<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bernyawa &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bernyawa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Mar 2025 07:45:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bernyawa &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Korban Hanyut Warga Jember Ditemukan Tak Bernyawa 15 Kilometer dari TKP</title>
		<link>https://memontum.com/korban-hanyut-warga-jember-ditemukan-tak-bernyawa-15-kilometer-dari-tkp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220054</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Setelah sempat dalam pencarian selama tiga hari, nenek Tima (75), warga Dusun Bedadung Wetan, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Bedadung, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Senin (10/03/2025) sekitar pukul 08.00. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coorsinator (SMC) dalam operasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Setelah sempat dalam pencarian selama tiga hari, nenek Tima (75), warga Dusun Bedadung Wetan, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Bedadung, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Senin (10/03/2025) sekitar pukul 08.00.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coorsinator (SMC) dalam operasi SAR, mengatakan bahwa jenazah nenek Tima ditemukan Tim SAR gabungan pada hari ketiga pencarian, di lokasi yang berjarak sekitar 15,39 kilometer dari lokasi awal hanyut. &#8220;Proses evakuasi jenazah korban dilakukan Tim SAR gabungan dibantu warga sekitar. Selanjutnya, jenazah dibawa dengan menggunakan ambulance ke rumah duka guna diserahkan kepada pihak keluarga,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, hanyutnya nenek Nima di Sungai Bedudung, diketahui oleh warga pada Sabtu (08/03/2025) pagi. Kejadian yang dialami korban, ini berawal saat warga melihat ada seorang yang hanyut di Sungai Bedadung, pada Sabtu (08/03/2025) pagi.</p>



<p>&#8220;Informasi dari warga, bahwa korban saat hanyut terlihat memakai baju warna hijau dan rok warna cokelat. Warga sekitar sudah berusaha untuk menolong korban, namun gagal karena kondisi arus sungai yang deras,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tim SAR gabungan telah mengerahkan 2 Search and Rescue (RSU) air untuk menyisir aliran Sungai Bedadung. SRU air pertama melakukan pencarian sejauh 2,71 kilometer dengan menggunakan perahu karet. SRU air kedua melakukan pencarian sejauh 3,59 kilometer dengan menggu nakan perahu rafting.</p>



<p>&#8220;SRU air pertama melakukan manuver perahu karet di beberapa lokasi yang dicurigai. Melalui manuver ini, diharapkan akan timbul gelombang air yang besar, kemudian akan mengangkat benda-benda yang ada di dalam atau dasar sungai, termasuk korban yang dicurigai ada di dalamnya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Pada saat yang bersamaan, beberapa orang personel Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pemantauan dari darat dan di beberapa lokasi yang ada di sepanjang aliran Sungai Bedadung.</p>



<p>&#8220;Juga menyebarkan informasi peristiwa ini kepada warga sekitar dengan maksud agar warga melaporkan jika melihat keberadaan korban. Keberhasilan proses pencarian hingga evakuasi korban ini berkat kerjasama yang baik dari sejumlah pihak,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Diantaranya Pos SAR Jember, BPBD kabupaten Jember, Polsek Rambipuji, Polsek Balung, Koramil Rambipuji, Siluman Rescue, Brandal Alas Rescue, Relawan Bensromben, SAR OPA, Baret Rescue, warga sekitar dan potensi SAR lainnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220054</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terseret Ombak di Pantai Kondang Merak Malang, Seorang Pencari Ikan Ditemukan Tak Bernyawa</title>
		<link>https://memontum.com/terseret-ombak-di-pantai-kondang-merak-malang-seorang-pencari-ikan-ditemukan-tak-bernyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Feb 2025 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[kondang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pencari]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219507</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Edi Santoso (31) warga Dusun Sumberwates, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal, Jumat (21/02/2025) sekitar pukul 09.30. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang saat mencari ikan di Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang, Rabu (19/02/2025) sekitar pukul malam. Diperoleh keterangan, saat itu Edi bersama teman-temannya berangkat dari rumah mereka di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Edi Santoso (31) warga Dusun Sumberwates, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal, Jumat (21/02/2025) sekitar pukul 09.30. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang saat mencari ikan di Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang, Rabu (19/02/2025) sekitar pukul malam.</p>



<p>Diperoleh keterangan, saat itu Edi bersama teman-temannya berangkat dari rumah mereka di Dusun Banjarejo ke Pantai Kondang Merak. Terakhir kali, Edi terlihat berada di sekitar palung laut bersama seorang temannya. Namun sekitar pukul 19.30, salah seorang temannya berteriak meminta tolong karena Edi telah terseret ombak.</p>



<p>Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya mengerahkan satu Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang setelah menerima laporan terkait hilangnya Edi Santoso saat mencari ikan di Pantai Kondang Merak. “Informasi yang kami terima, korban terseret ombak saat mencari ikan bersama 20 orang rekannya di pinggir karang dengan menggunakan senter,” terang Komandan Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang, Yoni Fariza.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Upaya yang dilakukan tim SAR gabungan dalam proses pencarian korban yaitu dengan membagi Tim SAR gabungan menjadi 4 Search dan Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran di perairan sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan perahu jukung nelayan sedangkan SRU lainnya melakukan penyisiran darat di sepanjang pesisir Pantai Kondang Merak hingga Pantai Balekambang maupun dari Pantai Kondang Merak hingga Pantai Banthol.</p>



<p>Setelah proses pencarian, Edi Santoso akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi meninggal pada Jumat (21/02/2025). Jenazahnya ditemukan Tim SAR gabungan. “Jenazah korban ditemukan di koordinat 8°24&#8217;14&#8243;S 112°31&#8217;09&#8243;E sekitar pukul 09.30 tadi,” ujar Yoni, Jumat (21/02/2025) tadi.</p>



<p>Titik penemuan jenazah korban tersebut berjarak 0,5 NM dari lokasi kejadian awal. Setelah ditemukan, jenazah korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR gabungan ke darat dan dibawa ke rumah duka di Desa Sumberbening.</p>



<p>Adapun unsur yang terlibat dalam upaya pencarian ini antara lain Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang, Pol AL Sendang Biru, Polsek dan Koramil Bantur, Polair Sendang Biru, PSR, MSR, RAPI, RESOB, SAR Mahameru, TSA, SIR, JKJT, SAR Kanjuruhan, Tagana, SAR MTA, serta warga dan nelayan sekitar. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219507</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu Korban Longsor Tebing Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa</title>
		<link>https://memontum.com/satu-korban-longsor-tebing-sungai-kaliputih-blitar-ditemukan-tak-bernyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Feb 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[kaliputih]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tebing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219368</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Salah satu korban longsor tebing Sungai Kaliputih di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (17/02/2024) sekitar pukul 12.00. Diketahui, bahwa korban adalah Rohman (31), warga Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya mengerahkan satu Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Salah satu korban longsor tebing Sungai Kaliputih di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (17/02/2024) sekitar pukul 12.00. Diketahui, bahwa korban adalah Rohman (31), warga Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.</p>



<p>Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya mengerahkan satu Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang untuk melakukan pencarian atas dua orang tertimbun longsor di Desa Karangrejo. Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pencarian ini, antara lain Unit Siaga SAR Malang, Polsek dan Koramil Gandusari, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Blitar, RAPI, Tagana Kabupaten Blitar, PMI Kabupaten Blitar, Bolone ODGJ Malang, Rescue 020 Kndjh, RSI Kabupaten Blitar, LMI Kabupaten Blitar dan warga sekitar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) dalam Operasi SAR, Nanang Sigit, membenarkan adanya penemuan jenazah korban. &#8220;Hingga sore ini Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban kedua atas nama Nurkholis umur 45 tahun,&#8221; jelas Nanang Sigit.</p>



<p>Pencarian hari pertama ini, ujarnya, kemudian dihentikan sekitar pukul 15.00, karena hujan deras di wilayah pencarian. Operasi SAR baru akan dilanjutkan pada esok, Selasa (18/02/2025).</p>



<p>Sebelumnya, dua korban pencari pasir tertimbun longsor di Sungai Kaliputih, Minggu (16/02/2025), sekitar pukul 12.30. Saat kejadian, kedua korban sedang mencari pasir di aliran sungai sebelah barat di dekat tebing. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219368</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Siswa SD Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Mewek Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/dua-siswa-sd-ditemukan-tak-bernyawa-di-sungai-mewek-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216410</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua bocah berinisial DE (7) dan AM (6), keduanya warga Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ditemukan tak bernyawa di Sungai Mewek, Kelurahan Balearjosari, Senin (11/11/2024) malam. Sebelum ditemukan tak bernyawa, kedua siswa Kelas 1 SDN itu sempat dilaporkan bermain di sekitar sungai. Informasi Memontum.com bahwa sekitar pukul 13.00, kedua korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dua bocah berinisial DE (7) dan AM (6), keduanya warga Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ditemukan tak bernyawa di Sungai Mewek, Kelurahan Balearjosari, Senin (11/11/2024) malam. Sebelum ditemukan tak bernyawa, kedua siswa Kelas 1 SDN itu sempat dilaporkan bermain di sekitar sungai.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa sekitar pukul 13.00, kedua korban awalnya dilaporkan bermain dan mencari ikan di sekitar Sungai Mewek. Hanya saja, ketika waktunya pulang, keduanya tidak kunjung pulang hingga pihak keluarga melakukan pencarian di area sungai.</p>



<p>Saat pihak keluarga mencari keduanya, diketahui saat itu hanya menemukan pakaian korban. Pakaian tersebut, tertinggal di tepi sungai. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Blimbing sekitar pukul 18.00.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihak keluarga bersama petugas kepolisian, tim relawan dan bersama warga, kemudian melakukan usaha pencarian. Dalam pencarian itu, AM kali pertama ditemukan terlebih dahulu tenggelam di dasar Sungai Mewek. Kemudian, barulah tubuh korban DE yang ditemukan sekitar 10 meter dari penemuan pertama.</p>



<p>&#8220;Kedua korban ditemukan dalam posisi tenggelam. Berdasarkan pemeriksaan, kedua korban dalam kondisi meninggal dunia. Pihak orang tua dari keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat penyataan keberatan untuk dilakukan otopsi,&#8221; ujar Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdianto. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216410</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswi Pamekasan Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Rumah, di Dekat Lokasi Ditemukan Charge HP</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswi-pamekasan-ditemukan-tak-bernyawa-di-dalam-rumah-di-dekat-lokasi-ditemukan-charge-hp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2024 03:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[charge]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214094</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Nasib apes menimpa seorang Mahasiswi Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Fatihah Fatjriah (19), warga Dusun Timur, Desa Bettet, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Kamis (12/09/2024) tadi. Korban ditemukan tidak bernyawa di dalam rumah, dengan kondisi di sisi tubuh korban ditemukan charge HP. Peristiwa naas itu, kali pertama diketahui oleh bibir korban, Arliyah. Saat itu, saksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Nasib apes menimpa seorang Mahasiswi Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Fatihah Fatjriah (19), warga Dusun Timur, Desa Bettet, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Kamis (12/09/2024) tadi. Korban ditemukan tidak bernyawa di dalam rumah, dengan kondisi di sisi tubuh korban ditemukan charge HP.</p>



<p>Peristiwa naas itu, kali pertama diketahui oleh bibir korban, Arliyah. Saat itu, saksi yang tiba di rumah korban, dibuat terkejut saat mendapati korban sudah tergeletak. Kontan, dirinya langsung berteriak meminta tolong, sehingga mengundang reaksi saksi lain di sekitar rumah korban.</p>



<p>&#8220;Korban sudah meninggal dunia. Saat itu ada luka pada telunjuk tangan kiri dan diduga akibat tersengat arus listrik. Lukanya kurang lebih 1 centimeter,&#8221; kata Arliyah, Jumat (13/09/2024) tadi.</p>



<p>Keterangan tidak jauh berbeda, juga disampaikan saksi lain, Imam Sutrisno. Selain saat ditemukan sudah tidak bernyawa, pada bagian tangan kiri juga ditemukan luka. Termasuk, adanya charge HP.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Disamping korban juga ditemukan kabel listrik (charger HP) warna hitam sepanjang 2 meter,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kejadian yang langsung dilaporkan ke petugas, pun membuat tim Inafis mendatangi lokasi. Sesaat kejadian, petugas langsung melakukan olah TPK.</p>



<p>&#8220;Berdasarkan keterangan para saksi dan adanya bukti-bukti di TKP, disimpulkan bahwa korban meninggal dunia karena tersengat arus listrik. Kejadian itu, berlangsung ketika korban hendak melakukan pengisian daya HP milik korban sendiri,&#8221; kata Kapolsek Pamekasan, AKP Muh Syaiful Bahri, Jumat (13/09/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di jari telunjuk tangan kiri karena tersengat arus listrik. &#8220;Dalam kejadian ini, keluarga korban menolak untuk dilakukan pemeriksaan medis atau autopsi. Keluarga menganggap kejadian tersebut murni musibah,&#8221; tambahnya. (<strong>azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214094</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kakek Penjaga Perumahan di Kota Probolinggo Ditemukan Tak Bernyawa</title>
		<link>https://memontum.com/kakek-penjaga-perumahan-di-kota-probolinggo-ditemukan-tak-bernyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2024 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[penjaga]]></category>
		<category><![CDATA[perumahan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209901</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Toni Hoki Kobar (70), warga Jalan Kiai Anom, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, ditemukan tidak bernyawa di rumahnya, Selasa (28/05/2024) tadi. Kakek yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga malam di sebuah perumahan ini, ditemukan kali pertama oleh temannya, Mustofa, yang juga warga setempat. Informasi yang berhasil dihimpun, penemuan itu berlangsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Toni Hoki Kobar (70), warga Jalan Kiai Anom, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, ditemukan tidak bernyawa di rumahnya, Selasa (28/05/2024) tadi. Kakek yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga malam di sebuah perumahan ini, ditemukan kali pertama oleh temannya, Mustofa, yang juga warga setempat.</p>



<p>Informasi yang berhasil dihimpun, penemuan itu berlangsung sekitar pukul 09.00. Saat itu, Mustofa mendatangi rumah Kobar, karena sejak dua hari yang lalu tidak pernah terlihat.</p>



<p>&#8220;Saat ke rumah Kobar, saya bersama dua orang tetangga. Kami kemudian masuk melalui pintu belakang dan saat itulah kami menemukan Kobar sudah dalam kondisi telentang tidak bernyawa,&#8221; ujar Mustofa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melihat Kobar tak bernyawa, Mustofa dan warga kemudian melapor ke Polres Probolinggo Kota. Atas laporan itu, petugas segera datang ke lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP oleh tim Identifikasi Polres Probolinggo Kota, korban meninggal dengan ada beberapa luka di tangan dan di punggung yang diduga akibat gigitan tikus. Selain itu, petugas juga menemukan surat hasil pemeriksaan penyakit paru dan beberapa obat, sehingga diduga Kobar meninggal karena sakit.</p>



<p>Kasubsektor Kedopok, Ipda Hari, mengatakan bahwa yang pertama kali menemukan korban dalam kondisi meninggal adalah tetangganya sendiri yang curiga bahwa korban ini tidak keluar rumah. Setelah dicek, diketahui korban sudah meninggal.</p>



<p>&#8220;Dari hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal karena sakit yang dideritanya,&#8221; ujar Ipda Hari. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209901</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gadis Asal Tangerang Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Jembatan Tunggulmas Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/gadis-asal-tangerang-ditemukan-tak-bernyawa-di-bawah-jembatan-tunggulmas-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2024 03:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[tunggulmas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209174</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang perempuan berinisial Agl (20) asal Kelapa Dua, Tangerang, ditemukan tergeletak di bawah Jembatan Tunggulmas, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (06/05/2024) pukul 23.29. Kejadian ini, pun segera dilaporkan ke Polsek Lowokwaru hingga petugas segera mendatangi lokasi kejadian. Saat dilakukan pengecekan, kondisi Agl sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Petugas bersama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang perempuan berinisial Agl (20) asal Kelapa Dua, Tangerang, ditemukan tergeletak di bawah Jembatan Tunggulmas, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (06/05/2024) pukul 23.29. Kejadian ini, pun segera dilaporkan ke Polsek Lowokwaru hingga petugas segera mendatangi lokasi kejadian.</p>



<p>Saat dilakukan pengecekan, kondisi Agl sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Petugas bersama Tim PMK Kota Malang, kemudian melakukan evakuasi jenazah korban ke Kamar Jenazah RSSA Malang.</p>



<p>Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anton Widodo, mengatakan bahwa penemuan jenazah korban bermula saat beberapa orang pemuda sepulang ngopi berhenti di sekitar Jembatan Tunggulmas, untuk berfoto di pinggir jembatan. &#8220;Ketika berfoto, topi salah seorang saksi jatuh ke bawah jembatan,&#8221; ujar Kapolsek, Selasa (07/05/2024) tadi.</p>



<p>Karena topinya jatuh di bawah jembatan, para pemuda tersebut kemudian mencarinya dengan senter kearah bawah jembatan. &#8220;Ketika saksi melihat ke bawah jembatan untuk mencari topi, melihat ada seseorang yang tergeletak dengan posisi terlentang tak bergerak,&#8221; urainya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melihat peristiwa tersebut, mereka pun memanggil warga sekitar untuk melihat. &#8220;Setelah dilihat, ternyata benar ada orang tergeletak dan saat di panggil tidak ada jawaban. Menduga korban telah meninggal dunia, kemudian salah seorang warga datang ke Polsek untuk melapor,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Petugas yang datang ke lokasi kemudian menghubungi Unit Inafis Polresta Malang Kota, untuk melakukan pengecekan dan memastikan korban telah meninggal. Petugas kemudian menghubungi petugas PMK Kota Malang untuk bersama-sama melakukan evakuasi. &#8220;Saat ini kami masih melakukan melakukan penyelidikan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Saat ditanya apakah ada dugaaan lompat dari atas jembatan, pihaknya belum mamastikan. Namun, penyidik telah menemukan sebuah tulisan dalam bentuk diketik komputer tentang keinginan korban untuk melakukan bunuh diri.</p>



<p>&#8220;Jadi intinya, keinginan korban untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri itu ada. Tetapi dengan cara bagaimana, ini masih kita dalami,&#8221; jelasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209174</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rekontruksi Mutilasi Jalan Serayu Kota Malang, Istri Dipotong saat Masih Kondisi Bernyawa</title>
		<link>https://memontum.com/rekontruksi-mutilasi-jalan-serayu-kota-malang-istri-dipotong-saat-masih-kondisi-bernyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jan 2024 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[dipotong]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mutilasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rekontruksi]]></category>
		<category><![CDATA[serayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204861</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Aksi pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan James Loodewyk Tomatala (61), terhadap istrinya, Ni Made Sutarini (55), warga Jalan Serayu Selatan, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, direkontruksi, Selasa (23/01/2024) tadi. Dalam rekontruksi ini, James dihadirkan di rumahnya yang dipergunakan sebagai lokasi untuk membunuh dan memutilasi istrinya. Rekontruksi dimulai sekitar pukul 09.24 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Aksi pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan James Loodewyk Tomatala (61), terhadap istrinya, Ni Made Sutarini (55), warga Jalan Serayu Selatan, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, direkontruksi, Selasa (23/01/2024) tadi.</p>



<p>Dalam rekontruksi ini, James dihadirkan di rumahnya yang dipergunakan sebagai lokasi untuk membunuh dan memutilasi istrinya. Rekontruksi dimulai sekitar pukul 09.24 dan selesai sekitar pukul 10.11 serta diperagakan di teras rumah.</p>



<p>Dalam reka ulang itu, adegan demi adegan diperagakan oleh tersangka James. Bahkan, ada sekitar tujuh kelompok adegan, yang persatu adegan memiliki beberapa reka ulang atau sub adegan. Rekontruksi ini, juga dihadiri pihak dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang dan juga kuasa hukum tersangka, Guntur Putra Abdi Wijaya.</p>



<p>Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, mengatakan rekonstruksi tersebut bertujuan untuk memperjelas antara keterangan para saksi dengan alat bukti yang ditemukan. Diharapkan, melalui reka ulang ini akan tergambar jelas seluruh rangkaian adegan untuk mempermudah ketika proses penyidikan, penuntutan maupun saat persidangan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Dalam rekontruksi ini ada tujuh kelompok adegan, yang terdiri dari beberapa sub adegan. Mulai saat tersangka datang ke rumah bersama korban hingga terjadi cekcok. Kemudian terjadi pembunuhan, lalu upaya melakukan mutilasi korban. Tadi telah diperagakan oleh tersangka,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dalam reka ulang itu, ada fakta yang baru diketahui dari aksi kejamnya tersangka James. Ternyata, James memulai aksi mutilasi saat istrinya masih dalam kondisi masih bernyawa. Diketahui, bahwa sebelumnya James memukul istrinya hingga pingsan. Setelah itu, tersangka menggorok bagian leher depan korban dengan pisau kecil dan kemudian memotong bagian leher belakang dengan pisau besar.</p>



<p>&#8220;Penyebab kematian adanya luka benda tajam di bagian kepala korban. Jadi, korban dimutilasi dalam kondisi masih hidup,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Atas perbuatannya, tersangka terancam pasal berlapis mulai Pasal 351 ayat (3) KUHP subsider Pasal 338 KUHP subsider Pasal 340 KUHP subsider Pasal 44 ayat (3) UU RI No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.</p>



<p>Penasehat hukum tersangka, Guntur Putra Abdi Wijaya, menjelaskan bahwa saat melakukan pembunuhan dan mutilasi, kliennya mengaku seperti tidak sadar dan seolah seperti sedang kerasukan.</p>



<p>&#8220;Kalau secara psikologis, dia menyampaikan seperti tidak sadar saat melakukan pembunuhan terhadap istrinya . Tersangka menyesali perbuatannya. Tadi tersangka sudah menyampaikan ke pihak kepolisian dan kejaksaan, bahwa dirinya sangat menyesali perbuatannya,&#8221; ujar Guntur.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, James dan istrinya tidak satu rumah selama 5 bulan 25 hari. Aksi mutilasi ini terjadi pada Sabtu (30/12/2023) pukul 12.00 hingga pukul 18.00, setelah sebelumnya terjadi cekcok. Terduga tersangka memotong tubuh istrinya menjadi 10 bagian.</p>



<p>Kasus ini diketahui pada Minggu (31/12/2023) pagi, setelah James menyerahkan diri ke Polsek Blimbing. Dari hasil penyelidikan, permasalahan rumah tangga menjadi motif tersangka tega menghabisi nyawa istrinya.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204861</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pantai Pantura Desa Lesong Daja Pamekasan Geger, Sosok Bayi Ditemukan Tak Bernyawa</title>
		<link>https://memontum.com/pantai-pantura-desa-lesong-daja-pamekasan-geger-sosok-bayi-ditemukan-tak-bernyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Nov 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Geger]]></category>
		<category><![CDATA[lesong]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pantura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201817</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Ketenangan suasana Pantai Pantura di Desa Lesong Daja, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, berubah menjadi geger. Itu karena, sosok mayat bayi perempuan berhasil ditemukan di tepi pantai, Sabtu (18/11/2023) tadi. Saksi mata, Suharto, menceritakan bahwa penemuan bayi tersebut terjadi sekitar pukul 05.00. Saat itu, dirinya hendak pergi ke Pantai Pantura. Hanya saja, dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Pamekasan</strong> &#8211; Ketenangan suasana Pantai Pantura di Desa Lesong Daja, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, berubah menjadi geger. Itu karena, sosok mayat bayi perempuan berhasil ditemukan di tepi pantai, Sabtu (18/11/2023) tadi.</p>



<p>Saksi mata, Suharto, menceritakan bahwa penemuan bayi tersebut terjadi sekitar pukul 05.00. Saat itu, dirinya hendak pergi ke Pantai Pantura. Hanya saja, dalam perjalanan atau tepat di pinggir pantai, dirinya melihat bayi yang sudah meninggal dunia.</p>



<p>&#8220;Mayat bayi itu saya temukan saat saya hendak pergi ke Pantai. Saat saya temukan, bayi perempuan tersebut sudah meninggal,&#8221; katanya, Sabtu (18/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Suharto, karena ditemukan sudah dalam kondisi meninggal, seketika itu langsung membawa jenazah bayi ke kediamannya. Selanjutnya, langsung dilaporkan ke Kepala Desa Lesong Daja.</p>



<p>&#8220;Saya langsung membawa jenazah bayi itu ke rumah dan melaporkan kepada Kepala Desa Lesong Daja,&#8221; paparnya.</p>



<p>Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, Iptu Sri Sugiarto, menyampaikan bahwa saat ini Kapolsek Tamberu bersama jajaran tengah melakukan langkah-langkah lanjutan di lokasi. &#8220;Kapolsek Tamberu, Iptu Syaiful Bahri, bersama anggota sekarang mendatangi TKP, mencari bukti dan keterangan saksi. Mereka sudah koordinasi dengan Satreskrim Polres Pamekasan untuk melakukan langkah-langkah lanjutan,&#8221; singkatnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201817</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
