<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bermotif &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bermotif/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Nov 2023 14:42:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bermotif &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pembunuhan Pria Pakuniran Probolinggo Bermotif Cemburu karena Istri Digoda</title>
		<link>https://memontum.com/pembunuhan-pria-pakuniran-probolinggo-bermotif-cemburu-karena-istri-digoda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bermotif]]></category>
		<category><![CDATA[Cemburu]]></category>
		<category><![CDATA[digoda]]></category>
		<category><![CDATA[karena]]></category>
		<category><![CDATA[pakuniran]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201498</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Petugas Reskrim Polres Probolinggo, terus melakukan pemeriksaan terhadap AS (65) tahun, terduga pelaku pembunuhan terhadap Abdul Halim (67), warga Dusun Jatikandang RT 05/RW 03, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Dari hasil pendalaman pemeriksaan, diketahui ternyata aksi pembunuhan itu bermotif asmara. Kasatreskrim Polres Probolinggo, Iptu Putra Adi Fajar Winarsa, menjelaskan bahwa pembunuhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Petugas Reskrim Polres Probolinggo, terus melakukan pemeriksaan terhadap AS (65) tahun, terduga pelaku pembunuhan terhadap Abdul Halim (67), warga Dusun Jatikandang RT 05/RW 03, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Dari hasil pendalaman pemeriksaan, diketahui ternyata aksi pembunuhan itu bermotif asmara.</p>



<p>Kasatreskrim Polres Probolinggo, Iptu Putra Adi Fajar Winarsa, menjelaskan bahwa pembunuhan yang dilakukan pelaku AS, dilakukan karena pelaku merasa cemburu setelah sang istri digoda oleh korban Abdul Halim.</p>



<p>&#8220;Pelaku mengaku cemburu, karena korban pernah menggoda istrinya,&#8221; jelas Kasatreskrim, Senin (13/11/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, antara korban dan pelaku merupakan tetangga rumah&nbsp; sehingga, saling mengenali satu sama lain. Bahkan, lahan sawahnya pun bersebelahan antara milik korban dan pelaku.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Keduanya saling mengenal dan lahannya juga bersebelahan antara pelaku dan korban. Apakah masuk pembunuhan berencana atau tidak, kami masih melakukan pendalaman. Ini untuk menentukan pasal yang akan kami sangkakan selanjutnya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa pelaku juga akan dilakukan visum jika terdapat luka. Ini untuk memastikan apakah sebelumnya sempat terjadi perkelahian antara korban dan pelaku atau tidak. &#8220;Informasi awal sempat berkelahi. Namun, nanti akan kami dalami. Nanti ke depan mungkin akan kami lakukan pemeriksaan dan akan dilakukan visum juga,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, Abdul Halim, ditemukan tak bernyawa dengan luka bacok di tengah sawah, Sabtu (11/11/2023). Sebelumnya, korban sempat berpamitan untuk mengairi tanaman cabai di sawah tepatnya pada Jumat (10/11/2023) malam. Namun sejak saat itu, korban tak kunjung pulang dan ditemukan meninggal dengan luka bacok. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201498</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penikaman Tetangga Sepulang Ibadah di Probolinggo Bermotif Dendam</title>
		<link>https://memontum.com/penikaman-tetangga-sepulang-ibadah-di-probolinggo-bermotif-dendam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Oct 2023 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bermotif]]></category>
		<category><![CDATA[dendam]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[penikaman]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sepulang]]></category>
		<category><![CDATA[tetangga,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199542</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Penikaman seorang tetangga hingga mati yang terjadi di Dusun Pendo, Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Senin (09/10/2023) malam, dalam pemeriksaan diketahui bermotif dendam. Adapun alibi yang disampaikan pelaku dalam pemeriksaan awal, yaitu mengatakan karena ada unsur dugaan perkosaan terhadap keluarga pelaku. Kanitreskrim Polsek Banyuanyar, Aipda Andre Okta, mengatakan bahwa kejadian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Penikaman seorang tetangga hingga mati yang terjadi di Dusun Pendo, Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Senin (09/10/2023) malam, dalam pemeriksaan diketahui bermotif dendam. Adapun alibi yang disampaikan pelaku dalam pemeriksaan awal, yaitu mengatakan karena ada unsur dugaan perkosaan terhadap keluarga pelaku.</p>



<p>Kanitreskrim Polsek Banyuanyar, Aipda Andre Okta, mengatakan bahwa kejadian itu berlangsung setelah pelaku mendengar kejadian dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh korban. Karenanya, saat pelaku melihat korban melintas seorang diri di pekarangan rumahnya malam itu, spontan langsung melakukan penikaman kepada korban.</p>



<p>&#8220;Setelah menikam korban, pelaku kemudian lantas menyerahkan diri ke Polsek Banyuanyar dengan diantar orang tua dan warga. Saat ini, pelaku sudah kami amankan dan masih kami periksa dan mintai keterangan lanjutan,&#8221; kata Andre saat dikonfirmasi, Selasa (10/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Terkait dugaan perkosaan, dirinya menambahkan, berlangsung sekitar seminggu sebelum kejadian berdarah kemarin malam. Menurut keterangan tersangka, kejadian itu hanya diceritakan kepada dirinya. Karena dendam itulah, kemudian melakukan perbuatan penikaman.</p>



<p>&#8220;Tersangka mengaku, bahwa dugaan itu hanya diceritakan kepadanya,&#8221; paparnya.</p>



<p>Lebih lanjut Andre mengatakan, korban sendiri saat usai ditikam, sempat dievakuasi ke klinik Nurizma Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar. Hanya saja, sebelum dilakukan pertolongan medis, korban sudah meninggal dunia dan diduga karena terlalu banyak mengeluarkan darah akibat tusukan pelaku. &#8220;Untuk ayah pelaku sendiri, memang tidak tahu jika penganiayaan hingga meninggal yang dilakukan oleh anaknya, ini lantaran sakit hati setelah ada dugaan perkosaan. Ayahnya baru tahu, saat menyerahkan anaknya ke Polsek Banyuanyar,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Kamar Mayat RSUD Waluyojati Kraksaan Mujino mengatakan, pada tubuh korban terdapat sekitar tujuh bekas tusukan di bagian dada, kepala dan punggung korban. &#8220;Ada sekitar tujuh luka yang ada di tubuh korban. Luka itu bekas tusukan atau tikaman bukan bekas tebasan atau sayatan,&#8221; katanya.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Torawi (59) warga Dusun Pendo, Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, meninggal dunia setelah ditikam tetangganya sendiri dengan pisau. Peristiwa yang berlangsung saat korban sepulang menjalankan ibadah itu, diketahui dilakukan oleh Holili Abdianto (23), pada Senin (09/10/2023) malam. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199542</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
