<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berdarah, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berdarah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Jun 2024 12:52:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berdarah, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringatan HKG, Ketua TP PKK Kediri Ajak Kader Lakukan Kerja Bakti untuk Cegah Demam Berdarah</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hkg-ketua-tp-pkk-kediri-ajak-kader-lakukan-kerja-bakti-untuk-cegah-demam-berdarah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jun 2024 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berdarah,]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210669</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, mengajak ratusan kader melakukan kerja bakti serentak sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah. Kegiatan yang diikuti lebih dari 200 kader PKK di Kabupaten Kediri, itu sebagai bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-52 tahun 2024. “Kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, mengajak ratusan kader melakukan kerja bakti serentak sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah. Kegiatan yang diikuti lebih dari 200 kader PKK di Kabupaten Kediri, itu sebagai bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-52 tahun 2024.</p>



<p>“Kita menjaga kebersihan lingkungan (salah satunya) untuk mencegah kemungkinan penyebaran demam berdarah,” kata Mbak Cicha-sapaan akrabnya, di Sumber Sirah, Desa Krekep, Kecamatan Gurah, Rabu (05/06/2024) tadi.</p>



<p>Menurut Mbak Cicha, selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan kerja bakti tersebut menjadi upaya gerakan pemberdayaan keluarga dalam mendorong masyarakat supaya betul-betul menerapkan kebersihan lingkungan. Disebutkannya, gerakan pemberdayaan keluarga sangat diperlukan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Karenanya, Mbak Cicha mengajak masyarakat agar senantiasa rutin menjaga perilaku hidup sehat.</p>



<p>“Harapannya, masyarakat bisa melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat secara rutin dengan menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Mbak Cicha.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun di sela-sela kerja bakti berlangsung, Mbak Cicha mengapresiasi pengelolaan desa wisata Sumber Sirah Desa Krekep yang sampai saat ini terus dikembangkan. Terlebih, kelestarian lingkungan juga masih terjaga dengan ditandai adanya empat sumber mata air.</p>



<p>“Bagus ya, saya lihat ada empat sumber dan sekarang sudah mulai dipakai untuk kegiatan outbond dan anak-anak berekreasi ke sini. Semoga bisa terus berlanjut wisatanya, dan semakin ramai pengunjungnya,” terangnya.</p>



<p>Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Kediri, Dyah Saktiana, menambahkan bahwa kegiatan kerja bakti tersebut menjadi wujud konsistensi dari kelompok penggerak keluarga dalam menggelar program yang berdampak bagi masyarakat. “Peringatan HKG ini memang diisi dengan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat dan diinisiasi oleh Mbak Cicha yang sangat peduli terkait masalah-masalah sosial maupun lingkungan,” ujar Nana.</p>



<p>Dengan keberadaan potensi desa wisata Sumber Sirah yang dikelola Pemerintah Desa Krekep melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Nana berharap potensi desa dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat sekitar. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210669</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tragedi Berdarah Probolinggo, Anak Korban Turut Lakukan Pembacokan kepada Ibunya</title>
		<link>https://memontum.com/tragedi-berdarah-probolinggo-anak-korban-turut-lakukan-pembacokan-kepada-ibunya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Sep 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[berdarah,]]></category>
		<category><![CDATA[ibunya]]></category>
		<category><![CDATA[kepada]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembacokan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199061</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Tragedi berdarah yang menimpa ibu rumah tangga (IRT) Aryati (35) warga Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terus didalami pihak kepolisian. Hasilnya, dalam pemeriksaan dua tersangka yaitu Bambang (45), yaitu mantan suami siri korban dan Muhammad Nur (20), yang merupakan anak kandung korban, memiliki peran berbeda dalam kejadian yang mengakibatkan Aryati meninggal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Tragedi berdarah yang menimpa ibu rumah tangga (IRT) Aryati (35) warga Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terus didalami pihak kepolisian. Hasilnya, dalam pemeriksaan dua tersangka yaitu Bambang (45), yaitu mantan suami siri korban dan Muhammad Nur (20), yang merupakan anak kandung korban, memiliki peran berbeda dalam kejadian yang mengakibatkan Aryati meninggal di drainase desa dengan beberapa luka senjata tajam (Sajam).</p>



<p>Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Didik Riyanto, mengatakan bahwa anak korban dalam kejadian itu juga turut membacok ibunya. Kejadian pembacokan itu, dilakukan tersangka sesaat setelah mencoba mengejar Buhasan, atau suami siri baru korban. Dalam pembacokan itu, senjatanya mengenai tangan ibunya.</p>



<p>Sementara, tambahnya, dari hasil pemeriksaan itu, juga diketahui bahwa aksi pembacokan pertama dilakukan oleh Bambang. Karena pada saat bersamaan atau korban yang berboncengan itu, anak korban mendatangi Buhasan, sedangkan Bambang mendatangi korban.</p>



<p>&#8220;Saat anak korban mendatangi Buhasan, seketika itu dirinya langsung melarikan diri dengan menggunakan motor yang dikendarainya. Karenanya, Muhammad kemudian beralih membacok ibunya dan mengenai pergelangan tangannya,&#8221; kata Kasatreskrim, Sabtu (30/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mengenai senjata yang dipakai keduanya, tambah Kasatreskrim, itu sudah disiapkan dan disembunyikan di dalam tasnya. Sajam itu kemudian dikeluarkan oleh keduanya, untuk melakukan pembacokan.</p>



<p>&#8220;Sajam sudah disiapkan dan dibawa dengan menggunakan tas,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dari hasil penyelidikan, lanjutnya, keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya juga telah mengakui perbuatannya saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas.</p>



<p>&#8220;Motif sakit hati, karena mantan istrinya. Pelaku kita kenakan Pasal 338 subsider 340 KUHP Pidana, dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun,&#8221; jelas Kasatreskrim Didik Riyanto.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, Aryati menjadi sasaran pembacokan hingga tubuhnya tidak bernyawa di saluran drainase tepatnya di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jumat (29/09/2023) pagi. Korban menjadi sasaran aksi itu, setelah sebelumnya berboncengan motor dengan suami sirinya. Dalam kejadian itu, Buhasan menyelamatkan diri. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199061</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Probolinggo Berdarah, IRT Dibunuh hingga Tubuhnya Ditemukan di Drainase Desa</title>
		<link>https://memontum.com/probolinggo-berdarah-irt-dibunuh-hingga-tubuhnya-ditemukan-di-drainase-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2023 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[berdarah,]]></category>
		<category><![CDATA[Dibunuh]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tubuhnya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198992</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Peristiwa berdarah terjadi di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jumat (29/09/2023) tadi. Seorang perempuan yang teridentifikasi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Dusun Jrebeng Tancak, Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, meninggal di saluran drainase Desa Patalan, dengan luka senjata tajam (Sajam). Kepala Desa (Kades) Jrebeng, Ruslan, mengatakan bahwa korban penganiayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Peristiwa berdarah terjadi di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jumat (29/09/2023) tadi. Seorang perempuan yang teridentifikasi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Dusun Jrebeng Tancak, Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, meninggal di saluran drainase Desa Patalan, dengan luka senjata tajam (Sajam).</p>



<p>Kepala Desa (Kades) Jrebeng, Ruslan, mengatakan bahwa korban penganiayaan tersebut adalah Ariyati (35), yakni warganya. Kejadian berdarah itu, terjadi pada Jumat (29/09/2023) sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, korban sedang berboncengan motor dengan suami barunya bernama Buhasan.</p>



<p>Saat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ujarnya, diduga seorang pelaku yang diketahui mantan suami korban, Bambang (40) dan anak korban, Muhammad Nur (25), telah menunggu korban dengan suami barunya. &#8220;Entah bagaimana awalnya, diduga korban saat itu langsung dianiaya. Akibatnya, korban meninggal dengan luka Sajam,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Masih menurut Kades, bahwa antara korban dan mantan suaminya, itu sebelum berpisah sempat pisah ranjang. &#8220;Pelaku dan korban sudah pisah ranjang selama setahun. Hingga kemudian, terjadilah peristiwa sekarang ini,&#8221; ujar Ruslan.</p>



<p>Sementara Buhasan sendiri, paparnya, yang saat itu berhasil melarikan diri dari dua terduga pelaku, kemudian meminta tolong warga. Hingga akhirnya, kejadian ini dilaporkan ke pihak kepolisian dan korban di dievakuasi ke RS dr. Mohammad Shaleh.</p>



<p>Tidak butuh waktu lama, petugas kepolisian berhasil mengamankan duabterduga pelaku di rumahnya dengan beberapa alat bukti yang berhasil ditemukan petugas. Diantaranya, satu buah celurit dan sarana sepeda motor Yamaha Mio.</p>



<p>Sementara itu, seorang pelaku pembacokan, Bambang, dalam keterangan mengaku melakukan pembacokan karena istrinya (mantan, red) selingkuh. Selain itu, sebelum pembacokan, dirinya juga diserang terlebih dahulu menggunakan batu.</p>



<p>&#8220;Jadi, saya diserang dahulu dengan menggunakan batu. Sehingga, saya membacoknya,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198992</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
