<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Oct 2025 09:43:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Alami Trauma Berat, Dinsos P3AP2KB Kota Malang Dampingi Korban Ponpes Al Khoziny</title>
		<link>https://memontum.com/alami-trauma-berat-dinsos-p3ap2kb-kota-malang-dampingi-korban-ponpes-al-khoziny</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berat]]></category>
		<category><![CDATA[dampingi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos]]></category>
		<category><![CDATA[khoziny]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[P3AP2KB]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[trauma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226583</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Malang, telah memberikan bantuan pendampingan psikologis pada korban musibah Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Dari hasil pendataan, terdapat tiga korban yang membutuhkan pendampingan. Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa ketiganya itu berdomisili di Kecamatan Kedungkandang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Malang, telah memberikan bantuan pendampingan psikologis pada korban musibah Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Dari hasil pendataan, terdapat tiga korban yang membutuhkan pendampingan.</p>



<p>Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa ketiganya itu berdomisili di Kecamatan Kedungkandang. Namun, dua diantaranya itu tidak memerlukan pendampingan khusus, hanya satu korban saja yang masih mengalami trauma berat.</p>



<p>&#8220;Jadi yang atas nama Nanang dan Muhammad, itu tidak memerlukan pendampingan khusus. Yang perlu pendampingan khusus ada 1 anak, siswa kelas 1 SMP. Itu traumanya lumayan. Karena saat kejadian itu, anak ini berada di shaf ke lima sedangkan teman-temannya yang sekamar berada di shaf belakang. Sejak itu, dia mengalami trauma dan tidak berani tidur atau pergi sendiri,&#8221; jelas Donny, Rabu (08/10/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa pendampingan itu sudah dilakukan sejak Selasa (07/10/2025) kemarin. Menurutnya, juga tidak ada korban yang mengalami luka fisik berat. Terkait keberlanjutan pendidikan para korban di Ponpes yang sama, pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi apa pun.</p>



<p>“Kami masih menunggu kabar dari pihak Ponpes. Dua korban yang sudah kelas 3 SMP kemungkinan tetap melanjutkan. Sedangkan yang kelas 1 SMP masih menunggu keputusan,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Donny juga menyebut, bahwa siswa kelas 1 SMP tersebut tercatat sebagai penerima manfaat desil 1. Apabila, tidak kembali ke Ponpes, menurutnya masih ada kemungkinan anak tersebut bisa masuk ke Sekolah Rakyat (SR), namun tentunya dengan pengawasan langsung dari Kementerian Sosial (Kemensos).</p>



<p>&#8220;Ya bisa jadi masuk SR. Karena semua korban ini kan juga dipantau oleh Kemensos,&#8221; imbuh Donny. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226583</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rencanakan Perbaikan 11 Sekolah Rusak Berat, Disdikbud Kota Malang Butuh CSR Rp 5,8 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/rencanakan-perbaikan-11-sekolah-rusak-berat-disdikbud-kota-malang-butuh-csr-rp-58-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berat]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214907</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perbaikan sekolah rusak berat di Kota Malang, saat ini terus berprogres. Apalagi, hal ini juga menjadi salah satu dari 13 prioritas yang harus segera dilakukan dalam kepemimpinan Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa koordinasi untuk mematangkan data terkait perbaikan itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perbaikan sekolah rusak berat di Kota Malang, saat ini terus berprogres. Apalagi, hal ini juga menjadi salah satu dari 13 prioritas yang harus segera dilakukan dalam kepemimpinan Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa koordinasi untuk mematangkan data terkait perbaikan itu terus dilakukan. Dari sekitar 51 sekolah, itu ditargetkan hingga Desember 2024 ini ada 11 sekolah yang diperbaiki.</p>



<p>“Kami sudah rapat koordinasi. Sekarang ini dimatangkan dahulu dari datanya, di mana ada 11 sekolah yang akan diperbaiki. Setelah itu, nanti akan dilakukan perbaikan dengan menggunakan Corporate Social Responsibility (CSR),” kata Suwarjana, Rabu (02/10/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, untuk perbaikan 11 sekolah tersebut, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 5,8 miliar. Untuk tingkat perbaikannya, tentunya masing-masing sekolah mempunyai kerusakan yang berbeda-beda.</p>



<p>“Ada yang atapnya jebol, lalu temboknya, struktur bangunan serta kusen yang keropos. Semua itu beberapa poin kerusakan,” katanya.</p>



<p>Beberapa sekolah yang nantinya akan diperbaiki di tahun 2024 ini, diantaranya seperti SDN Ketawanggede, SMPN 25 dan SDN Tanjungrejo 3. Suwarjana berharap, nantinya perbaikan tersebut seluruhnya dapat tercover dengan baik.</p>



<p>“Kami berusaha agar perbaikan bisa segera dilakukan, sesuai dengan aturan dan prioritas yang ada,” imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214907</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Demi Optimalisasi Pengolahan Sampah TPA Tlekung, Pj Wali Kota Batu Dukung Pengadaan Alat Berat</title>
		<link>https://memontum.com/demi-optimalisasi-pengolahan-sampah-tpa-tlekung-pj-wali-kota-batu-dukung-pengadaan-alat-berat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2023 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[alat]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berat]]></category>
		<category><![CDATA[demi]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Optimalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadaan]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193562</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, memberikan lampu hijau terkait rencana pengadaan alat berat untuk mendukung pengolahan sampah di TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Itu karena, selain masa pakai alat berat yang dimiliki memiliki masa waktu, juga karena alat berat yang ada tidak maksimal. &#8220;Untuk memaksimalkan pengolahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, memberikan lampu hijau terkait rencana pengadaan alat berat untuk mendukung pengolahan sampah di TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Itu karena, selain masa pakai alat berat yang dimiliki memiliki masa waktu, juga karena alat berat yang ada tidak maksimal.</p>



<p>&#8220;Untuk memaksimalkan pengolahan sampah, alat berat yang berada di TPA Tlekung, memang harus diganti. Kalau perlu, kita beli alat baru yang lebih maksimal untuk mengolah sampah,&#8221; terangnya di TPA Tlekung, Selasa (18/07/2023) tadi.</p>



<p>Sampah yang dihasilkan Kota Batu, ujarnya, untuk volume perharinya bisa hingga sebesar 150 ton. Sedangkan, produksi rata-rata dari pengolahan sampah itu 50 sampai 70 ton.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Dari 150 ton sampah yang dihasilkan perhari, kemudian diolah dengan volume tampung 50 sampai 70 ton. Berarti, masih menumpuk untuk sisanya. Maka dari itu, perlu alat berat yang lebih besar untuk bisa menyelesaikan sampah yang ada di Kota Batu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Disinggung antara perawatan atau pembelian alat berat, Aries menambahkan, jika peremajaan akan makan biaya tinggi daripada membeli yang baru. &#8220;Kita lihat dahulu bagaimana kajian DLH. Dan, alat berat harus diganti dengan yang baru. Menyesuaikan kondisi saat ini, karena jumlah sampah yang diterima lebih banyak. Dan, alat kita sudah tidak mampu. Yaitu, hanya 50 sampai 70 ton, yang diolah,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, bahwa saat ini TPA Tlekung memiliki empat alat berat. Dimana, satu unit rusak berat hingga tidak berfungsi lagi dan satu unit untuk kemampuan baket kecil. Kemudian, dua unit alat berat lagi mesinnya sudah sering rusak.&nbsp;<strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193562</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Evakuasi Kendaraan yang Terjebak Jembatan Putus dan Longsor, Pemkab Lumajang Turunkan Dua Alat Berat</title>
		<link>https://memontum.com/evakuasi-kendaraan-yang-terjebak-jembatan-putus-dan-longsor-pemkab-lumajang-turunkan-dua-alat-berat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 13:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alat]]></category>
		<category><![CDATA[berat]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[putus]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak]]></category>
		<category><![CDATA[turunkan]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192768</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Cuaca Ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang yang berbatasan dengan Kabupaten Malang, tidak hanya mengakibatkan lahar dingin Semeru. Namun, musibah tersebut juga mengakibatkan tanah longsor yang terjadi di KM 58 Jalur Piket Nol, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas pun mati sementara sejak Jumat (07/07/2023) kemarin. Bahkan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Cuaca Ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang yang berbatasan dengan Kabupaten Malang, tidak hanya mengakibatkan lahar dingin Semeru. Namun, musibah tersebut juga mengakibatkan tanah longsor yang terjadi di KM 58 Jalur Piket Nol, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.</p>



<p>Akibat kejadian itu, arus lalu lintas pun mati sementara sejak Jumat (07/07/2023) kemarin. Bahkan, banyak truk dan kendaraan pribadi, terjebak di wilayah Kecamatan Pronojiwo, lantaran tidak bisa putar balik ke arah Malang akibat jembatan di perbatasan Lumajang-Malang, juga terputus.</p>



<p>Merespon kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui BPBD Lumajang, pun menerjunkan dua alat berat untuk mengevakuasi material longsoran yang menutup seluruh badan jalan di KM 58 Piket Nol. Termasuk, satu mobil Damkar untuk membersihkan material lumpur yang ada di jalan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini cuaca sedang lumayan baik. Makanya, kita lakukan percepatan untuk membuka akses jalan ke Lumajang. Ini banyak kendaraan yang sampai menginap dan kita prioritaskan itu dahulu untuk melintas,” kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, saat meninjau lokasi longsor, Sabtu (08/07/2023) tadi.</p>



<p>Untuk penanganan sejumlah infrastruktur yang rusak, tambah Cak Thoriq-sapaan Bupati Lumajang, pemerintah akan melakukan upaya darurat sembari menunggu kebijakan yang bisa dilakukan. Termasuk, perbaikan secara permanen.</p>



<p>“Untuk beberapa jembatan yang rusak, kita upayakan untuk jembatan non permanen. Sementara seperti tanggul yang jebol, kita tangani dahulu supaya air yang masih mengalir tidak membahayakan warga,” paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192768</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Optimalkan Pengolahan Sampah TPA Tlekung, DLH Kota Batu Ajukan Alat Berat Eksavator</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-pengolahan-sampah-tpa-tlekung-dlh-kota-batu-ajukan-alat-berat-eksavator</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2023 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ajukan]]></category>
		<category><![CDATA[alat]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berat]]></category>
		<category><![CDATA[eksavator]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192392</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mengajukan alat berat jenis eksavator untuk mendukung pengolahan sampah di TPA Tlekung. Pengajuan tersebut dilakukan, karena alat berat yang sebelumnya difungsikan untuk membantu mengolah sampah, sudah tidak mampu lagi digunakan akibat rusak. Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan, mengatakan bahwa saat ini alat berat jenis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mengajukan alat berat jenis eksavator untuk mendukung pengolahan sampah di TPA Tlekung. Pengajuan tersebut dilakukan, karena alat berat yang sebelumnya difungsikan untuk membantu mengolah sampah, sudah tidak mampu lagi digunakan akibat rusak.</p>



<p>Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan, mengatakan bahwa saat ini alat berat jenis eksavator yang sekarang dimiliki DLH sudah berjumlah empat unit. Namun, dari empat alat berat itu, satu diantaranya mengalami rusak. Lalu, satu unit mesinnya sudah lemah untuk mengolah sampah. Kemudian, dua unit bisa aktif tetapi ukuran volumenya berbeda. Artinya, satu unit besar sedangkan satu unit lagi kecil.</p>



<p>&#8220;Alat berat yang kami miliki ini sudah saatnya peremajaan. Karena, alat berat kami ada tiga unit yang ukuran volume 1 ton, itu pengadaan tahun 2010. Sedangkan, satu unit yang ukuran kecil pengadaan 2019,&#8221; terangnya di TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Selasa (04/07/2023) tadi.</p>



<p>Tujuan dari pengajuan alat berat yang baru ini, paparnya, saat ini kuantiti sampah yang tinggi dibutuhkan alat berat yang bisa maksimal. Sehingga, pengolahan sel sampah bisa diminimalisir untuk bau sampahnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>&#8220;Alat berat untuk mengolah sampah ini, sebenarnya riskan mengalami kerusakan. Karena saat mengolah sampah, sering pada mesinnya kemasukan sampah. Sehingga, butuh perawatan ekstra. Apalagi, air dari sampah itu menyebabkan korusi tinggi. Jadi, memang untuk pengolahan sampah ini setidaknya 10 tahun sekali, harus ada peremajaan alat berat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Mengenai besaran harga pengadaan, imbuh Aries, tergantung merek yang akan dibeli. Bila dilihat dari volume buket eksavator sekitar 1 ton, sekitar Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar.</p>



<p>&#8220;Kalau kebutuhan yang diajukan, sebenarnya satu unit alat berat sudah cukup. Dan, kami juga tidak butuh yang besar volume buketnya. Di sini, volume 1 ton saja cukup. Mengapa tidak butuh alat berat yang besar, karena kalau ada yang sedang seperti yang ada sekarang, bisa lebih lincah mengolah di gunungan sampah,&#8221; urainya.</p>



<p>Untuk itu, tegasnya, pengajuan alat berat pengolahan sampah dilaksanakan tahun ini. Dan, diharapkan saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), bisa terpenuhi.</p>



<p>&#8220;Kami mengajukannya di tahun ini. Sehingga, PAK ini harapannya bisa disetujui,&#8221; <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192392</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
