<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berbuka &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berbuka/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Mar 2026 14:10:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berbuka &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Olahan Ikan Jeng Ayud Laris Saat Ramadan, Menu Praktis Jadi Buruan untuk Sahur dan Berbuka</title>
		<link>https://memontum.com/olahan-ikan-jeng-ayud-laris-saat-ramadan-menu-praktis-jadi-buruan-untuk-sahur-dan-berbuka</link>
					<comments>https://memontum.com/olahan-ikan-jeng-ayud-laris-saat-ramadan-menu-praktis-jadi-buruan-untuk-sahur-dan-berbuka#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[buruan]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[praktis,]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230823</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Permintaan makanan praktis untuk sahur dan berbuka puasa membawa berkah bagi pelaku UMKM olahan ikan, Jeng Ayud. Selama Ramadan, penjualan berbagai produk olahan ikan milik usaha tersebut tetap ramai, terutama karena banyak masyarakat mencari menu yang mudah diolah. Owner Jeng Ayud, Anto, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2018 itu menyediakan berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Permintaan makanan praktis untuk sahur dan berbuka puasa membawa berkah bagi pelaku UMKM olahan ikan, Jeng Ayud. Selama Ramadan, penjualan berbagai produk olahan ikan milik usaha tersebut tetap ramai, terutama karena banyak masyarakat mencari menu yang mudah diolah.</p>



<p>Owner Jeng Ayud, Anto, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2018 itu menyediakan berbagai produk olahan ikan siap masak. Mulai dari bandeng presto, bandeng cabut duri, hingga aneka katsu dari ikan dori, kakap dan fillet belut.</p>



<p>“Selama Ramadan ini, alhamdulillah penjualannya bagus. Biasanya orang mencari menu yang praktis untuk berbuka atau sahur, tinggal goreng atau dipanaskan saja,” kata Anto, Minggu (08/03/2026) tadi.</p>



<p>Selain olahan ikan, Jeng Ayud juga menjual produk lain seperti teri nasi. Bahan baku ikan yang digunakan sebagian berasal dari budidaya sendiri, terutama ikan nila merah yang dibudidayakan di Bangil, Pasuruan.</p>



<p>Anto menjelaskan, untuk pemasaran selama Ramadan, pihaknya lebih banyak mengandalkan penjualan secara online serta toko yang berada di rumah produksi. “Kami sebenarnya lebih fokus penjualan online. Kebetulan tahun ini juga diundang Bank Jatim untuk ikut bazar Ramadan,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski penjualan cukup baik, Anto mengakui omzet Ramadan tahun ini masih belum melampaui tahun sebelumnya. Dirinya menduga kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat ikut memengaruhi jumlah transaksi.</p>



<p>“Kalau dibandingkan Ramadan tahun lalu, memang masih lebih tinggi tahun kemarin. Mungkin karena kondisi ekonomi sekarang juga berpengaruh,” jelasnya.</p>



<p>Tidak hanya melayani pembeli ritel, Jeng Ayud juga menyuplai berbagai jenis ikan ke sejumlah restoran dan hotel. Di Kota Malang saja, ada sekitar empat restoran yang rutin menerima pasokan ikan dari usaha tersebut. Pengiriman juga dilakukan hingga luar kota.</p>



<p>“Kalau frozen pernah kirim sampai Bandung. Selama ekspedisinya punya freezer box atau bisa lewat kereta, masih bisa kami kirim,” tambahnya.</p>



<p>Untuk menjaga kualitas, produk segar biasanya hanya bertahan sekitar 12 jam di suhu ruang. Namun jika disimpan dalam pendingin dapat bertahan hingga tiga hari, sementara produk beku bisa disimpan lebih lama di freezer. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/olahan-ikan-jeng-ayud-laris-saat-ramadan-menu-praktis-jadi-buruan-untuk-sahur-dan-berbuka/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230823</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Pertama Sekolah di Bulan Ramadan, Siswa SMPN 6 Kota Malang Terima MBG Menu Kering untuk Berbuka</title>
		<link>https://memontum.com/hari-pertama-sekolah-di-bulan-ramadan-siswa-smpn-6-kota-malang-terima-mbg-menu-kering-untuk-berbuka</link>
					<comments>https://memontum.com/hari-pertama-sekolah-di-bulan-ramadan-siswa-smpn-6-kota-malang-terima-mbg-menu-kering-untuk-berbuka#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230401</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hari pertama masuk sekolah di Bulan Ramadan, siswa-siswi di Kota Malang tetap mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan menu kering. Salah satunya, seperti yang ada di SMPN 6 Kota Malang. Humas SMPN 6 Kota Malang, Yanti Karunia Lestari, menyampaikan bahwa terdapat penyesuaian menu selama Ramadan. Jika sebelumnya siswa menerima makanan siap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hari pertama masuk sekolah di Bulan Ramadan, siswa-siswi di Kota Malang tetap mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan menu kering. Salah satunya, seperti yang ada di SMPN 6 Kota Malang.</p>



<p>Humas SMPN 6 Kota Malang, Yanti Karunia Lestari, menyampaikan bahwa terdapat penyesuaian menu selama Ramadan. Jika sebelumnya siswa menerima makanan siap santap seperti menu rumahan, kini paket MBG berisi makanan kering yang dapat disimpan hingga waktu berbuka.</p>



<p>“Karena ini Ramadan, menunya berubah menjadi menu kering. Biasanya ada telur, kemudian roti, buah dan susu. Tapi biasanya kalau susu itu tidak setiap hari, tergantung hitungan jumlah protein dari makanan yang diberikan hari itu,&#8221; ujar Yanti, saat ditemui, Senin (23/02/2026) tadi.</p>



<p>Untuk hari ini, ujarnya, disediakan satu paket MBG yang isinya ada empat menu, yaitu telur, roti, kurma dan kacang. Itu diberikan, dalam bentuk tas sehingga lebih praktis, berbeda dengan hari biasa yang menggunakan food tray.</p>



<p>&#8220;Selama Ramadan, pembagian dilakukan menjelang pulang sekolah, yakni sekitar 10 menit sebelum jam kepulangan pukul 12.15 WIB,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut disampaikan, pihak sekolah juga memastikan keamanan konsumsi bagi siswa yang memiliki alergi, meski sejauh ini belum ditemukan kasus alergi protein di SMPN 6 Kota Malang. Untuk jumlah penerima MBG di sekolah tersebut mencapai 845 orang, terdiri dari 797 siswa dan 48 tenaga kependidikan.</p>



<p>Salah satu siswa kelas VII, Rafasya Putra, mengaku sempat terkejut tetap mendapat MBG saat berpuasa. Namun, dia menilai program tersebut sangat membantu karena bisa dijadikan makanan berbuka di rumah.</p>



<p>“Awalnya kaget, kok pas puasa tetap ada MBG. Ternyata untuk dibawa pulang dan dimakan saat berbuka. Menurut saya ini sangat efektif,&#8221; ucap Rafasya.</p>



<p>Dirinya juga menilai, paket menu kering lebih praktis dibandingkan pembagian menggunakan wadah makan seperti biasanya. “Lebih simpel, tinggal dibawa pulang,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/hari-pertama-sekolah-di-bulan-ramadan-siswa-smpn-6-kota-malang-terima-mbg-menu-kering-untuk-berbuka/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230401</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Universitas Insan Budi Utomo bersama PWI Malang Raya Gelar Acara Kirim Doa dan Berbuka</title>
		<link>https://memontum.com/universitas-insan-budi-utomo-bersama-pwi-malang-raya-gelar-acara-kirim-doa-dan-berbuka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2025 14:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220608</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar acara kirim doa dan berbuka bersama di Kampus C UIBU di Jalan Citandui, Kota Malang, Senin (24/03/2025) tadi. Rektor UIBU, H Nurcholis Sunuyeko, dalam kegiatan itu meminta agar silaturahmi dan kirim doa di momen Ramadan ini bisa menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar acara kirim doa dan berbuka bersama di Kampus C UIBU di Jalan Citandui, Kota Malang, Senin (24/03/2025) tadi.</p>



<p>Rektor UIBU, H Nurcholis Sunuyeko, dalam kegiatan itu meminta agar silaturahmi dan kirim doa di momen Ramadan ini bisa menjadi momen rutinan. Terlebih, silaturahmi ini juga menghadirkan keluarga wartawan yang sudah berpulang, wartawan yang masih aktif dan keluarga besar mantan wartawan lain dengan sivitas akademika UIBU. Sehingga, ini akan semakin menambah kekuatan kekerabatan.</p>



<p>“Apalagi dalam momen ini, juga diwarnai dengan pembacaan tahlil, sebagai sarana kirim doa untuk teman-teman wartawan yang sudah mendahului kita. Itulah sebabnya, malam ini kami sengaja menghadirkan keluarga almarhum dan almarhumah,” kata Sam Rektor-panggilan akrab Nurcholis Sunuyeko.</p>



<p>Sam Rektor berharap, kegiatan ini menjadi ajang untuk memperkuat hubungan silaturahmi antara UIBU dengan PWI Malang Raya. “Kegiatan ini penting untuk silaturahmi kita bersama. UIBU selalu siap untuk berkolaborasi dengan PWI,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Prosesi acara sendiri, diawali dengan bacaan tahlil dan doa, yang dipimpin Sekretaris PWI Malang Raya, Muhaimin. Dilanjutkan, dengan sambutan oleh Rektor UIBU.</p>



<p>“Kegiatan ini tidak hanya sekadar buka puasa bersama. Tapi kita jadikan kesempatan ini mengirim doa untuk rekan dan saudara kita yang sudah meninggal. Semoga kita selalu dalam ridha Allah,” sebut Pembina PWI Malang Raya ini.</p>



<p>Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, menyebut bahwa dalam momen buka puasa tersebut, pihaknya sengaja mendatangkan para keluarga wartawan anggota PWI atau keluarga almarhum dan almarhumah lainnya, untuk bisa bersama-sama memanjatkan doa. “Kami tidak pernah memutuskan hubungan, meskipun anggota PWI itu sudah berpulang. Kami akan selalu menyambung tali silaturahmi dengan keluarga anggota PWI yang sudah berpulang,” sebut Cahyono.</p>



<p>Meski disadari tidak semua keluarga almarhum bisa hadir secara langsung, namun demikian, kegiatan kirim doa dan silaturahmi itu selalu diinformasikan kepada keluarga anggota PWI Malang Raya. “Termasuk ketika ada sedikit rejeki, kami akan berbagi dengan beliau-beliau,” tegasnya.</p>



<p>Karena itulah, Cahyono menyampaikan terimakasih kepada UIBU, yang telah memfasilitasi acara ini. Serta menyampaikan apresiasi terhadap peran serta UIBU, yang selalu aktif di berbagai kegiatan bersama media. “Terimakasih kepada Universitas Insan Budi Utomo atas fasilitasnya mendukung kegiatan ini. Termask juga pemberian santunan untuk ahli waris anggota PWI Malang Raya yang sudah meninggal,” ujar Cahyono. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220608</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ascent Premiere Hotel Hadirkan Paket Berbuka Puasa dengan Cita Rasa Nusantara dan Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/ascent-premiere-hotel-hadirkan-paket-berbuka-puasa-dengan-cita-rasa-nusantara-dan-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Feb 2025 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[ascent]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[premiere]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219723</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan, Ascent Premiere Hotel Malang menghadirkan menu paket berbuka puasa Iftar Bersama Nan Uenak (IBNU) dengan berbagai hidangan khas nusantara hingga internasional, termasuk menu khas meksiko. Program itu, diperkenalkan dalam Grand Launching Ekslusif Ramadan, di Napa Eatery &#38; Bar Lantai 9 Ascent Premiere Hotel Malang, Kamis (27/02/2025) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan, Ascent Premiere Hotel Malang menghadirkan menu paket berbuka puasa Iftar Bersama Nan Uenak (IBNU) dengan berbagai hidangan khas nusantara hingga internasional, termasuk menu khas meksiko. Program itu, diperkenalkan dalam Grand Launching Ekslusif Ramadan, di Napa Eatery &amp; Bar Lantai 9 Ascent Premiere Hotel Malang, Kamis (27/02/2025) tadi.</p>



<p>General Manager Ascent Premiere Hotel Malang, Yacob Nainggolan, menyampaikan bahwa harga perpaket tersebut dibandrol Rp 129 ribu perorang, tentu sudah termasuk pajak. Harga tersebut, juga masih sama dengan tahun lalu, namun tentu menu yang disajikan lebih banyak dan berbeda dengan tahun sebelumnya.</p>



<p>&#8220;Harga tetap sama seperti tahun lalu dan tidak ada kenaikan harga. Menunya tentu bertambah dari tahun lalu dan menu nusantara ini menjadi khas kami. Dengan Rp 129 ribu, maka sudah bisa makan sepuasnya dan&nbsp; ada banyak pilihan makanan serta makan di lokasi tertinggi bisa melihat keindahan Kota Malang,&#8221; ujar Yacob.</p>



<p>Selain itu, juga ditawarkan paket Berpuasa Syahdu di Ascent (BSA) dengan fasilitas sahur dan buka puasa untuk dua orang, diskon 25 persen di Napa Eatery &amp; Bar, free trial Best Gym Ascent selama tiga hari, serta early check in dan late check out, hanya dengan harga Rp 625 per malam.</p>



<p>Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (TSP), Ascent Premiere juga meluncurkan program Ascent Care. Dengan pembelian paket berbuka, akan didonasikan untuk membantu anak-anak yang kurang mampu bersekolah. Program tersebut, pun juga telah berjalan selama empat tahun berturut-turut dan tahun lalu berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 50 juta.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Di tahun ini, Ascent Premiere Hotel menargetkan donasi yang lebih besar, minimal Rp 100 juta. Target kami adalah menjadi pilihan utama tempat berbuka puasa di Kota Malang. Kami juga berharap semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi sehingga donasi untuk pendidikan bisa lebih besar dibanding tahun lalu,” tambah Yacob.</p>



<p>Lebih lanjut Yacob juga menyampaikan, bahwa Ascent Premier Hotel siap melayani 3.500 hingga 4 ribu tamu selama Bulan Ramadan. Tamu dapat menikmati berbuka puasa di berbagai area, seperti Napa &amp; Eatery, Restoran Nusantara dan Grand Ballroom.</p>



<p>Sementara itu, Koki di Ascent Premiere Hotel, Chef Inggar, menyampaikan bahwa hidangan utama mengutamakan cita rasa Nusantara dengan enam rotasi menu berbeda setiap harinya. Ada juga tambahan menu baru seperti seblak, live pasta station dan jagung susu keju (jasuke). Selain itu, tersedia berbagai assorted pastry dan jajanan tradisional yang semakin melengkapi pengalaman berbuka puasa.</p>



<p>&#8220;Menu makanan yang kami sediakan juga ada dari Jawa Tengah, seperti angkringan. Kemudian juga ada kopi gunung kawi, ini juga yang baru di menu kami,&#8221; imbuh Inggar.</p>



<p>Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut, dapat langsung menghubungi instagram Ascentpremier, melalui Direct Message (DM). <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219723</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Berbuka Puasa, Gudang di Probolinggo Tetiba Kobarkan Api</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-berbuka-puasa-gudang-di-probolinggo-tetiba-kobarkan-api</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kobarkan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[puasa,]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207892</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Kebakaran hebat terjadi di Jalur Lingkar Utara, atau Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jumat (29/03/2024) malam. Adalah gudang rongsokan, yang menjadi sasaran bara api. Informasi yang diperoleh, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, bara api awalnya tidak terlalu besar. Namun, tidak berselang lama atau karena angin di lokasi cukup kencang, membuat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Kebakaran hebat terjadi di Jalur Lingkar Utara, atau Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jumat (29/03/2024) malam. Adalah gudang rongsokan, yang menjadi sasaran bara api.</p>



<p>Informasi yang diperoleh, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, bara api awalnya tidak terlalu besar. Namun, tidak berselang lama atau karena angin di lokasi cukup kencang, membuat api makin cepat membesar dan meluas. Sementara di lokasi, banyak barang yang mudah terbakar.</p>



<p>Akibat kejadian itu, petugas pemadam kebakaran menerjunkan lima mobil pemadam. Selain itu, mobil bantuan penyuplai air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat juga dilibatkan.</p>



<p>&#8220;Di lokasi kebetulan banyak kardus hingga plastik. Sehingga, api dengan cepet membesar, ujar warga setempat, Ismail.</p>



<p>Lurah Mayangan, Iwan Arif Afandi, mengatakan jika gudang barang rongsokan itu milik Hasyim, warga setempat. Dalam kejadian itu, meski bara api hingga membesar, namun tidak sampai merembet ke pemukiman sekitar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kebetulan gudang barang rongsokannya berada di sebelah Utara jalan. Sementara di sekitar lokasi, jauh dari pemukiman,&#8221; kata Lurah Iwan, saat meninjau lokasi kejadian.</p>



<p>Untuk memadamkan api, lanjut Lurah Iwan, total ada enam kendaraan pemadam. Sementara arus lalu lintas, sempat ditutup untuk memudahkan pemadaman api.</p>



<p>&#8220;Untuk penyebab kebakarannya, masih belum diketahui,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kapolsek Mayangan, AKP Heri Sugianto, mengatakan untuk penyebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan anggota. Di lokasi, petugas juga membantu untuk proses pemadaman.</p>



<p>&#8220;Untuk penyebab terjadinya kebakaran, masih belum kita ketahui. Sementara ini kami masih melakukan penyelidikan,&#8221; terangnya. <strong>(nun/pix/sit</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207892</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Banyuwangi Berbuka Puasa bersama Petani Embung Ja&#8217;i dan Luncurkan Program Padat Karya</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-banyuwangi-berbuka-puasa-bersama-petani-embung-jai-dan-luncurkan-program-padat-karya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2024 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Embung]]></category>
		<category><![CDATA[ja’i]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207649</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali menggelar kegiatan Safari Ramadan, Jumat (22/03/2024) tadi. Dalam Safari kali ini, terasa beda karena Bupati Ipuk berbuka puasa bersama ratusan petani di Embung Ja’i, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari. Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk tidak hanya bersilaturahmi dan berdialog dengan para petani. Namun, di kesempatan sama juga meluncurkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali menggelar kegiatan Safari Ramadan, Jumat (22/03/2024) tadi. Dalam Safari kali ini, terasa beda karena Bupati Ipuk berbuka puasa bersama ratusan petani di Embung Ja’i, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk tidak hanya bersilaturahmi dan berdialog dengan para petani. Namun, di kesempatan sama juga meluncurkan program pengentasan kemiskinan dengan instrumen Program Padat Karya yang ada di Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p>&#8220;Saat ini, Banyuwangi terus menekan angka kemiskinan yang ada. Meskipun sudah rendah, tapi berbagai intervensi masih harus dilakukan agar rakyat Banyuwangi benar-benar sejahtera,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Salah satu upaya yang dilakukan tersebut, lanjutnya, adalah dengan melakukan intervensi kepada warga miskin yang masuk di database UGD Kemiskinan Banyuwangi. Dari data itu, warga pra sejahtera yang masih produktif, akan dilibatkan dalam Program Padat Karya yang dicanangkan Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>&#8220;Untuk di PU (pekerjaan umum, red) Pengairan sendiri, kami mentargetkan bisa menyentuh 2.400 orang yang terbagi dalam 80 lokus kerja di seluruh Banyuwangi,” papar Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kondisi itu, lanjut Bupati Ipuk, akan diperluas jangkauannya dengan melibatkan sejumlah instansi lain yang memiliki Program Padat Karya. “Tidak hanya program pembangunan yang berjalan, tetapi juga bisa berdampak terhadap terbukanya lapangan kerja bagi warga miskin,” paparnya.</p>



<p>Selain menggelar buka bersama di Embung Ja’i, rangkaian Safari Ramadan Bupati Ipuk dilanjutkan dengan tarawih berjamaah di Masjid Thoriqul Jannah, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo. Di lokasi itu, dirinya juga bersilaturahmi dengan keluarga besar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi dan tokoh masyarakat se Kecamatan Bangorejo.</p>



<p>Bupati Ipuk, juga tidak ketinggalan memaparkan berbagai program pembangunan di Kecamatan Bangorejo. Mulai dari infrastruktur, pertanian, pendidikan hingga kesehatan. “Tentu saja, ini masih ada keterbatasan. Karena, tenaga dan kemampuan anggaran pemerintah juga terbatas. Dengan bersilaturahmi ini, kami berharap bisa adanya gotong royong untuk mengatasi keterbatasan yang ada,” paparnya.</p>



<p>Ketua LDII Banyuwangi, H Astro Djunaidi, dalam kesempatan itu menyambut hangat kedatangan Bupati Ipuk. Disampaikan, kegiatan safari ini sebagai wujud ukhuwah (persaudaraan) dalam merajut harmoni di Banyuwangi. “Dengan terjalinnya silaturahmi ini, tentunya bisa meningkatkan ukhuwah. Hal ini sangat penting bagi pembangunan di wilayah Banyuwangi,” ungkapnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207649</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Momen Bulan Ramadan, Bupati Banyuwangi Berbuka dan Salat Tarawih bersama Masyarakat di Desa</title>
		<link>https://memontum.com/momen-bulan-ramadan-bupati-banyuwangi-berbuka-dan-salat-tarawih-bersama-masyarakat-di-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2024 15:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[tarawih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207602</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Momen Bulan Suci Ramadan kembali dimanfaatkan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, untuk menyapa masyarakat yang dikemas dalam bentuk Safari Ramadan. Bahkan, dalam momen itu Bupati juga mengoptimalkan dengan buka puasa bersama dan Salat Tarawih berjamaah di sejumlah desa. Dalam kegiatan Safari Ramadan 1445 H kali ini, bupati mengawali dari Masjid Al-Khoiriyah, Desa Bumiharjo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Momen Bulan Suci Ramadan kembali dimanfaatkan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, untuk menyapa masyarakat yang dikemas dalam bentuk Safari Ramadan. Bahkan, dalam momen itu Bupati juga mengoptimalkan dengan buka puasa bersama dan Salat Tarawih berjamaah di sejumlah desa.</p>



<p>Dalam kegiatan Safari Ramadan 1445 H kali ini, bupati mengawali dari Masjid Al-Khoiriyah, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kamis (21/03/2024) malam.</p>



<p>Di desa yang berada di lereng Gunung Raung ini, Bupati Ipuk bersama masyarakat bersilaturahmi sekaligus berbuka puasa bersama. Pelaksanaan itu, dihadiri sejumlah tokoh agama dan organisasi masyarakat. Tampak diantaranya, KH Nur Maulana Rosyadi, KH Wasil Hifdi (PP As-Shiddiqi, Sepanjang), Gus In’amul Muttaqin (PP Minhajut Thullab, Krikilan) dan sejumlah tokoh lain.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami ingin bersilaturahmi dan bertemu langsung dengan masyarakat. Mensosialiasikan berbagai program yang saat ini sedang dijalankan, sekaligus juga belanja persoalan yang terjadi di masyarakat,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, bupati juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif menyukseskan program-program pemerintah. Terutama, dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem. Diantaranya, seperti bantuan Rantang Kasih untuk warga sebatang kara hingga pengentasan anak putus sekolah.</p>



<p>“Jika ada warga sebatang kara, segera laporkan kepada kami. Begitu pula jika ada anak yang putus sekolah. Tidak boleh ada anak di Banyuwangi yang tidak sekolah,” terang Bupati Ipuk.</p>



<p>Dalam acara yang dirangkai dengan Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) itu, juga mendorong sejumlah pembangunan di desa tersebut. Diantaranya adalah pembangunan infrastruktur jalan. “Untuk tahun ini, kami menyalurkan pembangunan jalan pavingisasi di 21 titik di Desa Bumiharjo dengan nilai proyek sebesar Rp 1,9 miliar,” tambah bupati. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207602</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
