<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Beroperasi Tanpa Kantongi Ipal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/beroperasi-tanpa-kantongi-ipal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jul 2021 13:42:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Beroperasi Tanpa Kantongi Ipal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Seluruh Puskesmas di Surabaya Mulai Beroperasi 24 Jam</title>
		<link>https://memontum.com/seluruh-puskesmas-di-surabaya-mulai-beroperasi-24-jam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2021 13:42:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Beroperasi Tanpa Kantongi Ipal]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo Siap 24 Jam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=147889</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) yang akan beroperasi di Puskesmas Selama 24 jam. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa PKM di Puskesmas hari ini Senin (12/07) mulai dibuka selama 24 jam termasuk dengan fasilitas ambulance. Baca Juga: &#8220;Insyaallah pelayanan kesehatan masyarakat dibuka 24 jam, termasuk dengan ambulance [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) yang akan beroperasi di Puskesmas Selama 24 jam.</p>



<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa PKM di Puskesmas hari ini Senin (12/07) mulai dibuka selama 24 jam termasuk dengan fasilitas ambulance.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/serapan-perum-bulog-jatim-tembus-di-angka-200-ribu-ton-beras-per-februari">Serapan Perum Bulog Jatim Tembus di Angka 200 Ribu Ton Beras Per Februari</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lindungi-anak-di-ruang-digital-dp3ak-jatim-bersama-plato-foundation-gelar-safer-internet-day">Lindungi Anak di Ruang Digital, DP3AK Jatim bersama Plato Foundation Gelar Safer Internet Day</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengelolaan-pemerintahan-dan-penguatan-ekonomi-pemprov-jatim-terima-kunjungan-gubernur-sherly">Pengelolaan Pemerintahan dan Penguatan Ekonomi, Pemprov Jatim Terima Kunjungan Gubernur Sherly</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Insyaallah pelayanan kesehatan masyarakat dibuka 24 jam, termasuk dengan ambulance yang ada 24 jam. Sehingga kapanpun masyarakat ketika merasa tidak nyaman dengan badannya, bisa langsung periksa ke PKM karena ada layanan selama 24 jam,&#8221; kata Eri, Senin (12/07)</p>



<p>Eri menjelaskan, warga bisa memanfaatkan layanan di PKM ini, jika hasil swab antigennya positif, maka akan dirujuk ke tempat perawatan khusus di RSLT dan Hotel Asrama Haji (HAH) untuk gejala ringan dan OTG.</p>



<p>&#8220;Di lantai atas (RSLT) itu ada dua tempat. Itu akan digunakan untuk pasien Covid-19 yang gejala ringan dan OTG,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Melalui rujukan ini Kata Eri, warga yang melakukan isolasi di rumah namun kondisinya tidak layak, dapat memanfaatkan fasilitas perawatan di dua tempat tersebut.</p>



<p>Rujukan ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di lingkungan keluarga.</p>



<p>&nbsp;&#8220;Sehingga nanti saya berharap warga Surabaya kalau swab antigennya positif, maka akan kita tempatkan di Hotel Asrama Haji atau RSLT lantai dua,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, lanjut Eri, jika ada pasien yang mengalami gejala sesak napas, pasien tersebut akan mendapat perawatan intensif melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soewandhie. Menurutnya, pola rujukan seperti ini diterapkan untuk memaksimal layanan kesehatan di Surabaya.</p>



<p>&nbsp;&#8220;Sehingga harapan kami warga Surabaya kalau ada yang sesak butuh pertolongan, bisa langsung ke RSUD dr Soewandhie. Sehingga pelayanan IGD kita bisa maksimal untuk warga Surabaya yang mengalami gejala yang berat,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Selain itu, Pemkot Surabaya juga mendapat dukungan 126 tenaga pengemudi dari Relawan Surabaya Memanggil. Para relawan ini diperbantukan di setiap Puskesmas Surabaya untuk memberikan layanan operasional ambulance selama 24 jam.</p>



<p>Di tempat terpisah, Kepala Puskesmas Kalirungkut Kota Surabaya, dr Bernadetta Martini, menyatakan kesiapannya menjalankan operasional Puskesmas selama 24 jam. Untuk&nbsp; upaya memaksimalkan layanan ini juga didukung Relawan Surabaya Memanggil.</p>



<p>&#8220;Kita pengemudi ambulance ada satu. Tadi baru dirapatkan, ada bantuan untuk pengemudi ambulance dari relawan. Intinya kita siap untuk melaksanakan,&#8221; kata dr Bernadetta Martini, Senin (12/07) di Puskesmas Kalirungkut.</p>



<p>Selain itu untuk kebutuhan tenaga medis, kata dr Bernadetta, bahwa pihak Puskesmas bakal disupport dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya. Dan kebutuhan SDM kesehatan ini ke depan juga memungkinkan untuk dihubungkan dengan Puskesmas yang memiliki tenaga lebih banyak. “Karena selama ini mungkin Tim Gerak Cepat (TGC) juga kewalahan, makanya diarahkan di Puskesmas untuk menangani kasus di Puskesmasnya masing-masing,” ujar dr Bernadetta Martini. <strong>(ade/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147889</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tambak Udang PT Bumi Subur Didemo Petani dan Nelayan</title>
		<link>https://memontum.com/tambak-udang-pt-bumi-subur-didemo-petani-dan-nelayan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2020 12:22:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Beroperasi Tanpa Kantongi Ipal]]></category>
		<category><![CDATA[Demo Nelayan dan Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wotgalih]]></category>
		<category><![CDATA[PT Bumi Subur]]></category>
		<category><![CDATA[tambak udang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127458</guid>

					<description><![CDATA[Puluhan Tahun Beroperasi Tanpa Kantongi Ipal Memontum Lumajang &#8211; Tambak udang PT Bumi Subur di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, menjadi sasaran aksi demo, pada Rabu (11/11) sore. Penyebabnya, ratusan pendemo menduga bahwa aktifitas dari tambak tersebut, membuang limbahnya langsung ke laut sehingga mencemari mata pencaharian mereka. PT Bumi Subur sendiri, diketahui sudah beroperasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Puluhan Tahun Beroperasi Tanpa Kantongi Ipal</strong></h3>
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Tambak udang PT Bumi Subur di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, menjadi sasaran aksi demo, pada Rabu (11/11) sore.</p>
<p>Penyebabnya, ratusan pendemo menduga bahwa aktifitas dari tambak tersebut, membuang limbahnya langsung ke laut sehingga mencemari mata pencaharian mereka.</p>
<p>PT Bumi Subur sendiri, diketahui sudah beroperasi selama puluhan tahun. Selama itu pula, diduga juga tidak memperhatikan Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dalam mengoperasionalkan tambak.</p>
<p>Perwakilan warga, Alin Ridho, mengatakan bahwa PT. Bumi Subur selama ini dinilai tidak melakukan pengelolaan limbah dengan baik sebelum membuang hasil pertambakan ke laut. Perusahaan, dinilai belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (Ipal) yang layak.</p>
<p>&#8220;Dampak ketika panen udang, para nelayan tidak bisa mendapatkan tangkapan ikan. Di sisi lain, aktifitas tambak juga membuat penyempitan sungai yang ada diwilayah tersebut. Sehingga, ketika musim hujan, air sering meluap. Sementara ketika air meluap, baunya anyir dan keruh,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Manajer PT Bumi Subur, M Asmin, mengatakan bahwa terkait masalah Ipal, perusahaannya sudah berencana untuk membangun Ipal. Termasuk, juga masih mengurus Amdal, yang masih membutuhkan kajian secara teknis.</p>
<p>&#8220;Kita ikuti aja, termasuk terkait pelebaran sungai ini. Untuk ipal, saya pastikan sudah proses. Masalah ipal, kita serahkan pada konsultannya ipal di Provinsi yang menangani masalah ini. Kita sudah bayar, Rp 300 juta dan sudah lima puluh persen berjalan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Asmin menambahkan, jika HGU (hak guna usaha) PT Bumi Subur, luasannya 200 hektare. Dari situ, sudah beroperasi kurang lebih sekitar 25 sampai 30 tahun. Pihaknya, juga mengakui jika beroperasi tanpa memiliki Ipal.</p>
<p>&#8220;HGU kita 200 hektare. Tidak ada Ipal memang, karena tambak-tambak yang lain, juga tidak ada,&#8221; paparnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127458</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
