<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berapi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berapi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Mar 2024 16:46:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berapi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Usai Uji Lab Sumur Bor Berapi di Pamekasan, ESDM Jatim Beri Tiga Rekomendasi</title>
		<link>https://memontum.com/usai-uji-lab-sumur-bor-berapi-di-pamekasan-esdm-jatim-beri-tiga-rekomendasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2024 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berapi]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205327</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur (Jatim), mengeluarkan hasil uji laboratorium sumur bor yang sempat mengeluarkan api di Desa/Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan. Kepala Bidang (Kabid) Air dan Tanah Dinas ESDM Jatim, Ariful Bhuana, menyampaikan bahwa pihaknya melibatkan Pertamina, Medco Energi dan SKK Migas telah melakukan pengambilan sampel, Senin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur (Jatim), mengeluarkan hasil uji laboratorium sumur bor yang sempat mengeluarkan api di Desa/Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Air dan Tanah Dinas ESDM Jatim, Ariful Bhuana, menyampaikan bahwa pihaknya melibatkan Pertamina, Medco Energi dan SKK Migas telah melakukan pengambilan sampel, Senin (22/01/2024) lalu. Hasil dari sampel tersebut, telah dilakukan uji laboratorium.</p>



<p>&#8220;Pengambilan sampel tersebut dengan mendeteksi gas menggunakan alat multigas detector untuk mengecek kandungan gas Hidrogen Sulfida (H2S), Karbon Monoksida (CO), Gas Oksigen (O2) dan Lower Explosive Limit (LEL),&#8221; katanya, Senin (29/01/2024) tadi.</p>



<p>Menurutnya, dari pusat sumur dengan jarak nol meter diketahui kandungan H2S sebesar 0 ppm, O2 sebesar 20.4 persen, CO sebesar 0 ppm dan LEL sebesar 1.8 persen. Kemudian, dari jarak 15 meter, H2S sebesar 0 ppm, O2 sebesar 20.9 persen, CO sebesar 0 ppm dan LEL sebesar 7 persen.</p>



<p>&#8220;Sehingga, hasil uji laboratorium kami menyarankan untuk dibiarkan terlebih dahulu. Apalagi, kadar gas yang mudah terbakar (LEL) hanya sebesar 7 persen. Jika nanti terjadi salah penanganan, maka akan terjadi jebakan gas,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ariful Bhuana menjelaskan, di bawah sumur bor tersebut terdapat air dan gas. Sementara untuk minyak, tidak terdapat. Sehingga, secara teknis gas berada di atas air. Disarankan, supaya dibiarkan terlebih dahulu agar gasnya terurai.</p>



<p>&#8220;Di bawah itu ada gas ada air. Posisi gas secara teknis, itu di atas air. Jadi, biarkan gasnya keluar dahulu agar nantinya hanya sisa air. Kemudian, baru bisa dimanfaatkan airnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Ariful Bhuana menambahkan bahwa seandainya kadar gasnya tinggi, maka gasnya yang akan dimanfaatkan. Namun karena kadar gasnya rendah, maka airnya yang bisa dimanfaatkan.</p>



<p>&#8220;Kalau kadar gasnya besar, maka kita manfaatkan gasnya. Namun, ini kadar gasnya kecil. Kalau ditutup gasnya, maka menekan ke atas malah menjadi salah proses teknis. Penutupan itu juga membutuhkan biaya yang cukup tinggi,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Karenanya, ujarnya, ada tiga poin saran yang telah diberikan sebagai kesimpulan dari proses uji laboratorium Dinas ESDM Jatim. Pertama, menambah radius police line agar tidak ada warga sekitar yang beraktivitas di seputar titik semburan gas.</p>



<p>&#8220;Kedua, mengingat gas yang keluar dapat tersulut oleh api, maka pipa yang terpasang harus mengarah tegak ke atas dan ditambah ketinggian pipanya. Ketiga, tidak melakukan aktivitas yang menimbulkan sumber api di sekitar lokasi kejadian semburan gas,&#8221; jelasnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205327</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ESDM Jatim Libatkan Pertamina dan SKK Migas Kaji Sumur Bor Berapi di Pamekasan</title>
		<link>https://memontum.com/esdm-jatim-libatkan-pertamina-dan-skk-migas-kaji-sumur-bor-berapi-di-pamekasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berapi]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204825</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur (Jatim), melakukan pengkajian pada sumor bor yang sempat semburkan gas berapi di Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan. Sebagaimana diberitakan, sebelumnya sumur bor yang diketahui milik Junaidi, itu keluarkan air beserta uap gas. Nyala api itu, akhirnya berhasil dipadamkan. Menanggapi hal tersebut, Dinas ESDM [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur (Jatim), melakukan pengkajian pada sumor bor yang sempat semburkan gas berapi di Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, sebelumnya sumur bor yang diketahui milik Junaidi, itu keluarkan air beserta uap gas. Nyala api itu, akhirnya berhasil dipadamkan.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Dinas ESDM Jatim meninjau ke lokasi di Dusun Kadur Barat, Desa/Kecamatan Kadur, Pamekasan, untuk melakukan pengecekan dan mengambil sampel air serta uap gas pada sumur bor yang masih mengeluarkan air beserta uap gas tersebut. &#8220;Kita melihat ada gas beracunnya atau tidak. Karena yang terpenting, masyarakat sekitar aman dahulu. Alhamdulillah, tidak beracun,&#8221; kata Kabid Air dan Tanah Dinas ESDM Jatim, Ariful Bhuana, Senin (22/01/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Menurut Ariful, beberapa alat dibawa oleh dinas ESDM Jatim, yang melibatkan beberapa unsur dari Pertamina, Medco Energi dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). &#8220;Untuk kelanjutan material yang ada di dalam sumur, kami membaca secara detail dan bersama-sama instansi terkait. Untuk tim teknis, nanti yang bisa membaca itu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ariful menambahkan, hasil pengecekan dengan menggunakan alat itu, membutuhkan waktu seminggu untuk diketahui hasilnya. &#8220;Hasil dari ini, semoga kami lekas berikan dalam waktu seminggu,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di saat yang sama, Pj Bupati Pamekasan, Masrukin, mengatakan bahwa pemerintah daerah bersyukur dengan dilakukan pengecekan oleh Dinas ESDM Jatim. &#8220;Alhamdulillah, kandungan gas beracunnya bagi masyarakat nol, sehingga aman. Berikutny,a kami juga bersama-sama menunggu hasil analisa di laboratorium terpadu dinas ESDM,&#8221; paparnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204825</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
