<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>benur &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/benur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:13:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>benur &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kapolres Banyuwangi Gerebek Penampung Benur Jaringan Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/kapolres-banyuwangi-gerebek-penampung-benur-jaringan-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2018 13:40:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[benur]]></category>
		<category><![CDATA[penggerebekan]]></category>
		<category><![CDATA[polres banyuwangi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/29126-kapolres-banyuwangi-gerebek-penampung-benur-jaringan-internasional</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8212; Kapolres Banyuwangi, AKBP Aditiyawarman didampingi Kasatpolairud Polres Banyuwangi, gerebeg penampungan Benur antar pulau, dan jaringan Internasional di rumah kos Eksecitive, Lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Selasa (27/2/2018) siang. Berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pedagang benur. Dari penggerebekan tersebut, aparat berhasil mengamankan jerigen berisi air laut, kolam penampungan benur, filter [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8212; Kapolres Banyuwangi, AKBP Aditiyawarman didampingi Kasatpolairud Polres Banyuwangi, gerebeg penampungan Benur antar pulau, dan jaringan Internasional di rumah kos Eksecitive, Lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Selasa (27/2/2018) siang. Berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pedagang benur.</p>
<p>Dari penggerebekan tersebut, aparat berhasil mengamankan jerigen berisi air laut, kolam penampungan benur, filter dan alat-alat bantu lainnya untuk pengiriman benur. Juga ditemukan benur-benur yang siap kirim dan benur yang sudah mati.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180227-WA0075-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-28808" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dikatakan AKBP. Aditiyawarman, dua orang yang diamankan itu, yakni Robi dan Iwan mempunyai peran sendiri-sendiri.</p>
<p>&#8220;Ada yang sebagai tukang bersih-bersih dan ada yang sebagai pengatur sirkulasi air dan mengawasi lingkungan atau tempat kos,&#8221; jelas Kapolres Banyuwangi ditempat Terjadi Perkara (TKP).</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180227-WA0084-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-29128" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180227-WA0084-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180227-WA0084-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180227-WA0084-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180227-WA0084-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Terkait penggerebekan ini, pihaknya akan mengembangkan kasus ini, karena hasil pengakuan dua orang yang diamankan ini, benur-benur itu didatang dari S.</p>
<p>&#8220;Kita akan kembangkan, apa peranan S itu,&#8221; terangnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">29126</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Resmob Polres Banyuwangi Bekuk Dua Pelaku Jubel Baby Lobster Ditengah Jalan</title>
		<link>https://memontum.com/resmob-polres-banyuwangi-bekuk-dua-pelaku-jubel-baby-lobster-ditengah-jalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Oct 2017 12:03:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Baby Lobster]]></category>
		<category><![CDATA[benur]]></category>
		<category><![CDATA[polres banyuwangi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/2029-resmob-polres-banyuwangi-bekuk-dua-pelaku-jubel-baby-lobster-ditengah-jalan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8212; Diduga jual beli Baby Lobster ilegal, dua warga asal Desa Keradenan diamankan Unit Reserse Mobil (Resmob) Polres Banyuwangi, Selasa (24/10/2017) malam. Mereka langsung dibawa ke Mapolres Banyuwangi. Mereka adalah, RAH (38) warga Dusun Curahpalung dan SWN warga Dusun Keradan, keduanya tinggal di Desa Keradenan, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Awal ditangkapnya kedua orang yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8212; Diduga jual beli Baby Lobster ilegal, dua warga asal Desa Keradenan diamankan Unit Reserse Mobil (Resmob) Polres Banyuwangi, Selasa (24/10/2017) malam. Mereka langsung dibawa ke Mapolres Banyuwangi. Mereka adalah, RAH (38) warga Dusun Curahpalung dan SWN warga Dusun Keradan, keduanya tinggal di Desa Keradenan, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.</p>
<p>Awal ditangkapnya kedua orang yang diduga sebagai penjual benur Baby Lobster ini mendapat informasi dari masyarakat. Dikatakan Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP Sodiq Effendi, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat soal jual beli baby lobster.</p>
<p>Kapolres Banyuwangi, AKBP Agus Yulianto SIK melalui Kasat Reskrim AKP Sodik Efendi menyampaikan, awalnya dia mendapat informasi adanya jual beli benur tersebut dari seorang warga. Unit Resmob pun dia turunkan untuk melakukan penyelidikan.</p>
<p>Nah, saat di TKP, unit Resmob mendapati dua orang mencurigakan berboncengan membawa satu teripung warna putih. Berdasarkan kecurigaan itu, akhirnya dilakukan lah pemeriksaan kepada dua orang tersebut beserta barang bawaannya. Setelah dilakukan pengecekan, di dalam teripung itu ada beberapa bungkusan plastik berisikan baby lobster.</p>
<p>&#8220;Kedua pelaku beserta barang bukti (BB) nya langsung kita diamankan. Hasil interogasi, ternyata benur-benur tersebut milik NRD yang beralamat di Desa Grajagan, Purwoharjo,&#8221; papar AKP Sodik Efendi, Rabu (25/10/2017).</p>
<p>Benur-benur tersebut, lanjut Kasatreskrim, diambil dari Grajagan sekitar pukul 15.00 Wib, kemudian dibawa kerumah RAH (38), untuk dipacking dan maunya hendak dikirim ke pemesan Mr X.</p>
<p>“Selain RAH dan SWN, kita juga amankan BB diantaranya 1 teripung berisikan kurang lbh 4080 ekor bibit lobster, 1 unit motor Honda Vario milik SWN, 1 tabung oksigen kecil, 2 buah alat pengatur suhu (airator), 2 teripung kosong, 1 jurigen (ukuran 30 liter) dan 1 jurigen (ukuran 5 liter) kosong bekas air laut, 4 corong kecil dan satu corong besar, 1 plastik karet gelang dan 2 keronjong saring,&#8221; bebernya.</p>
<p>Kedua pelaku bernama RAH dan SWN yang kini sudah naik kelas menjadi tersangka tersebut, harus rela menjadi penghuni hotel prodeo di rumah tahanan (Rutan) Mapolres Banyuwangi guna menjalani proses penyidikan.</p>
<p>&#8220;Keduanya kita sangkakan melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang RI Nomor 31 pasal 92 tahun 2004 dan pasal 88 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan serta Peraturan Menteri Kelautan Nomor 1 tahun 2015,” tegas AKP Sodik Efendi, seraya berjanji akan melakukan pengembangan kepada pemilik benur yang bernama NRD, warga Desa Grajakan, Purwoharjo. <strong>(har/yan)<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2029</post-id>	</item>
		<item>
		<title>8400 Benur Disimpan Dekat Gunung Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/8400-benur-disimpan-dekat-gunung-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Oct 2017 07:27:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[benur]]></category>
		<category><![CDATA[polsek poncokusumo]]></category>
		<category><![CDATA[ungkap kasus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/1004-8400-benur-disimpan-dekat-gunung-semeru</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Lagi, jajaran Polres Malang, berhasil menggerebek rumah yang dipakai untuk penyimpanan baby lobster atau benur. Giliran Reskrim Polsek Poncokusumo yang mengungkap kasus ini, Rabu (18/10/2017) pagi di rumah warga Desa Karanganyar. Lokasi penyimpanan baby lobster ini bukan berada di pinggir pantai atau dekat Malang Selatan sehingga ada Kecurigaan bahwa masih ada jaringan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Lagi, jajaran Polres Malang, berhasil menggerebek rumah yang dipakai untuk penyimpanan baby lobster atau benur. Giliran Reskrim Polsek Poncokusumo yang mengungkap kasus ini, Rabu (18/10/2017) pagi di rumah warga Desa Karanganyar.</p>
<p>Lokasi penyimpanan baby lobster ini bukan berada di pinggir pantai atau dekat Malang Selatan sehingga ada Kecurigaan bahwa masih ada jaringan kelompok penjual baby lobster. Sebab itu, penanganan kasusnya ditarik ke Polres Malang.</p>
 <em><strong>SITA :</strong> Anggota Polsek Poncokusumo di lokasi penggerebekan. <strong>(Foto Humas Polres Malang)</strong></em>
<p>Kapolres Malang, AKBP YS Ujung kepada <a href="https://www.memo-x.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Memo-x.com</a> dan memontum.com, menjelaskan bahwa untuk pengembangan kasus tersebut, kasus ditarik penanganannya ke Polres Malang. &#8220;Iya mas (pengepul&#8211;red). Sudah ditarik ke Polres, disidik di Polres, &#8221; ungkap Yade.</p>
<p>Kepada penyidik Polsek Poncokusumo, warga yang terlibat &#8220;diam seribu bahasa&#8221; alias tutup mulut. Penggerebekan Rabu pagi bertempat di rumah Ahmad Eni Pujianto (42) warga Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.</p>
<p>Ada 5 orang yang kemudian dimintai keterangannya oleh petugas Polsek Poncokusumo. Di rumah Ahmad, petugas menemukan bukti 3 dus berisi baby lobster. Tiap dus berisi 14 plastik. Tiap plastuj berisi 200 ekor baby lobster. Total sebanyak 8.400 ekor baby lobster.</p>
<p>Interogasi awal, jaringan ini akan membawanya ke Bandung Jawa Barat. Perbuatan jual beli baby lobster ini diduga melanggar Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan Juncto Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU nomer 31 tahun 2004 tentang perikanan.</p>
<p>Februari silam, Polres Malang dan Polsek Tirtoyudo berhasil meringkus 7 tersangka yang terlibat pencurian dan penjualan benur sebanyak 2000 ekor. Benur itu diakui tersangka pengambil, didapat dari Pantai Wedi Awu sekisaran Oktober 2016.</p>
<p>Pantai Wedi Awu berlokasi di Dusun Balearjo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Letaknya dipisahkan oleh Bukit Tumpak Wi dengan Pantai Lenggoksono. Pantai ini terbilang sepi dari wisatawan. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1004</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
