<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bersejarah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bersejarah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Feb 2025 11:47:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bersejarah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Anis Sebut Pelantikan Mas Dhito dan Pramono Anung Jadi Momen Bersejarah</title>
		<link>https://memontum.com/anis-sebut-pelantikan-mas-dhito-dan-pramono-anung-jadi-momen-bersejarah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[pelantikan]]></category>
		<category><![CDATA[pramono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219465</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Sebanyak ratusan kepala daerah dan wakil kepala daerah hasil Pilkada serentak 2024, dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (20/2/2025) tadi. Dari ratusan kepala daerah itu, ada dua diantaranya merupakan bapak dan anak. Ya, keduanya adalah sang anak, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dan Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Mas Dhito-sapaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Sebanyak ratusan kepala daerah dan wakil kepala daerah hasil Pilkada serentak 2024, dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (20/2/2025) tadi. Dari ratusan kepala daerah itu, ada dua diantaranya merupakan bapak dan anak.</p>



<p>Ya, keduanya adalah sang anak, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dan Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Mas Dhito-sapaan Hanindhito, kali ini dilantik sebagai bupati untuk periode yang kedua bersama wakilnya Dewi Mariya Ulfa.</p>



<p>Pelantikan secara serentak yang baru dilakukan pertama kali oleh presiden itu, tentunya menjadi momen bersejarah bagi Mas Dhito dan Pramono Anung bersama kepala daerah yang lain.</p>



<p>Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan, yang hadir pada acara itupun memberikan selamat kepada Pramono Anung dan juga Mas Dhito. Dirinya pun menyampaikan pujiannya kepada bapak dan anak itu yang dilantik secara bersamaan.</p>



<p>&#8220;Ini historis lho. Bapak dan anak dilantik bareng,&#8221; puji Anis, yang disampaikan langsung dihadapan Mas Dhito.</p>



<p>Adapun dalam momen pelantikan itu, Presiden Prabowo dalam sambutannya memberikan selamat kepada ratusan kepala daerah yang dilantik secara serentak di Istana Merdeka. &#8220;Saya ingin sampaikan selamat atas mandat yang diberikan oleh rakyat dari daerah masing-masing. Saya juga ingin menyampaikan selamat atas terpilihnya saudara-saudara menjadi kepala daerah masing-masing,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mereka yang dilantik, meliputi 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, 85 wakil wali kota dari 481 daerah di Indonesia.</p>



<p>Presiden Prabowo mengingatkan kepada semua kepala daerah yang telah mendapatkan kepercayaan rakyat dan dilantik, untuk bekerja dan melayani rakyat. &#8220;Saudara harus membela kepentingan rakyat, saudara harus menjaga kepentingan rakyat kita, saudara harus berjuang untuk perbaikan hidup mereka. Itu adalah tugas kita,&#8221; pesan Presiden Prabowo.</p>



<p>Sementara itu, Mas Dhito sendiri mengaku bangga bisa dilantik berbarengan dengan sang orang tua. Dirinya pun berdoa, pelantikan serentak itu bisa membawa Indonesia yang lebih baik.</p>



<p>Mas Dhito pun berharap, di periode keduanya ini dirinya dan Mbak Dewi bisa bekerja secara amanah dan dapat memberikan manfaat yang lebih banyak bagi masyarakat Kabupaten Kediri. Tidak lupa, Mas Dhito mengajak kepada semua elemen masyarakat Kabupaten Kediri, untuk dapat bergandengan tangan dan bersama membangun Kabupaten Kediri</p>



<p>&#8220;Pemilu sudah selesai. Sekarang waktunya bergandengan tangan membangun Kabupaten Kediri menjadi episentrum baru di Jawa Timur,&#8221; ucap Mas Dhito. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219465</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisata ke Kota Surabaya dan Situs Bersejarah Kemerdekaan Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-ke-kota-surabaya-dan-situs-bersejarah-kemerdekaan-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 02:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216313</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Surabaya &#8211; Sebagai Kota Pahlawan, Kota Surabaya memiliki peran yang sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam peristiwa pertempuran 10 November 1945. Dengan julukan sebagai Kota Pahlawan, Surabaya memiliki banyak situs bersejarah yang menggambarkan perjuangan dan perjalanan panjang bangsa. Situs-situs ini bisa kamu kunjungi untuk napak tilas perjuangan masa lalu di Hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Surabaya</strong> &#8211; Sebagai Kota Pahlawan, Kota Surabaya memiliki peran yang sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam peristiwa pertempuran 10 November 1945.</p>



<p>Dengan julukan sebagai Kota Pahlawan, Surabaya memiliki banyak situs bersejarah yang menggambarkan perjuangan dan perjalanan panjang bangsa. Situs-situs ini bisa kamu kunjungi untuk napak tilas perjuangan masa lalu di Hari Pahlawan.</p>



<p>Berikut adalah beberapa tempat wisata sejarah di Surabaya yang bisa jadi jujugan kunjungan wisatawan.</p>



<p>1.Monumen Tugu Pahlawan.</p>



<p>Salah satu bangunan bersejarah dan menjadi ikon Kota Surabaya, adalah Tugu Pahlawan. Monumen ini sengaja dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 yang terjadi di Surabaya. Pertempuran 10 November 1945 merupakan salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah revolusi Indonesia.</p>



<p>Secara filosofis, bangunan Tugu Pahlawan melambangkan simbol api perjuangan masyarakat Surabaya yang tidak pernah padam dalam menjaga kemerdekaan RI. Tugu Pahlawan memiliki 10 lengkungan dengan 11 ruas di bagian tiangnya melambangkan tanggal terjadinya peristiwa 10 November.</p>



<p>2.Museum 10 November.</p>



<p>Masih satu kawasan dengan Tugu Pahlawan, terdapat bangunan museum 10 November. Museum ini menyimpan sisa peninggalan perjuangan rakyat Surabaya, termasuk transkrip suara ikonik Bung Tomo saat memberi semangat kepada arek Surabaya yang berjuang.</p>



<p>Museum ini, didirikan pada 10 November 1991 dan diresmikan pada 19 Februari 2000. Dari tampilan Museum 10 November ini berbentuk bangunan yang unik, yakni berbentuk piramida.</p>



<p>3.Jembatan Merah.</p>



<p>Kalau ingin napak tilas peristiwa sejarah di Surabaya, pastikan kamu juga mengunjungi Jembatan Merah. Jembatan ini bukan jembatan wisata biasa, karena Jembatan Merah menjadi saksi perjuangan rakyat Surabaya berperang melawan musuh saat peristiwa 10 November 1945.</p>



<p>Jembatan Merah berada tepat di atas Kali Mas dan merupakan bangunan penghubung daerah Surabaya bagian timur dan barat, yang dibuat pada era Jenderal Daendels. Di jembatan inilah, terjadi baku tembak antara arek-arek Surabaya dan tentara Sekutu yang mengakibatkan AWS Mallaby tewas. Di Jembatan Merah kamu juga bisa ambil foto estetik untuk kenang-kenangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>4. Gedung Internatio.</p>



<p>Gedung Internatio dahulunya bernama Internationale Crediet-en Handels-Vereeniging. Tempat ini merupakan tempat pengelolaan perdagangan di era kolonial Belanda. Gedung Internatio menjadi ikonik dan memiliki nilai sejarah karena tempat ini pernah menjadi markas tentara sekutu saat awal kedatangannya di Surabaya.</p>



<p>Gedung ini juga kemudian jadi lokasi baku tembak dengan rakyat Surabaya pada 30 Oktober 1945. Pertempuran ini menjadi awal peristiwa besar 10 November 1945. Lokasinya berada di Krembangan Selatan, Kota Surabaya, tidak jauh dari Jembatan Merah.&nbsp;</p>



<p>5. Gedung Siola.</p>



<p>Selanjutnya, wisatawan juga bisa mengunjungi Gedung Siola yang juga jadi salah satu saksi sejarah dalam pertempuran 10 November 1945. Bangunan ini awalnya merupakan perusahaan tekstil terkenal milik investor Inggris yang dibangun tahun 1877 silam.</p>



<p>Gedung ini, sempat diambil alih oleh pihak Jepang dan berganti nama menjadi Toko Chiyoda. Lalu pada 10 November 1945, tepat saat terjadinya pertempuran besar, gedung ini dijadikan sebagai markas pertahanan arek-arek Surabaya. Akhirnya setelah perang berakhir, gedung ini sempat terbengkalai dan pada tahun 1950, Presiden Soekarno menjadikan gedung ini sebagai salah satu aset Pemerintah Kota Surabaya.</p>



<p>Kemudian, pada tahun 2015, Gedung Siola yang berada di Jalan Tunjungan, Kecamatan Genteng, Surabaya ini resmi ditetapkan menjadi museum di Surabaya.</p>



<p>6. Hotel Majapahit.</p>



<p>Hotel Majapahit di Surabaya bukan hotel biasa. Bangunan hotel ini menjadi saksi sejarah penting, karena menjadi tempat perobekan warna biru di bendera Belanda menjadi bendera Merah Putih pada 19 September 1945.</p>



<p>Hotel Majapahit sendiri awalnya bernama L.M.S Hotel yang didirikan pada tahun 1910 oleh Sarkies bersaudara. Seiring berjalannya waktu, hotel ini telah mengalami pergantian nama beberapa kali, mulai dari Hotel Oranje, Hotel Yamato, Hotel Hoteru, hingga kini menjadi Hotel Majapahit. Saat ini, Hotel Majapahit telah ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya Nasional oleh Kemendikbud.</p>



<p>7. Penjara Kalisosok.</p>



<p>Selain beberapa tempat tadi, wisatawan juga bisa berwisata ke penjara? Tentunya, ini akan menjadi pengalaman unik dan sudah pasti jangan panik dahulu, karena bangunan penjara ini sudah tidak berfungsi.</p>



<p>Penjara Kalisosok adalah bangunan bekas penjara pada zaman kolonial yang terletak di Jalan Kalisosok, Surabaya. Bangunan ini, dibangun pada era Gubernur Jenderal Herman Williams Daendels.</p>



<p>Penjara ini, dahulunya digunakan untuk menahan para tawanan militer Belanda yang bersalah dan penduduk asli yang membangkang. Penduduk asli ini dahulunya disebut dengan orang Bumiputra pada zaman Hindia Belanda. <strong>(kom/par/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216313</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Napak Tilas ke Tempat Bersejarah, Pj Wahyu Ungkap Beberapa Hal Penting</title>
		<link>https://memontum.com/napak-tilas-ke-tempat-bersejarah-pj-wahyu-ungkap-beberapa-hal-penting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2024 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beberapa]]></category>
		<category><![CDATA[bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>
		<category><![CDATA[tempat]]></category>
		<category><![CDATA[ungkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208012</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perjalanan napak tilas ke enam tempat bersejarah yang dilakukan oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan jajaran OPD Pemkot Malang, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 110 ini, memiliki makna tersendiri dan pembelajaran akan sejarah. Seperti saat mengunjungi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), Pj Wali Kota Wahyu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perjalanan napak tilas ke enam tempat bersejarah yang dilakukan oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan jajaran OPD Pemkot Malang, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 110 ini, memiliki makna tersendiri dan pembelajaran akan sejarah.</p>



<p>Seperti saat mengunjungi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), Pj Wali Kota Wahyu melihat beberapa petugas di sana melayani dengan mengenakan pakaian peninggalan Belanda. Hal itu menjadi pertimbangannya, karena pada saat HUT Kota Malang ini, pakaian apa yang cocok untuk dikenakan.</p>



<p>“Karena Kota Malang ini berdiri pada tahun 1914, dimana pada masa itu, masih dijajah oleh Belanda. Sehingga, ada rangkaian-rangkaian yang akan kita jadikan pertimbangan pada saat Hari Jadi Kota Malang. Seperti pakaian, yang harus kita kenakan apakah menggunakan malangan atau seperti tahun 1914 di zaman penjajahan Belanda,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Senin (01/04/2024) tadi.</p>



<p>Sehingga, menurut Pj Wali Kota Wahyu, ada banyak hal yang masih harus dipelajari lagi ke depan. Hal tersebut nantinya juga akan menjadi bahasan bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, serta pakar sejarah.</p>



<p>“Agar nanti pada saat peringatan HUT Kota Malang pada 1 April di tahun depan itu kita benar-benar sesuai dengan hari jadi Kota Malang saat 1 April tahun 1914 lalu,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Termasuk, juga untuk mempertahankan gedung-gedung bersejarah tersebut, Wahyu akan menganggarkan kepada DPRD Kota Malang. Sehingga, diharapkan nantinya tempat bersejarah bisa tetap dilestarikan.</p>



<p>“Seperti yang di KPPN tadi masih terus dilestarikan dan tidak boleh untuk ditinggali. Karena itu merupakan bagian dari heritage dan cagar budaya. Nah ini kita akan coba seperti itu. Nanti kita akan melihat terkait anggaran kita, itu rangkaiannya sudah jelas, kita akan bawa ke DPRD kaitannya kita akan mempertahankan sejarah yang ada di Kota Malang,” tuturnya.</p>



<p>Kemudian, Pj Wali Kota Wahyu juga menceritakan bahwa stasiun kereta api dibangun sejak tahun 1897. Kemudian, Gedung KNPI merupakan bekas bozem dan dibangun pada saat zaman Belanda. Lalu, untuk Gedung BI sendiri dulunya pernah di bom oleh Belanda bersamaan dengan Balai Kota Malang dan KPPN.</p>



<p>“Dari situ kita melihat bahwa gedung-gedung tersebut memang dipertahankan terkait dengan sejarahnya. Lha dari situ kita mulai tahu bahwa terkait dengan 1 April 1914 dulu itu bersamaan dengan ada beberapa kejadian-kejadian yang di BI maupun di KPPN. Dari situ kita mulai tahu bahwa ada benang merah, kemudian di KPPN itu semakin jelas bahwa disitu ada kantor residen yang bersamaan dilantik oleh Belanda bersamaan dengan Wali Kota,” imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208012</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menolak Lupa di Momen HUT Kota Malang, Pj Wali Kota Malang Napak Tilas ke Enam Tempat Bersejarah</title>
		<link>https://memontum.com/menolak-lupa-di-momen-hut-kota-malang-pj-wali-kota-malang-napak-tilas-ke-enam-tempat-bersejarah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menolak]]></category>
		<category><![CDATA[tempat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207999</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 110, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang, melakukan napak tilas ke enam tempat bersejarah di Kota Malang, Senin (01/04/2024) tadi. Menariknya, untuk menuju ke tempat-tempat bersejarah tersebut, mereka menggunakan transportasi era 80-an, yaitu bemo. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 110, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang, melakukan napak tilas ke enam tempat bersejarah di Kota Malang, Senin (01/04/2024) tadi.</p>



<p>Menariknya, untuk menuju ke tempat-tempat bersejarah tersebut, mereka menggunakan transportasi era 80-an, yaitu bemo. Itu dilakukan, untuk mengenang pada masa zaman dahulu kala. Sedangkan enam tempat yang dimaksud, diantaranya Stasiun Kota Baru, Gedung KNPI, Alun-Alun Merdeka Malang, Kalan BI Malang, Gedung KPPN dan Gedung Kesenian Gajayana Malang.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa peninggalan sejarah itu tentu wajib dilestarikan oleh semua pihak. Sehingga, pada peringatan ini juga sebagai momen untuk menolak lupa akan zaman dulu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Peninggalan sejarah itu menjadi kewajiban kita untuk melestarikan. Karena banyak tempat yang terbengkalai. Tetapi saya acungi jempol untuk BI tadi dan KPPN karena pimpinannya menganggarkan tersendiri untuk peninggalan lama dan dirawat dengan baik, lha itu menolak lupa. Karena bangsa yang baik itu yang menghargai pahlawannya,” jelas Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Di momen ini juga, pria yang menduduki kursi N1 itu, mengaku bahwa itu menjadi nostalgia saat di masa remaja. Pj Wali Kota Wahyu menceritakan, jika pada saat duduk dibangku SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, sering naik kendaraan bemo.</p>



<p>“Enak, tadi suasananya seperti pada saat masih remaja. Saya jadi ingat saat SMP, SMA dan kuliah dulu sering naik bemo. Bahkan waktu SD itu masih ada kendaraan demo, diatanya bemo. Biasanya untuk angkutan sayur di pasar tetapi kadang juga dibuat angkutan orang-orang,” katanya.</p>



<p>Dari berkeliling ke enam tempat bersejarah tersebut, Pj Wali Kota Wahyu juga menyampaikan bahwa gedung-gedung itu memang masih dipertahankan hingga sekarang. Karena memiliki nilai-nilai historis, bagian dari heritage dan cagar budaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207999</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Jadi Kabupaten Sumenep Ke-754, Oktober Bersejarah dan Bertabur Event</title>
		<link>https://memontum.com/hari-jadi-kabupaten-sumenep-ke-754-oktober-bersejarah-dan-bertabur-event</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Oct 2023 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[bertabur]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[ke-754,]]></category>
		<category><![CDATA[oktober]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200084</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Sumenep punya gawe dan Sumenep punya banyak cerita. Itulah yang terjadi di Oktober ini, yang akan jadi momentum bersejarah bagi Pemerintahan Kabupaten Sumenep. Sebab, di bulan inilah lahir dan berdirinya Kabupaten Sumenep sebagai pemerintahan. Pada bulan bersejarah ini, jadi momentun untuk memperingati Pemerintahan Kabupaten Sumenep, Madura. Berbagai event akbar, telah disiapkan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Sumenep punya gawe dan Sumenep punya banyak cerita. Itulah yang terjadi di Oktober ini, yang akan jadi momentum bersejarah bagi Pemerintahan Kabupaten Sumenep.</p>



<p>Sebab, di bulan inilah lahir dan berdirinya Kabupaten Sumenep sebagai pemerintahan. Pada bulan bersejarah ini, jadi momentun untuk memperingati Pemerintahan Kabupaten Sumenep, Madura. Berbagai event akbar, telah disiapkan dan digelar untuk menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep (HJS) Ke-754.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Kadisbudporapar, Moh Iksan, mengatakan bahwa sepanjang tahun ini, memang Sumenep punya agenda atau kalender event. Hanya saja, khusus di Bulan Oktober ini, selalu diperingati HJS dengan berbagai event.</p>



<p>&#8220;Event perdana, Pemkab Sumenep menggelar even Drag Race pada 08 Oktober 2023 se-Jawa Timur. Lalu dilanjutkan dengan Festival Musik Tong-tong se-Madura pada 14 Oktober 2023. Sebanyak 40 peserta musik Tong-tong jajal jantung Kota Sumenep,&#8221; terang Iksan, Kamis (19/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selanjutnya, kata Iksan, diikuti dengan menggelar event MTB Bumi Jokotole pada 15 Oktober 2023. Rencananya dalam waktu dekat, bakal gelar event Sumenep Tennis Tournament se-Jatim pada 20-23 Oktober 2023.</p>



<p>Berikutnya, ada lomba menggambar dengan tema Cagar Budaya pada 21-22 Oktober 2023, Motocross Championship pads 21-22 Oktober 2023 dan Madura Night Vaganza pada 23 Oktober 2023 hingga 5 November 2023.</p>



<p>Event Madura Night Vaganza, selama dua minggu tiap kecamatan menampilkan budaya lokalnya, seni tradisionalnya, serta jajanan khas kulinernya. Jadi pesta rakyat ini per kecamatan akan menampilkan Konser Musik, Pameran Produk Unggulan UMKM, Sumenep Fishing Tourism (SFT).</p>



<p>Kadisbudporapar Sumenep ini menjelaskan pada perayaan puncak Hari Jadi Sumenep akan digelar Prosesi dan Pawai Budaya Hari Jadi Kabupaten Sumenep di Kota Tua Kalianget pada 28 Oktober 2023.</p>



<p>Bahkan Pemkab Sumenep juga menggelar event Old Community Gathering (sepeda ontel) dan Haul Raja-raja Sumenep padab29 Oktober 2023 se-Jatim. Semua ASN &amp; non ASN pake baju adat/bangsawan Sumenep pada 30 Oktober 2023. Dan terakhir akan digelar Upacara Hari Besar di Kalianget. <strong>(edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200084</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
