<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bergantung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bergantung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Mar 2026 13:06:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bergantung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pasokan Masih Bergantung dari Luar Daerah, Harga Telur di Kota Malang Alami Kenaikan Jelang Lebaran</title>
		<link>https://memontum.com/pasokan-masih-bergantung-dari-luar-daerah-harga-telur-di-kota-malang-alami-kenaikan-jelang-lebaran</link>
					<comments>https://memontum.com/pasokan-masih-bergantung-dari-luar-daerah-harga-telur-di-kota-malang-alami-kenaikan-jelang-lebaran#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bergantung]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pasokan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230756</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga telur ayam di Kota Malang mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Dalam beberapa hari terakhir, harga telur broiler di pasaran tercatat berada di kisaran Rp 29 ribu perkilogram, naik dibanding sebelumnya yang masih berada di angka Rp 26 ribu hingga Rp 27 ribu. Kepala Dinas Ketahanan Pangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga telur ayam di Kota Malang mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Dalam beberapa hari terakhir, harga telur broiler di pasaran tercatat berada di kisaran Rp 29 ribu perkilogram, naik dibanding sebelumnya yang masih berada di angka Rp 26 ribu hingga Rp 27 ribu.</p>



<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa produksi telur dari peternak masih terbatas. Di Kota Malang sendiri hanya ada sekitar sembilan kandang peternak ayam petelur di Kawasan Wonokoyo, dengan kapasitas yang bervariasi.</p>



<p>&#8220;Harga telur broiler saat ini Rp 29 ribu, kalau telur ayam kampung Rp 60 ribu. Kalau di masing-masing kandang petelur itu berisi antara 2.500 hingga 9.000 ekor ayam,&#8221; ucap Slamet, Jumat (06/03/2026) tadi.</p>



<p>Dengan kapasitas tersebut, produksi telur dari peternak lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Malang. Akibatnya, pasokan telur di pasar masih bergantung pada distribusi dari daerah lain.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Produksi yang ada di Kota Malang belum mencukupi, sehingga telur juga masuk dari daerah lain,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, untuk peternakan ayam pedaging di Kota Malang juga tergolong terbatas. Slamet menyebut hanya terdapat sekitar lima lokasi peternakan ayam pedaging dengan populasi rata-rata antara 3 ribu hingga 6 ribu ekor.</p>



<p>Di sisi lain, pedagang telur di pasar turut merasakan kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir. Salah satu penjual telur, Ratnasari, mengatakan harga telur mulai naik sejak tiga hari terakhir.</p>



<p>“Sekarang Rp 29 ribu. Sebelumnya masih Rp 26 ribu sampai Rp 27 ribu. Kalau mau Lebaran biasanya memang naik,” imbuh Ratna. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pasokan-masih-bergantung-dari-luar-daerah-harga-telur-di-kota-malang-alami-kenaikan-jelang-lebaran/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230756</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Optimis Tahun 2025 Gedung MCC Tidak Bergantung pada APBD</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-optimis-tahun-2025-gedung-mcc-tidak-bergantung-pada-apbd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jun 2024 09:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bergantung]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211109</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Usai mendapatkan sorotan dari DPRD Kota Malang, mengenai kemandirian operasional Gedung Malang Creative Center (MCC), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang optimis di tahun 2025 mendatang tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi. Pria yang kerap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Usai mendapatkan sorotan dari DPRD Kota Malang, mengenai kemandirian operasional Gedung Malang Creative Center (MCC), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang optimis di tahun 2025 mendatang tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Eko, itu menyampaikan bahwa sorotan tersebut tentunya sejalan dengan strategi untuk memastikan Gedung MCC dapat berdiri sendiri secara ekonomi. Dalam hal ini, menurutnya juga ada minat besar dari berbagai investor untuk berinvestasi dalam unit-unit komersial yang ada di Gedung MCC.</p>



<p>“Investor dari berbagai sektor seperti bioskop dan olahraga telah menunjukkan minat yang tinggi untuk berpartisipasi dalam pengembangan Gedung MCC,” kata Eko, Selasa (25/06/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, kontribusi dari sektor komersial diharapkan juga dapat berkontribusi signifikan melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD), seperti yang telah tercapai dari sektor pajak parkir. Nantinya seluruh fasilitas dan aktivitas di gedung tersebut juga akan dioptimalkan secara penuh.</p>



<p>“Harapannya dengan langkah-langkah tersebut, nantinya Gedung MCC dapat mendukung kemandirian ekonomi lokal dan terus menjadi pusat inovasi serta pertumbuhan ekonomi kreatif bagi masyarakat Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p>Terlebih, sejak dibangunnya Gedung MCC tersebut juga tidak berorientasi pada profit. Melainkan, memiliki peran strategis sebagai wadah bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang.</p>



<p>“Hampir satu tahun diresmikan, gedung tersebut telah mengalokasikan sebagian besar kegiatannya untuk mendukung ekonomi kreatif lokal. Dengan 60 persen operasional untuk kepentingan masyarakat, sementara sisanya 40 persen untuk aspek komersial,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211109</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
