<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berhenti &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berhenti/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Dec 2023 09:51:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berhenti &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bianglala Alun-alun Kota Batu Berhenti Beroperasi, Suku Cadang Tak Pernah Diganti 12 Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/bianglala-alun-alun-kota-batu-berhenti-beroperasi-suku-cadang-tak-pernah-diganti-12-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2023 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[berhenti]]></category>
		<category><![CDATA[beroperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bianglala]]></category>
		<category><![CDATA[cadang]]></category>
		<category><![CDATA[diganti]]></category>
		<category><![CDATA[pernah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202611</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2023 mendatang, dipastikan untuk wisatawan yang berkunjung di Kota Batu, tidak bisa lagi menikmati arena Bianglala di Alun-alun Kota Batu. Itu karena, keberadaan sarana wisata Ferris Wheel atau Bianglala, sudah direkomendasikan untuk tidak digunakan lagi. Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa selama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2023 mendatang, dipastikan untuk wisatawan yang berkunjung di Kota Batu, tidak bisa lagi menikmati arena Bianglala di Alun-alun Kota Batu. Itu karena, keberadaan sarana wisata Ferris Wheel atau Bianglala, sudah direkomendasikan untuk tidak digunakan lagi.</p>



<p>Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa selama 12 tahun beroperasi secara terus-menerus, Bianglala tersebut belum diganti suku cadangnya sampai saat ini. &#8220;Jadi, Bianglala ini sudah tidak beroperasi sejak akhir 2022 lalu,&#8221; terangnya, di Rumdin Wali Kota Batu, Jumat (01/12/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Terlebih, Aries mengakui, Bianglala tersebut dalam kondisi rusak. Maka, keberadaannya harus diganti dengan yang baru. “Hasil kajian harus diganti. Sehingga sampai akhir tahun ini, Bianglala tidak mungkin beroperasi,” ujarnya.</p>



<p>Apalagi, pihak Pemkot Batu juga telah memanggil tim ahli dan menghasilkan uji kelayakan serta uji keamanan yang tidak direkomendasikan untuk digunakan. &#8220;Ini demi keselamatan wisatawan yang hendak menikmati Bianglala di Kota Batu. Tentunya, kami tidak mau resiko,” tegasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202611</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TPA Tlekung Tutup, Aktivitas Pengolahan Sampah Berhenti</title>
		<link>https://memontum.com/tpa-tlekung-tutup-aktivitas-pengolahan-sampah-berhenti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[berhenti]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<category><![CDATA[tutup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198110</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Paska dilakukan penutupan sejak 30 Agustus lalu, pemandangan beda terlihat di TPA Tlekung. Seperti yang terlihat Rabu (13/09/2023) tadi, nampak lengang dan tidak ada aktifitas pengolahan sampah. Sejumlah alat berat yang biasanya mengolah gunungan sampah, pun juga berhenti. Hanya kelihatan beberapa orang, yang bekerja merakit mesin pembakaran sampah. Sementara ibu-ibu yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Paska dilakukan penutupan sejak 30 Agustus lalu, pemandangan beda terlihat di TPA Tlekung. Seperti yang terlihat Rabu (13/09/2023) tadi, nampak lengang dan tidak ada aktifitas pengolahan sampah.</p>



<p>Sejumlah alat berat yang biasanya mengolah gunungan sampah, pun juga berhenti. Hanya kelihatan beberapa orang, yang bekerja merakit mesin pembakaran sampah. Sementara ibu-ibu yang biasa terlibat di pengolahan atau pemilahan, pun juga tidak ada.</p>



<p>Salah seorang petugas taman di TPA Tlekung, Jarwo, membenarkan bahwa sudah tidak lagi ada aktifitas pengolahan sampah di TPA Tlekung. &#8220;Memang, di dalam TPA sudah tidak ada lagi aktifitas pengolahan sampah. Karena, sudah tidak ada lagi sampah yang masuk. Hanya beberapa orang, yang membuat mesin pembakaran sampah,&#8221; terangnya, saat berada di pintu masuk TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (13/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Mengenai ibu-ibu yang biasa mengolah sampah di TPA, ujarnya, itu semenjak dilakukan penutupan, sudah disebar (berdayakan, red) untuk dipekerjakan di beberapa Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Batu. &#8220;Ibu-ibu yang biasa memilah sampah di dalam TPA, itu disebar di tiga TPS. Yaitu, seperti di TPS Temas, Dadaprejo dan Stadion Brantas,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Ibu-ibu tersebut, imbuhnya, bekerja di TPS mulai pagi sekitar pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Setelah pukul 12.00 WIB, sekitar pukul 13.00 WIB kembali lagi ke TPA Tlekung untuk membersihkan taman hingga sore hari.</p>



<p>&#8220;Ibu-ibu ini kembali lagi ke TPA setelah dari TPS. Mereka membersihkan taman hingga sore hari. Kalau jumlahnya, sekitar 20 an orang,&#8221; lanjutnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198110</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lomba Impersonate, Bupati Kediri Dibuat Tidak Berhenti Tertawa oleh Pegawai yang Duplikasi Gayanya</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-impersonate-bupati-kediri-dibuat-tidak-berhenti-tertawa-oleh-pegawai-yang-duplikasi-gayanya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2023 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berhenti]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[duplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[gayanya]]></category>
		<category><![CDATA[impersonate,]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[tertawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196153</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Beragam cara dilakukan dalam mengisi atau menyemarakkan Peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI. Seperti yang dilakukan di Pemkab Kediri, yaitu menggelar lomba impersonate atau menirukan gaya orang nomor satu di Kabupaten Kediri, yaitu Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, Jumat (18/08/2023) tadi. Tak ayal, kegiatan yang diikuti seluruh perwakilan dari SKPD, pun menyita banyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kediri</strong> &#8211; Beragam cara dilakukan dalam mengisi atau menyemarakkan Peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI. Seperti yang dilakukan di Pemkab Kediri, yaitu menggelar lomba impersonate atau menirukan gaya orang nomor satu di Kabupaten Kediri, yaitu Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, Jumat (18/08/2023) tadi.</p>



<p>Tak ayal, kegiatan yang diikuti seluruh perwakilan dari SKPD, pun menyita banyak perhatian. Apalagi, Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, juga hadir langsung bersama sang istri, Eriani Annisa Hanindhito.</p>



<p>Kegiatan yang disambut antusias peserta, pun tidak sedikit yang direspon Bupati Kediri dengan tertawa lepas melihat para pegawai menirukan gayanya. Salah satu yang menyita perhatian, adalah tiruan gaya khasnya saat inspeksi mendadak (Sidak).</p>



<p>Penampilan peserta yang hampir semuanya lihai menirukan gaya bupati muda berusia 31 tahun itu, pun sangat banyak yang mengundang tawa. Apalagi selain gerakan bupati saat berjalan atau melakukan aktivitas, peserta juga bisa&nbsp; menirukan kata atau tutur bahasa yang digunakan.</p>



<p>Dalam lomba tersebut, yang paling lihai atau dianggap paling mendekati adalah pegawai atas nama Eka Jauhar Afandi dari Dinas Sosial Kabupaten Kediri. Dibanding peserta lain, dirinya memang terlihat berbeda. Jika peserta lain menirukan gaya Mas Dhito berpidato, Afandi justru mengambil akting saat Mas Dhito melakukan Sidak.</p>



<p>Afandi seolah menggambarkan suasana Sidak di sebuah pasar yang pernah dilakukan bupati berkacamata itu. Bahkan, dirinya seolah tahu betul setiap detail gerakan hingga ucapan yang dilakukan Mas Dhito, saat melakukan inspeksi mendadak.</p>



<p>“Ini spesifikasinya A kan. Padahal, di perencanaan tidak itu,” kata Afandi yang disertai intonasi dan penekanan ucapan menirukan gaya bicara Mas Dhito.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Karena bahasa dan penekanan kata yang pas dan khas dari Afandi, kontan membuat para penonton tertawa terbahak. Karena, memang kata dan bahasa yang disampaikan benar-benar tampak seperti Mas Dhito, yang terkenal tegas dalam menindak berbagai persoalan di lapangan.</p>



<p>Afandi sendiri, dalam lomba itu tampil bersama Tegar Paras Swara Widodo, yang memerankan seorang kontraktor. Sementara dalam lomba itu, Afandi dinobatkan sebagai pegawai Pemerintah Kabupaten Kediri, yang paling mirip gayanya dengan Mas Dhito.</p>



<p>Yang menarik, Afandi sendiri mengaku membutuhkan waktu latihan hanya semalaman, untuk bisa menjadi Mas Dhito KW. Bahkan, latihan yang dilakukan dirinya yaitu sambil menyeterika.</p>



<p>“Alhamdulillah, saya sangat antusias. Latihannya pun saya sambi dengan seterika,” ungkapnya.</p>



<p>Mudahnya menirukan gerak Mas Dhito, lanjut Afandi, dikarenakan Mas Dhito memang memiliki karakter yang merakyat dan humanis. Sehingga, apa yang menjadi ciri khasnya terbilang gampang untuk dihafal.</p>



<p>“Karena beliau ini sangat humanis dan juga sangat akrab dengan pemuda. Jadi gak sulit,” katanya.</p>



<p>Hal serupa juga diungkapkan oleh Tegar. Pihaknya menilai, seorang pemimpin harus terus berprogres seperti yang dilakukan Mas Dhito selama ini. &#8220;Ya representatif bahwa pemimpin muda itu harus berprogres. Mas Dhito sebagai pemimpin muda, contoh cermin ya seperti (yang diperankan, red) itu tadi,” paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196153</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Detik-detik Proklamasi, Sejumlah Kendaraan di Depan Balai Kota Among Tani Kota Batu Berhenti Sejenak</title>
		<link>https://memontum.com/detik-detik-proklamasi-sejumlah-kendaraan-di-depan-balai-kota-among-tani-kota-batu-berhenti-sejenak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2023 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berhenti]]></category>
		<category><![CDATA[detik-detik]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[sejenak]]></category>
		<category><![CDATA[sejumlah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195979</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Seluruh pengendara kendaraan bermotor yang melintas di depan Balai Kota Among Tani, Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu, berhenti selama kurang lebih 3 menit saat mendengar suara sirine detik-detik Proklamasi Peringatan HUT RI Ke-78, Kamis (17/08/2023) sekitar pukul 10.03. Momen penghormatan dengan diikuti pengamanan oleh petugas, pun berlangsung khidmat. Salah seorang pengendara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Seluruh pengendara kendaraan bermotor yang melintas di depan Balai Kota Among Tani, Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu, berhenti selama kurang lebih 3 menit saat mendengar suara sirine detik-detik Proklamasi Peringatan HUT RI Ke-78, Kamis (17/08/2023) sekitar pukul 10.03. Momen penghormatan dengan diikuti pengamanan oleh petugas, pun berlangsung khidmat.</p>



<p>Salah seorang pengendara roda empat, Mardian (34) warga Kota Kediri, mengatakan bahwa berhentinya sejumlah kendaraan untuk mengikuti detik-detik Proklamasi, merupakan hal yang harus terus dilakukan. Tidak hanya kewajiban sebagai warga negara, namun juga harus sebagai kesadaran. Karenanya, sudah sewajarnya setiap peringatan harus terus dilakukan.</p>



<p>&#8220;Saya sangat bersyukur bisa mengikuti peringatan detik-detik Proklamasi ini di jalan dengan pengendara lain. Karena bagaimana pun sebagai warga negara, kita harus menghormati jasa dan mengenang. Apalagi, peringatan yang dilakukan juga tidak lama,&#8221; terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Saat sirine berbunyi, tambahnya, dirinya merasakan suasana yang berbeda. Dalam pengertian, bunyi keras sirine mengingatkan tempo dulu saat zaman perjuangan. &#8220;Terus terang, baru kali ini saya merasakan seperti ini. Ini sangat luar biasa. Dan, seperti suasana saat perang. Saya sangat merasakan suasana yang berbeda,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, salah seorang pengendara roda dua, Dudung (58) warga Desa Pesanggrahan, menyampaikan bahwa dirinya sempat kaget ketika harus berhenti sejenak di tengah jalan. Namun setelah mengetahui adanya detik-detik Proklamasi, dirinya baru ingat dan sangat antusias karena ini adalah momen yang ditunggu-tunggu.</p>



<p>&#8220;Saya sangat bersyukur bisa mengikuti detik-detik proklamasi bersama warga lainnya. Tentunya, ini jadi pengalaman sangat beharga. Apalagi, ini saya lakukan ditengah perjalanan,&#8221; lanjutnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195979</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
