<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bermotor &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bermotor/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Apr 2026 06:28:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bermotor &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Capaian Opsen PKB Triwulan Pertama 2026, Pajak Kendaraan Bermotor di Kota Malang Tetap Surplus</title>
		<link>https://memontum.com/capaian-opsen-pkb-triwulan-pertama-2026-pajak-kendaraan-bermotor-di-kota-malang-tetap-surplus</link>
					<comments>https://memontum.com/capaian-opsen-pkb-triwulan-pertama-2026-pajak-kendaraan-bermotor-di-kota-malang-tetap-surplus#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bermotor]]></category>
		<category><![CDATA[capaian]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[surplus]]></category>
		<category><![CDATA[triwulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231462</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Peningkatan penggunaan kendaraan listrik di Kota Malang belum memberikan dampak signifikan terhadap penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Hal tersebut, terlihat dari capaian opsen PKB triwulan pertama 2026, yang justru melampaui target. Kepala Badan Pendapatan Daeraha (Bapenda) Kota Malang, Handi Priyanto, mengatakan bahwa capaian realisasi opsen PKB hingga 30 Maret 2026 mencapai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Peningkatan penggunaan kendaraan listrik di Kota Malang belum memberikan dampak signifikan terhadap penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Hal tersebut, terlihat dari capaian opsen PKB triwulan pertama 2026, yang justru melampaui target.</p>



<p>Kepala Badan Pendapatan Daeraha (Bapenda) Kota Malang, Handi Priyanto, mengatakan bahwa capaian realisasi opsen PKB hingga 30 Maret 2026 mencapai Rp 29,52 miliar atau 111,5 persen dari target triwulan pertama sebesar Rp 26,48 miliar. Dengan capaian tersebut, terdapat surplus penerimaan sebesar Rp 3,04 miliar.</p>



<p>“Tidak terlalu berpengaruh (kendaraan listrik, red). Sehingga, penerimaan PKB tetap stabil,” ujar Handi, Sabtu (04/04/2026) tadi.</p>



<p>Diketahui, kendaraan listrik memang dikenakan tarif PKB sebesar 0 persen sebagai bentuk insentif pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Namun, Kepala Bapenda Handi menegaskan bila kebijakan tersebut belum menggerus potensi pendapatan daerah di Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="426" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/04/Capaian-Opsen-PKB-Triwulan-Pertama-2026-Pajak-Kendaraan-Bermotor-di-Kota-Malang-Tetap-Surplus-2.jpg?resize=600%2C426&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-231464" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/04/Capaian-Opsen-PKB-Triwulan-Pertama-2026-Pajak-Kendaraan-Bermotor-di-Kota-Malang-Tetap-Surplus-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/04/Capaian-Opsen-PKB-Triwulan-Pertama-2026-Pajak-Kendaraan-Bermotor-di-Kota-Malang-Tetap-Surplus-2.jpg?resize=300%2C213&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">SOSIALISASI: Pelaksanaan sosialisasi yang secara masif dilakukan Bapenda Kota Malang. (bapenda for memontum)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Menurut Handi, kewenangan pemungutan PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat. Sementara, pemerintah kabupaten atau kota menerima skema bagi hasil.</p>



<p>“Secara regulasi, Bapenda provinsi yang memungut pajak melalui Samsat. Kabupaten atau kota memperoleh bagi hasil sebesar 66 persen, sedangkan 34 persen untuk pemerintah provinsi,” jelasnya.</p>



<p>Di sisi lain, capaian opsen BBNKB masih berada di bawah target. Hingga akhir Maret 2026, realisasi opsen BBNKB tercatat Rp 10,97 miliar atau 90,6 persen dari target Rp 12,11 miliar, sehingga masih kurang Rp 1,14 miliar. Rendahnya capaian tersebut, menurutnya dipengaruhi kebiasaan masyarakat yang membeli kendaraan bekas namun tidak segera melakukan proses balik nama.</p>



<p>“Opsen BBNKB masuk ketika ada proses balik nama. Banyak masyarakat yang membeli kendaraan roda dua maupun roda empat bekas tetapi tidak langsung melakukan balik nama, sehingga berpengaruh pada capaian,” tuturnya.</p>



<p>Untuk mengoptimalkan penerimaan, Bapenda Kota Malang terus memperkuat sinergi dengan Bapenda Provinsi Jawa Timur melalui sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Termasuk, turun langsung dengan bersentuhan ke masyarakat. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/capaian-opsen-pkb-triwulan-pertama-2026-pajak-kendaraan-bermotor-di-kota-malang-tetap-surplus/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231462</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Begal Bermotor Beraksi di Klakah Lumajang, Warga Tanggul harus Relakan Motor</title>
		<link>https://memontum.com/begal-bermotor-beraksi-di-klakah-lumajang-warga-tanggul-harus-relakan-motor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2025 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[beraksi]]></category>
		<category><![CDATA[bermotor]]></category>
		<category><![CDATA[Klakah]]></category>
		<category><![CDATA[relakan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220538</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Aksi begal sepertinya tidak ada habisnya. Meskipun di Bulan Puasa, kawanan pelaku tetap saja beraksi di wilayah hukum Polres Lumajang. Kali ini, kawanan pelaku berhasil membegal warga Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, saat di kawasan Jalan Prayuana, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Kejadian tersebut, berlangsung, Sabtu (22/03/2025) sekitar pukul 05.00. Diperoleh informasi, saat itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Aksi begal sepertinya tidak ada habisnya. Meskipun di Bulan Puasa, kawanan pelaku tetap saja beraksi di wilayah hukum Polres Lumajang.</p>



<p>Kali ini, kawanan pelaku berhasil membegal warga Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, saat di kawasan Jalan Prayuana, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Kejadian tersebut, berlangsung, Sabtu (22/03/2025) sekitar pukul 05.00.</p>



<p>Diperoleh informasi, saat itu korban sedang dalam perjalanan dari Surabaya tujuan Jember, dengan mengendarai motor Honda Beat. Sesampainya di Jalan Prayuana-Lumajang, korban dipepet pelaku tidak dikenal, yang juga mengendarai motor Honda Beat secara berboncengan.</p>



<p>&#8220;Sepeda motor yang dibegal Honda Beat,&#8221; kata warga, Emi.</p>



<p>Kapolsek Klakah Polres Lumajang, AKP Rudi Isyanto, saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya aksi pembegalan itu. Selain motor korban berhasil dibawa kabur pelaku, korban teridentifikasi juga warga Jember.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Benar (terjadi aksi, red) TKP nya di Jalan Prayuana, Klakah pukul 05.00. Korban atas nama Sugianto warga Tanggul Jember,&#8221; terangnya, kepada Memontum.com, Minggu (23/03/2025) tadi.</p>



<p>AKP Rudi menjelaskan, bahwa awalnya korban mengisi BBM di SPBU Klakah. Setelah selesai mengisi, korban langsung meluncur ke arah Randuagung menuju Tanggul.</p>



<p>&#8220;Setelah beli BBM di SPBU, korban melaju ke arah Timur. Saat sampai di Jalan Prayuana, korban dipepet pelaku yang berboncengan. Salah satu pelaku kemudian menendang motor korban hingga jatuh dan motor korban diambil pelaku,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, di Jalan Prayuana Klakah Lumajang sendiri sudah sering terjadi peristiwa begal sepeda motor. Bahkan dalam menjalankan aksinya, kawanan begal ini tidak segan-segan melukai para korbannya. Masyarakat berharap, ada tindakan tegas dari aparat yang berwenang untuk bisa melumpuhkan komplotan begal.</p>



<p>&#8220;Kalau pak polisi tidak mau bergerak (patroli, red) dan menunggu laporan, ya merajalela begalnya. Bukan hadir dan memberi rasa aman namanya,&#8221; ungkap salah seorang warga, Piko. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220538</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Kurang Konsentrasi saat Bermotor, Seorang Perempuan Jatuh di Jembatan Suhat Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-kurang-konsentrasi-saat-bermotor-seorang-perempuan-jatuh-di-jembatan-suhat-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bermotor]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[konsentrasi]]></category>
		<category><![CDATA[kurang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214069</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Diduga karena kurang konsentrasi saat berkendara, Dewi Permatasari (19), warga Jalan Joyo Suryo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, terjatuh dari sisi barat Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kamis (12/09/2024) sekitar pukul 05.15. Informasi Memontum.com, bahwa sebelum kejadian, korban berencana berangkat kerja. Dirinya berangkat dengan mengendarai motor Honda Beat Nopol N-5212-ABE dan melaju [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Diduga karena kurang konsentrasi saat berkendara, Dewi Permatasari (19), warga Jalan Joyo Suryo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, terjatuh dari sisi barat Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kamis (12/09/2024) sekitar pukul 05.15.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa sebelum kejadian, korban berencana berangkat kerja. Dirinya berangkat dengan mengendarai motor Honda Beat Nopol N-5212-ABE dan melaju dari arah Barat (Dinoyo) lalu hendak berbelok ke Utara menuju ke Jembatan Suhat.</p>



<p>&#8220;Saat berkendara itulah, diduga korban kurang konsentrasi dan kecepatannya agak tinggi saat hendak berbelok. Sehingga, motornya tetiba oleng. Korban akhirnya terjatuh dari motor hingga masuk ke bawah Jembatan Suhat. Sedangkan sepeda motornya, tetap berada di jembatan,&#8221; kata Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu Isrofi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Beruntungnya, saat itu tubuh korban hanya terjatuh sekitar 5 meter di plengsengan tanah berumput hingga tidak sampai mengalami luka yang cukup parah. Kejadian kecelakaan ini, pun sempat membuat kaget pengendara lainnya hingga segera melapor ke petugas kepolisian.</p>



<p>Tidak berselang lama, petugas kepolisian beserta relawan tim medis tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi korban. Saat dievakuasi, korban dalam kondisi sadar dan hanya mengalami luka pada tangan kirinya dan beberapa luka lecet.</p>



<p>&#8220;Korban kami bawa ke RSU Brimedika Malang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Pihaknya mengimbau, kepada pengendara motor untuk tetap selalu berhati-hati di jalan dan jangan mengebut melebihi batas kecepatan dalam kota. &#8220;Selalu berhati-hati saat berkendara. Patuhi aturan keselamatan berlalu lintas. Selalu gunakan perlengkapan keselamatan berkendara yang benar yaitu helm, sepatu, sarung tangan, serta jaket,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214069</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Bebas Kendaraan Bermotor, DLH Kota Malang Berharap Terealisasi di Tahun 2025</title>
		<link>https://memontum.com/hari-bebas-kendaraan-bermotor-dlh-kota-malang-berharap-terealisasi-di-tahun-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[bermotor]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[terealisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211497</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota Malang, sebelumnya telah merencanakan mengenai Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Konsep tersebut, nantinya akan berbeda dengan konsep Car Free Day (CFD), yang selama ini dikenal. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa Hari Bebas Kendaraan Bermotor itu diharapkan nantinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota Malang, sebelumnya telah merencanakan mengenai Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Konsep tersebut, nantinya akan berbeda dengan konsep Car Free Day (CFD), yang selama ini dikenal.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa Hari Bebas Kendaraan Bermotor itu diharapkan nantinya dapat terealisasikan di tahun 2025 mendatang. Sebab, konsep penganggaran saat ini juga masih dalam proses.</p>



<p>“Besar harapan dari Pj Wali Kota Malang, yang mana memang sesuai dengan yang dihasilkan dari Rapat FLLAJ terkait dengan Hari Bebas Kendaraan. Apalagi, leading sektornya ini berada di DLH. Sehingga, harus saling berkoordinasi,” kata Rahman, Sabtu (06/07/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa konsep CFD sebelumnya, yaitu ada aktivitas untuk berjualan mulai dari Pedagang Kaki Lima (PKL), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan sebagainya. Namun, untuk konsep Hari Bebas Kendaraan ini masih dalam tahapan pembahasan.</p>



<p>“Kami masih membahas detail, terkait dengan program dan konsepnya agar dapat memberikan sesuatu yang baru bagi warga Kota Malang dan tentu berbeda dengan CFD,” tambahnya.</p>



<p>Dalam penetapan Hari Bebas Kendaraan ini, menurutnya juga masih menunggu Peraturan Wali Kota (Perwal) dan Surat Keputusan Wali Kota mengenai jadwal pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan. Diharapkan, nantinya dengan usulan Hari Bebas Kendaraan, dapat menciptakan lingkungan yang nyaman, lebih bersih dan sehat.</p>



<p>&#8220;Ini adalah langkah awal. Kami berharap dengan adanya Hari Bebas Kendaraan ini bisa membawa dampak positif yang lebih besar daripada CFD,” imbuh Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211497</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Atasi Kualitas Udara, Wali Kota Malang Imbau Kurangi Penggunaan Kendaraan Bermotor</title>
		<link>https://memontum.com/atasi-kualitas-udara-wali-kota-malang-imbau-kurangi-penggunaan-kendaraan-bermotor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bermotor]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196413</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, menghimbau masyarakat Kota Malang untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Hal itu dilakukan, guna untuk mengatasi isu kualitas udara yang saat ini tengah merisaukan. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, menyampaikan jika imbauan tersebut juga sejalan dengan arahan dari Pemerintah pusat, terutama di wilayah perkotaan. Sehingga, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, menghimbau masyarakat Kota Malang untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Hal itu dilakukan, guna untuk mengatasi isu kualitas udara yang saat ini tengah merisaukan.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, menyampaikan jika imbauan tersebut juga sejalan dengan arahan dari Pemerintah pusat, terutama di wilayah perkotaan. Sehingga, diharapkan transportasi massal yang ada terus dikuatkan.</p>



<p>“Kalau di perkotaan, kita utamakan untuk mengurangi kendaraan bermotor. Harapannya, transportasi massal ini bisa terus kita kuatkan,” kata Wali Kota Sutiaji, Selasa (22/08/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan Sutiaji jika kualitas udara di Kota Malang, saat ini dikatakan baik dan tidak mengkhawatirkan. Sehingga, dapat diterima oleh manusia, hewan dan tumbuhan yang ada.</p>



<p>“Kondisi udara di Kota Malang ini sedang, baik, sehingga kita tidak perlu risau dan tidak perlu menerapkan kerja dari rumah (WFH) bagi ASN atau siapa saja,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Pemkot Malang juga selalu melakukan pemantauan secara rutin, melalui website satu data dari Kementerian Pusat. Dimana pada website tersebut, selalu memperbarui dan membagikan kualitas udara di Kota Malang setiap satu jam sekali.</p>



<p>“Kita selalu melakukan pemantauan, karena juga bisa kita lihat melalui website yang ada dari kementerian. Kita bekerja juga tidak perlu gembar-gembor,” imbuh Sutiaji.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan jika dibutuhkan tindakan kolektif dalam menjaga kualitas udara. Seperti memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan uji emisi dan melakukan pemantauan secara periodik terhadap tekanan udara serta kualitas udara secara keseluruhan.</p>



<p>“Tentu kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas udara. Terutama dalam menghadapi fenomena perubahan iklim dan El Nino. Kemudian, dengan pemantauan yang lebih cermat juga dapat merespon indeks udara dengan lebih efektif,” tambah Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196413</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
