<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berkarakter, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berkarakter/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Aug 2025 08:25:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berkarakter, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kuliah Umum Perdana Polinema Kampus Lumajang, Ketua DPRD Harap Lahirkan Generasi Muda Berkarakter</title>
		<link>https://memontum.com/kuliah-umum-perdana-polinema-kampus-lumajang-ketua-dprd-harap-lahirkan-generasi-muda-berkarakter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[berkarakter,]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[perdana]]></category>
		<category><![CDATA[polinema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225527</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Hj Oktafiani, bersama Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menghadiri kuliah umum perdana Politeknik Negeri Malang (Polinema) Kampus Lumajang, yang berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (28/08/2025) tadi. Gelaran yang berlangsung ini, tentunya menjadi tonggak penting, karena merupakan kuliah umum pertama sejak hadirnya Polinema sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Hj Oktafiani, bersama Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menghadiri kuliah umum perdana Politeknik Negeri Malang (Polinema) Kampus Lumajang, yang berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (28/08/2025) tadi.</p>



<p>Gelaran yang berlangsung ini, tentunya menjadi tonggak penting, karena merupakan kuliah umum pertama sejak hadirnya Polinema sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Kabupaten Lumajang. Dalam pelaksanaan ini, gelaran juga mengusung tema &#8216;Mentalitas Sukses: Membangun Karakter dan Pola Pikir Positif untuk Mahasiswa Baru&#8217;.</p>



<p>&#8220;Pemkab Lumajang akan terus memberikan motivasi kepada mahasiswa baru, agar membentuk karakter dan mentalitas positif sejak dini, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja dengan daya saing tinggi,&#8221; kata Bupati Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada kesempatan sama, Ketua DPRD Oktafiani mengapresiasi hadirnya Polinema di wilayah Lumajang. &#8220;Kami berharap, Polinema mampu melahirkan generasi muda berkarakter, berkompeten dan siap menjadikan calon-calon pemimpin masa depan yang membawa kemajuan bagi Lumajang,&#8221; terangnya.</p>



<p>Kehadiran Ketua DPRD dan Bupati Lumajang di tengah mahasiswa baru, diharapkan mampu memberikan semangat serta inspirasi untuk menempuh pendidikan dengan penuh dedikasi dan optimisme. Sehingga, mampu menjadikan generasi muda Lumajang yang handal. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225527</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Anak Berkarakter, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Memengan Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-anak-berkarakter-pemkab-banyuwangi-gelar-festival-memengan-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkarakter,]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[memengan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224350</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Memengan (Mainan) Tradisional di RTH Maron, Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (26/07/2025) tadi. Festival yang dilaksanakan dalam momen Hari Anak Nasional, ini sebagai bentuk kampanye agar anak banyak beraktivitas fisik dan menguatkan karakter anak. Festival sendiri, mengusung tema &#8216;7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat&#8217;, dari kebiasaan positif anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Memengan (Mainan) Tradisional di RTH Maron, Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (26/07/2025) tadi. Festival yang dilaksanakan dalam momen Hari Anak Nasional, ini sebagai bentuk kampanye agar anak banyak beraktivitas fisik dan menguatkan karakter anak.</p>



<p>Festival sendiri, mengusung tema &#8216;7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat&#8217;, dari kebiasaan positif anak mulai bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur tepat waktu. Di gelaran itu, ratusan anak-anak terlihat ceria memainkan permainan tradisional seperti Egrang Batok, Egrang Bambu dan Terompah (teklek panjang).</p>



<p>“Seru banget main terompah bareng teman-teman. Kuncinya harus kompak,” kata peserta dari SDN 1 Jambesari, Luna.</p>



<p>Suasana makin meriah, saat kelompok-kelompok peserta menampilkan atraksi budaya dalam sebuah defile. Masing-masing mengusung tema permainan khas anak tempo dulu. Mereka terlihat senang dan ceria, dalam membawakan aneka permainan. Mulai dari balap pelek, balap complong, lompat tali, bedil-bedilan, hula hoop, jaranan, gamelan, kapal-kapalan, terompet dan permainan tradisional lainnya.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa anak-anak saat ini cenderung kurang beraktivitas fisik. Sebaliknya, anak lebih banyak bermain gadget.</p>



<p>Bahkan Bupati Ipuk mengutip data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), bahwa lebih dari dua juta anak di Indonesia aktif bermain gim daring. Sementara, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga mencatat sekitar 30 persen anak mengalami kecanduan gim dan judi online.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Digitalisasi tak bisa dihindari, tapi harus diimbangi dengan penguatan karakter dan budaya lokal. Jangan sampai anak kita hanya akrab dengan gim digital, tapi lupa dengan akar budayanya,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Oleh karena itu, dirinya menyebut Pemkab Banyuwangi terus berupaya mengurangi pemakaian gadget pada anak, salah satunya dengan menggelar Festival Memengan. Karena, permainan tradisional bisa menjadi media edukasi yang menyenangkan bagi anak.</p>



<p>“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya mengenal budaya digital, tapi juga cinta budaya lokal. Festival ini menjadi ruang mereka belajar sportivitas, jujur, berempati, hingga leadership. Dan yang penting mereka juga banyak bergerak, beraktivitas fisik. Ini sangat baik untuk kesehatan mereka,&#8221; ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya juga mendorong, permainan tradisional ini tidak hanya berhenti di festival saja. Tapi, dirinya meminta agar seluruh sekolah dan orang tua di rumah juga mengajak anak-anaknya untuk bermain permainan tradisional.</p>



<p>“Semua ini butuh dukungan terutama dari orang tua. Orang tua juga harus mengajarkan kepada anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari di rumah,” papar Bupati Ipuk.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menambahkan bahwa Festival Memengan ini digelar dalam rangkaian memperingati Hari Anak Nasional. Permainan tradisional ini, juga diikuti serentak seluruh SD di Banyuwangi secara daring. Totalnya, ada 900 siswa dari 25 kecamatan.</p>



<p>“Di Jawa Timur hanya Banyuwangi yang memiliki permainan (Memengan) tradisional semacam ini. Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ungkapnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224350</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cetak Generasi Cerdas Berkarakter, Pemkab Lumajang Komitmen Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/cetak-generasi-cerdas-berkarakter-pemkab-lumajang-komitmen-dukung-program-wajib-belajar-13-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[berkarakter,]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222741</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menyatakan kesiapan dan komitmennya dalam menyongsong kebijakan nasional wajib belajar 13 tahun, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan akses pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal ini, ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan HUT ke-75 IGTKI-PGRI Kabupaten Lumajang di Panggung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menyatakan kesiapan dan komitmennya dalam menyongsong kebijakan nasional wajib belajar 13 tahun, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan akses pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal ini, ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan HUT ke-75 IGTKI-PGRI Kabupaten Lumajang di Panggung Terbuka Dinas Pariwisata, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kamis (05/06/2025) tadi.</p>



<p>Sekda Agus menyampaikan, bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran krusial sebagai fondasi pembentukan karakter dan kesiapan akademik anak menjelang usia sekolah dasar. “Pendidikan anak usia dini adalah tahap paling strategis untuk mencetak generasi cerdas dan berkarakter. Ini menjadi perhatian kita bersama, terlebih dalam menyambut Program Wajib Belajar 13 Tahun dari pemerintah pusat,” katanya.</p>



<p>Dirinya juga memaparkan, bahwa angka partisipasi anak usia 5 hingga 6 tahun yang bersekolah di TK di Lumajang, saat ini baru mencapai 91,05 persen, menyisakan sekitar 2.810 anak yang belum mengenyam pendidikan TK. Hal ini, menjadi tantangan bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan dan masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Sekda Agus mengungkapkan data pendidikan dasar di Kabupaten Lumajang, bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI sebesar 104,06 persen, Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI sebesar 98,06 persen, serta Indeks Pendidikan sebesar 0,56 persen. “Kita perlu terus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai langkah strategis, Sekda juga menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang untuk segera melakukan inventarisasi data, mulai dari jumlah murid TK, kondisi sarana dan prasarana, hingga kesiapan tenaga pendidik. Langkah ini dimaksudkan agar Kabupaten Lumajang benar-benar siap saat Program Wajib Belajar 13 Tahun diberlakukan secara nasional.</p>



<p>Peringatan Hari Anak Nasional kali ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum reflektif untuk memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222741</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang Raih Penghargaan Pusaka 2024 sebagai Kabupaten Cerdas Berkarakter dari Kemendikbud</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-raih-penghargaan-pusaka-2024-sebagai-kabupaten-cerdas-berkarakter-dari-kemendikbud</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 14:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkarakter,]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215141</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Pusaka 2024 untuk Kategori Pemerintah Kabupaten atau Kota Cerdas Berkarakter dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Penghargaan tersebut, diserahkan dalam acara Malam Penerimaan Apresiasi Pusaka 2024 yang berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kantor Kemendikbudristek, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Pusaka 2024 untuk Kategori Pemerintah Kabupaten atau Kota Cerdas Berkarakter dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Penghargaan tersebut, diserahkan dalam acara Malam Penerimaan Apresiasi Pusaka 2024 yang berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kantor Kemendikbudristek, Senin (07/10/2024) malam.</p>



<p>Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil nyata dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan karakter di seluruh lapisan masyarakat. Khususnya, melalui Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).</p>



<p>&#8220;Kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Ini bukan hanya pengakuan atas kinerja pemerintah daerah, tapi juga apresiasi terhadap seluruh elemen pendidikan di Lumajang, yang telah bekerja keras menerapkan kebijakan penguatan karakter, terutama melalui P5. Ini adalah bukti bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter kuat, berjiwa Pancasila,&#8221; kata Pj Bupati Yuyun-sapaan akrabnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penghargaan Pusaka yang diberikan dalam rangkaian kegiatan Pekan untuk Sahabat Karakter (Pusaka) oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbudristek, tambahnya, bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada pemangku kepentingan yang berhasil menjalankan kebijakan penguatan karakter di lingkungan pendidikan. Program P5 yang menjadi landasan penilaian adalah salah satu inisiatif pemerintah untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan pendidikan dan kehidupan sehari-hari para siswa.</p>



<p>Pj Bupati Yuyun juga menambahkan, bahwa keberhasilan Lumajang dalam meraih penghargaan malam ini tidak lepas dari dukungan seluruh masyarakat, terutama para pendidik dan keluarga serta TNI, yang terus berupaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. &#8220;Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi semua pihak di Lumajang, untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, baik dalam aspek akademik maupun karakter, demi mewujudkan generasi penerus yang siap menghadapi tantangan masa depan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Apresiasi Cerdas Berkarakter ini sebelumnya juga diterima oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2023 lalu, sebagai bentuk penghargaan atas upaya penguatan karakter di wilayah tersebut. Penghargaan Pusaka kini menjadi simbol penting dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pendidikan berbasis karakter.</p>



<p>Dengan diraihnya penghargaan ini, Lumajang semakin menegaskan posisinya sebagai daerah yang tidak hanya unggul dalam pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dalam membangun fondasi karakter bangsa melalui pendidikan. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215141</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komitmen Wujudkan SDM Berkarakter, Bupati Kediri Buka PPDB SMA Boarding School</title>
		<link>https://memontum.com/komitmen-wujudkan-sdm-berkarakter-bupati-kediri-buka-ppdb-sma-boarding-school</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2024 09:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkarakter,]]></category>
		<category><![CDATA[boarding]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206715</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Wujud komitmen Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam memberikan sekolah unggulan gratis bagi warganya yang kurang mampu di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, terus dilakukan. Bahkan, sekolah itu kini kembali membuka pendaftaran siswa didik baru untuk tahun ajaran 2024/2025. Program sekolah berasrama pertama yang didirikan Mas Dhito pada tahun 2023, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Wujud komitmen Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam memberikan sekolah unggulan gratis bagi warganya yang kurang mampu di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, terus dilakukan. Bahkan, sekolah itu kini kembali membuka pendaftaran siswa didik baru untuk tahun ajaran 2024/2025.</p>



<p>Program sekolah berasrama pertama yang didirikan Mas Dhito pada tahun 2023, ini ditujukan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki karakter kepemimpinan, kewirausahaan dan berdaya saing global.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mochamad Muhsin, menyampaikan bahwa secara umum persyaratan untuk menjadi peserta didik SMA Boarding School, yakni warga Kabupaten Kediri yang berdomisili di Kediri, dengan latar belakang ekonomi kurang mampu. Kemudian, memiliki kemampuan akademik dan non akademik, berusia 14 hingga 16 tahun pada tanggal 8 Juli di tahun ajaran 2024/2025.</p>



<p>Bahkan, tidak beda dengan periode sebelumnya, di tahun kedua ini sekolah berasrama ini akan menampung peserta didik baru 130 siswa. &#8220;Sekolah ini bagi warga yang kurang mampu dan yang tercantum dalam DTKS serta yang paling penting memiliki motivasi belajar yang tinggi,&#8221; katanya, Selasa (05/03/2024) tadi.</p>



<p>Tahapan sosialisasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA Boarding School ini, menurut Muhsin, dimulai pada 4 hingga 9 Maret mendatang. Kemudian, akan dilanjutkan dengan proses seleksi yang dibagi dalam tiga tahap.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tahapan seleksi yang akan dilakukan, ujarnya, meliputi seleksi dokumen pada 9 hingga 31 Maret. Lalu, kunjungan ke rumah calon peserta didik untuk validasi pada 22 April hingga 3 Mei dan bootcamp pada 20-22 Mei. Tahapan bootcamp tersebut, ditujukan untuk mengetahui ketahanan calon peserta didik tinggal di asrama.</p>



<p>&#8220;Selama bootcamp, ini juga akan diadakan serangkaian tes antara lain tes kesehatan, tes potensi akademik, psikotest dan tes FGD (Focus Group Discussion),&#8221; ungkap Muhsin.</p>



<p>Diterangkannya, peserta didik SMA Boarding School selama tiga tahun akan tinggal di asrama. Sistem pendidikan di asrama itu ditujukan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran yang diseimbangkan dengan pembangunan kemandirian peserta didik.</p>



<p>&#8220;Kita juga telah menyiapkan paket beasiswa bagi peserta didik yang diterima di SMA Boarding School,&#8221; tambah Muhsin.</p>



<p>Beasiswa yang akan diterima peserta didik untuk masa studi selama tiga tahun, mencakup biaya pendidikan, uang saku bulanan, biaya tinggal dan makan di asrama, biaya buku pelajaran, asuransi kesehatan serta seragam. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206715</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Manusia Unggul dan Berkarakter, Bupati Lamongan Launching Guru Pengimbasan</title>
		<link>https://memontum.com/wujudkan-manusia-unggul-dan-berkarakter-bupati-lamongan-launching-guru-pengimbasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Jan 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkarakter,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[pengimbasan]]></category>
		<category><![CDATA[unggul]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205520</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Sebanyak 2.700 Guru Pengimbasan Program Guru Penggerak (PGP) Kabupaten Lamongan 2024, secara resmi dilaunching Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Aula Gajah Mada Pemkab Lamongan, Rabu (31/01/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, bupati berharap agar guru pengimbasan tahun kedua ini mampu mewujudkan sumber daya manusia berkinerja unggul dan berkarakter. “Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Sebanyak 2.700 Guru Pengimbasan Program Guru Penggerak (PGP) Kabupaten Lamongan 2024, secara resmi dilaunching Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Aula Gajah Mada Pemkab Lamongan, Rabu (31/01/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, bupati berharap agar guru pengimbasan tahun kedua ini mampu mewujudkan sumber daya manusia berkinerja unggul dan berkarakter.</p>



<p>“Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong dari sisi kuantitas juga kualitas. Profesional guru, beradaptasi dengan kurikulum dan lingkungan yang ada. Di dunia yang berubah ada change disrupsi, banyak hal-hal baru yang akan ditemui termasuk pendidikan,” kata Bupati Yuhronur.</p>



<p>Terlebih, lanjutnya, dalam menghadapi Indonesia Emas 2045, Pemkab Lamongan melalui berbagai program pendidikan terus mendorong sumber daya manusia yang berkualitas. “Kita berfokus pada IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Kita fokus pembangunan manusia agar generasi Lamongan tidak hanya menjadi penonton Indonesia Emas 2045, namun juga ada di dalamnya,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bertambahnya guru pengimbasan di Lamongan, ungkapnya, diharapkan menjadi transformasi pendidikan Lamongan akan menjadi semakin cepat dan merata. Sebab, lulusan guru penggerak mampu menularkan ilmu yang didapatkan kepada guru lainnya. Sehingga, terwujud guru pengimbasan yang kuat.</p>



<p>“Pasti akan ada pembeda sebelum dan setelah mengikuti pengimbasan. Diharapkan, guru pengimbasan untuk menjadi lebih prefesional, mengarah anak didik generasi unggul untuk lebih berkarakter,” paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Munif Syarif, mengungkapkan bahwa pengembangan 2.700 guru pengimbasan tersebut merupakan hasil kolaborasi 270 lulusan guru penggerak tahun 2023. “Peserta pengimbasan ada sebanyak 2.700 guru, yang terdiri dari PAUD, SD, SMP se-Kabupaten Lamongan. Sedangkan yang melakukan pengimbasan sebanyak 270 guru penggerak. Dengan model kelas yang tersebar di titik lokasi di setiap kecamatan, modulnya adalaj materi pokok, materi inti hingga materi penunjang,” paparnya. <strong>(son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205520</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
