<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berseri &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berseri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Dec 2025 12:23:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berseri &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bangun Lingkungan Bersih dan Berseri, Pemkab Lumajang Serahkan Insentif Program Berseri</title>
		<link>https://memontum.com/bangun-lingkungan-bersih-dan-berseri-pemkab-lumajang-serahkan-insentif-program-berseri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[berseri]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Insentif]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[serahkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228857</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati, Yudha Adji Kusuma, menyerahkan insentif Program Desa/Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari) kepada desa dan kelurahan berprestasi di area Terminal MPU Kabupaten Lumajang, Kamis (18/12/2025) tadi. Langkah ini, menjadi salah satu wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam membangun lingkungan yang bersih dan lestari yang diperkuat melalui [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati, Yudha Adji Kusuma, menyerahkan insentif Program Desa/Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari) kepada desa dan kelurahan berprestasi di area Terminal MPU Kabupaten Lumajang, Kamis (18/12/2025) tadi. Langkah ini, menjadi salah satu wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam membangun lingkungan yang bersih dan lestari yang diperkuat melalui langkah nyata berbasis penghargaan dan pemberdayaan.</p>



<p>Insentif berupa kendaraan roda tiga, komposter dan tong sampah tersebut menjadi simbol keberpihakan pemerintah daerah terhadap desa dan kelurahan yang konsisten menjaga lingkungan melalui kerja kolektif bersama masyarakat. Lebih dari sekadar apresiasi, bantuan ini dirancang sebagai penguat ekosistem pengelolaan sampah dan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat tapak.</p>



<p>Program Desa/Kelurahan Berseri sendiri merupakan inovasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur yang mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan, kesehatan lingkungan, serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Keberhasilan desa dan kelurahan di Lumajang dalam meraih penghargaan ini menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan telah tumbuh dan bergerak dari bawah.</p>



<p>Bupati Indah menegaskan, bahwa insentif yang diberikan bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk memperkuat gerakan lingkungan yang telah berjalan baik di desa dan kelurahan. “Desa Berseri adalah bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Insentif ini kami berikan agar pengelolaan lingkungan, khususnya sampah, dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” kata Bupati Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, lingkungan yang bersih dan lestari tidak hanya berdampak pada keindahan wilayah, tetapi juga langsung berpengaruh terhadap kualitas kesehatan, kenyamanan hidup dan ketahanan sosial masyarakat. Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi gerakan bersama, bukan semata program pemerintah.</p>



<p>“Ketika desa dan kelurahan mampu mengelola lingkungannya dengan baik, maka kita sedang menanam investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” tambahnya.</p>



<p>Adapun penerima insentif Program Desa/Kelurahan Berseri di Kabupaten Lumajang meliputi kategori Berseri Mandiri, yakni Kelurahan Rogotrunan, Kelurahan Jogotrunan dan Desa Senduro, masing-masing menerima satu unit kendaraan roda tiga, 4 unit komposter, serta 4 unit tong sampah. Sementara kategori Berseri Pratama diraih Desa Tempeh Tengah yang memperoleh 1 unit kendaraan roda tiga, 2 unit komposter dan 2 unit tong sampah.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap capaian tersebut menjadi pemantik semangat bagi desa dan kelurahan lain untuk terus berinovasi dalam pengelolaan lingkungan, sekaligus memperkuat budaya bersih dan lestari sebagai identitas daerah.</p>



<p>“Keberhasilan ini hendaknya menular. Mari kita jadikan desa dan kelurahan sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan, demi Lumajang yang lebih sehat, nyaman dan berkelanjutan,” imbuhnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228857</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Widya Klatakan Berseri Situbondo Jadi Jawara Lomba Senam Kreasi Bhunga Rassa Ate</title>
		<link>https://memontum.com/widya-klatakan-berseri-situbondo-jadi-jawara-lomba-senam-kreasi-bhunga-rassa-ate</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jul 2024 09:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[berseri]]></category>
		<category><![CDATA[bhunga]]></category>
		<category><![CDATA[jawara]]></category>
		<category><![CDATA[klatakan]]></category>
		<category><![CDATA[kreasi]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212107</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Kelompok Senam Widya Klatakan Berseri akhirnya berhasil menjadi Jawara dalam Lomba Senam Kreasi Bhunga Rassa Ate, Senin (22/07/2024) tadi. Gelaran yang memasuki babak final itu, meloloskan Widya Klatakan sebagai juara dengan berhasil mengumpulkan nilai 2.558. Sementara di Juara II, berhasil diraih oleh Pesona Mimbaan dengan nilai 2.522 dan Juara III diraih oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Kelompok Senam Widya Klatakan Berseri akhirnya berhasil menjadi Jawara dalam Lomba Senam Kreasi Bhunga Rassa Ate, Senin (22/07/2024) tadi. Gelaran yang memasuki babak final itu, meloloskan Widya Klatakan sebagai juara dengan berhasil mengumpulkan nilai 2.558.</p>



<p>Sementara di Juara II, berhasil diraih oleh Pesona Mimbaan dengan nilai 2.522 dan Juara III diraih oleh Ketoan Maju dengan nilai 2.500. Selanjutnya Juara IV diraih oleh Srikandi Berjaya dengan nilai 2.418, Juara V diraih oleh Curah Tatal Squad dengan nilai 2.402 dan Juara VI diraih oleh Srikandi Mesem dengan nilai 2.357. Sedangkan untuk Regu (team) Putri Air, meraih The Best Yel-yel.</p>



<p>Ketua TP PKK Situbondo, Juma&#8217;ati Karna Suswandi, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa masyarakat Situbondo sangat antusias dalam mengikuti lomba Senam Kreasi Bhunga Rassa Ate. Karenanya, ke depan berharap dengan olah raga senam, menjadikan masyarakat Situbondo semakin sehat. Sehingga, bisa beraktivitas dalam berkegiatan sehari-hari.</p>



<p>&#8220;Karena senam inikan olah raga yang paling mudah dan murah untuk dilakukan oleh masyarakat. Dengan adanya senam ini, semoga masyarakat kita semakin sehat,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengaku akan mengagendakan pelaksanaan lomba ini dalam kegiatan tahunan. Mengingat, pelaksanaan lomba yang disambut antusias oleh masyarakat.</p>



<p>&#8220;Melihat animo masyarakat yang sangat luar biasa, oleh karena itu kita ingin agar senam Bhunga Rassa Ate menjadi agenda tahunan di Kabupaten Situbondo,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Bung Karna ini mengatakan bahwa olah raga senam sudah menjadi kebutuhan masyarakat. &#8220;Oleh karena itu, kami terus akan mengembangkan olah raga senam di Kabupaten Situbondo,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Di tempat yang sama, Ketua Panitia Lomba Senam Kreasi Bhunga Rassa Ate, Miftakhul Anis, menjelaskan bahwa pelaksanaan lomba yang digelar selama lima hari itu diikuti sekitar 207 kelompok senam. Jawara lomba sendiri salah satunya akan menerima hadiah uang tunai Rp 10 juta. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212107</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lolos Seleksi Administrasi Kelurahan Berseri, Enam Kelurahan di Kota Kediri Masuk Tahap Penilaian Lapangan</title>
		<link>https://memontum.com/lolos-seleksi-administrasi-kelurahan-berseri-enam-kelurahan-di-kota-kediri-masuk-tahap-penilaian-lapangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[berseri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[Penilaian]]></category>
		<category><![CDATA[seleksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209985</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Setelah berhasil lolos seleksi administrasi dalam penilaian Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2024, enam kelurahan di Kota Kediri secara bergantian dievaluasi lapangan oleh tim desa atau kelurahan berseri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur. Keenam kelurahan tersebut, masuk dalam tiga tingkatan. Dimana, tiga kelurahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Setelah berhasil lolos seleksi administrasi dalam penilaian Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2024, enam kelurahan di Kota Kediri secara bergantian dievaluasi lapangan oleh tim desa atau kelurahan berseri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur. Keenam kelurahan tersebut, masuk dalam tiga tingkatan.</p>



<p>Dimana, tiga kelurahan masuk dalam nominasi desa atau Kelurahan Berseri Tingkat Pratama, yaitu Kelurahan Kemasan, Kelurahan Ngampel serta Kelurahan Tosaren. Sedangkan dua kelurahan, masuk nominasi desa atau kelurahan Tingkat Madya, yaitu Kelurahan Tempurejo dan Kelurahan Mrican serta saru kelurahan yang berhasil masuk nominasi desa atau kelurahan Tingkat Mandiri yaitu Kelurahan Pojok.</p>



<p>Secara bergantian, keenam kelurahan ini menerima evaluasi teknis, mulai Rabu (15/05/2024) hingga Kamis (16/05/2024). Evaluasi dilakukan oleh dua tim di hari pertama, dimana tim pertama mengunjungi Kelurahan Kemasan dan Kelurahan Ngampel. Sedangkan tim kedua, mengunjungi Kelurahan Tosaren dan Kelurahan Tempurejo. Kemudian, dilanjut dengan mengunjungi Kelurahan Pojok dan Kelurahan Mrican, Kamis (16/05/2024).</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Imam Muttakin, seusai menyambut kedatangan tim penilai lapangan menjelaskan bahwa program desa atau Kelurahan Berseri ini dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jatim, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah desa atau kelurahan dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Sehingga, dapat tercipta lingkungan yang bersih dan lestari.</p>



<p>&#8220;Melalui program ini, masyarakat harus ikut andil dalam pelestarian serta pengelolaan lingkungan hidup. Jadi, bukan hanya pemerintah saja yang punya kewajiban menjaga lingkungan melainkan masyarakat juga ikut andil dalam pelestarian serta pengelolaan lingkungan hidup secara mandiri, agar dapat terwujud desa atau kelurahan yang bersih, sehat, lestari dan asri,&#8221; katanya, Kamis (16/05/2024) tadi.</p>



<p>Imam menambahkan, bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan dan dorongan pada tiap kelurahan dengan pembinaan dan koordinasi agar kelurahan bersih dan lestari bisa benar-benar terwujud di setiap kelurahan. Sehingga, pengelolaan lingkungan di Kota Kediri menjadi lebih baik lagi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Dari 46 kelurahan di Kota Kediri, 18 kelurahan diantaranya sudah menjadi Kelurahan Berseri. Kami berharap, agar kedepannya ke 46 kelurahan bisa menjadi kelurahan berseri dan kelurahan yang sudah masuk dalam kelurahan berseri tingkat pratama bisa naik ke madya,yang di tingkat madya bisa ke tingkat mandiri,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu tim evaluator lapangan dari DLH Provinsi Jatim, Eka Agustina Muktini, dikesempatan yang sama menjelaskan bahwa dalam penilaian desa atau kelurahan berseri terdapat tiga tingkatan yang memiliki titik pantau berbeda. Pada tingkat Pratama, kelurahan harus memiliki dua RW, dimana masing-masing RW terdapat dua RT yang harus masuk dalam kriteria penilaian. Adapun kriteria tersebut, yaitu lingkungan disekitar RT dan RW harus dikelola langsung oleh warga, baik itu secara pengelolaan sampah, konservasi sumber daya air, konservasi energi, pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) serta pemanfaatan lahan pekarangan atau Ruang Terbuka Hijau (RTH).</p>



<p>Sedangkan untuk Tingkat Madya, kelurahan harus memiliki minimal tiga RW yang masing-masing RW terdapat tiga RT yang masuk dalam kriteria. Sedangkan terakhir atau Tingkat Mandiri, kelurahan harus memiliki empat RW yang masing-masing RW harus memiliki empat RT yang masuk dalam kriteria.</p>



<p>Dari beberapa aspek penilaian tersebut, Eka mengatakan bahwa penilaian desa atau Kelurahan Berseri akan lebih difokuskan pada pengelolaan sampah. Hal itu dikarenakan, sampah menjadi masalah urgen yang harus segera ditangani. Terlebih, setiap individu perhari pasti menghasilkan sampah, sedangkan lahan untuk tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sangat terbatas.</p>



<p>“Melalui program desa atau kelurahan berseri ini, kami berupaya agar masyarakat bisa mengelola sampahnya secara mandiri. Sehingga, yang dibuang ke TPA hanya residu yang memang tidak bisa mereka olah. Maka di penilaian desa atau kelurahan berseri ini, pengelolaan sampah menjadi fokus penilaian kita. Tentunya aspek penilaian lainnya juga tak kalah penting,” jelasnya.</p>



<p>Terakhir, Eka berharap dengan semakin banyaknya desa atau kelurahan berseri akan semakin banyak juga desa atau kelurahan yang peduli dengan lingkungan. Sehingga, sumber daya yang harusnya dijaga dan dibutuhkan bisa terjaga kelestariannya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209985</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Tematik Wonosari Berseri Jadi Unggulan Pemkab Malang dalam KIPP</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-tematik-wonosari-berseri-jadi-unggulan-pemkab-malang-dalam-kipp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jul 2023 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[berseri]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[KIPP]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<category><![CDATA[wonosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193024</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Malang dan Camat Wonosari, melakukan presentasi dan wawancara secara daring di depan Tim Panel Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2023 di Ruang Pringgitan, Selasa (11/07/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, bupati mempresentasikan inovasi unggulan dari Kabupaten Malang, yakni Putik Sari (Kampung Tematik Wonosari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Malang dan Camat Wonosari, melakukan presentasi dan wawancara secara daring di depan Tim Panel Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2023 di Ruang Pringgitan, Selasa (11/07/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, bupati mempresentasikan inovasi unggulan dari Kabupaten Malang, yakni Putik Sari (Kampung Tematik Wonosari Berseri) dari Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.</p>



<p>Dijelaskan Bupati Sanusi, bahwa di Kecamatan Wonosari memiliki delapan desa dengan jumlah penduduk sebesar 48.375 jiwa. Di kecamatan ini, membentuk sejumlah kampung tematik Wonosari Berseri, dengan berangkat dari latar belakang desa yang memiliki potensi namun belum tergali secara maksimal.</p>



<p>&#8221;Yang menjadi pembaruan dalam inovasi Putik Sari ini, adalah camat menjadi fasilitator dan koordinator tiap desa untuk mengembangkan produk unggulan di wilayahnya masing-masing. Camat menjembatani terjalinnya kerja sama antara kampung tematik. Juga, mempromosikan keberadaan kampung tematik beserta produk unggulannya,&#8221; kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Melalui program ini, ujarnya, desa akan didorong untuk memiliki suatu produk unggulan dengan ciri khas yang digali dari potensi yang ada. Serta, tetap mempertahankan aspek lingkungan. &#8220;Sampai dengan saat ini, telah terbentuk 13 kampung tematik di Kecamatan Wonosari,&#8221; jelas Bupati Sanusi.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa Putik Sari yang sudah terlahir dan berkembang sejak tahun 2019, ini meliputi Kampung Kopi yang memiliki keterikatan sejarah dengan penelitian yang dilakukan oleh Belanda pada tahun 1832. Luas lahan yang dikelola oleh kelompok kopi seluas 5500 M2 dengan produksi 1200 kg kering. Kemudian, Kampung Wisata Tanaka memiliki omset mencapai Rp 1,2 miliar per tahun, Kampung Kambing Desa Sumberdem dan Desa Bangelan pada tahun 2023, ternak yang terjual mencapai 3.200 ekor.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selanjutnya, ada Kampung Toga menghasilkan produk olahan jamu yang diolah dari tanaman obat keluarga. Di kampung ini, Toga diberikan barcode yang dapat menampilkan khasiat dari tanaman tersebut. Serta, ada satu lagi yang cukup unik yakni Kampung Purwaceng. Keberadaan tanaman Purwaceng menjadi budidaya unggulan, dikarenakan keunikan khasiatnya. Tanaman ini tumbuh subur di daerah lereng pegunungan.</p>



<p>&#8221;Inovasi Putik Sari ini memberikan dampak yang luar biasa. Kampung tematik akan memacu pergerakan ekonomi di setiap kampung. Selain itu, inovasi ini akan mendorong terbangunnya tata lingkungan bersih dan lestari. Karena secara tidak langsung, mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan. Hal tersebut, terbukti pada tahun 2023 ini seluruh desa di Kecamatan Wonosari telah berstatus Desa Mandiri dan Desa Swadaya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Di sisi ada stabilitas inovasi, Putik Sari telah direplikasi berbagai instansi baik dari dalam maupun luar pemerintah Kabupaten Malang. Perlu diketahui, Kecamatan Wonosari juga lebih dikenal dengan keberadaan Wisata Religi Pesarehan Gunung Kawi.</p>



<p>Kekuatan inovasi Putik Sari adalah adanya dukungan anggaran maupun sumber daya manusia. Dukungan anggaran salah satunya dari dana desa yang dialokasikan sebesar 20 persen untuk pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan. Sedangkan di sisi SDM, Kampung Tematik melibatkan unsur pentahelix yang merupakan kolaborasi bersama antara pemerintah masyarakat akademisi swasta dan media.</p>



<p>&#8221;Strategi agar inovasi ini bisa berkelanjutan, antara lain dengan adanya regulasi dan kebijakan tentang inovasi, fasilitas kerja sama antara pengelola kampung tematik dengan pihak-pihak lain. Lalu, mendorong terjalinnya kerja sama antar kampung tematik dan terdaftar dalam perlindungan hak cipta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sejumlah prestasi yang telah didapatkan oleh Kecamatan Wonosari, diantaranya di tingkat regional berhasil meraih penghargaan Desa Bersih dan Lestari Berseri pada tahun 2022 dan 2023 serta meraih Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur tahun 2023. Prestasi di tingkat nasional adalah dengan diperolehnya Penghargaan Para Legal Justice Award tahun 2023 dari Kementerian Hukum dan HAM. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193024</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
