<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berisi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berisi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Feb 2025 13:01:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berisi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kenduren Wonosalam Jombang Hadirkan Tumpeng Berisi 2.025 Durian Gratis untuk Pengunjung</title>
		<link>https://memontum.com/kenduren-wonosalam-jombang-hadirkan-tumpeng-berisi-2-025-durian-gratis-untuk-pengunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Feb 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berisi]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kenduren]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[tumpeng]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219547</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, membuka gelaran Puncak Kenduren Wonosalam Jombang 2025 di Lapangan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (23/02/2025) tadi. Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata, ini menyuguhkan gunungan tumpeng yang berisikan 2.025 Buah Durian yang dibagikan secara gratis untuk warga. Hadir dalam pelaksanaan itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, membuka gelaran Puncak Kenduren Wonosalam Jombang 2025 di Lapangan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (23/02/2025) tadi. Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata, ini menyuguhkan gunungan tumpeng yang berisikan 2.025 Buah Durian yang dibagikan secara gratis untuk warga. Hadir dalam pelaksanaan itu, Forkopimda seperti Ketua DPRD Jombang, Hadi Admaji, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, Kepala OPD, Muspika Wonosalam hingga Kades se-Kecamatan Wonosalam.</p>



<p>Wakil Bupati Salmanudin Yazid dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kenduren Wonosalam merupakan tradisi turun menurun yang diwariskan oleh leluhur. Kenduren Wonosalam bukan sekedar perayaan, tetapi juga wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas limpahan hasil bumi yang telah diberikan.</p>



<p>“Puncak dari Kenduren Wonosalam adalah gunungan tumpeng besar yang berisi 2.025 buah durian, yang dibagikan secara gratis kepada para pengunjung,” katanya.</p>



<p>Wabup Salmanudin juga menambahkan, bahwa selain gunungan tumpeng besar juga terdapat kirab tumpeng yang berisi hasil bumi dari sembilan desa di Wonosalam. Termasuk, bazar durian, pameran UMKM serta beragam hiburan seni dan budaya.</p>



<p>“Berdasarkan data statistik, potensi durian di Kabupaten Jombang pada 2025 sangat luar biasa. Yaitu, tercatat ada 159.624 pohon durian. Di mana 89 persen atau sekitar 143.060 pohon durian, berada di Kecamatan Wonosalam. Jumlah tersebut, memberikan potensi panen durian di Kabupaten Jombang mencapai 80.994 pohon, dengan total produksi sekitar 54.377 kuintal pada 2025,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain sektor perkebunan, ujarnya, Wonosalam juga memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata. Menawarkan keindahan alam yang masih asri, wilayah ini memiliki berbagai destinasi wisata berbasis alam, perkebunan dan peternakan yang menjadi unggulan daerah Kabupaten Jombang, khususnya Kecamatan Wonosalam.</p>



<p>“Kami berharap, dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata dan pertanian di Kabupaten Jombang, akan semakin banyak investor dan wisatawan yang tertarik datang ke Wonosalam sehingga dapat berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Camat Wonosalam, Haris Aminuddin, menyampaikan Kenduren Wonosalam merupakan tradisi dari leluhur yang sudah ada sejak tahun 2012 silam. “Kenduren Wonosalam merupakan ungkapan rasa syukur dari masyarakat atas hasil bumi yang melimpah. Selain itu juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Kecamatan Wonosalam,” jelasnya.</p>



<p>Haris mengungkapkan, panen durian pada awal tahun 2025 kali ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan hasil panen kali ini disebabkan oleh iklim cuaca yang cukup extreme.</p>



<p>“Kami berharap, Kenduren Wonosalam yang akan datang dapat berjalan dengan lancar dan lebih meriah lagi. Sehingga, dapat berdampak positif bagi masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Wonosalam,” tambahnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219547</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selamatan Desa Kronto Pasuruan dengan Hadirkan Tumpeng Durian Berisi 2025 Buah Durian Ludes</title>
		<link>https://memontum.com/selamatan-desa-kronto-pasuruan-dengan-hadirkan-tumpeng-durian-berisi-2025-buah-durian-ludes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berisi]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kronto]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[selamatan]]></category>
		<category><![CDATA[tumpeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218757</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemerintah Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, sukses menggelar Selamatan Desa, Selasa (28/01/2025) tadi. Kesuksesan itu, tidak lain karena adanya pelaksanaan Tumpeng Durian yang dipasang di Simpang Empat Desa Kronto. Tumpeng tersebut, selain memiliki tinggi 15 meter, juga diisi dengan 2025 buah durian lokal. Sebelum dibagikan ke warga, Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemerintah Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, sukses menggelar Selamatan Desa, Selasa (28/01/2025) tadi. Kesuksesan itu, tidak lain karena adanya pelaksanaan Tumpeng Durian yang dipasang di Simpang Empat Desa Kronto. Tumpeng tersebut, selain memiliki tinggi 15 meter, juga diisi dengan 2025 buah durian lokal.</p>



<p>Sebelum dibagikan ke warga, Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, bersama Wakil Bupati Pasuruan terpilih, Shobih Asrori, Sekda Yudha Triwidya Sasongko, Camat Lumbang hingga Kepala Desa Kronto, Sodin, memukul gong tepat di depan Tumpeng Durian. Begitu gong selesai ditabuh, ribuan pengunjung yang datang dari berbagai wilayah di Pasuruan, Probolinggo, Pasuruan dan Mojokerto, langsung menyerbu durian tersebut hingga habis dalam hitungan beberapa menit. Peserta atau warga, rela berdesak-desakan untuk dapat membawa pulang durian, meski beberapa orang mengalami luka di tangan.</p>



<p>&#8220;Karena durian sekarang masih cukup mahal. Jadi pas dibagikan, ya ikut berdesakan dengan warga lain. Seneng sih karena dapat dua buah,&#8221; ungkap Winarno (46), salah satu warga Kecamatan Rembang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kades Kronto, Sodin, mengaku lega lantaran pembagian Tumpeng Duren bisa berjalan lancar meski harus ada yang kesakitan karena menangkap durian tanpa memakai sarung tangan. &#8220;Namanya juga durian. Ada duri tajamnya. Kalau gak memakai sarung tangan bisa luka atau berdarah. Tapi Alhamdulillah secara keseluruhan semuanya berjalan lancar, sebentar saja durian langsung habis,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diakui Sodin, panen durian di Kronto pada tahun ini tak sebanyak tahun lalu. Salah satu faktor penyebabnya tak lain karena curah hujan yang begitu tinggi, terutama pada malam hari. &#8220;Hujannya sering malam hari jadi kata orang di sini jadi sumber penyakit yang merusak durian. Kalau dari luar tidak kelihatan, tapi begitu dibuka busuk buahnya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Di tempat yang sama, Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, berharap kepada warga Kronto untuk menjaga konsistensi kebun durian dengan tidak mengalih fungsikan dengan yang lain. &#8220;Karena Kronto ini surganya durian, jadi sayang sekali kalau tiba-tiba dalam beberapa tahun ke depan ada alih fungsi lahan. Jadi pertahankan kebun durian ini sebagai warisan yang akan diturunkan sampai ke generasi mendatang,&#8221; harapnya.</p>



<p>Tidak lupa, Nurkholis juga berharap kepada pemerintahan baru yang dinahkodai oleh Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan terpilih untuk dapat mempercantik akses jalan menuju Desa Kronto. &#8220;Mumpung di sini ada Gus Shobih, jadi langsung kami sampaikan untuk mempercantik kondisi ruas jalan menuju Desa Kronto ini. Eman-eman karena ini Desa Wisata,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218757</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kejujuran Driver Ojol Kediri Tuai Apresiasi Mas Dhito, Usai Kembalikan Dompet Berisi Uang Jutaan</title>
		<link>https://memontum.com/kejujuran-driver-ojol-kediri-tuai-apresiasi-mas-dhito-usai-kembalikan-dompet-berisi-uang-jutaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2023 13:14:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[berisi]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[dompet]]></category>
		<category><![CDATA[driver]]></category>
		<category><![CDATA[jutaan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[Kembalikan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Ojol]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tuai]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[usai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193500</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pengemudi ojek online (Ojol) bernama Anggit Setiawan (35), yang menemukan dompet berisi uang dengan nilai lebih dari Rp 5 juta di jalan dan dikembalikan kepada pemiliknya, melalui stasiun radio di Kediri, menuai perhatian. Sikap jujur pengemudi Ojol asal Desa Wonojoyo, Gurah, itu berbuah manis dengan diundang oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pengemudi ojek online (Ojol) bernama Anggit Setiawan (35), yang menemukan dompet berisi uang dengan nilai lebih dari Rp 5 juta di jalan dan dikembalikan kepada pemiliknya, melalui stasiun radio di Kediri, menuai perhatian. Sikap jujur pengemudi Ojol asal Desa Wonojoyo, Gurah, itu berbuah manis dengan diundang oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana di Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Senin (17/07/2023) tadi.</p>



<p>Atas kejujurannya, Anggit menerima ganti apresiasi dari Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri. Tidak hanya ucapan terima kasih, bapak dua anak itu pun mendapatkan bantuan yang menjadi kebutuhannya.</p>



<p>Cerita inspirasi pengemudi ojek online ini, bermula pada Jumat (14/07/2023) sekira pukul 15.00 WIB, Anggit seperti biasa mencari orderan berkeliling melewati Kota Kediri. &#8220;Waktu melintas Jalan Kilisuci di dekat pot depan warung makan, saya lihat dompet. Kebetulan, saat itu tidak ada orang dan tidak ada juga kendaraan parkir,&#8221; cerita Anggit kepada Mas Dhito.</p>



<p>Dompet itu, pun kemudian diambilnya. Untuk memastikan pemiliknya, Anggit membuka dompet tersebut. Diketahui, pemilik dompet merupakan warga Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Saat itu, dirinya terpikir untuk mengembalikan dompet yang ditemukan.</p>



<p>&#8220;Saya mau kembalikan saat itu. Tetapi saya berfikir, iya kalau yang bersangkutan ada di rumah, tapi kalau tidak bagaimana,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Diakui Anggit, mengetahui nominal uang yang besar itu, tidak dipungkiri ada bisikan untuk tidak mengembalikan. Apalagi, pendapatan yang didapat dari pekerjaannya ojek online tidak menentu. Sedangkan, tiap bulan harus membayar angsuran pinjaman ke bank.</p>



<p>&#8220;Saat itu pula, saya berfikir kasihan kalau seandainya uang ini mau dibuat biaya ke rumah sakit atau menyekolahkan anak. Kalau saya ambil, jahat banget aku,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Dirinya lantas melanjutkan perjalanan untuk menemui istrinya yang bekerja di warung makan sekitar Simpang Lima Gumul. Kepada istrinya, Anggit menceritakan penemuan dompet berisi uang jutaan rupiah itu.</p>



<p>Fitriya Rahayu, istri Anggit, saat itu menyarankan kepada suaminya untuk mengembalikan uang itu. Masukan dari sang istri, pun semakin memantapkan niat Anggit.</p>



<p>Di rumah atau sekitar pukul 20.00 WIB, ketika tengah mengisi baterai ponsel, Anggit mendengarkan berita radio. Secara kebetulan, tersiar berita kehilangan dompet sebagaimana ciri-ciri yang ditemukan.</p>



<p>Mendengar berita itu, Anggit lantas menghubungi pihak radio. Setelah dikonfirmasi, malam itu pula pengemudi ojek online itu menyerahkan dompet berisi uang itu kepada pemiliknya di tempat radio yang menyiarkan.</p>



<p>Mendengar cerita Anggit, Mas Dhito seketika langsung memuji sikap kejujuran yang ada pada diri warganya tersebut. Dirinya merasa bangga, dengan sikap Anggit yang tidak mau mengambil sesuatu yang bukan miliknya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kalau sampeyan punya uang segitu, untuk apa mas?,&#8221; tanya Mas Dhito.</p>



<p>Seketika itu, Anggit pun menjawab untuk melunasi hutang. &#8220;Saya pingin lunasi hutang,&#8221; jawab Anggit.</p>



<p>Kepada orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu, Anggit menceritakan kondisi rumah yang ditempati bersama istri dan kedua anaknya. Rumahnya sederhana, bahkan tanah yang ditempati merupakan pemberian saudaranya.</p>



<p>Untuk membangun rumah, Anggit meminjam uang dari bank. Setidaknya, sudah setahunan, Anggit setiap bulannya menyisihkan penghasilannya mengojek untuk membayar angsuran.</p>



<p>&#8220;Kalau saya ingin bantu kira-kira apa mas?,&#8221; ujar Mas Dhito bertanya kepada Anggit.</p>



<p>Mendengar pertanyaan itu, Anggit tidak langsung menjawab. Setelah berfikir sesaat, dirinya meminta izin kepada Mas Dhito, untuk diberikan pekerjaan.</p>



<p>&#8220;Kalau bisa, pekerjaan pak,&#8221; jawab Anggit.</p>



<p>Mendengar jawaban Anggit, Mas Dhito merasa senang. Dirinya lantas mengaku akan mencarikan pekerjaan yang diharapkan bisa memberikan penghasilan tetap dan mengangkat kesejahteraan keluarga warganya tersebut.</p>



<p>Menurut Mas Dhito, dalam setiap pekerjaan kejujuran dan loyalitas itu sesuatu yang utama. Selain pekerjaan, bupati muda itu mengaku akan membantu membangunkan rumah Anggit supaya dapat lebih layak.</p>



<p>Tidak hanya itu, dengan uang pribadinya, Mas Dhito juga membayarkan sisa angsuran hutang Anggit ke bank. Bagi Mas Dhito, orang yang berani jujur dan berani mengatakan tidak yang bukan haknya itu harus kita apresiasi.</p>



<p>Dirinya berpesan kepada warganya itu, ketika nantinya telah mendapatkan pekerjaan supaya memberinya kabar. Kepada kedua anak dan istri yang ikut menemui, Mas Dhito pun menyampaikan bahwa mereka harus bangga memiliki sosok suami dan bapak yang jujur.</p>



<p>&#8220;Mas tidak usah terima kasih pada saya. Karena jenengan mengembalikan uang itu, Allah menggunakan tangan saya bantu jenengan. Terimakasihnya kepada Gusti Allah. Saya hanya perantara saja,&#8221; ucap Mas Dhito.</p>



<p>Dari kisah Anggit, Mas Dhito mengajak supaya budaya kejujuran tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Tidak lupa, Mas Dhito menyampaikan terima kasih kepada Radio Andika, sebagai media yang selama ini aktif menjembatani informasi di tengah masyarakat. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193500</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
