<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>berjualan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berjualan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2026 15:52:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berjualan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diskopindag Kota Malang Perketat Aturan Pedagang Pasar yang Tidak Aktif Berjualan</title>
		<link>https://memontum.com/diskopindag-kota-malang-perketat-aturan-pedagang-pasar-yang-tidak-aktif-berjualan</link>
					<comments>https://memontum.com/diskopindag-kota-malang-perketat-aturan-pedagang-pasar-yang-tidak-aktif-berjualan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[berjualan]]></category>
		<category><![CDATA[diskopindag]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[perketat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232590</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang secara ketat menegakkan peraturan terhadap pedagang pasar yang tidak aktif berjualan. Yakni, melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2004 tentang pengelolaan pasar dan tempat berjualan pedagang. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang secara ketat menegakkan peraturan terhadap pedagang pasar yang tidak aktif berjualan. Yakni, melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2004 tentang pengelolaan pasar dan tempat berjualan pedagang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari, mengatakan bahwa dalam peraturan Perda tersebut dilarang menelantarkan tempat berjualan dalam jangka waktu 3 bulan berturut-turut atau 6 bulan terputus-putus. Nantinya aturan tersebut akan diawali dari Pasar Induk Gadang dan tentu diterapkan bertahap ke pasar-pasar lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau terkait penerapan Perda itu sebenarnya sudah mulai berjalan. Pemberitahuan sudah kami tempel di pasar-pasar untuk pedagang yang tidak aktif,” ujar Eka-sapaannya, Kamis (21/05/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, penempelan pemberitahuan dilakukan oleh kepala pasar masing-masing. Jumlah titiknya pun disebut cukup banyak dan tersebar di pasar-pasar se-Kota Malang. Meski begitu, Diskopindag tidak langsung bersikap kaku terhadap pedagang yang sempat tidak aktif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita tidak saklek. Masih memberikan ruang, barangkali mereka mau jualan lagi. Ada beberapa pedagang setelah ditempel, besoknya menyampaikan ke kepala pasar kalau mau aktif lagi,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eka mencontohkan, di Pasar Kasin terdapat dua pedagang yang kembali membuka lapak setelah sebelumnya tidak aktif berjualan. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan para pedagang sebenarnya masih membutuhkan dorongan untuk kembali berdagang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Kan eman-eman kalau izinnya tidak dimanfaatkan,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, terkait peluang pedagang lama untuk kembali mendapatkan tempat di Pasar Induk Gadang, Eka menegaskan proses verifikasi masih berjalan. Sebab, pembangunan area pasar hingga kini belum sepenuhnya rampung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pembangunan sebelah barat kami targetkan selesai Juni. Jadi proses verifikasi pedagang juga masih berjalan,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eka memastikan, bahwa Pemkot Malang tetap berpedoman pada regulasi dalam menentukan pedagang yang akan diakomodasi. Prioritas diberikan kepada pedagang yang benar-benar aktif berjualan dan rutin membayar retribusi harian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang kita akomodir adalah pedagang aktif, yang memang jualan di tempat itu dan bayar retribusi. Itu yang menjadi kriterianya,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data sementara, jumlah pedagang aktif di Pasar Induk Gadang disebut mencapai sekitar seribu pedagang. Validasi dilakukan berdasarkan catatan retribusi harian yang dimiliki mantri pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang paling tahu pedagang itu aktif atau tidak ya mantri pasar, karena mereka yang memungut retribusi setiap hari,” imbuh Eka. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/diskopindag-kota-malang-perketat-aturan-pedagang-pasar-yang-tidak-aktif-berjualan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232590</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadapi Isu Beras Oplosan, Pedagang di Kota Malang Tetap Optimis dalam Berjualan</title>
		<link>https://memontum.com/hadapi-isu-beras-oplosan-pedagang-di-kota-malang-tetap-optimis-dalam-berjualan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berjualan]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[oplosan]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224356</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ramainya isu beras oplosan yang menyeret sejumlah merek ternama, tidak serta-merta memicu kekhawatiran para pedagang di pasar tradisional Kota Malang. Meski ada dampak di beberapa titik, sejumlah pedagang justru mengaku tidak terlalu terpengaruh. Salah satu pedagang beras di Pasar Klojen, Sumarno, mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara detail soal isu yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ramainya isu beras oplosan yang menyeret sejumlah merek ternama, tidak serta-merta memicu kekhawatiran para pedagang di pasar tradisional Kota Malang. Meski ada dampak di beberapa titik, sejumlah pedagang justru mengaku tidak terlalu terpengaruh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pedagang beras di Pasar Klojen, Sumarno, mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara detail soal isu yang sedang ramai tersebut. &#8220;Saya tidak mengikuti beritanya. Tapi memang saya tidak pernah jual merk di luar Lahap dan Mentari,&#8221; kata Sumarno, saat ditemui, Sabtu (26/07/2025) tadi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, merek-merek ternama yang diduga oplosan, itu lebih banyak beredar di supermarket dan toko retail modern. Sementara di pasar tradisional, konsumen lebih memilih merek lain yang dinilai lebih terjangkau dan familiar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Penjualan tetap. Tidak ada pengaruhnya. Pembeli juga tidak menurun,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harga beras yang dijual Sumarno, juga mengalami kenaikan sejak sebulan terakhir ini, yakni Rp 78.000 per 5 kg. Kenaikan itu, menurutnya bukan karena isu oplosan, melainkan kualitas gabah yang menurun.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Hal berbeda, disampaikan pedagang Pasar Oro-Oro Dowo, Yuli. Dirinya mengaku cukup terdampak, terutama dalam hal ketersediaan barang. Jika biasanya merek-merek itu dapat dikirim sekitar 50 karung, kini sejak ada isu oplosan tidak dikirim lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Merek-merek tersebut dulunya cukup banyak diminati karena dianggap beras premium. Kemarin merek itu sempat masuk tapi sales menjamin produknya sudah melalui proses pengawasan. Namun, adanya stigma yang muncul membuat konsumen kini lebih memilih beras lokal dari Kediri dan Malang,&#8221; ucap Yuli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, kondisi penjualan beras di Pasar Bunulrejo disebut cukup terdampak. Salah satu pedagang, Supriyono, mengatakan penjualan sejumlah merek langsung berhenti setelah kasus itu viral di media sosial. “Animo pembeli menurun. Konsumen menghindari merek tertentu karena khawatir efek kesehatan,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, seorang konsumen di Pasar Oro-Oro Dowo, Jumini, tetap setia membeli merek beras yang diduga oplosan tersebut. “Saya dari dulu beli beras di sini, rasanya juga tetap. Tidak pernah ada yang aneh,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan akan segera melakukan pengecekan ke pasar-pasar tradisional. “Kami akan cek distribusi beras yang dikirim dari berbagai daerah untuk memastikan kualitasnya,” imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224356</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Pedagang Pasar Comboran Baru Barat Terus Berjualan, Pemkot Malang Bahas Skema Baru Permodalan</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-pedagang-pasar-comboran-baru-barat-terus-berjualan-pemkot-malang-bahas-skema-baru-permodalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Oct 2024 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berjualan]]></category>
		<category><![CDATA[comboran]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Permodalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214874</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang tengah membahas usulan bantuan untuk permodalan bagi pedagang di Pasar Comboran Baru Barat, yang beberapa waktu mengalami musibah kebakaran. Usulan permodalan ini dilakukan, sebagai bentuk pendampingan Pemkot Malang, sekaligus bentuk perhatian kepada pedagang, dengan tujuan agar tetap melakukan usaha. “Saya sangat prihatin dengan musibah yang terjadi di Pasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang tengah membahas usulan bantuan untuk permodalan bagi pedagang di Pasar Comboran Baru Barat, yang beberapa waktu mengalami musibah kebakaran. Usulan permodalan ini dilakukan, sebagai bentuk pendampingan Pemkot Malang, sekaligus bentuk perhatian kepada pedagang, dengan tujuan agar tetap melakukan usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya sangat prihatin dengan musibah yang terjadi di Pasar Comboran. Saat kebakaran, teman-teman dari Satpol PP, Damkar dan BPBD sudah sangat sigap mengantisipasi situasi di lokasi. Saya mengapresiasi langkah cepat mereka. Meskipun korban material juga tetap ada,&#8221; kata Pj Wali Kota Iwan, Selasa (01/10/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam hal ini, ujarnya, Pemkot Malang telah menyiapkan berbagai bantuan darurat, termasuk sembako dan transportasi bagi para pedagang yang terdampak. Untuk saat ini, juga sedang dilakukan upaya mengajukan Bantuan Tidak Terduga (BTT) yang akan dipergunakan merehabilitasi dan membersihkan area terdampak kebakaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami sedang mengajukan BTT dan saat ini dalam proses konsultasi dengan Keuangan Daerah dari Kemendagri agar dana tersebut bisa digunakan untuk merehabilitasi atau membersihkan area yang terdampak kebakaran di Pasar Comboran,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, ditambahkannya bahwa bantuan permodalan bagi para pedagang ini masih dalam tahap pembahasan. Berdasarkan hasil konsultasi dengan pihak terkait, Bansos dalam bentuk uang tunai kepada masyarakat tidak dimungkinkan. Fokus bantuan saat ini adalah pada rehabilitasi fisik dan pembersihan area pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami sedang berdiskusi mengenai skema permodalan. Masih ada beberapa hal yang perlu dikaji lebih lanjut. Bantuan yang tersedia saat ini lebih ditujukan untuk rehabilitasi dan penanganan fisik pascakebakaran,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, untuk mengantisipasi musim hujan, Pemkot Malang bersama Diskopindag Kota Malang akan menata ulang area pasar. Termasuk mengosongkan bagian atas pasar yang dianggap berisiko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami sedang menata ulang pasar, termasuk melarang pedagang menempati area atas demi keamanan mereka selama musim hujan. Supaya tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan selama musim hujan berlangsung,” imbuh Pj Wali Kota Iwan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214874</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Lantai Dasar, Ratusan Pedagang Pasar Comboran Mulai Berjualan Usai Kebakaran</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-lantai-dasar-ratusan-pedagang-pasar-comboran-mulai-berjualan-usai-kebakaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berjualan]]></category>
		<category><![CDATA[comboran]]></category>
		<category><![CDATA[dasar,]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214261</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah pedagang di Pasar Comboran Baru Barat Kota Malang, mulai beraktivitas kembali paska musibah kebakaran yang terjadi Jumat (13/09/2024) lalu. Hanya saja, aktivitas yang dilakukan sejumlah pedagang tersebut, hanya memanfaatkan lantai dasar atau Lantai I dan hanya di bagian depan. Ketua Paguyuban, Mochammad Samidi, menyampaikan bahwa para pedagang tersebut sudah berjualan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah pedagang di Pasar Comboran Baru Barat Kota Malang, mulai beraktivitas kembali paska musibah kebakaran yang terjadi Jumat (13/09/2024) lalu. Hanya saja, aktivitas yang dilakukan sejumlah pedagang tersebut, hanya memanfaatkan lantai dasar atau Lantai I dan hanya di bagian depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Paguyuban, Mochammad Samidi, menyampaikan bahwa para pedagang tersebut sudah berjualan sejak Senin (16/09/2024) kemarin. Kurang lebih, ada sekitar 100 an pedagang yang sudah mulai berjualan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sudah mulai kemarin, pedagang mulai berjualannya. Tetapi, itupun hanya di lantai dasar dan hanya dengan pintu terbatas. Kurang lebih ada 100 pedagang yang sudah mulai aktif lagi,” kata Samidi, Selasa (17/09/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para pedagang itu, tambahnya, berjualan atas inisiatifnya sendiri. Apalagi saat ini, kondisi pasar juga sudah mulai dibersihkan. Sehingga, para pedagang sudah bisa berjualan kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Tapi untuk pintunya terbatas semuanya. Untuk akses pintu utama masih ditutup sampai sekarang. Yang tidak boleh ditempati, itukan yang sudah diberi police line dan dijaga oleh pengawas ketertiban,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rata-rata pedagang yang berjualan, ujarnya, itu hanya Sembako, bumbu dapur, kelapa dan ayam. Termasuk juga beberapa menjualkan makanan di halaman Pasar Comboran Baru Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, mengenai relokasi pada pedagang yang terdampak kebakaran, nantinya akan ditempatkan di Lantai II sebelah Selatan. Itupun, berdasarkan hasil diskusi dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Relokasi nanti secepatnya dilakukan. Tempatnya sudah ada, di Lantai II sebelah Selatan. Karena di situ ada ratusan kios yang kosong bertahun-tahun dan tidak pernah ditempati,” imbuh Samidi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214261</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu dari Tiga Korban Kebakaran di Lahan Relokasi Memilih Berjualan di Rumah</title>
		<link>https://memontum.com/satu-dari-tiga-korban-kebakaran-di-lahan-relokasi-memilih-berjualan-di-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jun 2023 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berjualan]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lahan]]></category>
		<category><![CDATA[memilih]]></category>
		<category><![CDATA[relokasi]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191770</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Peristiwa terbakarnya tiga unit kios di lahan relokasi di kawasan Stadion Brantas Kota Batu, menyisakan dilema. Itu karena, satu dari tiga korban kebakaran, lebih memilih untuk berjualan di rumah, dari pada harus mengeluarkan modal untuk perbaikan lahan yang sempat terbakar untuk berjualan kembali. Sebaliknya, penjual lebih memilih menunggu jadwal relokasi ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Peristiwa terbakarnya tiga unit kios di lahan relokasi di kawasan Stadion Brantas Kota Batu, menyisakan dilema. Itu karena, satu dari tiga korban kebakaran, lebih memilih untuk berjualan di rumah, dari pada harus mengeluarkan modal untuk perbaikan lahan yang sempat terbakar untuk berjualan kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, penjual lebih memilih menunggu jadwal relokasi ke Pasar Induk atau pasar permanen, yang sudah selesai pembangunannya. Meskipun, untuk rencana relokasi ke lokasi permanen, akan dilakukan secara bertahap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pedagang, Lilik Setiyowati, mengaku bahwa dirinya lebih memilih untuk berjualan di rumah, karena butuh biaya atau anggaran tambahan untuk memperbaiki lahan yang sudah terbakar. Karena alasan itulah, untuk sementara waktu dirinya lebih memilih untuk berjualan di rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Musibah kebakaran ini menjadi pengalaman pertama saya. Karenanya, saya memutuskan sementara berjualan di rumah, sambil menunggu kapan relokasi. Sehingga, uang untuk rencana perbaikan lahan yang sudah terbakar, bisa saya gunakan untuk keperluan lain. Termasuk, barang-barang yang saat itu ikut terbakar,&#8221; ujarnya, Sabtu (24/06/2023) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Untuk tempat baru sebagai pengganti kios yang terbakar, papar Lilik, sebenarnya sudah disediakan oleh pihak dari Pasar Batu. Namun, sekali lagi butuh dipertimbangkan lagi untuk bisa menempati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Memang dari Pasar Batu sudah menyediakan tempat yang baru. Tetapi, di sini bila menempatinya, berarti kembali lagi mulai nol. Itu artinya, butuh biaya perbaikan dan pastinya modal. Karenanya, lebih baik sekalian di tempat baru nantinya saja,&#8221; tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk kerugian akibat kebakaran sendiri, dirinya menjelaskan, totalnya bisa mencapai Rp 50 juta. Karena, sangat banyak barang jualan yang habis terbakar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya sementara memilih fokus jualan di rumah saja. Apalagi, masih ada pelanggan setia yang datang ke sini. Sehingga, saat sudah ada kepastian pindah ke lahan tetap, tidak lagi boyong-boyong kembali,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191770</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
