</p>



<p>Karenanya, dirinya berharap agar BEP tahun bisa dikeluarkan dan seimbang dengan biaya produksi petani. Itu karena, biaya pengolahan lahan sampai dengan panen, sangatlah tinggi. Bahkan, pupuk sulit untuk didapat.</p>



<p>Baca Juga :</p>





<p>&#8220;Harapan saya, harga tembakau tahun ini bisa tinggi daripada tahun sebelumnya. Apalagi, biaya dari pengolahan lahan, ongkos cangkus, bibit, sampai biaya panen sangatlah mahal,&#8221; paparnya.</p>



<p>Diketahui, bahwa kewenangan untuk menentukan harga tembakau tersebut berada di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKKP) Pamekasan dan beberapa stakeholder terkait. Informasinya, DKPP telah mengundang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Komisi II DPRD Pamekasan hingga perwakilan pabrikan rokok dan organisasi pertanian, untuk membahas industri pertembakauan. Hanya saja, untuk BEP masih belum ditentukan.</p>



<p>”Nanti saja. Ini kan masih mau dibahas lagi. Saya tidak mau nanti salah menentukan,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pamekasan, Ajib Abdullah.&nbsp;<strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192956</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengerjaan Relokasi Mal Sarinah Belum Rampung, Korban Kebakaran Malang Plaza hanya Pasrah</title>
		<link>https://memontum.com/pengerjaan-relokasi-mal-sarinah-belum-rampung-korban-kebakaran-malang-plaza-hanya-pasrah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 13:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[belum]]></category>
		<category><![CDATA[hanya]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[mal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pasrah]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[plaza,]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<category><![CDATA[relokasi]]></category>
		<category><![CDATA[sarinah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192211</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Korban kebakaran Malang Plaza atau sejumlah pemilik tenant di Malang Plaza, sepertinya harus bersabar untuk bisa kembali berjualan. Itu karena, meski sudah dijanjikan bisa menempati Mal Sarinah, pasca peristiwa kebakaran, namun hingga kini lahan untuk relokasi itu masih berproses alias belum rampung dikerjakan. Salah satu perwakilan paguyuban korban Malang Plaza, Fathkul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Korban kebakaran Malang Plaza atau sejumlah pemilik tenant di Malang Plaza, sepertinya harus bersabar untuk bisa kembali berjualan. Itu karena, meski sudah dijanjikan bisa menempati Mal Sarinah, pasca peristiwa kebakaran, namun hingga kini lahan untuk relokasi itu masih berproses alias belum rampung dikerjakan.</p>



<p>Salah satu perwakilan paguyuban korban Malang Plaza, Fathkul Azis, mengatakan jika pihaknya sebenarnya sudah menantikan untuk bisa berjualan kembali. Bahkan, dirinya juga selalu melakukan koordinasi bersama dengan pedagang lain, termasuk juga dengan pihak Malang Plasa. Hanya saja, proses pengerjaan di Mal Sarinah, sampai sekarang belum selesai.</p>



<p>&#8220;Sampai sekarang memang masih belum selesai. Salah satunya, seperti untuk pemasangan sekat ditempat relokasi. Karenanya, kami dari pedagang hanya bisa menunggu,&#8221; kata Aziz, Jumat (30/06/2023) tadi.</p>



<p>Atas kejadian ini, dirinya pun tidak memungkiri sedikit kecewa. Apalagi, manajemen Malang Plaza menjanjikan relokasi bisa berjalan pada awal Juni. Namun karena ada beberapa hal, kemudian mundur menjadi Juli.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Makanya kalau dibilang rugi, ya rugi. Karena pastinya rugi waktu. Tapi pihak Malang Plasa, itu sudah mempersilahkan kami dan semua pedagang untuk melihat kapanpun yang dimau untuk mengecek progres pengerjaannya. Jadi kekecewaan kita, sedikit tertutupi dengan kondisi lokasi yang sudah ada progres,&#8221; paparnya.</p>



<p>Dirinya, tentu saja progres relokasi segera rampung. Sehingga, pedagang bisa kembali berjualan, meskipun sekarang di Mal Sarinah.</p>



<p>&#8220;Pastinya semua pedagang juga menunggu. Karenanya, kita semua saling memberikan kabar,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kuasa Hukum Manajemen Malang Plaza, Solehoddin, mengatakan jika saat ini penyekatan konter-konter di Mal Sarinah hampir selesai. Namun, masih menunggu pengiriman etalase yang masih di kerjakan dari pabrik.</p>



<p>“Semoga awal Juli ini bisa rampung semuanya. Sekarang ini, itu masih pemasangan titik-titik saluran listrik ke konter-konter,” ucap Solehoddin.</p>



<p>Dalam pantauan Memontum.com, beberapa etalase yang ada di sisi Selatan sudah mulai tertata dan berjejer dengan rapi di masing-masing sekat yang telah dipasang. Bahkan, instalasi kelistrikan juga telah siap digunakan. Namun, untuk di sisi Utara masih terlihat beberapa pekerja masih membuat sekat dan penempatan etalase. Selain itu, juga masih ada ruang kosong yang belum terisi etalase. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192211</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Proses Pencarian Dua Bocah SD Hanyut di Sungai Brantas Belum Ditemukan </title>
		<link>https://memontum.com/proses-pencarian-dua-bocah-sd-hanyut-di-sungai-brantas-belum-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[belum]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[dua]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191403</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Upaya pencarian dua bocah SD hanyut di Sungai atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, Kota Malang, terus dilakukan hingga Selasa (20/06/2023) tadi. Bahkan, sedikitnya tujuh tim gabungan juga diterjunkan untuk melakukan proses pencarian terhadap keduanya. Komandan Tim Pencarian, Basarnas Surabaya, Andy Pamuji, menyampaikan jika tujuh tim tersebut bergerak menyisir sungai dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Upaya pencarian dua bocah SD hanyut di Sungai atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, Kota Malang, terus dilakukan hingga Selasa (20/06/2023) tadi. Bahkan, sedikitnya tujuh tim gabungan juga diterjunkan untuk melakukan proses pencarian terhadap keduanya.</p>



<p>Komandan Tim Pencarian, Basarnas Surabaya, Andy Pamuji, menyampaikan jika tujuh tim tersebut bergerak menyisir sungai dengan menggunakan berbagai jenis perahu. Diantaranya,&nbsp; empat perahu karet, dua perahu kayak dan 15 tubing. “Kami mengerahkan tujuh tim untuk melalukan pencarian. Area pencarian dari lokasi kejadian sampai dengan DAM Sengguruh,” kata Andy, Selasa (20/06/223) tadi.</p>



<p>Kemudian, dikatakan jika area pencarian korban tersebut dibagi menjadi tiga titik wilayah. Untuk titik pertama, dimulai dari lokasi kejadian di wilayah Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang hingga Jembatan Kendalpayak, Kabupaten Malang dengan jarak sekitar 3,4 kilometer. Titik ke dua, dari Jembatan Kendalpayak hingga Bendungan Bloboh, Kabupaten Malang, dengan jarak 9,7 kilometer. Lalu, titik terakhir dari Bendungan Bloboh hingga Bendungan Sengguruh dengan jarak 8 kilometer.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Hingga pukul 11.00, belum ada tanda-tanda ditemukannya kedua korban. Apalagi, rata-rata dari semua titik itu sudah mencapai jarak separuh dari target, sementara masih belum ada tanda-tanda,” lanjutnya.</p>



<p>Pihaknya juga menceritakan, jika ada beberapa kendala yang dihadapi, yaitu derasnya arus air sungai dan kontur yang berbatuan. Selain itu, juga karena pintu DAM Sengguruh yang dibuka, sehingga mempengaruhi kecepatan air sungai. “Kendala arus memang sangat deras, disamping kontur Sungai Brantas juga berbatu, dan DAM Sengguruh dibuka mempengaruhi besar kecilnya arus,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, hingga saat ini operasi pencarian korban hanyut masih terus berlanjut dengan melibatkan kerja sama antara Basarnas Surabaya, relawan dan sejumlah pihak berwenang. Hanya saja, dimana keberadaan keduanya, masih belum teridentifikasi.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, dua bocah siswa SD berinisial PW (10) dan Rf (11), warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dikabarkan hilang terseret arus Sungai Brantas, tidak jauh dari rumahnya, Senin (19/06/2023) kemarin. Kejadian itu, berlangsung dari sepulang sekolah. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191403</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
