<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berada &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berada/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Mar 2024 07:31:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berada &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Salurkan Bantuan Sembako, Bupati Banyuwangi Rela Berada di Tengah Hutan Gunung Raung</title>
		<link>https://memontum.com/salurkan-bantuan-sembako-bupati-banyuwangi-rela-berada-di-tengah-hutan-gunung-raung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2024 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[berada]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<category><![CDATA[sembako]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206918</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Di tengah hutan di kaki Gunung Raung, siapa sangka tidak semata didapati pepohonan lebat. Namun, di kawasan itu juga ada perkampungan-perkampungan kecil yang dihuni oleh para pegawai perkebunan yang telah tinggal sudah berpuluh tahun lamanya. Salah satu perkampungan itu, adalah bernama Kampung Tlocor. Secara administratif, kampung tersebut masuk Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Di tengah hutan di kaki Gunung Raung, siapa sangka tidak semata didapati pepohonan lebat. Namun, di kawasan itu juga ada perkampungan-perkampungan kecil yang dihuni oleh para pegawai perkebunan yang telah tinggal sudah berpuluh tahun lamanya.</p>



<p>Salah satu perkampungan itu, adalah bernama Kampung Tlocor. Secara administratif, kampung tersebut masuk Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Sementara untuk mencapai tempat yang terpencil itu, perlu melalui jalan makadam yang cukup terjal sejauh lima kilometer.</p>



<p>&#8220;Di sini tidak kurang ada 18 kepala keluarga yang tinggal,” kata Kepala Desa Jambewangi, Masykur, saat mendampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang mengunjungi kampung itu, Kamis (22/02/2024) tadi.</p>



<p>Di perkampungan tersebut, Bupati Ipuk menyalurkan bantuan Sembako dari Program Banyuwangi Berbagi. Yaitu, aksi kolaboratif antara Kopri Banyuwangi, Baznas Banyuwangi beserta PUDAM Banyuwangi dan Bank Jatim. Hal ini sebagai upaya gotong royong menekan angka kemiskinan ekstrem di ujung timur Jawa.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Kami ingin memastikan semua warga Banyuwangi, yang masih prasejahtera tersentuh oleh program-program pemerintah. Bahkan, warga yang berada di sudut terpencil sekalipun,” tegas Bupati Ipuk.</p>



<p>Tidak hanya berupa penyaluran Sembako, Bupati Ipuk juga memastikan masyarakat setempat mendapatkan pelayanan dasar. Seperti halnya akses listrik, pendidikan dan kesehatan.</p>



<p>“Di sini sudah ada kelas jauh dari SDN 7 Jambewangi. Ada guru khusus dari Program Pemkab &#8216; Banywuangi Mengajar&#8217;. Sehingga, anak-anak tidak perlu turun ke bawah untuk sekolah,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Begitu pula dengan akses kesehatan. Disampaikan bahwa rutin setiap bulan para petugas kesehatan dari Puskesmas Sempu, melakukan cek kesehatan rutin. &#8220;Untuk ibu hamil yang telah mendekati waktu kelahiran, sudah ada rumah singgah di bawah. Sehingga, bisa segera mendapatkan penanganan medis saat diperlukan,” jelasnya.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk juga meminta maaf karena masih belum bisa memenuhi infrastruktur jalan. Selain karena keterbatasan anggaran, juga karena peraturan kawasan yang masuk wilayah hutan itu.</p>



<p>“Tapi, untuk akses listrik sudah terpenuhi. Bekerjasama dengan PLN, kini sudah ada listrik melalui tenaga hidro,” jelasnya.</p>



<p>Kehadiran Bupati Ipuk di tempat yang dikelilingi hutan pinus itu, sontak membuat warga terkejut. Karena, tidak pernah terbayangkan rumahnya bakal disambangi orang nomor satu di pemerintahan Banyuwangi itu.</p>



<p>“Baru kali ini ada bupati ke sini,” ungkap Ginanti (40), warga setempat.</p>



<p>Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sugiatin. Dirinya tampak antusias saat menerima kedatangan bupati. Sambil memeluk, ibu paruh baya itu mendoakan Bupati Ipuk.</p>



<p>&#8220;Semoga sehat terus. Bisa memimpin kami dengan baik,” ujarnya dengan logat Madura yang kental.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga mengunjungi Lingkungan Gunung Emas yang berada di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kecamatan Glenmore untuk menyalurkan bantuan. Dengan penanganan yang komprehensif dan melibatkan semua stakeholder, Bupati Ipuk berharap penanganan kemiskinan di Banyuwangi bisa teratasi secara efektif.</p>



<p>&#8220;Target kami, Banyuwangi bisa zero persen kemiskinan ekstrem,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Perlu diketahui, angka kemiskinan Banyuwangi turun signifikan selama 3 tahun. Terhitung tahun 2021, kemiskinan Banyuwangi di angka 8,07 persen, tahun 2023 turun jadi 7,34 dan menjadi angka kemiskinan terendah dalam sejarah Banyuwangi. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206918</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lantik Pengurus Sembilan DPC, Otto Hasibuan Tekankan Peradi Harus Berada di Tengah Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/lantik-pengurus-sembilan-dpc-otto-hasibuan-tekankan-peradi-harus-berada-di-tengah-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2023 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[berada]]></category>
		<category><![CDATA[hasibuan]]></category>
		<category><![CDATA[lantik]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus]]></category>
		<category><![CDATA[Peradi]]></category>
		<category><![CDATA[sembilan]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199376</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi), Otto Hasibuan, melantik sebanyak sembilan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi di salah satu hotel di Kota Malang, Jumat (06/10/2023) sore. Sejumlah pengurus yang dilantik, yakni Pengurus Peradi Malang, Sidoarjo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Lamongan, Tuban, Trenggalek dan Bangil, untuk masa jabatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi), Otto Hasibuan, melantik sebanyak sembilan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi di salah satu hotel di Kota Malang, Jumat (06/10/2023) sore. Sejumlah pengurus yang dilantik, yakni Pengurus Peradi Malang, Sidoarjo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Lamongan, Tuban, Trenggalek dan Bangil, untuk masa jabatan 2023-2028.</p>



<p>Selain melantik Pengurus Komisi Pengurus Daerah Malang-Sidoarjo, dalam kesempatan sama juga dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji Dewan Kehormatan Daerah Malang. Termasuk, pelantikan Pengurus Pusat Bantuan Hukum dan melantik Pengurus Young Lawyers Commitee.</p>



<p>Di sela-sela kegiatan, Otto Hasibuan mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Peradi Malang, sebagai tuan rumah. &#8220;Saya merasa bangga, sebanyak 500 orang lebih yang hadir dalam kegiatan ini. Saya melihat para Pengurus DPC Peradi juga bersemangat,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya ceremonial belaka. Namun,.para pengurus yang dilantik harus mampu melaksanakan cita-cita Peradi. &#8220;Peradi Harus berada di tengah-tengah masyarakat, bersama-sama masyarakat. Sehingga menjadi organisasi yang mampu memberikan bantuan hukum yang cuma-cuma kepada masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi dan politik,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dirinya juga berpesan, bahwa Peradi harus bisa memberikan bantuan kepada masyarakat tidak mampu dengan service yang terbaik. &#8220;Ketika memberikan bantuan cuma-cuma harus memberikan service terbaik. Memberikan bantuan hukum first class, meskipun tidak dibayar. Harus memberikan service yang sama dengan masyarakat yang mampu membayar,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua DPC Peradi Malang, Dian Aminudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah awal untuk menjalin kebersamaan antar DPC Peradi di regional Jawa Timur. &#8220;Mudah-mudahan ini menjadi awal dan bisa kita kembangkan pada kegiatan-kegiatan selanjutnya yang lebih menyentuh kepada permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199376</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usai Tetiba Dipindah dari TPA Tlekung ke Pendem, Mesin Pirolisis Ganti Berada di Temas</title>
		<link>https://memontum.com/usai-tetiba-dipindah-dari-tpa-tlekung-ke-pendem-mesin-pirolisis-ganti-berada-di-temas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Sep 2023 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berada]]></category>
		<category><![CDATA[dipindah]]></category>
		<category><![CDATA[pendem]]></category>
		<category><![CDATA[pirolisis]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197768</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Mesin Pirolisis yang dahulunya digunakan untuk mengolah sampah di TPA Tlekung dengan kapasitas kecil 30 sampai 50 ton perhari, kini keberadaannya telah berpindah lagi di lahan samping TPS Temas di Kelurahan Temas, Kecamatan/Kota Batu. Di mana seperti yang telah diberitakan, paska penutupan (pembatasan menurut DLH, red) TPA Tlekung, mesin itu secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Mesin Pirolisis yang dahulunya digunakan untuk mengolah sampah di TPA Tlekung dengan kapasitas kecil 30 sampai 50 ton perhari, kini keberadaannya telah berpindah lagi di lahan samping TPS Temas di Kelurahan Temas, Kecamatan/Kota Batu. Di mana seperti yang telah diberitakan, paska penutupan (pembatasan menurut DLH, red) TPA Tlekung, mesin itu secara tetiba di Halaman Kantor Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.</p>



<p>Lurah Temas, Adi Santoso, membenarkan bahwa Mesin Pirolisis itu sekarang posisinya ada di wilayah desanya. Sementara status Mesin Pirolisis tersebut, masih dalam penitipan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Memang benar ada mesin pengolah sampah dan sepertinya milik swasta di Temas. Kalau tidak salah, Sabtu (02/09/2023) atau Minggu (03/09/2023) yang lalu waktu malam hari, dibawa ke Temas. Saat itu, DLH menghubungi saya dan mengatakan akan ditempatkan di lahan luas sebelah TPS Temas,&#8221; terangnya, saat dihubungi lewat ponsel, Jumat (08/09/2023) tadi.</p>



<p>Ditanya apakah Mesin Pirolisis itu akan digunakan di TPS3R Kelurahan Temas, dirinya mengatakan, jika sampai hari ini (Jumat, red), masih belum ada pembicaraan lebih lanjut dari DLH. &#8220;Saya tidak mengetahui, apakah mesin itu akan digunakan di Temas untuk mengolah sampah. Karena, berita acara yang menjelaskan penggunaannya juga belum ada,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Bahkan, tambah Adi, untuk saat ini Kelurahan Temas masih belum memiliki TPS3R. Dikarenakan, lahan dan bangunan yang rencana digunakan untuk TPS3R, masih dipakai DLH Kota Batu, yakni untuk parkir kendaraan pengangkut sampah.</p>



<p>&#8220;Kalau memang Mesin Pirolisis itu diperuntukkan TPS3R Kelurahan Temas, maka pastinya harus dibicarakan dahulu dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang mengelola TPS3R. Karena, di sini menyangkut besaran biaya operasional,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Terkait keberadaan mesin, dirinya menjelaskan, akan membicarakan dengan DLH. Sehingga, semuanya bisa clear. &#8220;Sekarang masih dibicarakan sama DLH. Karena, keberadaan mesin Pirolisis itu belum ada serah terima,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, menurut salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, membenarkan bahwa Mesin Pirolisis yang berada di daerah Kelurahan Temas, itu dibawa oleh DLH Kota Batu. Hanya saja, untuk peruntukannya masih belum jelas. Apakah dipinjam pakaikan atau bagaimana.</p>



<p>&#8220;Yang membawa Mesin Pirolisis dari Pendem (Balai Desa, red) ke Temas, itu DLH. Untuk statusnya, saya tidak tahu,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Mesin Pirolisis yang awalnya di TPA Tlekung, tetiba pindah di Pendem. Kades Pendem saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa keberadaan mesin hanya dititipkan seorang warganya, yang mengaku sebagai pihak ke tiga dari DLH. Warga yang teridentifikasi bernama Imron, pun mengaku kalau kontrak mesin sudah habis. Sehingga, dikeluarkan dari TPA Tlekung. Sementara DLH, mengaku kalau mesin akan dimanfaatkan di Temas. Hanya saja, status mesin tidak dijelaskan. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197768</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
