<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berkebutuhan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berkebutuhan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Oct 2024 06:34:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berkebutuhan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dukung Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus, Karya Vokasional Siswa SLB C Autis Kedungkandang Dipamerkan</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-kemandirian-anak-berkebutuhan-khusus-karya-vokasional-siswa-slb-c-autis-kedungkandang-dipamerkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Oct 2024 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[dipamerkan]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[kemandirian]]></category>
		<category><![CDATA[khusus]]></category>
		<category><![CDATA[vokasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214987</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sekolah Luar Biasa (SLB) C Autis Kedungkandang, Kota Malang, terus mendukung kemandirian siswa dengan beragam keterampilan vokasional. Melalui enam program vokasi yang dimiliki, ada berbagai produk unggulan yang dihasilkan. Salah satu guru di SLB C Kedungkandang Kota Malang, Meita Atikasari, menyampaikan bahwa beberapa produk tersebut diantaranya seperti Broncis (brownies kering), kopi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sekolah Luar Biasa (SLB) C Autis Kedungkandang, Kota Malang, terus mendukung kemandirian siswa dengan beragam keterampilan vokasional. Melalui enam program vokasi yang dimiliki, ada berbagai produk unggulan yang dihasilkan.</p>



<p>Salah satu guru di SLB C Kedungkandang Kota Malang, Meita Atikasari, menyampaikan bahwa beberapa produk tersebut diantaranya seperti Broncis (brownies kering), kopi, hingga teh telang. Program vokasi tersebut, bertujuan untuk memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi para siswa, khususnya mereka yang memiliki hambatan intelektual dan autisme.</p>



<p>“Kami memiliki enam vokasi. Antara lain ada tata boga, budidaya tanaman, membatik hingga pembuatan suvenir. Salah satu produk unggulan kami, itu ada Broncis yang juga sudah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT),” kata Meita, Jumat (04/10/2024) tadi.</p>



<p>Selain memproduksi teh telang dari hasil vokasi budidaya tanaman, juga ada batik ciprat hingga pouch dan tempat alat tulis yang dibuat langsung oleh siswa SLB C. Untuk batik ciprat yang dihasilkan, itu menggunakan metode khusus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jadi mereka itu mencipratkan lilin dengan kuas sebagai teknik pewarnaannya. Kemudian untuk yang vokasi souvenir itu menghasilkan pouch, kipas dan macam-macam,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, di SLB C Autis Kedungkandang memiliki 154 siswa dari jenjang SD hingga SMA, itu dengan hambatan intelektual ringan hingga sedang. Untuk keterampilan vokasional sendiri difokuskan pada jenjang SMP dan SMA.</p>



<p>“Untuk siswa jenjang SD, sekolah menyediakan terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa, seperti terapi konsentrasi bagi siswa autis. Kemudian kami juga bekerja sama dengan seniman di Kota Malang, seperti pemilik Titik Tenger, untuk menyalurkan kreativitas siswa,” lanjutnya.</p>



<p>Untuk produk-produk karya siswa tersebut juga diperjualbelikan di Dis Mart, yang berada di kantor DPRD Kota Malang. Selain itu melalui marketplace, serta melalui pre-order di WhatsApp. Dengan fokus pada keterampilan vokasional, Meita berharap agar siswa-siswa dapat dibekali dengan keterampilan yang berguna untuk masa depan dan sekaligus mengurangi stigma terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214987</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Demi Anak, Tuangkan Perjuangan Kisah Anak Berkebutuhan Khusus dalam Film Joshua Tree</title>
		<link>https://memontum.com/demi-anak-tuangkan-perjuangan-kisah-anak-berkebutuhan-khusus-dalam-film-joshua-tree</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[joshua]]></category>
		<category><![CDATA[khusus]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[tuangkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204751</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Terlahir menjadi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, tidak membuat dr Deibby Mamahit, menyerah. Bahkan, dirinya terus memperjuangkan anak-anaknya untuk menjadi yang lebih baik. Kisah perjuangan itu, dituangkan dalam sebuah film dokumenter, yang berjudul ‘Joshua Tree’. Film itu dibuat pada saat Pandemi Covid-19, dengan membutuhkan waktu pengerjaan selama dua tahun. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Terlahir menjadi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, tidak membuat dr Deibby Mamahit, menyerah. Bahkan, dirinya terus memperjuangkan anak-anaknya untuk menjadi yang lebih baik. Kisah perjuangan itu, dituangkan dalam sebuah film dokumenter, yang berjudul ‘Joshua Tree’.</p>



<p>Film itu dibuat pada saat Pandemi Covid-19, dengan membutuhkan waktu pengerjaan selama dua tahun. Di dalamnya, menceritakan sang anak laki-laki remaja bernama Joshua dengan mengalami autisme berat dan lambat laun ada kemajuan di dalam dirinya.</p>



<p>“Dari awal saya menolak untuk mengambil persepsi bahwa autisme itu seumur hidup atau tidak bisa diperbaiki. Karena kalau misalnya kita bisa melakukan sesuatu, pasti ada perubahan. Saya yakin itu, karena anak saya yang pertama, Imanuel, itu juga ada spektrum autis dan sekarang bisa sembuh,” kata dr Deibby, saat ditemui pada acara bedah film Joshua Tree, di salah satu kafe yang berlokasi di Soekarno Hatta, Sabtu (20/01/2024) tadi.</p>



<p>Sebetulnya, dr Deibby juga pernah mengalami depresi dan kekecewaan selama satu setengah tahun, melihat perilaku anaknya. Namun, pada akhirnya dia memilih untuk berubah, yakni menjadi orang yang lebih bahagia.</p>



<p>“Jadi Joshua ini suka main kotorannya sendiri, lalu ada peristiwa dia gelantungan di luar balkon dan akhirnya bisa diselamatkan, itu saya sangat bersyukur sekali. Ternyata walaupun susah, saya lebih memilih dia ada dalam kehidupan saya. Karena saya yang mau dia, saya yang mau bahagia,” tuturnya.</p>



<p>Dari kisah itu, dr Deibby berpesan pada para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar bisa lebih berbahagia lagi. Sebab, lingkungan juga akan mempengaruhi pada anak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Karena kalau kita dengan keluarga yang berkebutuhan khusus kemudian kita di lingkungan yang penuh akan stress dan depresi. Anak-anak ini walaupun tidak bisa berkomunikasi, mereka berpotensi untuk menyalahkam diri mereka sendiri. Mereka akan menganggap bahwa mereka lah yang menyebabkan depresi itu terjadi,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Sutradara Film Joshua Tree, George Arif, menyampaikan jika isu difabel dengan spektrum autis ini harus banyak menjadi perhatian dan banyak penerimaan. Karena kalau bisa diterima, maka akan menjadi biasa dan tidak akan punya waktu untuk dihakimi.</p>



<p>“Karena difabel ini butuh support keluarganya. Makanya representasi Tree dalam judul film ini adalah keluarganya Joshua itu sendiri. Spesifiknya di situ. Itu yang ingin saya sampaikan secara simbolis. Kalau kita bisa menerima, kita tidak akan punya waktu untuk menghakimi. Kalau kita masih menghakimi, kita tidak bisa menerima,” ucapnya.</p>



<p>Dalam syuting yang dilakukan itu juga tanpa bertemu langsung. Sebab, dilakukan di tiga negara berbeda, yakni Indonesia, Singapura dan Amerika.</p>



<p>“Jadi ada beberapa adegan yang menggunakan zoom hanya saya arahkan (fokusnya) ke atas, bawah. Kemudian setting kamera di beberapa tempat, dan menggunakan HP, karena saya percaya bahwa kedekatan secara emosional antara ibu, anak, pengasuh yang ada di film itu bisa menghasilkan karya yang baik,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, film Joshua Tree tersebut juga telah mendapatkan beberapa nominasi, diantaranya di Film House Berlin, Official Selection di London Best Documentart Award dan Himachal Short Film Festival 2023. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204751</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Audisi Difabel Got Talent untuk Pupuk Kepercayaan Diri Anak Berkebutuhan Khusus</title>
		<link>https://memontum.com/audisi-difabel-got-talent-untuk-pupuk-kepercayaan-diri-anak-berkebutuhan-khusus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Nov 2023 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[audisi]]></category>
		<category><![CDATA[berkebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[difabel]]></category>
		<category><![CDATA[kepercayaan]]></category>
		<category><![CDATA[khusus]]></category>
		<category><![CDATA[talent]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201823</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 75 anak berkebutuhan khusus di Kota Malang, mengikuti kegiatan Audisi Difabel Got Talent, yang digelar di Gedung Malang Creative Center, Sabtu (18/11/2023) tadi. Ketua Panitia Kegiatan, Titi Oktariani, menyampaikan jika melalui kegiatan tersebut tentu memiliki tujuan untuk memupuk rasa kepercayaan diri dari para difabel. “Kita ingin anak-anak difabel di Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 75 anak berkebutuhan khusus di Kota Malang, mengikuti kegiatan Audisi Difabel Got Talent, yang digelar di Gedung Malang Creative Center, Sabtu (18/11/2023) tadi.</p>



<p>Ketua Panitia Kegiatan, Titi Oktariani, menyampaikan jika melalui kegiatan tersebut tentu memiliki tujuan untuk memupuk rasa kepercayaan diri dari para difabel. “Kita ingin anak-anak difabel di Kota Malang yang dari Sekolah Luar Biasa (SLB) lebih sering mengikuti acara seperti ini. Karena menurut saya, bagus banget buat memupuk rasa kepercayaan diri mereka. Selain itu, juga menumbuhkan motivasi tersendiri bagi mereka karena mereka juga punya mimpi, berhak hidup layak seperti kita,” ujar Okta-sapaannya.</p>



<p>Ditambahkannya, jika Kegiatan Difabel Got Talent yang diprakarsai oleh Komunitas Pejuang Mimpi itu, juga untuk menumbuhkan motivasi bagi mereka dalam mewujudkan berbagai mimpinya. &#8220;Jadi kita juga sebagai sarana buat mereka untuk menjembatani sebuah mimpinya. Ke depannya setelah mereka dewasa, kalau tidak bisa ikut orang ya bisa bikin usaha sendiri. Dengan talenta yang ditampilkan di sini, kan banyak,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk peserta difabel yang mengikuti kegiatan tersebut, ada dari beragam jenis mulai dari autis, tuna grahita, bisu hingga tuli. Namun, dengan keterbatasan yang dimiliki para difabel tersebut mampu menunjukkan bakatnya, mulai dari menari, memainkan alat musik angklung, menyanyi hingga melukis.</p>



<p>“Semua difabel ada, disabilitas tipe A-D. Dengan batasan maksimal usia 25 tahun. Tapi kadang-kadang anak-anak autis kan mereka masih kelas berapa tapi tidak sesuai usianya,” ujarnya.</p>



<p>Sebagai informasi, audisi tersebut nantinya juga akan dilakukan di Kota Batu pada 25 November 2023 mendatang. Untuk pemenang audisi akan diumumkan pada malam penganugerahan pada 16 Desember 2023 mendatang. Kegiatan tersebut, juga dalam rangka untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional 2023. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201823</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
