<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bermedsos &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bermedsos/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Jul 2024 12:34:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bermedsos &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bijak Bermedsos Tanpa Cyberbullying Jadi Tema Kemenkominfo di Gelaran Webinar bersama Pelajar Sidoarjo</title>
		<link>https://memontum.com/bijak-bermedsos-tanpa-cyberbullying-jadi-tema-kemenkominfo-di-gelaran-webinar-bersama-pelajar-sidoarjo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jul 2024 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[bermedsos]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[cyberbullying]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212380</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Hampir semua remaja dan generasi milenial dapat dipastikan kini memiliki akun media sosial (Medsos). Ironisnya, banyak di antara mereka yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk melakukan cyberbullying atau perundungan siber. Padahal, remaja dan generasi milenial dapat memanfaatkan media sosial sebagai gaya hidup yang positif tanpa perundungan. Agar dapat bijak bermedia sosial [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Hampir semua remaja dan generasi milenial dapat dipastikan kini memiliki akun media sosial (Medsos). Ironisnya, banyak di antara mereka yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk melakukan cyberbullying atau perundungan siber. Padahal, remaja dan generasi milenial dapat memanfaatkan media sosial sebagai gaya hidup yang positif tanpa perundungan.</p>



<p>Agar dapat bijak bermedia sosial tanpa perundungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, Selasa (30/07/2024) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Bijak Bermedsos Tanpa Cyberbullying&#8217;, webinar yang akan diikuti siswa dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) itu rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah praktisi IT, Ardiansyah, dosen Sekolah Tinggi Ilmu komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA AWS), E Rizky Wulandari dan influencer Azmy Zen selaku key opinion leader, dengan moderator Anissa Rilia.</p>



<p>&#8220;Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaransidoarjo3007" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaransidoarjo3007</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta, untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama webinar,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Senin (29/07/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan dengan kemudahan dan kecepatannya mengirim informasi, media sosial kini telah menjadi pilihan dan gaya hidup berinteraksi dengan orang lain. Fitur yang disediakan media sosial seperti ruang chatting dan kolom komentar di berbagai macam platform dapat memudahkan siapa pun menjadi korban bully dan pelaku bully.</p>



<p>”Belakangan ini banyak pengguna media sosial dengan mudah mendapat perlakuan cyberbullying, walaupun bisa jadi hal itu karena kesalahannya sendiri. Cyberbullying adalah perilaku penindasan melalui perangkat elektronik, baik melalui pesan singkat seperti SMS atau whatsapp, pesan elektronik (e-mail), atau melalui laman media sosial,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo menambahkan, cyberbullying kini telah menjadi hal yang biasa kita temukan ketika membuka media sosial. Bahkan, ada orang-orang yang mendukung perilaku bullying di internet jika memang korban bully tersebut benar bersalah.</p>



<p>”Masyarakat kita memiliki kecenderungan menilai dari sudut pandangnya sendiri. Ketika seseorang melihat perilaku orang lain yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip umum atau prinsip pribadi, maka terdapat kecenderungan melakukan penghakiman,” imbuh Kemenkominfo.&nbsp;</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Sidoarjo, Jatim, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212380</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Gandeng Disdikbud Gelar Webinar di Nganjuk Bertema Bijak Bermedsos Tanpa Cyberbullying</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-gandeng-disdikbud-gelar-webinar-di-nganjuk-bertema-bijak-bermedsos-tanpa-cyberbullying</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bermedsos]]></category>
		<category><![CDATA[bertema]]></category>
		<category><![CDATA[cyberbullying]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208058</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Media sosial seperti Twitter (X), Facebook dan Instagram, kini telah menjadi sarana ekspresi hingga turut mewarnai wacana ruang-ruang publik. Media sosial dianggap lebih emansipatif dan egaliter, karena dapat langsung menyuarakan pandangan individu ke ranah publik. Meski begitu, media sosial perlu digunakan dengan bijak agar tidak mengubah budaya Indonesia yang toleran dan ramah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Nganjuk</strong> &#8211; Media sosial seperti Twitter (X), Facebook dan Instagram, kini telah menjadi sarana ekspresi hingga turut mewarnai wacana ruang-ruang publik. Media sosial dianggap lebih emansipatif dan egaliter, karena dapat langsung menyuarakan pandangan individu ke ranah publik.</p>



<p>Meski begitu, media sosial perlu digunakan dengan bijak agar tidak mengubah budaya Indonesia yang toleran dan ramah. Karenanya, untuk mendorong penggunaan media sosial yang bijak tanpa cyberbullying, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, kembali akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Nganjuk, Rabu (03/04/2024) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Bijak Bermedsos Tanpa Cyberbullying&#8217;, webinar ini akan diikuti secara Nobar oleh siswa dan tenaga pendidik dengan menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah dosen sekaligus digital enthusiast, M Adhi Pranowo, Staf Ahli Bidang Perekonomian Bupati Nganjuk, Itsna Shofiani, Mom Influencer Ana Livian dan Fernand Tampubolon selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftarannganjuk0304. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-wallet sebesar Rp 1.000.000, untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Selasa (02/04/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa perundungan siber dapat mengakibatkan korban mengalami trauma yang berkepanjangan. Kampanye penggunaan media sosial secara positif harus terus dilakukan untuk mengurangi cyberbullying.</p>



<p>&#8220;Cyberbullying dapat menyebabkan dampak psikologis yang serius seperti depresi, kecemasan, stres hingga perasaan tidak berdaya. Bahkan, bisa mengindikasi untuk melakukan bunuh diri,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Nganjuk ini, merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. &#8220;Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,&#8221; tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>&#8220;Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif dan aman,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen.</p>



<p>&#8220;Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,&#8221; urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208058</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Kontestasi Politik 2024, Pj Wali Kota Malang Imbau ASN Lebih Cermat dalam Bermedsos</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-kontestasi-politik-2024-pj-wali-kota-malang-imbau-asn-lebih-cermat-dalam-bermedsos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2023 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bermedsos]]></category>
		<category><![CDATA[cermat]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kontestasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198977</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang kontestasi politik 2024 mendatang, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang agar lebih cermat dalam bermedia sosial (Medsos). Apalagi, saat ini sudah banyak bermunculan konten terkait dengan sosok calon legislatif (Caleg), calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang kontestasi politik 2024 mendatang, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang agar lebih cermat dalam bermedia sosial (Medsos). Apalagi, saat ini sudah banyak bermunculan konten terkait dengan sosok calon legislatif (Caleg), calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) yang sudah tersebar di Medsos. Maka, pihaknya mengimbau ASN agar lebih berhati-hati kedepannya.</p>



<p>“Saya akan lihat dahulu, terkait dengan ASN yang ngelike konten di media sosial dan lain-lain. Tetapi beberapa lama lalu sudah kita sosialisasikan,&#8221; ujar Pj Wali Kota Wahyu Hidayat, Jumat (29/09/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, jika sebagai ASN memang ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan, menjelang tahun politik 2024 mendatang. Terlebih, para ASN memiliki pakta integritas, sehingga harus netral dalam proses-proses pemilihan tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Kadang kala memang kita tidak sadar, namun ada hal-hal yang tidak boleh kita lakukan terkait dengan kontestasi politik 2024. Kalau ada indikasi atau temuan, tentu akan ada tahapan-tahapannya. Apakah itu unsur kesengajaan atau tidak,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya dalam penindakan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Pemilu 2024, telah ada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai salah satu penyelenggara. Tentu pertimbangan dan rekomendasi dari Bawaslu juga akan tetap diperhatikan.</p>



<p>“Kan Bawaslu pasti akan turun melihat akan mendata, kira-kira betul nggak ini. Kesengajaan apa mereka tidak sengaja, guyon (bercanda) dan lain-lain, itu nanti ada tahapan yg harus kita lakukan,” imbuh Wahyu.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198977</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
