<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berjuang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berjuang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Jul 2025 03:28:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berjuang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Empat Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan Selamat Usai Berjuang Gunakan Sekoci</title>
		<link>https://memontum.com/empat-penumpang-kmp-tunu-pratama-jaya-ditemukan-selamat-usai-berjuang-gunakan-sekoci</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2025 01:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[pratama]]></category>
		<category><![CDATA[sekoci]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223592</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sebanyak empat penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, ditemukan dalam keadaan selamat di Perairan Cekik Bali, Kamis (03/07/2025) pukul 05.15 WITA. Mereka berhasil menyelamatkan diri, setelah berjuang menggunakan sekoci dari KMP Tunu Pratama Jaya. &#8220;Saat ini, empat penumpang yang selamat tersebut berada di Kantor BPTD Gilimanuk untuk dimintai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sebanyak empat penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, ditemukan dalam keadaan selamat di Perairan Cekik Bali, Kamis (03/07/2025) pukul 05.15 WITA. Mereka berhasil menyelamatkan diri, setelah berjuang menggunakan sekoci dari KMP Tunu Pratama Jaya.</p>



<p>&#8220;Saat ini, empat penumpang yang selamat tersebut berada di Kantor BPTD Gilimanuk untuk dimintai keterangan,&#8221; kata Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coordinator dalam operasi SAR ini.</p>



<p>Data korban yang selamat tersebut, diantaranya adalah Saroji (47), Mansur (40), Romi Alga Hidayat, ketiganya warga asal Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi dan Sandi (44), warga Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Tim SAR Gabungan sendiri, hingga tadi masih berupaya terus melakukan pencarian untuk korban KMP Tunu Pratama Jaya lain yang tenggelam saat berangkat menuju Gilimanuk Bali dari Ketapang Banyuwangi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun unsur yang berkoordinasi dalam pencarian ini, antara lain Basarnas Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Banyuwangi, Pos SAR Jembrana, Syahbandar Banyuwangi dan Gilimanuk. Termasuk, Polairud Banyuwangi, Polair Polres Jembrana, Polairud Polda Bali, Satbrimob Batalion C Gilimanuk, Lanal Banyuwangi, KPLP Gilimanuk, KP3 Banyuwangi, BPTD Gilimanuk, BPBD Banyuwangi, BMKG Banyuwangi, BKK Banyuwangi, Tagana Banyuwangi dan potensi SAR lain.</p>



<p>Sementara itu, KN SAR 249 Permadi diberangkatkan pada Kamis (03/07/2025) menuju ke Selat Bali, untuk mendukung pelaksanaan pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya. KN SAR 249 Permadi dengan kru 13 orang bertolak dari Dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak Surabaya pada pukul 05.30 dan diperkirakan tiba di perairan selat Bali pada pukul 14.30 WIB. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223592</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Muslimat NU Kota Malang Siap Berjuang Bareng Menangkan Paslon Abah Anton-Dimyati</title>
		<link>https://memontum.com/muslimat-nu-kota-malang-siap-berjuang-bareng-menangkan-paslon-abah-anton-dimyati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Oct 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[anton-dimyati]]></category>
		<category><![CDATA[bareng,]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menangkan]]></category>
		<category><![CDATA[muslimat]]></category>
		<category><![CDATA[paslon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215012</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang nomor urut 3, Abah Anton dan Dimyati Ayatullah (Abadi), kembali mendapat dukungan penuh dari Muslimat NU Kota Malang. Hal itu terlihat, saat pasangan calon ini menghadiri kegiatan bersama Muslimat NU Ranting di Bareng Raya, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (04/10/2024) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang nomor urut 3, Abah Anton dan Dimyati Ayatullah (Abadi), kembali mendapat dukungan penuh dari Muslimat NU Kota Malang. Hal itu terlihat, saat pasangan calon ini menghadiri kegiatan bersama Muslimat NU Ranting di Bareng Raya, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (04/10/2024) tadi.</p>



<p>Ketua Muslimat NU Bareng Raya, Kecamatan Klojen, Siti Maysaroh, menilai bahwa pribadi Abah Anton sebagai sosok pemimpin yang amanah dan memiliki kepedulian tinggi terhadap wong cilik (orang kecil). Karenanya, Paslon ini layak untuk memimpin kembali Kota Malang.</p>



<p>“Semua masyarakat sudah tahu, saat Abah Anton, red) memimpin, itu kerap melakukan blusukan untuk mengetahui persoalan langsung dari wong cilik,&#8221; kata Maysaroh.</p>



<p>Tidak hanya itu, menurutnya, kehadiran Abah Anton dalam kegiatan pengajian rutin telah menunjukkan komitmennya dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan dan melayani masyarakat tanpa pamrih. &#8220;Saya menyaksikan sendiri, bagaimana kepeduliannya terhadap orang kecil. Bukan hanya janji, tapi tindakan nyata,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, di hadapan para jamaah Muslimat NU, Abah Anton mengajak masyarakat untuk menyambut Pilkada serentak mendatang dengan bijaksana. Menurutnya, pemimpin yang dipilih harus amanah dan benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Mari kita sambut pesta demokrasi dengan gembira. Jangan salah pilih, lima tahun akan menderita kalau salah,&#8221; kata calon Wali Kota dari Paslon nomor urut 3 ini.</p>



<p>Selain itu, Abah Anton menekankan pentingnya memperjuangkan kesejahteraan masyarakat kecil, termasuk penjaga makam, Linmas, marbot dan modin. Dirinya juga mengajak Muslimat NU, untuk berjuang bersama memajukan Kota Malang.</p>



<p>“Saat pulang, ajak keluarga, tetangga, dan orang-orang yang ditemui untuk memilih nomor 3, memilih Abah Anton,” tambahnya.</p>



<p>Harapan serupa, juga disampaikan pasangan Abah Anton di Pilkada Kota Malang, Dimyati Ayatullah. Bahkan, dirinya berharap untuk memperbaiki ekonomi masyarakat Kota Malang, terutama warung-warung lokal serta mengatasi masalah kemacetan. Sebagai putra asli Mergosono, Kota Malang, dirinya merasa terpanggil untuk membangun kota kelahirannya.</p>



<p>“Saya pamit ke orang tua, untuk membantu menata Kota Malang bersama Abah Anton,&#8221; katanya.</p>



<p>Pasangan Abadi berkomitmen, untuk membawa perubahan signifikan bagi Kota Malang. Termasuk, menjadikannya kota yang nyaman dan religius, dengan rencana pengajian rutin yang akan diadakan di Balai Kota Malang, setelah terpilih nanti. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215012</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perjuangan Seorang Ibu dengan Anak Lumpuh Otak, dari Pasrah hingga Berjuang di Paguyuban</title>
		<link>https://memontum.com/perjuangan-seorang-ibu-dengan-anak-lumpuh-otak-dari-pasrah-hingga-berjuang-di-paguyuban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[lumpuh]]></category>
		<category><![CDATA[paguyuban]]></category>
		<category><![CDATA[pasrah]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211504</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang ibu dari Forum Keluarga Disabilitas (FKD) Sukun, Agustiningsih, berbagi kisah perjuangannya merawat sang anak yang mengalami Cerebral Palsy (CP) atau lumpuh otak. Realita itu, telah dialami oleh sang anak, Marissa Etyaningsih (23), dari sejak lahir. Bahkan hingga sekarang, Marissa tidak dapat mandiri dan membutuhkan bantuan untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang ibu dari Forum Keluarga Disabilitas (FKD) Sukun, Agustiningsih, berbagi kisah perjuangannya merawat sang anak yang mengalami Cerebral Palsy (CP) atau lumpuh otak.</p>



<p>Realita itu, telah dialami oleh sang anak, Marissa Etyaningsih (23), dari sejak lahir. Bahkan hingga sekarang, Marissa tidak dapat mandiri dan membutuhkan bantuan untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari makan, mandi dan sebagainya.</p>



<p>&#8220;Pokoknya segala keperluan Marissa, semuanya dibantu. Karena punggungnya lemas, dia kalau duduk terlalu lama tidak kuat,&#8221; kata Agustiningsih, Sabtu (06/07/2024) tadi.</p>



<p>Ketiga anak Agustiningsih, siapa sangka juga memiliki kondisi yang serupa. Sementara sang ibu, mengaku tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab dari kondisi tersebut. Apalagi, dokter yang dituju tidak menjelaskan alasan-alasan itu dapat terjadi. Padahal, sang ibu menginginkan adanya penjelasan dan jalan keluar.</p>



<p>“Saya juga bingung, harusnyakan ini dijelaskan oleh dokter, kok bisa anak saya seperti ini. Anak pertama saya yang sudah kuliah dan hampir menikah, itu sebelum meninggal saat pandemi Covid-19 lalu, juga mengalami kondisi sama. Saya sudah pasrah. Saya syukuri saja, meskipun tiga-tiganya dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Agustiningsih menambahkan, bahwa dirinya juga sudah berusaha dengan mencoba memberikan terapi kepada sang anak. Dari hatinya bergerak untuk melakukan terapi sendiri bagi sang anak. Terlebih, baginya kader terbaik untuk anak adalah orangtuanya sendiri.</p>



<p>“Menjadi terapis karena dari hati. Kita mempunyai anak seperti ini, kemudian saya ikut paguyuban, akhirnya hati tidak bisa diam. Harus terjun ke dalam paguyuban, sehingga kegiatan saya rutin di paguyuban,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya paguyuban disabilitas sendiri menjadi tempat Agustiningsih menemukan penghiburan dan dukungan. Dengan bergabung di paguyuban, hatinya dapat terhibur. Apalagi melihat anak-anak yang senang berkumpul dengan teman-temannya.</p>



<p>“Alhamdulillah. Dengan adanya paguyuban ini, apalagi sekarang lebih maju, sudah dapat perhatian dari pemerintah, kelurahan, kecamatan,” tambahnya.</p>



<p>Agustiningsih berharap, agar semua orang tua yang memiliki anak disabilitas tidak membiarkan anak-anak mereka terkurung. Dalam menerima kondisi anak-anaknya juga membutuhkan waktu yang lama.</p>



<p>“Saya sampai tidak bisa cerita. Semua itu dari yang kuasa. Kita sudah berusaha,l dan cari jalan terbaik. Tentu anak-anak ini dilahirkan huga juga ingin bahagia, ingin melihat dunia yang lain. Jadi harapan saya cuma ingin kedepannya anak-anak disabilitas lebih diperhatikan,&#8221; imbuh Agustiningsih. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211504</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Podcast di Memo X, Wali Kota Sutiaji Berpesan Lanjutkan Visi dan Berjuang Demi Kesejahteraan Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/podcast-di-memo-x-wali-kota-sutiaji-berpesan-lanjutkan-visi-dan-berjuang-demi-kesejahteraan-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[berpesan]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Podcast]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198259</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tinggal hitungan hari, pasangan Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, akan mengakhiri masa jabatannya. Tentunya, janji politik yang telah dirancang selama lima tahun (2018 hingga 2023, red), telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang. Karena itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, meminta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Tinggal hitungan hari, pasangan Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, akan mengakhiri masa jabatannya. Tentunya, janji politik yang telah dirancang selama lima tahun (2018 hingga 2023, red), telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang.</p>



<p>Karena itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, meminta kepada pimpinan penerusnya (penjabat, red) dan para jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Malang, ke depan untuk selalu meneruskan tujuan yang tertuang dalam RPJMD dan mensejahterakan masyarakat Kota Malang. &#8220;Memang ada banyak progres yang belum bisa dilakukan. Saya memaknai pemerintahan seperti badan kita, jadi institusional. Tidak harus saya yang meneruskan, siapapun yang meneruskan, ketika mempunyai visi yang sama, saya kira harus bisa. Maka saya sampaikan kepada masyarakat, jangan mikir siapa nanti yang meneruskan. Karena goalsnya adalah kesejahteraan,” kata Wali Kota Sutiaji, saat Podcast di Kantor Memo X group, Jumat (15/09/2023) tadi.</p>



<p>Pihaknya juga menyampaikan, bahwa tujuan negara didirikan adalah untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat melalui Pemerintah Kota Malang, harus merata dan dilayani dengan baik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tentu dalam memberikan pelayanan itu, harus dilayani dengan baik. Tidak memandang bulu, agama, suku dan ras. Mereka hidup di Indonesia, itu harus diperlakukan yang sama. Sehingga, juga tidak ada orang-orang yang di anak tirikan dalam pelayanan,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, kehadiran pemerintah menurutnya tidak akan mencela masyarakat. Karena pemerintah memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas dengan menyamakan semua komponen yang ada.</p>



<p>“Ada banyak hal yang harus terus bisa dipahami oleh masyarakat. Seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, insfrakstruktur dan sebagainya. Karena itu, pemerintah harus hadir dan harus terus berproses memberikan pemahaman-pemahaman,” imbuh Sutiaji.</p>



<p>Saat pihaknya disinggung mengenai langkah yang akan dilakukan selanjutnya, Sutiaji menyampaikan jika dirinya akan mengikuti aliran kehidupan saat ini. Terpenting menurutnya, harus berbuat yang bermanfaat bagi masyarakat.</p>



<p>&#8220;Saya akan menjadi air. Jadi, terus mengalir dan memberikan manfaat,&#8221; lanjutnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198259</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pimpin Upacara HUT RI Ke-78, Bupati Pamekasan Ajak Generasi Muda Berjuang Menjaga Keutuhan NKRI</title>
		<link>https://memontum.com/pimpin-upacara-hut-ri-ke-78-bupati-pamekasan-ajak-generasi-muda-berjuang-menjaga-keutuhan-nkri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[ke-78,]]></category>
		<category><![CDATA[keutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198773</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) Ke-78 di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Agung Ronggosukowati, Pamekasan. Dalam kesempatan itu, Bupati Baddrut Tamam mengatakan bahwa 17 Agustus 1945 merupakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Sedangkan kemerdekaan yang kita nikmati ini, adalah hasil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) Ke-78 di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Agung Ronggosukowati, Pamekasan. Dalam kesempatan itu, Bupati Baddrut Tamam mengatakan bahwa 17 Agustus 1945 merupakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Sedangkan kemerdekaan yang kita nikmati ini, adalah hasil dari perjuangan para pahlawan.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, kita seluruh Bangsa Indonesia bisa merayakan HUT Ke-78 Republik Indonesia (RI). Pada momentum istimewa ini, patut kiranya kita merenung atas jasa-jasa para pahlawan,&#8221; katanya, Kamis (17/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Lebih lanjut, Bupati Baddrut Tamam menyampaikan bahwa perjuangan kemerdekakan Indonesia oleh para pahlawan dengan penuh pengorbanan. Bahkan, jiwa dan raga dipertaruhkan demi bisa kibarnya sang saka Merah Putih.</p>



<p>&#8220;Sehingga sebagai generasi penerus pejuang bangsa, tugas kita adalah berbakti dan berkontribusi untuk ibu pertiwi,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Bupati Baddrut Tamam juga mengajak, agar generasi Indonesia wajib berjuang dengan kapasitasnya masing-masing. Menjaga nasionalisme hingga menghormati satu sama lain.</p>



<p>&#8220;Ayo berjuang sesuai dengan kapasitas masing-masing. Jaga kesetiakawanan, persatuan, nasionalisme serta spirit menghormati satu sama lain,&#8221; terangnya.<strong> (azm/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198773</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
