<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>beragama, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/beragama/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Mar 2026 12:19:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>beragama, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pawai Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi, Wali Kota Malang Tekankan Toleransi Umat Beragama</title>
		<link>https://memontum.com/pawai-ogoh-ogoh-jelang-nyepi-wali-kota-malang-tekankan-toleransi-umat-beragama</link>
					<comments>https://memontum.com/pawai-ogoh-ogoh-jelang-nyepi-wali-kota-malang-tekankan-toleransi-umat-beragama#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[beragama,]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Ogoh-Ogoh]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231115</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka sekaligus memberangkatkan pawai ogoh-ogoh dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, di Lapangan Rampal, Rabu (18/03/2026) tadi. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Wahyu menekankan pentingnya menjaga toleransi beragama, terutama karena perayaan Nyepi tahun ini bertepatan dengan Bulan Ramadan. Menurutnya, kedua momentum keagamaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka sekaligus memberangkatkan pawai ogoh-ogoh dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, di Lapangan Rampal, Rabu (18/03/2026) tadi.</p>



<p>Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Wahyu menekankan pentingnya menjaga toleransi beragama, terutama karena perayaan Nyepi tahun ini bertepatan dengan Bulan Ramadan. Menurutnya, kedua momentum keagamaan tersebut memiliki kesamaan nilai, yakni pengendalian diri, disiplin, serta menahan hawa nafsu.</p>



<p>“Ada satu hakikat yang sama, yaitu pengendalian diri, pengendalian hawa nafsu, toleransi, dan disiplin. Ini menjadi bentuk toleransi beragama yang baik,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya menilai, keberagaman yang berjalan harmonis di Kota Malang menjadi contoh positif. Bahkan, praktik toleransi tersebut disebut mendapat apresiasi dari Presiden RI.</p>



<p>“Ini menjadi bentuk toleransi beragama yang baik di Kota Malang dan juga diapresiasi oleh Bapak Presiden,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Wali Kota Wahyu juga mengimbau masyarakat untuk saling menghormati, khususnya kepada umat Hindu yang akan menjalankan Catur Brata Penyepian. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling menjaga dan menghormati. Toleransi harus terus dijaga,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, N G Made Wartana, menjelaskan bahwa rangkaian Nyepi telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya, salah satunya melalui ritual Jalanidhi. Kemudian, melaksanakan Tawur Agung Kesanga sebagai bagian dari penyelarasan diri dan alam semesta. Dalam prosesi tersebut, ogoh-ogoh menjadi simbol energi negatif yang ada dalam kehidupan manusia.</p>



<p>“Ogoh-ogoh itu melambangkan energi negatif. Saat diarak, diyakini menyerap hal-hal buruk, kemudian setelah itu akan dipralina atau dibakar sebagai simbol pembersihan,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, pelaksanaan ogoh-ogoh di pusat kota memiliki makna tersendiri, yakni sebagai titik netralisasi berbagai energi negatif yang berasal dari aktivitas manusia. “Pusat kota itu pusat aktivitas, maka di situlah simbol penetralisirannya dilakukan,” ucapnya.</p>



<p>Untuk puncak perayaan Nyepi ditandai dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian selama 24 jam, yang meliputi tidak menyalakan api (Amati Geni), tidak bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), dan tidak menikmati hiburan (Amati Lelanguan).</p>



<p>“Ini adalah momen kontemplasi, introspeksi diri, untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pawai-ogoh-ogoh-jelang-nyepi-wali-kota-malang-tekankan-toleransi-umat-beragama/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231115</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Konsisten Perkuat Harmonisasi Antar Umat Beragama, Bupati Malang Raih Penghargaan di Harmony Award 2025</title>
		<link>https://memontum.com/konsisten-perkuat-harmonisasi-antar-umat-beragama-bupati-malang-raih-penghargaan-di-harmony-award-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[beragama,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[harmonisasi]]></category>
		<category><![CDATA[harmony]]></category>
		<category><![CDATA[konsisten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228268</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, berhasil meraih Peringkat III Kategori Kinerja Terbaik Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten, dalam ajang penganugerahan Harmony Award 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) di Hotel DoubleTree by Hilton Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/11/2025) tadi. Acara bergengsi ini, menjadi momentum apresiasi bagi pemerintah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, berhasil meraih Peringkat III Kategori Kinerja Terbaik Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten, dalam ajang penganugerahan Harmony Award 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) di Hotel DoubleTree by Hilton Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/11/2025) tadi. Acara bergengsi ini, menjadi momentum apresiasi bagi pemerintah daerah dan tokoh-tokoh nasional yang dinilai berkontribusi besar dalam menjaga kerukunan serta harmoni antar umat beragama di Indonesia.</p>



<p>Pada kesempatan tersebut, sejumlah pejabat dari berbagai daerah hadir sebagai tamu undangan khusus, sekaligus penerima penghargaan. Penghargaan ini, menjadi bentuk pengakuan atas komitmen dan upaya Pemerintah Kabupaten Malang dalam membangun sinergi dengan berbagai unsur masyarakat, memperkuat toleransi, serta menciptakan suasana kehidupan beragama yang harmonis dan inklusif di wilayah Kabupaten Malang.</p>



<p>Dengan keberhasilan tersebut, sekaligus menegaskan posisi Kabupaten Malang sebagai daerah yang konsisten mendorong kerukunan dan keharmonisan sosial, sejalan dengan visi nasional dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui undangan resmi yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Ramadhudin Amin, disampaikan bahwa Harmony Award tahun ini bertemakan &#8216;Sinergi Kolaborasi untuk Indonesia Rukun&#8217;. Para pejabat yang hadir, merupakan figur yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan antar umat beragama di wilayahnya masing-masing.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam sambutannya, Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang mampu menjadi role model bagi bangsa lain dalam membangun harmoni dan toleransi antar umat beragama. &#8220;Harmony Award 2025 merupakan bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah dan FKUB yang mampu mengelola, memperkuat dan menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Harmony Award ini, diberikan kepada daerah yang dinilai berhasil menjalankan program penguatan kerukunan umat beragama, membangun forum lintas iman, serta melakukan penanganan isu-isu keberagaman secara efektif. Adapun daftar penerima Harmony Award 2025 adalah sebagai berikut, Kategori Kota diantaranya Semarang, Surakarta, Manado. Kategori Kabupaten diantaranya Mimika, Ciamis, Malang. Kategori Provinsi diantaranya DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.</p>



<p>Penghargaan tingkat nasional ini, menegaskan kembali posisi Kabupaten Malang, sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang mampu meraih pengakuan tersebut. Kabupaten Malang dinilai memiliki komitmen kuat dalam menjaga harmoni sosial melalui sinergi antar instansi, kolaborasi dengan lembaga keagamaan, serta pengembangan program literasi keberagaman, yang berdampak pada meningkatnya indeks harmoni masyarakat.</p>



<p>Bupati Malang, HM Sanusi, berharap penghargaan yang diraih ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Malang untuk menghadirkan kebijakan yang semakin inklusif, adaptif dan berkelanjutan dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228268</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Toleransi Beragama, Bupati Jember Kunjungi Sendang Tirtha Amertha Rajasa dan Gereja Katolik Santo Yusup,</title>
		<link>https://memontum.com/toleransi-beragama-bupati-jember-kunjungi-sendang-tirtha-amertha-rajasa-dan-gereja-katolik-santo-yusup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[amertha]]></category>
		<category><![CDATA[beragama,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[rajasa]]></category>
		<category><![CDATA[sendang]]></category>
		<category><![CDATA[tirtha]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[yusup,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224816</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan komitmennya bahwa Kabupaten Jember akan terus menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat beragama. Hal ini kembali ditegaskannya, saat mengunjungi Sendang Tirtha Amertha Rajasa dan Gereja Katolik Santo Yusup, Minggu (10/08/2025) tadi. Kunjungan yang dilakukan ini, tentunya menjadi simbol komitmen Pemkab Jember, dalam merawat kerukunan dan persaudaraan lintas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan komitmennya bahwa Kabupaten Jember akan terus menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat beragama. Hal ini kembali ditegaskannya, saat mengunjungi Sendang Tirtha Amertha Rajasa dan Gereja Katolik Santo Yusup, Minggu (10/08/2025) tadi.</p>



<p>Kunjungan yang dilakukan ini, tentunya menjadi simbol komitmen Pemkab Jember, dalam merawat kerukunan dan persaudaraan lintas agama. “Kunjungan saya ini sebagai bentuk bahwa Kabupaten Jember milik semua. Sesuai dengan tagline &#8216;Jember Semua Karena Cinta’. Karena cinta, kita tidak memandang agama, suku, ras, maupun budaya,” kata Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.</p>



<p>Komitmen ini, tambahnya, juga terlihat dari berbagai kegiatan sebelumnya. Seperti Kirab Pusaka Nusantara dan Sedekah Bumi, di mana Gus Fawait meminta doa dipimpin secara bergantian oleh perwakilan tujuh agama. Momen tersebut, menjadi simbol kuat bahwa Jember adalah rumah bersama yang damai dan saling menghargai.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam momen itu, Bupati Fawait juga mengajak seluruh masyarakat untuk bergandeng tangan membangun Jember tanpa sekat perbedaan. “Membangun Jember tidak bisa dilakukan oleh satu orang atau satu golongan saja. Tetapi harus dengan kekompakan seluruh masyarakat,” tambahnya.</p>



<p>Bagi Gus Fawait, toleransi di Jember bukan sekadar slogan, melainkan budaya hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pemerintah Kabupaten Jember juga senantiasa mendorong dialog antar umat beragama, melestarikan nilai gotong royong, serta menjaga ruang publik agar tetap inklusif bagi semua.</p>



<p>&#8220;Inilah Jember, kabupaten yang percaya bahwa keberagaman adalah anugerah dan kebersamaan adalah kunci kemajuan,&#8221; paparnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224816</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunda Indah Tegaskan Komitmen Nilai Kebhinekaan dan Toleransi Umat Beragama di Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/bunda-indah-tegaskan-komitmen-nilai-kebhinekaan-dan-toleransi-umat-beragama-di-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beragama,]]></category>
		<category><![CDATA[Kebhinekaan]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221796</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menegaskan komitmennya untuk merawat nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi antar umat beragama. Hal tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menerima audiensi Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG) Kabupaten Lumajang di Ruang Mahameru, Senin (05/05/2025) tadi. Dalam audiensi yang turut dihadiri Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma dan Kabag [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menegaskan komitmennya untuk merawat nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi antar umat beragama. Hal tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menerima audiensi Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG) Kabupaten Lumajang di Ruang Mahameru, Senin (05/05/2025) tadi.</p>



<p>Dalam audiensi yang turut dihadiri Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma dan Kabag Kesra, bupati menyampaikan bahwa seluruh masyarakat Lumajang tanpa memandang agama, suku dan latar belakang, berhak atas pelayanan yang adil dan setara dari pemerintah daerah. “Kami memastikan, tidak ada ruang bagi diskriminasi dalam pemerintahan ini. Pemerintah hadir untuk semua. Karena dari perbedaan itulah tumbuh kekuatan dan kedewasaan masyarakat kita,” katanya.</p>



<p>Bunda Indah juga mengajak seluruh pemuka agama, termasuk yang tergabung dalam BKSAG, untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial. Dirinya mengingatkan bahwa tantangan era digital saat ini, seperti penyebaran hoaks dan provokasi berbasis identitas, harus dihadapi dengan sikap saling percaya dan keterbukaan antar umat beragama. “Mari kita jaga suasana damai di Lumajang. Jangan sampai, ada lagi isu perpecahan. Semua pihak harus turut serta menjaga persatuan dan saling menghargai,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua BKSAG Kabupaten Lumajang, Pdt Isaac Soetanto Latief, menyambut baik ruang dialog yang dibuka pemerintah daerah. Dirinya menekankan, bahwa menjaga perdamaian bukan hanya tugas kepala daerah, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat.</p>



<p>“BKSAG hadir bukan hanya untuk memperkuat solidaritas antar gereja, tetapi juga untuk menjalin sinergi lintas agama demi kemajuan bersama. Kami ingin terus berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan sosial dan siap mendukung pemerintah dalam program pembangunan, termasuk di bidang pendidikan,” ujarnya.</p>



<p>Melalui audiensi ini, terbangun harapan bersama bahwa nilai toleransi tidak sekadar menjadi semboyan, tetapi menjadi budaya hidup yang nyata di tengah masyarakat Lumajang. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memperkuat dialog lintas iman sebagai fondasi penting dalam mewujudkan Lumajang yang damai, inklusif dan berkeadilan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221796</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Apresiasi Peluncuran Laboratorium Moderasi Beragama</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-apresiasi-peluncuran-laboratorium-moderasi-beragama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[beragama,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Laboratorium]]></category>
		<category><![CDATA[moderasi]]></category>
		<category><![CDATA[peluncuran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221180</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sebuah langkah maju dalam membentuk generasi muda yang cerdas, toleran dan berwawasan kebangsaan, kembali lahir dari dunia pesantren. Adalah Pesantren Terpadu Al Fauzan di Desa Labruk Lor, yang resmi meluncurkan Laboratorium Moderasi Beragama, yang diharapkan menjadi ruang produktif pembentukan karakter santri sebagai agen perdamaian di tengah masyarakat yang beragam. Peresmian laboratorium tersebut, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sebuah langkah maju dalam membentuk generasi muda yang cerdas, toleran dan berwawasan kebangsaan, kembali lahir dari dunia pesantren. Adalah Pesantren Terpadu Al Fauzan di Desa Labruk Lor, yang resmi meluncurkan Laboratorium Moderasi Beragama, yang diharapkan menjadi ruang produktif pembentukan karakter santri sebagai agen perdamaian di tengah masyarakat yang beragam.</p>



<p>Peresmian laboratorium tersebut, dihadiri langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah bersama Wabup Lumajang dan Kepala OPD. Dalam sambutannya, Bunda Indah menegaskan akan pentingnya kehadiran laboratorium tersebut sebagai simbol komitmen untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan sikap keberagamaan yang bijak.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan lahirnya sebuah ikhtiar besar dari Pesantren Terpadu Al Fauzan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada generasi muda,&#8221; kata Bunda Indah, Kamis (17/04/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih dari sekadar fasilitas, Laboratorium Moderasi Beragama dipandang sebagai sarana edukatif yang membentuk cara pandang santri agar mampu bersikap adil, inklusif dan terbuka terhadap perbedaan, tanpa kehilangan akar nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. &#8220;Moderasi beragama adalah jalan tengah, bukan ekstrem kanan atau kiri. Ia menjadi pondasi penting dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Bunda Indah juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pesantren Al Fauzan, yang telah menjadi pelopor dalam pendidikan karakter berbasis nilai-nilai moderasi. Dirinya meyakini, langkah ini akan membawa dampak besar bagi pembangunan masyarakat yang damai dan berkeadaban.</p>



<p>&#8220;Saya sangat mengapresiasi inisiatif Pesantren Terpadu Al Fauzan, yang mengambil peran aktif dalam pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan melalui pendekatan yang inklusif dan penuh kedamaian,&#8221; paparnya.</p>



<p>Kehadiran Laboratorium Moderasi Beragama ini, menjadi secercah cahaya harapan di tengah tantangan zaman yang kerap menguji nilai persatuan. Pesantren pun bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tetapi juga rumah besar yang menanamkan nilai kemanusiaan, persaudaraan dan cinta tanah air. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221180</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Toleransi Beragama, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia bersama Pelajar Berbagi Takjil                       </title>
		<link>https://memontum.com/jaga-toleransi-beragama-paguyuban-sosial-marga-tionghoa-indonesia-bersama-pelajar-berbagi-takjil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2025 15:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[beragama,]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[paguyuban]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Takjil]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220354</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sejumlah pelajar dari mulai SD Kristen Imanuel, SMP Kristen Imanuel dan SMP Katolik ST Elias Situbondo bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Situbondo, membagikan ratusan takjil untuk buka puasa, Senin (17/03/2025) tadi. Pelaksanaan yang berlangsung di depan Pendopo Aryo Situbondo itu, bertujuan untuk merajut toleransi antar umat beragama dan mengajari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Sejumlah pelajar dari mulai SD Kristen Imanuel, SMP Kristen Imanuel dan SMP Katolik ST Elias Situbondo bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Situbondo, membagikan ratusan takjil untuk buka puasa, Senin (17/03/2025) tadi. Pelaksanaan yang berlangsung di depan Pendopo Aryo Situbondo itu, bertujuan untuk merajut toleransi antar umat beragama dan mengajari toleransi sejak dini terhadap siswa-siswi.</p>



<p>“Kegiatan pembagian takjil ini rutin kita laksanakan setiap Bulan Puasa bersama siswa-siswi SD Kristen Imanuel, SMP Kristen Imanuel dan SMP Katolik Santo Elias Situbondo. Tujuannya, kita mengajari pelajar dalam membangun toleransi sejak dini,” kata Ketua PSMTI Kabupaten Situbondo, Linda Indarwati.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Linda menambahkan, melalui kegiatan ini, diharapkan bisa menjadi contoh murid-murid SD Kristen Imanuel, SMP Kristen Imanuel dan SMP Katolik ST Elias Situbondo untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. “Berbagi takjil atau makanan berbuka puasa ini dilakukan secara rutin. Melalui aksi ini, tentunya juga mengajari untuk menjaga kerukunan umat beragama,” ujar Linda.</p>



<p>Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, ujar Linda, diharapkan juga menjadi momen untuk sama-sama berbagi di Bulan Ramadan. &#8220;Semoga murid-murid non muslim sejak dini tertanam jiwa toleransi yang kuat terhadap umat beragama di Kota Santri Situbondo ini,&#8221; papar Linda. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220354</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Moderasi Tanjungrejo Jadi Simbol Kerukunan Beragama, Pj Wali Kota Malang Harap Jadi Percontohan</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-moderasi-tanjungrejo-jadi-simbol-kerukunan-beragama-pj-wali-kota-malang-harap-jadi-percontohan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beragama,]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kerukunan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[moderasi]]></category>
		<category><![CDATA[Percontohan]]></category>
		<category><![CDATA[simbol]]></category>
		<category><![CDATA[tanjungrejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217486</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Keberadaan Kampung Moderasi Beragama yang ada di wilayah Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mendapat apresiasi Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan. Karena di wilayah tersebut, menjadi contoh nyata toleransi lima kelompok agama hidup rukun dalam kebersamaan. Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang, menyampaikan bahwa kerukunan antar umat beragama di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Keberadaan Kampung Moderasi Beragama yang ada di wilayah Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mendapat apresiasi Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan. Karena di wilayah tersebut, menjadi contoh nyata toleransi lima kelompok agama hidup rukun dalam kebersamaan.</p>



<p>Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang, menyampaikan bahwa kerukunan antar umat beragama di Kelurahan Tanjungrejo tersebut terbangun dengan baik. Sehingga, diharapkan dapat menjadi percontohan bagi kelurahan lainnya yang ada di Kota Malang.</p>



<p>“Tentunya dengan terbangun kerukunan dengan baik maka akan berdampak dalam menjaga kondusifitas sebuah wilayah. Karenanya saya berharap agar Kampung Moderasi Beragama ini dapat menjadi percontohan bagi kelurahan lainnya di wilayah Kota Malang,” kata Pj Wali Kota Iwan, Rabu (11/12/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, dirinya juga mendorong peningkatan literasi tentang Kampung Moderasi Beragama dengan mengusulkan pembuatan buku khusus yang dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. “Saya ingin anak-anak kita bisa belajar dari Kampung Moderasi ini, agar kerukunan ke depannya dapat terus terjaga,” tambahnya.</p>



<p>Beberapa waktu lalu, saat dirinya berkunjung ke Kampung Moderasi Beragama juga melakukan dialog bersama dengan pada tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di wilayah tersebut. Dirinya mendengarkan berbagai persoalan dan aspirasi yang telah disampaikan.</p>



<p>“Tentu sudah langsung kami tindaklanjuti melalui Perangkat Daerah yang membersamai saya. Sebisa mungkin persoalan terkait jalan rusak sampai dengan kebutuhan guru agama akan segera ditindaklanjuti,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Kampung Moderasi Beragama di Tanjungrejo telah berdiri sejak 2022 dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Malang dalam mewujudkan kedamaian melalui keberagaman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217486</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Buka Pelaksanaan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Kerukunan Umat Beragama</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-buka-pelaksanaan-penguatan-wawasan-kebangsaan-dan-kerukunan-umat-beragama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[beragama,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[kerukunan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[wawasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217412</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, membuka kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Kerukunan Umat Beragama dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Ruang Rapat Panji Pulangjiwo Lantai II, Senin (09/12/2024) tadi. Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Malang serta Tokoh Pemuda Lintas Agama se-Kabupaten Malang. Kegiatan ini, menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, membuka kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Kerukunan Umat Beragama dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Ruang Rapat Panji Pulangjiwo Lantai II, Senin (09/12/2024) tadi. Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Malang serta Tokoh Pemuda Lintas Agama se-Kabupaten Malang.</p>



<p>Kegiatan ini, menjadi sebuah agenda yang sangat penting dalam rangka memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga kerukunan umat beragama di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Sebagaimana diketahui, Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya, bahasa dan agama. Keberagaman inilah, yang selanjutnya menjadi anugerah dan harus kita syukuri serta rawat bersama.</p>



<p>Namun demikian, menjaga harmoni di tengah keberagaman ini bukanlah tugas yang ringan. Dibutuhkan kesadaran kolektif, komitmen, dan upaya nyata dari semua pihak, khususnya para tokoh agama yang memiliki peran strategis sebagai panutan dan pembimbing moral di masyarakat.</p>



<p>Keberadaan forum dialog seperti ini, menjadi sangat relevan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan kita sebagai satu kesatuan bangsa. Wawasan kebangsaan yang kokoh, berpadu dengan semangat toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan, adalah kunci utama dalam menjaga keutuhan dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah memprakarsai dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Saya berharap, dialog ini tidak hanya menjadi wadah untuk berbagi pandangan dan pengalaman, tetapi juga menghasilkan rekomendasi dan langkah konkret dalam memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Malang,&#8221; kata Bupati Malang.</p>



<p>Selanjutnya, kepada para tokoh agama yang hadir pada kesempatan itu, Bupati Malang mengajak untuk terus menjadi pilar kerukunan, penyebar nilai-nilai kedamaian dan teladan dalam memupuk sikap saling menghormati di tengah masyarakat. &#8220;Bersama-sama, mari kita jaga semangat persatuan dan kebangsaan sebagai warisan luhur yang harus terus kita rawat demi generasi mendatang. Selanjutnya, saya berharap semoga dialog ini dapat membawa manfaat besar bagi kita semua dan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Malang yang aman, damai, dan sejahtera,&#8221; tambah Bupati Sanusi.</p>



<p>Terakhir, Bupati Sanusi mengatakan bahwa memelihara kerukunan antar umat beragama harus terus didukung oleh penguatan kelembagaan, baik itu secara internal maupun eksternal. Dalam hal ini, fungsi koordinasi, konsultasi, komunikasi dan sinergitas tersebut harus berjalan dengan baik dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, juga aparat pemerintah selaku pemegang kebijakan.</p>



<p>&#8220;Sinergitas tersebut, diharapkan dapat meningkatkan toleransi. Sehingga, terwujud kerukunan antar umat beragama, juga menghindari konflik yang bernuansa agama maupun konflik sara lainnya,&#8221; ujarnya. <strong>(pro/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217412</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Doa bersama Antar Umat Beragama, Pj Wali Kota Zanariah Sampaikan Harapan di Hari Jadi Kota Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/doa-bersama-antar-umat-beragama-pj-wali-kota-zanariah-sampaikan-harapan-di-hari-jadi-kota-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jun 2024 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beragama,]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[zanariah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210829</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Pj Wali Kota Kediri, Zanariah, senantiasa berharap agar kerukunan antar umat beragama di Kota Kediri, terus dijaga dengan baik. Hal itu diungkapkan, dalam acara menyambut Hari Jadi Kota Kediri ke-1.145 yang dikemas dengan &#8216;Doa Bersama Antar Umat Beragama&#8217; di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (12/06/2024) tadi. &#8220;Alhamdulillah, harmoni di tengah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Pj Wali Kota Kediri, Zanariah, senantiasa berharap agar kerukunan antar umat beragama di Kota Kediri, terus dijaga dengan baik. Hal itu diungkapkan, dalam acara menyambut Hari Jadi Kota Kediri ke-1.145 yang dikemas dengan &#8216;Doa Bersama Antar Umat Beragama&#8217; di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (12/06/2024) tadi.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, harmoni di tengah keberagaman sudah menjadi ciri khas Kota Kediri tentu hal ini bukan hal instan dan mudah. Saya sampaikan terima kasih atas dukungan para tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga suasana rukun dan harmonis di Kota Kediri. Sehingga, program-program di Kota Kediri dapat berjalan baik dan memperoleh banyak pencapaian,&#8221; kata Pj Wali Kota Kediri.</p>



<p>Dirinya juga mengungkapkan, berdasar data indeks kerukunan antar umat beragama di Kota Kediri tahun 2023, tercatat sangat tinggi. Yakni di angka 4,55 dari skala 1-5. Ditambah Kota Kediri juga selalu masuk 10 besar Indeks Kota Toleran se-Indonesia empat tahun berturut-turut dari hasil survey Setara Institute. Kondisi yang baik ini, berpengaruh positif pada iklim investasi Kota Kediri. Lapangan pekerjaan terbuka lebar, banyak peluang bisnis, dan pertumbuhan ekonomi Kota Kediri semakin melesat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tetapi seperti kata pepatah, semakin tinggi pohon semakin kencang pula angin menerpa. Begitu juga dengan kondisi masyarakat yang terus dinamis tidak menutup kemungkinan beragam tantangan juga hadir. Kita harus terus siaga untuk mencegah segala potensi gejolak yang dapat memecah belah masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pj Wali Kota Kediri menambahkan tahun ini Kota Kediri sudah berusia 1.145 tahun. Bersyukur sudah banyak capaian yang diraih. Berbagai event Hari Jadi Kota Kediri juga telah disiapkan oleh Pemkot Kediri. Masyarakat harus membantu memviralkan di sosial media sehingga Kota Kediri semakin dikenal luas. Serta berpotensi menarik semakin banyak wisatawan datang. Apalagi saat ini Bandara Internasional Dhoho Kediri telah beroperasi. Artinya akses mobilitas masyarakat juga semakin luas.</p>



<p>&#8220;Saya mengajak Bapak Ibu semua dan masyarakat memanfaatkan peluang ini dengan baik. Tidak lupa menjelang Pilkada yang semakin dekat saya berharap Bapak Ibu untuk senantiasa menjaga suasana sejuk dan damai di Kota Kediri. Perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan perpecahan di tengah masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pada kesempatan ini, Pj Wali Kota Kediri juga meninjau satu per satu unsur agama di Kota Kediri di tempat doa yang telah disiapkan. Turut hadir, Sekretaris Daerah Bagus Alit, Para Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah, Ketua FKUB Mohammad Salim, perwakilan dari unsur agama, dan tamu undangan lainnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210829</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
