<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bergerak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bergerak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2026 05:33:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bergerak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>HUT Ke-112, Pemkot Malang Tegaskan Semangat Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas</title>
		<link>https://memontum.com/hut-ke-112-pemkot-malang-tegaskan-semangat-ngalam-melintas-bergerak-tuntas-mbois-berkelas</link>
					<comments>https://memontum.com/hut-ke-112-pemkot-malang-tegaskan-semangat-ngalam-melintas-bergerak-tuntas-mbois-berkelas#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[berkelas]]></category>
		<category><![CDATA[ke-112]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melintas,]]></category>
		<category><![CDATA[ngalam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<category><![CDATA[tuntas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231396</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 112, di Halaman Balai Kota Malang, Rabu (01/04/2026) tadi. Dalam peringatan HUT tahun ini, Kota Malang mengusung tema Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas dan Mbois Berkelas. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa tema tersebut menjadi penegasan komitmen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 112, di Halaman Balai Kota Malang, Rabu (01/04/2026) tadi. Dalam peringatan HUT tahun ini, Kota Malang mengusung tema Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas dan Mbois Berkelas.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa tema tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah untuk terus membawa Kota Malang melangkah maju melalui inovasi, penyelesaian pembangunan, serta penguatan identitas kota. &#8220;Dengan tema ini mencerminkan semangat untuk menembus berbagai batas pembangunan sekaligus menghadirkan kota yang semakin berkelas,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dalam momentum HUT ke-112 ini, Wali Kota Wahyu menyampaikan rasa syukur atas berbagai penghargaan yang diterima Pemkot Malang. Namun, menurutnya penghargaan bukanlah tujuan utama pemerintahan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami bersyukur banyak penghargaan yang diterima. Tetapi sejatinya bukan penghargaan yang kami harapkan, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai tanggung jawab Pemkot Malang untuk menyejahterakan warga,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, terkait Pekerjaan Rumah (PR) di usia ke-112 Kota Malang, Wali Kota Wahyu menegaskan fokus utama pemerintah adalah kolaborasi dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat. “Melintas berarti kita tidak berjalan sendiri, tetapi harus berkolaborasi. Bergerak Tuntas artinya berbagai persoalan masyarakat harus segera diselesaikan. Ini menjadi tanggung jawab saya bersama Wakil Wali Kota,” tegasnya.</p>



<p>Dirinya berharap, karakter Mbois Berkelas dapat menjadi jati diri masyarakat Kota Malang yang keren, bertanggung jawab dan berwibawa, sekaligus selaras dengan visi-misi pemerintahan melalui lima program prioritas serta dasa bakti unggulan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. &#8220;Ini sesuai dengan visi misi saya dengan Mas Wakil Wali Kota,&#8221; papar Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/hut-ke-112-pemkot-malang-tegaskan-semangat-ngalam-melintas-bergerak-tuntas-mbois-berkelas/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231396</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Komoditas di Kota Malang Bergerak Naik, Pedagang Mulai Keluhkan Dampak Penjualan</title>
		<link>https://memontum.com/harga-komoditas-di-kota-malang-bergerak-naik-pedagang-mulai-keluhkan-dampak-penjualan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[keluhkan]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228373</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah pedagang di Pasar Gadang Lama, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mengeluhkan terjadinya kenaikan harga komoditas dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan tersebut, membuat pola belanja masyarakat berubah dan penjualan pedagang ikut terdampak. Pedagang bawang, Usman Ali (60), mengatakan bahwa harga bawang merah naik drastis sejak (28/11/2025) lalu, hingga saat ini. Sementara, bawang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah pedagang di Pasar Gadang Lama, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mengeluhkan terjadinya kenaikan harga komoditas dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan tersebut, membuat pola belanja masyarakat berubah dan penjualan pedagang ikut terdampak.</p>



<p>Pedagang bawang, Usman Ali (60), mengatakan bahwa harga bawang merah naik drastis sejak (28/11/2025) lalu, hingga saat ini. Sementara, bawang putih tetap stabil.</p>



<p>&#8220;Bawang merah naik, biasanya Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu, paling tinggi Rp 40 ribu. Sekarang sudah Rp 48 ribu. Kalau bawang putih stabil, hampir satu tahun ini tetap Rp 30 ribu,&#8221; ujar Usman, Rabu (03/12/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, kenaikan harga tersebut bukan dipengaruhi oleh momen Nataru, namun faktor musim. &#8220;Bukan karena Nataru, tapi karena musim hujan. Banyak yang rusak, jemur juga sulit. Kalau kena hujan, bawang cepat busuk dan batangnya rusak,&#8221; katanya.</p>



<p>Meski harga naik, penjualan masih terbilang stabil. Namun, untuk jumlah pembelian per orang menurutnya mengalami penurunan. &#8220;Pelanggan kadang beli satu kg jadi setengah kg. Tapi alhamdulillah masih stabil. Saya biasanya ambil 40 kg bawang merah dan 60 kg bawang putih dari Pasar Induk Gadang,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, pedagang ayam, Sutaji, mengaku harga ayam potong juga mengalami kenaikan cukup tinggi. &#8220;Sekarang mahal Rp 36 ribu sampai Rp 37 ribu per kg. Kenaikan sekarang paling parah. Tahun kemarin paling murah Rp 32 ribu dan setiap akhir tahun memang naik,&#8221; ucap Sutaji.</p>



<p>Kondisi itu menurutnya membuat penjualannya menurun. Jika biasanya bisa membawa satu setengah kuintal daging ayam dan habis, sekarang tidak habis. Sehingga, dirinya mengurangi supply 80 kg hingga satu kuintal.</p>



<p>&#8220;Ayamnya sulit. Saya ambil dari kemitraan. Kalau harga stabil, ramai. Kalau naik begini, sepi,&#8221; lanjut Sutaji.</p>



<p>Kenaikan juga terjadi pada komoditas cabai. Salah satu pedagang cabai, Ngatini, menyebut harga cabai rawit kini menyentuh Rp 75 ribu perkg. Sedangkan, cabai merah besar Rp 50 ribu perkg.</p>



<p>&#8220;Naiknya sejak dua hari lalu. Sebelumnya Rp 65 ribu sampai Rp 55 ribu. Yang paling murah biasanya Rp 40 ribu,&#8221; imbuh Ngatini. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228373</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Daring Peluncuran 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Bupati Malang Optimis Perekonomian Pedesaan Bergerak Cepat</title>
		<link>https://memontum.com/daring-peluncuran-80-ribu-koperasi-merah-putih-bupati-malang-optimis-perekonomian-pedesaan-bergerak-cepat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[daring]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[pedesaan]]></category>
		<category><![CDATA[peluncuran]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[putih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224181</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Forkopimda Kabupaten Malang, mengikuti secara daring peluncuran 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang digelar di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Senin (21/07/2025) tadi. Selain dihadiri langsung Presiden Prabowo, peluncuran itu juga dihadiri Menko Pangan, Zulkifli [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Forkopimda Kabupaten Malang, mengikuti secara daring peluncuran 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang digelar di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Senin (21/07/2025) tadi. Selain dihadiri langsung Presiden Prabowo, peluncuran itu juga dihadiri Menko Pangan, Zulkifli Hasan, Menteri Desa, Yandri Susanto, Menteri Koperasi, Budi Arie, Mendagri, Tito Karnavian, Ketua DPR RI, Puan Maharani, Wakil Ketua MPR, Bambang Wuryanto, Kedua DPD, Sultan Bachtiar Najamuddin dan beberapa Ketua Komisi di DPR.</p>



<p>Pelaksanaan kegiatan secara nasional ini, juga diikuti oleh seluruh daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Malang. Khusus Kabupaten Malang, kegiatan digelar di Desa Randugading, Kecamatan Tajinan.</p>



<p>Peluncuran kelembagaan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih itu, menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat, sebuah inisiatif besar yang diinisiasi langsung oleh Presiden Republik Indonesia.</p>



<p>Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto, mengibaratkan koperasi seperti lidi. Satu lidi menurutnya memang tidak berarti, namun jika ratusan lidi dijadikan satu maka akan menguatkan perekonomian.</p>



<p>&#8220;Kita sudah mengerti bahwa konsep koperasi adalah konsep orang lemah. Konsep koperasi adalah konsep untuk mereka yang lemah,&#8221; kata Presiden RI.</p>



<p>Bahkan, Presiden Prabowo mengibaratkan bahwa pihak yang kuat, tidak mau berurusan dengan koperasi. Mereka, akan lebih memilih untuk membuat perusahaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Yang kuat tidak mau berurusan dengan koperasi. Yang kuat menjadi anggota koperasi pun tidak mau, kalau sudah kuat sudah kaya, sudah punya akses kemana-mana, maka yang dia bikin itu PT. Dia bikin holding, incorporated, corporation dan bla bla bla,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Padahal, menurut Presiden RI, koperasi bisa memperkuat ekonomi. Dirinya lantas mengibaratkan, koperasi seperti lidi yang akan berguna jika jumlahnya ratusan.</p>



<p>&#8220;Jadi dari lemah, lemah, lemah menjadi kekuatan. Ini adalah konsep koperasi. Dari ekonomi lemah menjadi kekuatan ekonomi yang kuat. Ini adalah konsep koperasi. Konsep koperasi adalah konsep gotong royong,&#8221; ujar Presiden RI.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Malang, HM Sanusi, berharap melalui Peluncuran 80 ribu Kopdeskel (Koperasi Desa/Kelurahan) Merah Putih ini perekonomian kerakyatan pedesaan bisa bergerak cepat. Sesuai dengan arahan Presiden RI, Koperasi Merah Putih ini menjadi distributor baik dari masyarakat ke pusat maupun dari perkotaan ke pedesaan.</p>



<p>“Penyaluran produksi pertanian di daerah nantinya bisa didistribusikan melalui Koperasi Desa Merah Putih dan pendistribusian seperti pupuk maupun Gas LPG bisa melalui Koperasi Desa Merah Putih kepada masyarakat,” ungkap Bupati Malang.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Malang menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa Traktor Roda 2 kepada Kelompok Tani Srigading I, Desa Randugading, Kecamatan Tajinan. Bantuan ini, diserahkan secara simbolis oleh Bupati Malang kepada Kepala Desa Randugading. <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224181</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Aliansi Malang Bergerak Jilid II Gelar Aksi Damai, Soroti Kasus Pelanggaran HAM</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-aliansi-malang-bergerak-jilid-ii-gelar-aksi-damai-soroti-kasus-pelanggaran-ham</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Dec 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aliansi]]></category>
		<category><![CDATA[bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggaran]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[soroti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217456</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Malang Bergerak Jilid II, menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (10/12/2024) tadi. Aksi tersebut, dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, dengan menyoroti berbagai kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang belum terselesaikan. Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Yoga Saputra, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Malang Bergerak Jilid II, menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (10/12/2024) tadi. Aksi tersebut, dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, dengan menyoroti berbagai kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang belum terselesaikan.</p>



<p>Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Yoga Saputra, menyampaikan bahwa aksi tersebut untuk menyerukan desakan kepada pemerintah agar lebih serius dalam menegakkan HAM di Indonesia. Menurutnya, hingga saat ini, Indonesia belum mampu memenuhi kewajiban dalam melindungi dan menghormati hak asasi masyarakatnya.</p>



<p>Dalam aksi tersebut juga disoroti berbagai kasus pelanggaran HAM masa lalu yang belum terselesaikan, seperti tragedi Kanjuruhan yang terjadi di Malang, perampasan ruang hidup di Wadas, Jawa Tengah dan Pakel di Banyuwangi, serta kekerasan seksual yang masih marak terjadi. “Meski sudah ada berbagai undang-undang yang mengatur tentang HAM, pelanggaran masih terjadi baik di tingkat sipil maupun oleh aparat negara. Ini menunjukkan bahwa perlindungan HAM belum menjadi prioritas serius,” ujar Yoga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Aliansi Malang Bergerak Jilid II juga menyampaikan sepuluh tuntutan utama, yakni mendesak agar negara menyelesaikan tragedi Kanjuruhan secara tuntas, mengusut pelanggaran HAM berat dan membawa pelakunya ke pengadilan, melakukan reformasi di tubuh Polri dan TNI, kemudian juga menarik perangkat militerisme dari Papua. &#8220;Tidak hanya itu, kita juga ingin meningkatkan perhatian terhadap perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, menguatkan perlindungan perempuan dan anak sesuai UU TPKS, mendorong negara untuk berperan aktif dalam kemerdekaan Palestina, memenuhi hak penyandang disabilitas secara menyeluruh, menghentikan komersialisasi pendidikan di segala jenjang dan melaksanakan reforma agraria sejati untuk pemenuhan hak atas ruang hidup,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Tentunya melalui aksi yang telah dilakukan tersebut, dirinya berharap agar dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Sehingga nantinya dapat segera dilakukan langkah konkret dalam menegakkan HAM di Indonesia. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217456</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jangkau Layanan Kesehatan, Tim Yankes Bergerak ke Pulau Sapudi Sumenep Temui Pj Gubernur</title>
		<link>https://memontum.com/jangkau-layanan-kesehatan-tim-yankes-bergerak-ke-pulau-sapudi-sumenep-temui-pj-gubernur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2024 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[jangkau]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[sapudi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[yankes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215820</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menerima Tim Pelayanan Kesehatan (Yankes) Bergerak ke Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep, Madura di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (24/10/2024) tadi. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim, Pemprov mengirim 45 orang personil yang terdiri dari dokter, dokter spesialis, bidan, farmasi dan perawat, yang ditargetkan akan melayani sebanyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menerima Tim Pelayanan Kesehatan (Yankes) Bergerak ke Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep, Madura di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (24/10/2024) tadi. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim, Pemprov mengirim 45 orang personil yang terdiri dari dokter, dokter spesialis, bidan, farmasi dan perawat, yang ditargetkan akan melayani sebanyak 585 pasien di wilayah Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep-Madura, mulai 25 hingga 28 Oktober 2024.</p>



<p>Pj GubernurAdhy Karyono mengatakan, Yankes Bergerak Pemprov Jatim merupakan bentuk kehadiran langsung Pemerintah Provinsi bagi masyarakat Jatim, khususnya masyarakat di kepulauan Madura, dalam bidang kesehatan. Bukan tanpa alasan, kesehatan disebutnya sebagai hal mendasar yang menentukan suksesnya sebuah pembangunan dalam suatu wilayah.</p>



<p>&#8220;Betapa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan salah satunya adalah urusan kesehatan. Jatim dengan variasi geografisnya serta disparitas ketersediaan tenaga kesehatan, maka Yankes Bergerak ini adalah upaya &#8216;jemput bola&#8217; Pemprov Jatim langsung ke masyarakat. Dan ini semua gratis,&#8221; kata Pj Gubernur Adhy.</p>



<p>Tim Yankes Bergerak Tahap II ini, lanjutnya, merupakan gabungan dari berbagai RS Pemprov Jatim. Diantaranya, RSUD Dr Soetomo, RSUD Dr Saiful Anwar, RSUD Mohammad Noer Pamekasan hingga Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur.</p>



<p>Dikatakannya, pemberangkatan Yankes Bergerak kali ini juga merupakan yang kedua di tahun 2024. Dimana pada Mei 2024 lalu, Yankes Bergerak Jatim Tahap I telah berhasil memberikan layanan kesehatan gratis kepada 563 pasien di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep-Madura.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk itu, dirinya berharap agar kegiatan semacam ini bisa ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya. Tidak sendiri, bersama dengan seluruh mitra Pemprov Jatim serta masyarakat, harapannya pelaksanaan Yankes Bergerak bisa menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah-wilayah pelosok Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Kita bisa membuka diri, supaya kegiatan semacam ini bisa menggandeng mitra-mitra di luar Pemprov Jatim. Dengan begitu bisa menambah jumlah dan jangkauan. Sehingga, tidak selamanya bertumpu pada APBD,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kerja sama yang dimaksud, kata Pj Gubernur Adhy, bisa berupa bantuan transportasi, Nakes hingga kebutuhan obat-obatan. &#8220;Bayangkan jika semua itu bisa terwujud, maka kita bisa menjangkau masyarakat hingga ke wilayah yang susah dijangkau,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sebagai informasi, jenis layanan yang diberikan pada kegiatan Yankes Bergerak Tahap II diantaranya adalah upaya kesehatan perorangan, seperti pelayanan dasar, layanan spesialis, skrining dan konsultasi hingga akupunktur/akupresur. Selain itu, juga dilakukan upaya kesehatan masyarakat (KIE dan Pemberdayaan Masyarakat) serta Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia khusunya Tenaga Kesehatan, Tenaga Medis, Kader dan Tokoh Masyarakat.</p>



<p>Sementara, jenis kasus yang dilayani diantaranya Obgyn, Bedah, Mata, THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan), Gigi, Kejiwaan, Anak dan Paru. Sedangkan, pelaksanaan Yankes Bergerak juga melibatkan delapan Puskesmas setempat yang terkategorikan sebagai Puskesmas Kawasan Terpencil dan Sangat Terpencil di Kabupaten Sumenep.</p>



<p>Kedelapan Puskesmas tersebut adalah Puskesmas Gayam, Puskesmas Nonggunong, Puskesmas Kangayan, Puskesmas Arjasa, Puskesmas Raas, Puskesmas Sapeken, Puskesmas Masalembu dan Puskesmas Pagerungan Besar. <strong>(kom/sby/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215820</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan HUT Ke-79 RI, Pj Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Terus Bergerak Membangun Lebih Maju</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hut-ke-79-ri-pj-bupati-lumajang-ajak-masyarakat-terus-bergerak-membangun-lebih-maju</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Aug 2024 05:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[membangun]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213063</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, menjadi momentum untuk terus bergerak membangun Indonesia. Hal itu, seperti disampaikan Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, dalam Upacara Bendera Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Alun-alun Lumajang, Sabtu (17/08/2024) tadi. &#8220;Kemerdekaan ini sudah 79 tahun. Ini menjadi salah satu momentum untuk terus bergerak membangun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, menjadi momentum untuk terus bergerak membangun Indonesia. Hal itu, seperti disampaikan Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, dalam Upacara Bendera Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Alun-alun Lumajang, Sabtu (17/08/2024) tadi.</p>



<p>&#8220;Kemerdekaan ini sudah 79 tahun. Ini menjadi salah satu momentum untuk terus bergerak membangun Indonesia. Kita bersama-sama bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada, untuk bisa membangun sesuai dengan tema kemerdekaan &#8216;Nusantara Baru Indonesia Maju,&#8221; kata Pj Bupati Yuyun-sapaannya.</p>



<p>Tema tersebut dipilih, tambah Pj Bupati, untuk menggambarkan transisi yang terjadi di 2024, yaitu kepindahan Ibu Kota Negara (IKN) dan pergantian kepemimpinan bangsa. Pada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ini, Pj Bupati Lumajang memiliki harapan besar bagi bangsa ini, khususnya Kabupaten Lumajang yang lebih maju, menjunjung tinggi keadilan dan kemakmuran yang merata bagi rakyat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hal itu, lanjutnya, dapat diwujudkan dengan semangat persatuan dan gotong royong oleh seluruh masyarakat Lumajang. &#8220;Teruslah bergerak, bahu membahu membangun Lumajang. Karena ini tahun politik, ada perbedaan itu biasa. Tetapi, kita harus bisa menghargai dan menghormati perbedaan, dengan saling bersatu untuk bisa membangun Lumajang. Insyaallah Lumajang sejahtera segera terwujud,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam pelaksanaan peringatan sendiri, jajaran Forkopimda Lumajang juga turut hadir mengikuti jalannya upacara dengan khidmat. Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Eko Adis Prayoga, juga berkesempatan membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Gelaran peringatan, ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Muhammad Muslim. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213063</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Cabai di Kota Malang Bergerak Naik di Angka Rp 80 ribu Perkilogram</title>
		<link>https://memontum.com/harga-cabai-di-kota-malang-bergerak-naik-di-angka-rp-80-ribu-perkilogram</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2023 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perkilogram]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200862</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga cabai rawit merah di Kota Malang, kini semakin mengalami peningkatan harga. Jika sebelumnya hanya berkisar Rp 40 ribu perkilogramnya, kini melonjak dua kali lipat hingga di angka Rp 80 ribu perkilogramnya. Kenaikan tersebut, telah terjadi selama dua pekan belakangan ini. Salah satu pedagang sayur di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Kasyanto [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga cabai rawit merah di Kota Malang, kini semakin mengalami peningkatan harga. Jika sebelumnya hanya berkisar Rp 40 ribu perkilogramnya, kini melonjak dua kali lipat hingga di angka Rp 80 ribu perkilogramnya. Kenaikan tersebut, telah terjadi selama dua pekan belakangan ini.</p>



<p>Salah satu pedagang sayur di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Kasyanto (45), menyampaikan jika peningkatan itu terjadi karena cabai saat ini mulai susah untuk didapat. Apalagi, di tambah dengan musim kemarau yang berkepanjangan.</p>



<p>“Kemungkinan, naiknya itu dipengaruhi karena kemarau panjang ini dan dari stok lahan sedikit. Tahun-tahun sebelumnya, malah sempat Rp 160 ribu. Cabai kalau harganya naik, biasanya pasokannya bisa dari luar Jawa,” katanya, Kamis (02/11/2023) tadi.</p>



<p>Namun, dengan terjadinya kenaikan harga tersebut, dirinya mengaku tidak berpengaruh pada penjualan. Itu karena, cabai bukanlah kebutuhan pokok. Sehingga, pembeli dari golongan rumah tangga rata-rata hanya membeli seperempat kilo.</p>



<p>“Mungkin pengaruhnya ke penjual makanan. Seperti penjual lalapan. Tapi mereka ya tetap membeli mau tidak mau,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, pedagang lainnya, Peny,, juga mengalami hal yang sama. Harga cabai melonjak tinggi, bahkan beberapa waktu lalu sempat mencapai Rp 85 ribu. Kenaikan harga tersebut, berpengaruh pada penjual makanan.</p>



<p>“Dampaknya ini tentu kepada penjual lalapan. Apalagi, ketika minta makanan yang pedas,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain harga cabai, paparnya, harga bawang merah juga mengalami kenaikan harga yaitu menjadi Rp 28 ribu dari Rp 24 ribu perkilogramnya. Namun, kenaikan harga tersebut dianggap tidak begitu signifikan, sebab masih diminati bahkan pembeli juga masih tetap stabil.</p>



<p>“Harga segitu masih dianggap murah. Tetapi, itu mengalami peningkatan harga. Kalau bawang putih masih stabil, yakni Rp 32 ribu. Tidak tahu pasti penyebab kenaikan itu karena apa, tetapi mungkin karena musim kemarau ini,” imbuhnya.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200862</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
