<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bengawan solo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bengawan-solo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Dec 2019 11:11:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bengawan solo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Air Bengawan Solo Sudah Layak Pakai, Bupati Fadeli Perintahkan Dinas Terkait Dampingi Petani secara Intensif</title>
		<link>https://memontum.com/air-bengawan-solo-sudah-layak-pakai-bupati-fadeli-perintahkan-dinas-terkait-dampingi-petani-secara-intensif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Dec 2019 11:11:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102815-air-bengawan-solo-sudah-layak-pakai-bupati-fadeli-perintahkan-dinas-terkait-dampingi-petani-secara-intensif</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemkab Lamongan mencabut larangan menggunakan air sungai Bengawan Solo untuk kebutuhan para petani. Surat pencabutan itu berlaku sejak, Senin (23/12/2019). Sebelumnya, Pemkab setempat mengeluarkan imbauan kepada para petani agar tidak menggunakan air Bengawan Solo karena tercemar limbah tekstil asal Jawa Tengah. Surat pencabutan larangan itu dikeluarkan Pemkab Lamongan setelah sebelumnya pihak terkait [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemkab Lamongan mencabut larangan menggunakan air sungai Bengawan Solo untuk kebutuhan para petani. Surat pencabutan itu berlaku sejak, Senin (23/12/2019).</p>
<p>Sebelumnya, Pemkab setempat mengeluarkan imbauan kepada para petani agar tidak menggunakan air Bengawan Solo karena tercemar limbah tekstil asal Jawa Tengah.</p>
<p>Surat pencabutan larangan itu dikeluarkan Pemkab Lamongan setelah sebelumnya pihak terkait yakni Perum Jasa Tirta, Dinas Lingkungan Hidup dan PDAM Kabupaten Lamongan, menguji sampel air. Hasilnya, air dinyatakan sudah normal dan layak digunakan untuk kebutuhan pertanian.</p>
<p>&#8220;Statusnya sudah kita cabut karena kondisi air sudah kembali normal,&#8221; Kata Bupati Lamongan, H. Fadeli, SH, MM. Rabu, (25/12/2019).</p>
<p>Tak hanya itu, sebelumnya diketahui air Bengawan Solo yang semula berwarna hitam kecoklatan dampak tercemar limbah tekstil dari Jawa Tengah itu kini sudah kembali normal kendati dipengaruhi intensitas curah hujan yang tinggi.</p>
<p>&#8220;Karena hujan sangat lebat dan terjadi terus menerus akhirnya air sungai menjadi jernih kembali. Ini merupakan kabar gembira bagi para petani karena sebagian di antara mereka ada yang sudah mulai bercocok tanam,&#8221; Ujanya menegaskan.</p>
<p>Selain itu, mulai kemarin surat pencabutan status bahaya air Bengawan Solo juga sudah dikirim ke beberapa kecamatan untuk ditindaklanjuti. Bahkan Bupati Fadeli juga meminta agar surat tersebut ditindaklanjuti ke desa-desa.</p>
<p>&#8220;Kami minta agar surat pencabutan status air bengawan solo segera ditindak lanjuti, karena hampir sebagian warga di Lamongan khususnya para petani yang mengantungkan air Bengawan Solo untuk mengairi sawah dan budidaya ikan di tambak,&#8221; Himbaunya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://lamongan.memontum.com/1213-bengawan-solo-diduga-tercemar-limbah-tekstil-dari-jawa-tengah-pemkab-lamongan-imbau-petani-tak-gunakan-air-sementara-waktu" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bengawan Solo Diduga Tercemar Limbah Tekstil dari Jawa Tengah, Pemkab Lamongan Imbau Petani Tak Gunakan Air Sementara Waktu</a></p>
<p>Tak hanya itu, Fadeli juga menegaskan agar kepada Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan terus melakukan pendampingan penuh kepada para petani secara intensif.</p>
<p>&#8220;Saya perintahkan kepada dinas-dinas terkait agar terus melakukan pendampingan secara intensif. Karena selama ini, para petani kita sudah menjadi penyumbang beras terbesar nomor tiga di Indonesia,&#8221; Tandasnya menegaskan. <strong>(aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102815</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bengawan Solo Diduga Tercemar Limbah Tekstil dari Jawa Tengah, Pemkab Lamongan Imbau Petani Tak Gunakan Air Sementara Waktu</title>
		<link>https://memontum.com/bengawan-solo-diduga-tercemar-limbah-tekstil-dari-jawa-tengah-pemkab-lamongan-imbau-petani-tak-gunakan-air-sementara-waktu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2019 13:07:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102535-bengawan-solo-diduga-tercemar-limbah-tekstil-dari-jawa-tengah-pemkab-lamongan-imbau-petani-tak-gunakan-air-sementara-waktu</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengeluarkan surat imbauan kepada para petani. Surat itu berisi permintaan agar para petani sementara waktu tidak menggunakan air Sungai Bengawan Solo untuk mengairi tanaman padi dan budidaya ikan di tambak. Hal ini disebabkan karena air sungai diduga tercemar limbah tekstil dari Provinsi Jawa Tengah. &#8220;Kita imbau kepada masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengeluarkan surat imbauan kepada para petani. Surat itu berisi permintaan agar para petani sementara waktu tidak menggunakan air Sungai Bengawan Solo untuk mengairi tanaman padi dan budidaya ikan di tambak.</p>
<p>Hal ini disebabkan karena air sungai diduga tercemar limbah tekstil dari Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-102536" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191218-WA0000.jpg?resize=720%2C982&#038;ssl=1" alt="" width="720" height="982" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191218-WA0000.jpg?w=720&amp;ssl=1 720w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191218-WA0000.jpg?resize=220%2C300&amp;ssl=1 220w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191218-WA0000.jpg?resize=600%2C818&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191218-WA0000.jpg?resize=200%2C273&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Kita imbau kepada masyarakat khususnya para petani agar sementara waktu ini tidak menggunakan air Bengawan Solo karena masih tercemar limbah,&#8221; kata Bupati Lamongan, Fadeli usai menghadiri apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2019 di alun-alun Lamongan, Kamis (19/12/2019).</p>
<p>Surat itu, lanjut Fadeli juga sudah disampaikan kepada beberapa camat di Lamongan. Mereka diminta secepatnya memberikan sosialisasi kepada desa-desa yang petaninya menggantungkan air Bengawan untuk mengairi sawah dan budidaya ikan.</p>
<p>&#8220;Saat hasil uji sampel yang dilakukan Dinas Lingkungan hidup diketahui bahwa air ini tidak baik untuk sawah dan ikan. Kami pun langsung memerintahkan untuk sementara waktu masyarakat tak menggunakan air Bengawan,&#8221; Ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan penelitian itu, terang Fadeli, air di Bengawan Solo tercampur zat kimia berbahaya. Ia berharap turunnya hujan pada beberapa hari terakhir bisa mengurangi kadar polutan dalam air.</p>
<p>&#8220;Semua tercemar limbah, semoga bisa segera hilang, selain itu, air juga mengalir dari atas ke bawah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tak hanya itu, Fadeli menegaskan, saat ini Pemerintah bersama kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPA) juga bakal mencari solusi yang tepat untuk menanggulangi persoalan ini.</p>
<p>&#8220;Tentunya kita akan mencari solusi terbaik karena sebagian petani juga sudah ada yang mulai tanam padi. Mungkin bisa mengandalkan air hujan terlebih dahulu, sembari menunggu kualitas air di Bengawan Solo kembali normal,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Direktur PDAM Lamongan, Ali Mahfud sebelumnya juga sudah menegaskan jika air sungai Bengawan Solo masih mengalami perubahan warna dari jernih menjadi hitam kecoklatan. Ia menduga air tersebut tercemar limbah tekstil akibat pembuangan limbah yang berada di Sungai Samin. Anak sungai Bengawan Solo.</p>
<p>&#8220;PDAM juga menetralisir air yang bercampur limbah tekstil itu dengan memberikan kaporit lebih banyak dari ukuran sebelumnya,&#8221; Katanya menandaskan. <strong>(aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102535</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Lamongan: Sedikitnya Ada 10 Lokasi Rawan Longsor di Sepanjang Sungai Bengawan Solo</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-lamongan-sedikitnya-ada-10-lokasi-rawan-longsor-di-sepanjang-sungai-bengawan-solo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2019 12:15:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Rawan Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100061-bpbd-lamongan-sedikitnya-ada-10-lokasi-rawan-longsor-di-sepanjang-sungai-bengawan-solo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Beberapa desa dengan jumlah penduduk mencapai ribuan jiwa, di empat Kecamatan diduga terancam mengalami longsor di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo, Kabupaten Lamongan. Hal itu diungkapkan Muslimin selaku Kepala seksi tanggap darurat BPBD Lamongan. Selasa (19/11/2019). Ia mengatakan, pada tahun ini, sedikitnya ada 10 lokasi rawan longsor di sepanjang bantaran Sungai Bengawan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Beberapa desa dengan jumlah penduduk mencapai ribuan jiwa, di empat Kecamatan diduga terancam mengalami longsor di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo, Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Muslimin selaku Kepala seksi tanggap darurat BPBD Lamongan. Selasa (19/11/2019). Ia mengatakan, pada tahun ini, sedikitnya ada 10 lokasi rawan longsor di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo.</p>
<p>“Untuk jumlahnya semakin bertambah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, saat itu hanya terdapat enam titik dan ada di empat kecamatan rawan longsor diantaranya di Kecamatan Maduran, Karanggeneng, Laren, Babat dan Kecamatan Kalitengah,” Kata Muslimin.</p>
<p>Tak hanya itu, dijelaskan Muslimin, bertambahnya kawasan rawan titik longsor tersebut disebabkan oleh kemarau yang berkepanjangan. Sehingga menyebabkan berkurangnya debit volume air dan mengeringnya sungai Bengawan Solo dan menjadi pemicu retakan tanah dipermukaan.</p>
<p>Dicontohkan Muslimin, diantaranya sudah terjadi di dua desa yakni Desa Pelangwot Kecamatan Laren dan Bedahan Kecamatan Babat terdapat rumah warga yang terdampak akibat mengeringnya air sungai Bengawan Solo.</p>
<p>“Karena sepanjang sejarah, diketahui baru tahun ini terjadi, air sungai Bengawan Solo stoknya sampai habis. Sehingga dapat menimbulkan retakan tanah yang semula tertahan oleh banyaknya air. Dan sekarang justru mengalami kekeringan sehingga menyebabkan retakan tanah pun terjadi,” Jelasnya.</p>
<p>Selain itu, dari sepuluh titik lokasi rawan longsor ini, diketahui saat sejumlah petugas BPBD Lamongan selama sepekan terakhir menelusuri lokasi bantaran sungai Bengawan Solo dari Kecamatan Kalitengah hingga Kecamatan Babat.</p>
<p>Sehingga, BPBD Lamongan mengimbau kepada seluruh warga yang berada di Desa Pelangwot, Keduyung, Mojoasem, Kecamatan Laren, Bedahan Kecamatan Babat, dan sejumlah desa yang berada di dekat Bengawan Solo, agar berhati-hati karena rawan longsor.</p>
<p>“Dalam cacatan kami, longsor terparah ada di Desa Pelangwot, kendati sudah ada beberapa rumah warga bersama material tanahnya hanyut ke sungai,” ujarnya menandaskan. <strong>(aju/zen/yN)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100061</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu dari Tiga Perahu di Bengawan Solo Berhasil Diangkat</title>
		<link>https://memontum.com/satu-dari-tiga-perahu-di-bengawan-solo-berhasil-diangkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2019 13:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kuno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99497-satu-dari-tiga-perahu-di-bengawan-solo-berhasil-diangkat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Baru satu unit perahu baja yang telah diserah terimakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kini mulai dilakukan proses konservasi. Perahu tersebut diduga sebagai alat transportasi serdadu di masa Perang Dunia pertama itu dilakukan langsung oleh Balai Konservasi Borobudur. “Ini adalah bukti yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang”, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Baru satu unit perahu baja yang telah diserah terimakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kini mulai dilakukan proses konservasi. Perahu tersebut diduga sebagai alat transportasi serdadu di masa Perang Dunia pertama itu dilakukan langsung oleh Balai Konservasi Borobudur.</p>
<p>“Ini adalah bukti yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang”, ujar Direktur Utama Pelestarian Cagar Budaya Masyarakat (PCBM) Fitrah Arda, saat serah terima temuan kapal baja peninggalan zaman kolonial Belanda di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99499" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kapal yang ditemukan diduga merupakan alat angkut militer pada masa Perang Dunia I, sekitar tahun 1901-1930. Panjang kapal baja yang ditemukan adalah 7,6 m yang terdiri dari 2 potong, dengan panjang tiap potong kapal adalah 3,38 m. Menurut Kepala BPCB Jatim Andi Muh Said, diperkirakan terdapat kurang lebih 70 buah kapal, namun yang ditemukan baru 3 buah.</p>
<p>Dia menyatakan bahwa ada bagian kapal yang sengaja dilubangi untuk ditenggelamkan. Penemuan kapal baru terjadi di tahun ini, dikarenakan permukaan air Bengawan Solo turun paling rendah dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Sedangkan Sri wahyuni, selaku staf Balai Konservasi Borobudur yang diterjunkan ke Lamongan mengatakan, konservasi terhadap perahu tersebut dilakukan dengan cara tradisional.</p>
<p>&#8220;Nanti pembersihan bagian yang sudah korosi menggunakan air perasan jeruk nipis, jadi kita masih menggunakan cara tradisional,&#8221; kata Yuni.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99498" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Selain itu, ia menjelaskan, proses konservasi dimulai dengan membersihkan badan kapal dari sisa-sisa lumpur serta organisme yang masih menempel.</p>
<p>&#8220;Yang ada di dalam kita bersihkan, yang ada organismenya, kayak yang menempel putih-putih di dalam itu,&#8221; tuturnya. Minggu, (10/11/2019).</p>
<p>Setelah dibersihkan dan dikeringkan, Lanjut Yuni, tahap selanjutnaya adalah mebersihkan bagian-bagian yang mengalami korosi, dengan menggunakan air perasan jeruk nipis.</p>
<p>&#8220;Air perasan jeruk nipis dicampur dengan air sumur, perbandingannya 1:1, kemudian nanti kita gosokkan sampai korosinya hilang, kemudian kita bersihkan dengan air,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://lamongan.memontum.com/890-ketiga-perahu-peninggalan-kolonial-belanda-dijadikan-koleksi-baru-di-waduk-gondang" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ketiga Perahu Peninggalan Kolonial Belanda Dijadikan Koleksi Baru di Waduk Gondang</a></p>
<p>Lebih lanjut, Yuni mengatakan, proses konservasi satu unit perahu tidak membutuhkan waktu lama, sebab perahu terbuat dari bahan berkualitas dan terlindungi oleh cat, sehingga tidak mengalami korosi yang parah meskipun terendam di Bengawan Solo selama puluhan tahun.</p>
<p>&#8220;Karena korosinya yang aktif itu hanya sedikit sekali, paling sekitar dua hari itu sudah cukup,&#8221; kata Yuni menjelaskan.</p>
<p>Seperti diketahui sebelumnya, satu dari tiga buah perahu yang berada di dasar Bengawan Solo telah berhasil diangkat dan langsung diserah terimakan kepada Pemkab Lamongan dan masih dilakukan konservasi. Sementara dua perahu lainnya masih dalam proses pengangkatan dari Bengawan Solo. <strong>(Tyo/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99497</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Debit Air Bengawan Solo Minim, PDAM Lamongan Sebut Stok Cukup Sampai November</title>
		<link>https://memontum.com/debit-air-bengawan-solo-minim-pdam-lamongan-sebut-stok-cukup-sampai-november</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2019 14:23:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<category><![CDATA[PDAM Lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98419-debit-air-bengawan-solo-minim-pdam-lamongan-sebut-stok-cukup-sampai-november</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Lamongan &#8211; Dampak menyusutnya debit air bengawan solo di Lamongan semakin meluas. Hal itu disebabkan akibat kemarau panjang yang cukup ekstrim. Bahkan tak hanya mengancam kebutuhan air untuk irigasi. Namun juga untuk kebutuhan air minum, seperti yang ditangani Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Dikatakan Direktur PDAM Lamongan, Ali Mahfud, debet air sungai terpanjang di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memomtum Lamongan</strong> &#8211; Dampak menyusutnya debit air bengawan solo di Lamongan semakin meluas. Hal itu disebabkan akibat kemarau panjang yang cukup ekstrim. Bahkan tak hanya mengancam kebutuhan air untuk irigasi. Namun juga untuk kebutuhan air minum, seperti yang ditangani Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).</p>
<p>Dikatakan Direktur PDAM Lamongan, Ali Mahfud, debet air sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut hanya dapat memenuhi air baku PDAM Lamongan.</p>
<p>&#8220;Ya, hanya bisa mencukupi sampai awal bulan depan saja (Nopember, red),&#8221; katanya. Selasa (22/10/2019)</p>
<p>Ditegaskan olehnya, Kepastian terbatasnya air itu ia dapatkan dari Perum Jasa Tirta 1. Jadi PDAM Lamongan yang mengambil suplai air dari wilayah barat bendung gerak Babat akan mengalami dampak sesuai yang diinformasikan Jasa Tirta 1.</p>
<p>Selain itu, Volume air bengawan solo terus mengalami penyusutan dan berimbas pada bahan baku untuk PDAM Lamongan.</p>
<p>&#8220;Karena air baku perusahaan kami masih mengandalkan air bengawan solo yang diambil di Babat,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ali Mahfud menjelaskan pada awal November depan, stok sudah berada di level terendah untuk ketersediaan bahan baku.</p>
<p>Menurut Informasi yang didapat dari Perum Jasa Tirta, kata Manfud, juga didukung informasi perkembangan debit air bengawan solo setiap minggu dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.</p>
<p>&#8220;Dengan kondisi debit yang semakin menipis, berbagai upaya sudah kami lakukan untuk mengantisipasi diantaranya, dengan pemasangan pompa penyedot air baku (pompa intake) di jembatan Babat, agar bisa mencapai bagian bengawan yang terdalam,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Tak hanya itu, Jelas Maksum, Pompa apung atau (ponton) tersebut nantinya akan diletakkan di titik terendah supaya air baku masih tetap ada.</p>
<p>&#8220;Pompa ini akan dipindah ke lokasi yang masih berpotensi ada sumber. Kemudian ditambah kolaran (pipa hisap),&#8221;jelasnya.</p>
<p>Bahkan, Pipa ini akan dimasukkan hingga kedalaman 22 meter. Biasanya hanya 15-17 meter.</p>
<p>&#8220;Selain itu sumur pengumpul juga diaktifkan untuk memaksimalkan ketersediaan air baku, ujarnya menegaskan.</p>
<p>Masih Menurut Mahfud, jika bahan baku berkurang, otomatis ketersediaan stok air untuk didistribusikan kepada pelanggan juga terganggu.</p>
<p>&#8221; tidak menutup kemungkinan pasokan ke pelanggan digilir perwilayah,&#8221; katanya menjelaskan.</p>
<p>&#8220;Pasokannya jelas menurun, seban ditambah sejumlah wilayah di Lamongan yang tidak memiliki jalur PDAM yang mengalami kekeringan juga mengajukan dropping air bersih kepada PDAM.</p>
<p>Karena itu, dia berharap pengeboran atau pemasangan pompa intake di bawah jembatan Babat itu bisa menambah debit air baku.</p>
<p>&#8220;Kita sudah berusaha maksimal mulai sekarang, sebelum air benar-benar habis,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Padahal, pihaknya juga sangat tergantung dari bendung gerak Babat dan Bojonegoro.</p>
<p>Kedua bendungan itu yang mengatur ketersediaan air Benhawan Solo yang jadi sentra sumber air baku PDAM Lamongan, khususnya saat musim kemarau seperti saat ini.</p>
<p>&#8220;Harapannya, segera turun hujan sebelum sampai habisnya air baku, &#8221; ungkapnya. <strong>(aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98419</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemendikbud Janji Saksikan Pengangkatan 3 Perahu Kuno di Lamongan</title>
		<link>https://memontum.com/kemendikbud-janji-saksikan-pengangkatan-3-perahu-kuno-di-lamongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2019 14:19:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kuno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98415-kemendikbud-janji-saksikan-pengangkatan-3-perahu-kuno-di-lamongan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), mengaku kepincut mendengar penemuan perahu baja yang diduga peninggalan kolonial di Sungai Bengawan Solo Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Bahkan, Tim Kemendikbud pun berencana datang guna menyaksikan pengangkatan perahu yang saat ini masih tenggelam dan belum dievakuasi di dasar sungai terbesar di Pulau Jawa. “Tim dari Kemendikbud [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), mengaku kepincut mendengar penemuan perahu baja yang diduga peninggalan kolonial di Sungai Bengawan Solo Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.</p>
<p>Bahkan, Tim Kemendikbud pun berencana datang guna menyaksikan pengangkatan perahu yang saat ini masih tenggelam dan belum dievakuasi di dasar sungai terbesar di Pulau Jawa.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-98416" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/Falahi-Mubarok_Temuan-Perahu-Di-Duga-Zaman-Belanda_000-1-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/Falahi-Mubarok_Temuan-Perahu-Di-Duga-Zaman-Belanda_000-1-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/Falahi-Mubarok_Temuan-Perahu-Di-Duga-Zaman-Belanda_000-1-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/Falahi-Mubarok_Temuan-Perahu-Di-Duga-Zaman-Belanda_000-1-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/Falahi-Mubarok_Temuan-Perahu-Di-Duga-Zaman-Belanda_000-1-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Tim dari Kemendikbud juga sudah memberikan kepastian melakukan pendampingan secara langsung ketika pengangkatan perahu tersebut,” kata Kabid Kebudayaan Disbudpar Lamongan, Mifta Alamuddin, Selasa (22/10 /2019).</p>
<p>Disinggung terkait rencana kedatangan ke lokasi penemuan, Alamuddin mengaku, Kemendikbud sudah memberikan arahan. Sehingga nanti saat pengangkatannya langsung didampingi oleh tim kementerian, sekaligus mengobservasi temuan tersebut.</p>
<p>&#8220;Untuk proses observasi perahu baja yang diperkirakan dari masa perang kolonial tersebut, tim Kemendikbud akan berada di Lamongan hingga perahu berhasil dievakuasi,” ungkapnya.</p>
<p>Diketahui sebelumnya, pada temuan 3 perahu baja tanpa las saat debit sungai Bengawan Solo surut, memantik perhatian BPCB Jatim untuk datang ke lokasi penemuan dan melakukan observasi serta merekomendasikan pengangkatan terhadap bangkai perahu tersebut. <strong>(tyo/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98415</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bengawan Solo Longsor, Puluhan Warga Lamongan Kehilangan Tempat Tinggal</title>
		<link>https://memontum.com/bengawan-solo-longsor-puluhan-warga-lamongan-kehilangan-tempat-tinggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2019 10:57:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/93411-bengawan-solo-longsor-puluhan-warga-lamongan-kehilangan-tempat-tinggal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kurang lebih dalam kurun waktu satu minggu, 23 warga di Dusun Gendong, Desa Laren, Kabupaten Lamongan, kehilangan tempat tinggal akibat tergerus erosi longsor bengawan solo. Data yang diperoleh menyebutkan, bantaran sungai Bengawan Solo yang longsor mengakibatkan sebanyak tujuh rumah yang tidak bisa dijadikan tempat tinggal. Ketujuh rumah yang rusak parah tersebut adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kurang lebih dalam kurun waktu satu minggu, 23 warga di Dusun Gendong, Desa Laren, Kabupaten Lamongan, kehilangan tempat tinggal akibat tergerus erosi longsor bengawan solo.</p>
<p>Data yang diperoleh menyebutkan, bantaran sungai Bengawan Solo yang longsor mengakibatkan sebanyak tujuh rumah yang tidak bisa dijadikan tempat tinggal. Ketujuh rumah yang rusak parah tersebut adalah milik Aisah, Marwan, Mustofa, Kasmadi, Sumartun, Harmaji dan Asma’un.</p>
<p>Selain itu, sebuah mushola juga tidak bisa digunakan. Kini puluhan rumah warga yang lain juga terpaksa harus dibongkar. Demikian ini agar ikut hanyut bersama material tanah saat terjadinya longsor susulan.</p>
<p>Kepala Dusun Gendong, Muntholib mengatakan, longsor yang terjadi di bantaran Sungai Bengawan Solo tersebut hingga kini terus meluas, Semula sepanjang 500 meter menjadi 600 meter dengan kedalaman mencapai 10 meter</p>
<p>“Tidak ada rumah warga yang ikut hanyut saat terjadinya longsor, hanya mengalami kerusak saja. Agar tidak hanyut warga berinisiatif membongkar dan mengevakuasi perabot rumah tangga ketempat yang lebih aman,” katanya. Sabtu (21/9/2019)</p>
<p>Meski begitu, warga dihantui ketakutan dan memutuskan untuk sementara numpang tinggal di rumah kerabat terdekat. “Mereka terpaksa mengungsi di rumah sanak saudara mereka masing-masing, untuk sementara waktu. Sebagian diantaranya membuat rumah semi permanen di tanah desa.”ungkap Muntholib.</p>
<p>Muntholib, menambahkan. Sebagian warga masih bertahan di rumah yang berpotensi longsor susulan, Padahal membahayakan. karena bisa merobohkan tempat tinggal mereka.</p>
<p>Untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa, ratusan warga yang saat ini masih tinggal di lokasi rawan longsor, diminta untuk tetap waspada.</p>
<p>“Ada yang masih tinggal, soalnya kalau pindah tidak tahu kemana,” keluhnya.</p>
<p>Warga hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah dan pihak Bengawan Solo turun tangan membantu korban terdampak longsor.<strong> (son/sgg/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93411</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasca Banjir Bengawan Solo, Warga Mulai Bersih-bersih</title>
		<link>https://memontum.com/pasca-banjir-bengawan-solo-warga-mulai-bersih-bersih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2019 16:57:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=80816</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Sebagian warga terdampak mulai membersihkan rumah dari endapan lumpur yang tersisa dari banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Lamongan yang sempat menggenang selama lebih kurang 3 hari. &#8220;Alhamdulillah sudah surut sejak semalam, tinggal bersih-bersih saja,&#8221; kata salah satu ibu warga Desa Plangwot, Aksanatul Munawaroh, Senin (11/3/2019). Selain rumah, sejumlah fasilitas umum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Sebagian warga terdampak mulai membersihkan rumah dari endapan lumpur yang tersisa dari banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Lamongan yang sempat menggenang selama lebih kurang 3 hari. &#8220;Alhamdulillah sudah surut sejak semalam, tinggal bersih-bersih saja,&#8221; kata salah satu ibu warga Desa Plangwot, Aksanatul Munawaroh, Senin (11/3/2019).</p>
<p>Selain rumah, sejumlah fasilitas umum yang sempat terendam banjir juga mulai dibersihkan dari lumpur yang sempat menggenang saat banjir. Seperti yang terjadi di SDN Plangwot 1 Desa Plangwot, Kecamatan Laren yang sempat terendam juga sudah mulai digunakan kembali untuk aktivitas belajar mengajar.</p>
<p>&#8220;Sudah surut, jadi kita kembali ke gedung sekolah untuk aktivitas belajarnya,&#8221; ujar Sri Asih, guru SDN Plangwot 1. Banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo di Lamongan sempat merendam 5 kecamatan di Lamongan. Di Kecamatan Laren, yang merupakan kecamatan dengan desa terbanyak terkena banjir, juga sudah mulai surut.</p>
<p>Sementara, papan ukur ketinggian air Bengawan Solo yang ada di Lamongan juga sudah diturunkan dari status Siaga Merah menjadi Siaga Kuning. Papan ukur yang ada di Babat saat ini menunjuk pada angka 7.59 skala Pheiscal dengan status Siaga Kuning, sementara papan ukur di Laren debit air Bengawan Solo berada di ketinggian 5.37 skala Pheiscal dengan status Siaga Kuning. Status Siaga Kuning juga terlihat di papan ukur yang ada di Karanggeneng dan Kuro. <strong>(ifa/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">80816</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Rumah Warga di Lamongan Terendam Luapan Bengawan Solo</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-rumah-warga-di-lamongan-terendam-luapan-bengawan-solo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2019 15:10:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=80722</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Meluapnya air Bengawan Solo menyebabkan ratusan rumah warga di wilayah Kabupaten Lamongan terendam. Yuhronur Effendi, Ketua Satlak Penanggulangan Bencana Daerah Lamongan mengatakan ratusan rumah warga yang terendam tersebut tersebar di lima kecamatan, diantaranya berada Kecamatan Babat, Laren, Maduran, Sekaran dan Babat. &#8220;Rumah yang terendam sekitar 400 an dari lima kecamatan, akan tetapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Meluapnya air Bengawan Solo menyebabkan ratusan rumah warga di wilayah Kabupaten Lamongan terendam. Yuhronur Effendi, Ketua Satlak Penanggulangan Bencana Daerah Lamongan mengatakan ratusan rumah warga yang terendam tersebut tersebar di lima kecamatan, diantaranya berada Kecamatan Babat, Laren, Maduran, Sekaran dan Babat.</p>
<p>&#8220;Rumah yang terendam sekitar 400 an dari lima kecamatan, akan tetapi tujuh kecamatan yang rawan banjir tetap kita pantau,&#8221; kata Yuhronur yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten Lamongan. Minggu (10/3/2019).</p>
<div id="attachment_80725" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190307-WA0009-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-80725" decoding="async" class="size-full wp-image-80725" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190307-WA0009-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="BPBD Lamongan saat melakukan peninjauan rumah warga yang terendam banjir akibat luapan air bengawan solo" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190307-WA0009-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190307-WA0009-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190307-WA0009-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190307-WA0009-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190307-WA0009-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-80725" class="wp-caption-text"><strong>BPBD Lamongan saat melakukan peninjauan rumah warga yang terendam banjir akibat luapan air bengawan solo</strong></p></div>
<p>Berdasarkan data BPBD Lamongan, ada sebanyak 16 desa di 5 kecamatan yang terimbas banjir dintaranya Kelurahan Banaran di Kecamatan Babat, Desa Jangkungkusumo di Kecamatan Maduran, Desa Mertani di Kecamatan Karanggeneng. Di Kecamatan Glagah, banjir merendam 4 desa, yaitu Desa Meluwur, Karangturi, Konang dan Mendolo.</p>
<p>&#8220;Dan untuk kecamatan Laren terbanyak yang terkena imbas luapan Bengawan Solo, yaitu Desa Durikulon, Keduyung, Pesanggrahan, Bulutigo, Mojoasem, Plangwot, Laren, Siser dan Centini,&#8221; ujarnya. Menurutnya, untuk mengantisipasi adanya banjir ini, BPBD Lamongan telah mempersiapkan sejak awal musim penghujan.</p>
<p>&#8220;Di sejumlah tempat di Lamongan mejadi siklus banjir, mengalami banjir, jadi kami sudah persiapkan lebih awal. Beberapa hal sudah kami persiapkan diantaranya alat berat, gedek sesek dan sak yang di isi pasir,&#8221; jelas Yuhronur. Misalnya, sambung Yuhronur, kemarin di Desa Meluwur Kecamatan Glagah. Setelah mendapatkan laporan dari warga, petugas BPDB langsung disiagakan alat berat sampai dengan saat ini.</p>
<p>“Selain itu, saat ini juga Pompa air sudah mengaktifkan. Dan terkait bantuan sudah kami persiapkan tinggal pendistribusiannya,” ungkapnya. Sementara untuk lahan pertanian, Yuhronur menyebutkan pihaknya hingga saat ini masih melakukan pendataan.</p>
<p>&#8220;Terkait lahan pertanian yang terendam, kami masih terus melakukan pendataan sehingga belum ada data pasti. Diperkirakan ada ratusan lahan pertanian,&#8221; tutur Yuhronur. <strong>(ifa/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">80722</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
