<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berakhir &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berakhir/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2026 03:34:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berakhir &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Posko Angkutan Lebaran 2026 Berakhir, Ratusan Ribu Pemudik Kembali ke Pulau Bali</title>
		<link>https://memontum.com/posko-angkutan-lebaran-2026-berakhir-ratusan-ribu-pemudik-kembali-ke-pulau-bali</link>
					<comments>https://memontum.com/posko-angkutan-lebaran-2026-berakhir-ratusan-ribu-pemudik-kembali-ke-pulau-bali#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan]]></category>
		<category><![CDATA[berakhir]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemudik]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231392</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Masa Posko Angkutan Lebaran 2026, resmi berakhir. Selama periode tersebut, ratusan ribu pemudik telah kembali menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi. General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan bahwa ada sebanyak 404 ribu penumpang pejalan kaki dalam kendaraan atau 78 persen telah kembali ke Bali dari Jawa. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Masa Posko Angkutan Lebaran 2026, resmi berakhir. Selama periode tersebut, ratusan ribu pemudik telah kembali menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p>General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan bahwa ada sebanyak 404 ribu penumpang pejalan kaki dalam kendaraan atau 78 persen telah kembali ke Bali dari Jawa. Sementara untuk kendaraan, tercatat sekitar 127 ribu unit atau 77 persen dari total pergerakan saat arus mudik telah menyeberang.</p>



<p>&#8220;Masih ada 22 persen atau 113 ribu penumpang dalam kendaraan yang belum kembali ke Bali. Sementara untuk kendaraan, 23 persen atau 37.365 kendaraan yang belum menyeberang,&#8221; kata Arief, Selasa (31/03/2026) tadi.</p>



<p>Dirinya menyebut, puncak arus balik terjadi pada H+7 Lebaran atau Minggu (29/03/2026) kemarin. Pada puncak arus balik tersebut, tercatat sebanyak 56.300 penumpang dan sekitar 19 ribu unit kendaraan menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk. Dari jumlah kendaraan tersebut, didominasi oleh sepeda motor yang mencapai lebih dari 12.458 unit.</p>



<p>Secara keseluruhan, selama periode H-10 hingga H+8 lebaran, jumlah kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Ketapang mencapai sekitar 171 ribu unit dari total reservasi 183.810 ribu kendaraan. &#8220;Masih ada sekitar 11.889 kendaraan dari data reservasi yang belum masuk ke pelabuhan,&#8221; kata Arief.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski posko telah ditutup sejak Senin (30/03/2026), arus kendaraan masih terpantau padat. Antrean kendaraan bahkan sempat mencapai 14 kilometer dan berangsur turun menjadi sekitar 12 kilometer, menjelang Selasa (31/03/2026) sore.</p>



<p>Kepadatan tersebut, sambung Arief, dipengaruhi oleh mulai normalnya kembali aktivitas, termasuk kendaraan logistik yang sudah diperbolehkan beroperasi penuh. &#8220;Setelah masa angkutan Lebaran selesai, seluruh jenis kendaraan sudah bisa berjalan normal, termasuk logistik. Ini yang menyebabkan arus masih padat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk mengurai antrean, ASDP menambah jumlah kapal yang beroperasi dari sebelumnya 33 unit menjadi 36 unit pada hari ini. Selain itu, pihaknya juga mengoptimalkan buffer zone yang ada untuk menampung kendaraan logistik.</p>



<p>&#8220;Kami juga membagi pola pemuatan, baik melalui Dermaga Bulusan maupun Dermaga LCM, agar distribusi kendaraan lebih merata,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Arief mengatakan, saat ini pola Operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) hanya diberlakukan di Dermaga IV, sementara dermaga lainnya telah kembali ke pola reguler. Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan membeli tiket melalui Aplikasi Ferizy guna menghindari antrean panjang.</p>



<p>&#8220;Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus bersama-sama dengan seluruh stakeholder untuk mengurai antrean serta berkoordinasi untuk memastikan teman-teman pengguna jasa diseberangkan dengan selamat,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/posko-angkutan-lebaran-2026-berakhir-ratusan-ribu-pemudik-kembali-ke-pulau-bali/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231392</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Setubuhi Anak Kandungnya, Dua Bapak di Kota Malang Berakhir Dibui</title>
		<link>https://memontum.com/setubuhi-anak-kandungnya-dua-bapak-di-kota-malang-berakhir-dibui</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2025 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[berakhir]]></category>
		<category><![CDATA[kandungnya,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[setubuhi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219598</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua tersangka berinisial WDS (51), warga kawasan Kecamatan Klojen, Kota Malang dan BM (35), warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dirilis petugas Polresta Malang Kota, Senin (24/02/2025) tadi. Tersangka WDS, ditangkap petugas karena dugaan telah menyetubuhi NA (20), yang tidak lain adalah anak kandungnya sendiri. Sedangkan tersangka BM, juga ditangkap karena kasus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dua tersangka berinisial WDS (51), warga kawasan Kecamatan Klojen, Kota Malang dan BM (35), warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dirilis petugas Polresta Malang Kota, Senin (24/02/2025) tadi. Tersangka WDS, ditangkap petugas karena dugaan telah menyetubuhi NA (20), yang tidak lain adalah anak kandungnya sendiri. Sedangkan tersangka BM, juga ditangkap karena kasus yang sama, yakni dugaan menyetubuhi MS (14), juga anaknya sendiri.</p>



<p>Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Muhammad Soleh, menjelaskan bahwa WDS menyetubuhi anaknya saat kondisi rumah sepi. &#8220;Modus yang dilakukan oleh tersangka, yaitu melakukan bujuk rayu dan mengajak korbannya tidur dalam satu kamar. Setelah itu, korban disetubuhi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Aksi bejad pelaku, tambahnya, sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Terakhir, itu dilakukan pada 18 November 2024. Kasus persetubuhan itu terungkap, setelah korban bercerita ke pihak keluarga terdekat, yang kemudian berlanjut membuat laporan ke Satreskrim Polresta Malang Kota.</p>



<p>Saat ditangkap, tambahnya, tersangka mengaku telah melakukan aksinya sejak 2017 atau saat korban masih berusia 13 tahun. &#8220;Perbuatan pertama dilakukan tersangka pada tahun 2017, lalu yang kedua di tahun 2019 dan terakhir di tanggal 18 November 2024,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Atas perbuatannya tersebut, WSD dijerat Pasal 82 dan Pasal 81 UU RI No 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 6c UU RI No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.</p>



<p>Sedangkan tersangka BM, menyetubuhi anak kandungnya berinisial MS, saat masih berusia 14 tahun. Aksi bejat BM, dilakukan di rumahnya pada Sabtu (25/01/2025) lalu</p>



<p>&#8220;Modusnya pun hampir sama, yaitu mengajak korban tidur dalam satu kamar lalu korban disetubuhi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Aksi ini terungkap, setelah MS bercerita kepada keluarganya hingga dilaporkan ke Polresta Malang Kota. &#8220;Saat kami tangkap, tersangka BM mengaku sudah lama ditinggal pergi istrinya bekerja di luar negeri sebagai TKW. Sehingga, tersangka gelap mata dan mengaku khilaf menyetubuhi anak kandungnya sendiri,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Polresta Malang Kota telah bekerjsama dengan dengan Dinsos P3AP2KB Kota Malang untuk membantu pemulihan psikis kedua korban. &#8220;Kami berkolaborasi dengan Dinsos P3AP2KB Kota Malang untuk membantu pemulihan psikis korban. Dan hingga saat ini, masih kami lakukan pendampingan,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219598</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masa Jabatan Berakhir di Tahun 2024, DPRD Kota Malang Fokus Tuntaskan Pekerjaan Rumah</title>
		<link>https://memontum.com/masa-jabatan-berakhir-di-tahun-2024-dprd-kota-malang-fokus-tuntaskan-pekerjaan-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Apr 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[berakhir]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[tuntaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208424</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebelum mengakhiri masa jabatan di tahun 2024 ini, DPRD Kota Malang akan fokus selesaikan Pekerjaan Rumah (PR) yang belum tuntas di tahun 2023 lalu. Yakni dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD masih dalam proses evaluasi di Provinsi Jawa Timur. Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, menyampaikan jika dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebelum mengakhiri masa jabatan di tahun 2024 ini, DPRD Kota Malang akan fokus selesaikan Pekerjaan Rumah (PR) yang belum tuntas di tahun 2023 lalu. Yakni dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD masih dalam proses evaluasi di Provinsi Jawa Timur.</p>



<p>Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, menyampaikan jika dua Ranperda inisiatif tersebut yaitu mengenai pengelolaan pondok pesantren dan kemajuan kebudayaan, serta Ranperda Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).</p>



<p>“Jadi dua Ranperda inisiatif ini sudah masuk dalam evaluasi provinsi. Sehingga disini saya minta Kabag Hukum dari Pemkot Malang dapat proaktif untuk menanyakan itu. Jangan sudah diserahkan kemudian ditinggal begitu saja,” tegas Made, Senin (15/04/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Made berharap, dalam hal ini Pemkot Malang dapat segera menindaklanjuti. Sehingga, segera dapat disahkan untuk menjadi Peraturan Daerah (Perda).</p>



<p>“Minimal seminggu sekali lah ditanyakan. Karena pada saat melempar ke Provinsi itu bukan dari DPRD lagi, tapi dari Pemkot Malang dalam hal ini Kabag Hukum. Kami harapkan dapat segera selesai,” katanya.</p>



<p>Selain itu, untuk di tahun 2024 ini ada delapn Ranperda wajib yang harus segera diselesaikan. Mulai dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Kebijakan Umum Anggaran (KUA), hingga Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).</p>



<p>“Di tahun ini kita sebenarnya tidak akan membahas Perda baru, tapi menyelesaikan PR di tahun 2023. Di tahun ini ada delapan yang wajib dan harus kita selesaikan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208424</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tutup Pelaksanaan Pondok Ramadan Organisasi Wanita Trenggalek Berakhir, Ini Pesan Ketua TP PKK</title>
		<link>https://memontum.com/tutup-pelaksanaan-pondok-ramadan-organisasi-wanita-trenggalek-berakhir-ini-pesan-ketua-tp-pkk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[berakhir]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[pondok]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207778</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, menutup kegiatan pelaksanaan Pondok Ramadan bagi organisasi wanita di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. Dalam kesempatan itu, dirinya berharap agar aktivitas yang telah dilakukan di Bulan Suci Ramadan ini bernilai ibadah dan terus dilakukan di Ramadaan berikutnya. Pelaksanaan yang digelar selama dua hari itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, menutup kegiatan pelaksanaan Pondok Ramadan bagi organisasi wanita di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. Dalam kesempatan itu, dirinya berharap agar aktivitas yang telah dilakukan di Bulan Suci Ramadan ini bernilai ibadah dan terus dilakukan di Ramadaan berikutnya.</p>



<p>Pelaksanaan yang digelar selama dua hari itu, banyak kegiatan keagamaan yang dilakukan dalam Pondok Ramadan. Mulai dengan kegiatan membaca Al Qur&#8217;an dan juga tauziah, yang disampaikan oleh beberapa pemuka agama perempuan di Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Adanya kegiatan Pondok Ramadan ini, saya harap bisa memberikan setiap langkah perempuan-perempuan di Kabupaten Trenggalek senantiasa mendapatkan Ridho Allah SWT,&#8221; ungkap Novita saat dikonfirmasi, Rabu 27/03/2024) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Istri Bupati Trenggalek ini juga menekankan pentingnya taqwa, seperti yang diajarkan suaminya kepadanya dan juga anak-anaknya. Taqwa di sini, selain percaya dan yakin adanya Allah SWT, juga dibarengi dengan perbuatan-perbuatan baik terhadap sesama.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jangan melihat kesusahan itu sebagai musibah. Karena, kesusahan menurutnya kesusahan sebagai privilege untuk berjuang. Karena kesusahan bisa membangkitkan seseorang untuk terus belajar, semangat untuk bisa keluar dari belenggu kesusahan. Kesusahan itu privilege yang diberikan Tuhan kepada kita secara gratis untuk bisa melakukan hal lebih baik,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selain taqwa dan perbuatan baik, ibu tiga anak ini juga mengajak peserta Pondok Ramadan untuk membiasakan diri bertutur kata yang baik. &#8220;Kita harus bisa membiasakan setiap hari berbicara baik pada diri kita. Dengan bilang kita bisa, kita mampu, kita kaya, kita sehat dan kita tidak mudah dipatahkan,&#8221; ajak Novita.</p>



<p>Keteguhan dan keyakinannya itu, terbukti bisa mengantarkan penggiat perempuan dan UMKM itu meraih kesuksesan. Seperti baru-baru ini, terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029 satu -satunya dari Dapil VII Jawa Timur. Sebagai wakil perempuan satu-satunya di daerah pemilihan VII Jatim, perempuan cantik itu berjanji akan selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat khususnya perempuan di Dapilnya.</p>



<p>&#8220;Sekali lagi, saya berharap dengan terselenggaranya Pondok Ramadan ini dapat membawa semangat dan keberkahan Ramadan agar terasa lebih kuat dalam setiap langkah pendidikan maupun kehidupan kita sehari-hari,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207778</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jabatan Direksi Perumda Tugu Tirta Bakal Berakhir, DPRD Kota Malang Hearing dengan Dewas</title>
		<link>https://memontum.com/jabatan-direksi-perumda-tugu-tirta-bakal-berakhir-dprd-kota-malang-hearing-dengan-dewas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Mar 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[berakhir]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[direksi]]></category>
		<category><![CDATA[hearing]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Perumda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206483</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komisi B DPRD Kota Malang, melakukan hearing bersama dengan Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang, mengenai berakhirnya masa jabatan Direksi Perumda Tugu Tirta, di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (18/03/2024) tadi. Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, menyampaikan bahwa rencana berakhirnya masa jabatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komisi B DPRD Kota Malang, melakukan hearing bersama dengan Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang, mengenai berakhirnya masa jabatan Direksi Perumda Tugu Tirta, di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (18/03/2024) tadi.</p>



<p>Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, menyampaikan bahwa rencana berakhirnya masa jabatan direksi tersebut akan terjadi pada 1 April 2024 mendatang. Secara aturan, apabila Direksi diberhentikan atau diganti, maka harus ada pembentukan Panitia Seleksi (Pansel), dengan waktu selama tiga bulan.</p>



<p>“Tapi sejauh ini, Pansel belum dibentuk. Jadi tetap memungkinkan kalau ada perpanjangan atau kalau perpanjangan tidak dilakukan, maka bisa jadi sambil menunggu proses kalau memang dibentuk Pansel, berarti ada Pelaksana tugas (Plt) Direktur yang nanti diambilkan dari jajaran Dewas atau pegawai Perumda Tugu Tirta,” jelas Trio.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan Trio, bahwa Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), mempunyai kewenangan terhadap proses pergantian tersebut. Karena secara aturan, sebenarnya tidak perlu izin pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).</p>



<p>“Karena ini merupakan aset yang dipisahkan. Sehingga memang kewenangan Pj tanpa harus meminta izin, kalau memang dibutuhkan pergantian atau perpanjangan. Karena KPM ini berhak memperpanjang, memberhentikan atau mengganti,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, menyampaikan bahwa dalam hal ini Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, harus berani melangkah dengan tegas. Agar tidak menimbulkan spekulasi dari banyak pihak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini harus ada ketegasan. Pak Pj mestinya kan sudah membentuk Pansel, kalau memang ada pansel. Jadi idealnya harus dari beberapa waktu yang lalu. Tetapi kalau indikasinya sampai hari ini tanpa Pansel, berarti kan ada perpanjangan,” ujar Arief.</p>



<p>Lebih lanjut, Arief juga menyampaikan bahwa DPRD Kotq Malang tidak bisa memberikan deadline karena itu hak prerogatif Pj Wali Kota Malang. Pihaknya, hanya mampu memberikan saran saja. Sedangkan, Dewas juga hanya memberikan rekomendasi.</p>



<p>“Kami akan rapat dulu di Komisi, kalau tidak segera ada keputusan, maka kami akan berikan saran tertulis kepada Pak Pj Wali Kota Malang ini,” ucapnya.</p>



<p>Selain itu, Ketua Dewas, Handi Priyanto, menyampaikan bahwa pada 4 Januari 2024 lalu, Dewas telah menyerahkan evaluasi kinerja Direksi Perumda Tugu Tirta Kota Malang kepada Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat selaku KPM.</p>



<p>&#8220;Itu sudah ranah pembina BUMD. Begitu rekomendasi ini kami berikan, maka prosesnya berada ada di BUMD bagian PISDA. Evaluasi sudah kita berikan dan selanjutnya kewenangan ada di pimpinan (KPM),&#8221; ujar Handi.</p>



<p>Usai diserahkannya laporan evaluasi tersebut, menurutnya pembentukan Pansel berada di tangan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Di dalam laporan tersebut juga memuat penilaian atas kinerja Direksi Perumda Tugu Tirta yang saat ini masih aktif.</p>



<p>&#8220;Semua kita ulas di situ karena laporan akhir. Kita tidak menilai institusinya melainkan kinerja pejabatnya. Namun yang jelas rekomendasi itu bisa di perhatikan, bisa dipakai atau tidak, karena itu kewenangan mutlak KPM,&#8221; imbuh Handi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206483</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masa Kontrak Revitalisasi Alun-Alun Tugu Kota Malang Berakhir, Konsep Unik dan Terbuka Mulai Sita Perhatian</title>
		<link>https://memontum.com/masa-kontrak-revitalisasi-alun-alun-tugu-kota-malang-berakhir-konsep-unik-dan-terbuka-mulai-sita-perhatian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Oct 2023 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[berakhir]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[kontrak]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[terbuka,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199781</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Revitalisasi Alun-Alun Tugu Kota Malang yang dikerjakan selama 120 hari kerja, kini telah berakhir masa kontraknya pada 09 Oktober 2023 lalu. Di mana saat ini, tampilan Alun-alun tugu telah memiliki tampilan baru, yaitu tanpa adanya pagar keliling di luar taman. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Revitalisasi Alun-Alun Tugu Kota Malang yang dikerjakan selama 120 hari kerja, kini telah berakhir masa kontraknya pada 09 Oktober 2023 lalu. Di mana saat ini, tampilan Alun-alun tugu telah memiliki tampilan baru, yaitu tanpa adanya pagar keliling di luar taman.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa seiring rampungnya masa kontrak revitalisasi, untuk sementara belum dilakukan serah terima pada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Sebab, masih dilakukan masa pemeliharaan selama enam bulan.</p>



<p>“Beberapa konsep perencanaan pembangunan terkait revitalisasi Alun- Alun Tugu Kota Malang, ini sudah sampai pada batasnya, yaitu per 09 Oktober 2023 kemarin. Selanjutnya, akan memasuki fase pemeliharaan selama enam bulan,” kata Rahman, Sabtu (14/10/2023) tadi.</p>



<p>Rampungnya revitalisasi Alun-alun, ujarnya, membuat animo kunjungan wisatawan di Alun-Alun Tugu Kota Malang, begitu tinggi. Sebab, telah memiliki beberapa perbedaan dan keunikan tersendiri. Seperti pada konsep keterbukaan yang menjadi Ikonik Alun-Alun Tugu Kota Malang.</p>



<p>“Karena merupakan cagar budaya untuk Alun-Alun Tugunya dan ini salah satu ekosistem yang melekat di kawasan cagar budaya sebagai penopang. Khususnya, titik berat di beberapa kawasan cagar budaya lainnya. Ini menunjukkan suatu konsep keterbukaan, antara satu ikonik cagar budaya dengan semua lingkungan yang ada di dalamnya,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, lampu dekorasi juga menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun diakuinya, itu hampir sama dengan yang ada di Kayutangan Heritage, namun memiliki desain yang berbeda.</p>



<p>“Walaupun terkesan memang secara desain agak sama dengan di daerah lain, cuma memang ada sedikit perbedaan antara disana dan di sini. Tidak mungkin sama persis. Namun secara konsep hampir kurang lebih sama. Kalau orang bilang biasanya kok seperti Jogja pindah di Kota Malang. Namun secara detail memang itu berbeda,” tambahnya.</p>



<p>Namun, masih ada beberapa kendala yang perlu dihadapi di Alun-Alun Tugu Kota Malang. Seperti, soal parkir kendaraan, peraturan lalu lintas, kemudian mengenai ketertiban dan keamanan. Tentu dalam hal tersebut juga dibutuhkan kolaborasi antar dinas terkait, seperti Dinas Perhubungan Kota Malang dan Satpol PP Kota Malang.</p>



<p>“Diharapkan dengan adanya Alun-Alun Tugu Kota Malang, ini bisa memberikan sesuatu yang baru, agar bisa mengedepankan konsep destinasi khususnya di Kota Malang. Kami berharap melalui DLH bisa bersama-sama menjaga Alun-Alun Tugu Kota Malang, sebagai suatu ikon yang harus dipertahankan dan dijaga kelestariannya,” harap Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199781</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berakhir Pekan ke Madiun, Nikmati Destinasi Edukasi Berikut Ini</title>
		<link>https://memontum.com/berakhir-pekan-ke-madiun-nikmati-destinasi-edukasi-berikut-ini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jul 2023 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[berakhir]]></category>
		<category><![CDATA[berikut]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[nikmati]]></category>
		<category><![CDATA[pekan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192258</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Madiun &#8211; Liburan bersama keluarga, sangat menyenangkan jika datang ke tempat-tempat wisata yang tepat. Termasuk, ketika wisatawan mengunjungi wilayah Madiun. Apa saja tempat-tempat yang pas untuk dikunjungi dan juga menambah edukasi untuk keluarga, berikut daftarnya. 1. Waduk Kedungbrubus. Mengunjungi Waduk Kedungbrubus, tentunya menjadi salah satu jujugan yang pas saat bersama keluarga. Tempat ini, lokasinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Madiun</strong> &#8211; Liburan bersama keluarga, sangat menyenangkan jika datang ke tempat-tempat wisata yang tepat. Termasuk, ketika wisatawan mengunjungi wilayah Madiun. Apa saja tempat-tempat yang pas untuk dikunjungi dan juga menambah edukasi untuk keluarga, berikut daftarnya.</p>



<p>1. Waduk Kedungbrubus.</p>



<p>Mengunjungi Waduk Kedungbrubus, tentunya menjadi salah satu jujugan yang pas saat bersama keluarga. Tempat ini, lokasinya berada di sebelah Utara Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Atau, berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bojonegoro.</p>



<p>Wisata ini, dibangun untuk memenuhi kebutuhan irigasi warga dan tempat rekreasi. Anak-anak yang berlibur ke sini, bisa sekaligus belajar sejarah. Sebab di sekitar Waduk Kedungbrubus banyak sekali ditemukan fosil purba.</p>



<p>2. Situs Sejarah Nglambangan.</p>



<p>Situs Bersejarah Nglambangan terletak di Desa Nglambangan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Atau berjarak sekitar 8 kilometer ke arah Timur dari Kota Madiun.</p>



<p>Tempat wisata ini, memiliki sejumlah peninggalan yang dipercaya sudah ada sejak zaman Majapahit. Bahkan, terdapat bangunan dan artefak yang masih terjaga sampai sekarang. Seperti Pura Lambangsari, Watu Dakon, yang biasa digunakan untuk menyimpan pusaka, punden, lumbung, sumur kuno, serta Sendang Jambangan.</p>



<p>4. Monumen Kresek.</p>



<p>Lokasi ini didirikan untuk mengenang tragedi berdarah politik tahun 1948. Di lokasi ini, dibuat relief-relief yang bisa dilihat saat berkunjung, dalam mengenang tragedi kelam.</p>



<p>Untuk menjangkau monumen ini, wisatawan bisa menempuh jarak sekitar 8 kilometer menuju arah Timur dari Kota Madiun.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>5. Kampung Warna-warni.</p>



<p>Khusus destinasi wisata edukasi ini, sangat tepat kiranya wisatawan bersama keluarga atau anak-anak. Karena, keberadaan wisata ini tidak lepas dari bagaimana merubah kampung biasa menjadi lebih menarik dan tertata apik.</p>



<p>Bahkan, banyak spot-spot menarik yang bisa dijadikan bagian ole-ole. Tempat ini, terletak di Jalan Jatijajar.</p>



<p>6. Wana Wisata Grape.</p>



<p>Wisata edukasi berikutnya, ini bisa dijangkau dengan jarak sekitar 17 kilometer dari Kota Madiun. Persisnya, di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.</p>



<p>Di wisata ini, pengunjung akan dibawa pada nuansa hutan asri yang berpadu dengan panorama persawahan dan perbukitan. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di sini. Mulai dari bersepeda, hiking hingga main di sungai sampai berkemah.</p>



<p>7. Waduk Notopuro.</p>



<p>Waduk Notopuro terletak di Dusun Notopuro, Desa Duren, Kecamatan Pilangkenceng. Waduk ini sebenarnya berguna untuk irigasi dan waduk tadah hujan yang menampung aliran air dari sekitar hutan lereng Gunung Pandan.</p>



<p>8. Waduk Bening Widas.</p>



<p>Wisata edukasi ini adalah sebagai pembangkit listrik dari aliran Sungai Brantas. Tempat ini juga dijadikan sebagai salah satu wisata andalan Kabupaten Madiun.</p>



<p>Pengunjung yang membawa anak-anak, tentunya bisa menikmati pemandangan alam plus berbagai kegiatan seperti memancing, bermain banana boat hingga keliling waduk dengan naik perahu. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192258</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
