<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bersihkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bersihkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Apr 2026 13:00:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bersihkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bersihkan Halte Jalan Kertanegara, Dishub Kota Malang Sebut Anggaran Perawatan Terkendala</title>
		<link>https://memontum.com/bersihkan-halte-jalan-kertanegara-dishub-kota-malang-sebut-anggaran-perawatan-terkendala</link>
					<comments>https://memontum.com/bersihkan-halte-jalan-kertanegara-dishub-kota-malang-sebut-anggaran-perawatan-terkendala#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[bersihkan]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[kertanegara,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan]]></category>
		<category><![CDATA[terkendala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232002</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang melakukan aksi bersih-bersih halte yang ada di Jalan Kertanegara, Senin (27/04/2026) tadi. Kegiatan tersebut dilakukan, sebagai bentuk tanggung jawab pemeliharaan fasilitas transportasi publik di tengah banyaknya halte yang dinilai kurang terawat. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang melakukan aksi bersih-bersih halte yang ada di Jalan Kertanegara, Senin (27/04/2026) tadi. Kegiatan tersebut dilakukan, sebagai bentuk tanggung jawab pemeliharaan fasilitas transportasi publik di tengah banyaknya halte yang dinilai kurang terawat.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa kegiatan itu turut dipicu aksi komunitas yang sebelumnya melakukan bersih-bersih halte secara mandiri. Namun, dirinya menegaskan bahwa pemeliharaan halte tetap menjadi kewajiban dari Pemkot Malang.</p>



<p>“Tidak bisa dipungkiri, kemarin ada komunitas yang bersih-bersih dan itu menjadi trigger. Tetapi ini memang tanggung jawab kami juga karena kondisinya memang perlu dibersihkan,” ujar Jaya-sapaannya.</p>



<p>Menurutnya, memang kondisi halte sebelum dibersihkan cukup memprihatinkan, karena dipenuhi sampah serta vandalisme. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 37 halte di Kota Malang, yang hampir semuanya membutuhkan pembersihan rutin. Hanya saja, ada satu halte di kawasan Gadang yang mengalami kerusakan berat hingga harus dirobohkan karena membahayakan pengguna jalan.</p>



<p>&#8220;Struktur rangka halte yang ada di Kawasan Gadang itu telah keropos dan hanya tersisa sekitar 25 persen kondisi layak. Sehingga, kami robohkan supaya tidak menimbulkan kecelakaan. Banyak halte secara fisik masih berdiri, tapi rangkanya sebenarnya sudah keropos,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jaya mengakui, bila keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam perawatan fasilitas halte. Saat ini, Dishub Kota Malang hanya mampu melakukan pembersihan dasar seperti mengangkut sampah, membersihkan tanaman liar, serta merapikan area sekitar halte.</p>



<p>&#8220;Tidak ada anggaran khusus untuk kegiatan bersih-bersih halte. Pemeliharaan dilakukan sebagai bagian dari tugas pokok dan fungsi (Tusi) Dishub melalui kolaborasi Bidang Angkutan dan Bidang Lalu Lintas,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Jaya berharap, ke depan bisa melakukan pembersihan ke halte lain secara bertahap. Karena halte saat ini lebih banyak dimanfaatkan secara pasif, seperti tempat berteduh saat hujan atau panas dan titik menunggu jemputan. Sementara, untuk naik turun penumpang angkutan umum masih terbatas.</p>



<p>“Halte akan benar-benar dibutuhkan ketika masyarakat menjadikan angkutan umum sebagai kebutuhan utama. Sekarang angkutan umum masih dianggap pelengkap,” katanya.</p>



<p>Terpisah, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa beberapa halte yang ada memang saat ini digunakan untuk layanan Trans Jatim. Itu menurutnya, merupakan kewenangan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Kesepakatannya memang Trans Jatim itu kan dari Dishub Provinsi, sehingga mereka akan memperbaiki. Nanti kita koordinasikan lagi dengan Dishub Provinsi,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bersihkan-halte-jalan-kertanegara-dishub-kota-malang-sebut-anggaran-perawatan-terkendala/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232002</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Deklarasi Banyuwangi ASRI, Bupati, Forkopimda dan Elemen Masyarakat Bersihkan Sampah di Area Pantai</title>
		<link>https://memontum.com/deklarasi-banyuwangi-asri-bupati-forkopimda-dan-elemen-masyarakat-bersihkan-sampah-di-area-pantai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersihkan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Deklarasi]]></category>
		<category><![CDATA[elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230303</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengakselerasi Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto, melalui deklarasi Banyuwangi ASRI yang berlangsung di kawasan wisata Grand Watu Dodol (GWD), Rabu (18/02/2026) tadi. Pelaksanaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Forkopimda itu, melakukan berbagai program gotong royong telah disiapkan, untuk mengimplementasikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengakselerasi Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto, melalui deklarasi Banyuwangi ASRI yang berlangsung di kawasan wisata Grand Watu Dodol (GWD), Rabu (18/02/2026) tadi. Pelaksanaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Forkopimda itu, melakukan berbagai program gotong royong telah disiapkan, untuk mengimplementasikan gerakan Banyuwangi ASRI.</p>



<p>&#8220;Hari ini kita memulai gerakan besar, selaras dengan arah kebijakan Bapak Presiden. Beliau mengatakan, sampah itu bencana, sampah itu penyakit dan diproyeksikan hampir seluruh TPA di Indonesia mengalami overcapacity di tahun 2028. Maka, Banyuwangi tidak boleh menunggu dan hari ini kita mulai dengan aksi nyata,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dalam rangkaian pelaksanaan itu, peserta deklarasi tidak hanya membacakan komitmen bersama. Namun, ribuan peserta dan masyarakat langsung turun ke lapangan dengan membersihkan sampah di sepanjang area pantai.</p>



<p>Bupati Ipuk menjelaskan, bahwa Banyuwangi ASRI bukan sekadar program kebersihan, tapi memiliki indikator kerja yang berkelanjutan dan terintegrasi pada semua aspek. Pada aspek &#8216;Aman&#8217;, Banyuwangi akan memperkuat sistem keamanan wilayah melalui sinergi dengan TNI, Polri, dan tokoh masyarakat, penguatan keamanan wilayah salah satunya dengan integrasi CCTV, hingga komitmen tinggi bersama TNI Polri dan masyarakat untuk memberantas penyakit sosial. Selain itu, desa-desa rawan bencana didorong membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana).</p>



<p>&#8220;Banyuwangi harus aman wilayahnya, tertib sosialnya dan tangguh terhadap bencana,&#8221; tegas Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk aspek &#8216;Sehat&#8217;, Banyuwangi memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif. &#8220;Maka kita dorong gaya hidup sehat. Pergi ke Puskesmas tidak hanya saat sakit, namun di kala sehat kita justru harus rutin memeriksakan diri untuk deteksi dini. Kami juga akan mendorong sanitasi layak, dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga,&#8221; ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Sementara pada sektor &#8216;Resik&#8217;, Pemkab mengoptimalkan TPS3R dan bank sampah, serta memperkuat pemilahan sampah dari rumah tangga. Gerakan pengurangan plastik sekali pakai serta kerja bakti rutin di seluruh wilayah.</p>



<p>Sesuai arahan Presiden, lanjut Bupati Ipuk, Pemkab mendorong adanya perubahan budaya di masyarakat dengan mengajak meluangkan waktu 10 &#8211; 15 menit setiap hari untuk kebersihan. &#8220;Jika dilakukan serentak oleh ribuan orang, hasilnya akan luar biasa. Kita siapkan juga transformasi pengelolaan sampah yang lebih modern, mendukung kebijakan nasional termasuk pengembangan waste to energy,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Selain itu, Banyuwangi juga fokus pada penguatan ruang terbuka hijau, penataan kawasan, hingga penguatan seni budaya lokal dan eco-tourism. “Kita akan terus mendorong keindahan kota. Kawasan kota harus indah, dilengkapi dengan identitas budaya lokal dan nasional yang menguat,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Intinya, ASRI adalah tugas semua elemen masyarakat dan bukan hanya tugas Pemda, bukan juga tugas TNI-Polri. &#8220;Mari kita &#8216;Tandang Bareng&#8217; mulai dari diri sendiri, dari rumah sendiri, dari lingkungan terkecil,&#8221; paparnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230303</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wali Kota Malang Bersama Forkopimda Bersihkan Kawasan Kayutangan</title>
		<link>https://memontum.com/hari-lingkungan-hidup-sedunia-wali-kota-malang-bersama-forkopimda-bersihkan-kawasan-kayutangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 02:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bersihkan]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sedunia,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222713</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan aksi nyata dengan bersih-bersih di Kawasan Alun-Alun Merdeka Malang dan Kayutangan Heritage, Kamis (05/06/2025) tadi. Kegiatan tersebut, dipimpin langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan melibatkan 1000 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan aksi nyata dengan bersih-bersih di Kawasan Alun-Alun Merdeka Malang dan Kayutangan Heritage, Kamis (05/06/2025) tadi. Kegiatan tersebut, dipimpin langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan melibatkan 1000 orang peserta dari berbagai unsur.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa bersih-bersih tersebut menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan, terutama di kawasan wisata. &#8220;Alun-Alun dan Kayutangan Heritage ini belum tersentuh oleh kebersihan. Padahal, ini adalah destinasi wisata yang mencerminkan wajah Kota Malang. Maka, peringatan Hari Lingkungan Hidup ini kami manfaatkan untuk memulai gerakan kebersihan,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Aksi tersebut, menurutnya juga merupakan bagian dari gerakan Ngalam Rijik yang masuk dalam program Dhasa Bhakti. Dengan tujuan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.</p>



<p>“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama, termasuk pemilik toko dan masyarakat,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain membersihkan area umum, Wali Kota Wahyu juga mengimbau para pemilik toko di sepanjang Kayutangan untuk turut serta menjaga kebersihan. Termasuk juga dengan membersihkan trotoar di depan tempat usaha masing-masing.</p>



<p>“Tadi ada satu trotoar yang kita bersihkan, awalnya terlihat sangat kotor, tapi setelah dibersihkan jadi terlihat rapi dan bersih. Bahkan tempat sampah yang awalnya kumuh sekarang sudah layak pakai kembali,” ujarnya.</p>



<p>Selain fokus pada kebersihan, momen Hari Lingkungan Hidup juga dimanfaatkan untuk kampanye pengurangan sampah plastik. Wali Kota Wahyu meninjau salah satu supermarket di sekitar lokasi dan melihat adanya upaya mengganti kantong plastik dengan kantong kertas dan ramah lingkungan.</p>



<p>“Masih ada kantong plastik, tapi mereka sudah menyiapkan alternatif ramah lingkungan. Ini perlu kita dorong terus agar kesadaran penggunaan bahan non-plastik semakin meningkat,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222713</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Bumi, Ketua TP PKK Situbondo Ajak Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Pantai</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-bumi-ketua-tp-pkk-situbondo-ajak-masyarakat-gotong-royong-bersihkan-pantai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bersihkan]]></category>
		<category><![CDATA[gotong]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[royong,]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221305</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; TP PKK Situbondo berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPUPP, Pemdes Kilensari, organisasi keagamaan dan pihak terkait lain, melakukan aksi bersih-bersih sampah di tepi Pantai Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Selasa (22/04/2025) tadi. Selain aksi bersih-bersih kawasan pantai, pelaksanaan yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Bumi se-Dunia itu, juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; TP PKK Situbondo berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPUPP, Pemdes Kilensari, organisasi keagamaan dan pihak terkait lain, melakukan aksi bersih-bersih sampah di tepi Pantai Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Selasa (22/04/2025) tadi. Selain aksi bersih-bersih kawasan pantai, pelaksanaan yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Bumi se-Dunia itu, juga melakukan penanaman Mangrove dan Pohon Tabebuya.</p>



<p>Dalam serangkaian aksi bersih-bersih itu, tidak kurang sebanyak 36 ton sampah basah, berhasil diamankan dari lokasi. Sejumlah sampah, kemudian dibawa ke tempat pembuangan.</p>



<p>“Sampah tersebut kita angkut dengan empat unit Damp Truk dan selanjutnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Desa Siliwung,” jelas Kepala Bidang Persampahan (Kabidsam) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo, Hendrayono.</p>



<p>Ditambahkannya, peringatan Hari Bumi se-Dunia ini merupakan momentum yang cocok untuk mengingatkan masyarakat, agar semakin sadar menjaga kelestarian bumi dan tidak membuang sampah sembarangan. “Sampah-sampah yang ada di tepi Pantai Dusun Pesisir, ini datang dari tiga muara yang ada di sekitar laut Desa Kilensari. Sehingga, sampah-sampah tersebut menumpuk di tepi pantai pesisir ini. Dengan adanya gotong-royong ini, tentunya bisa menjadi contoh di daerah lain,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo, Husna Lalili, dalam sambutannya mengajak kepada masyarakat Dusun Pesisir, Desa Kilensari, untuk terus semangat menjaga lingkungan agar tetap bersih dan tidak membuang sampah sembarangan. “Bersih-bersih sampah pantai pada momentum peringatan Hari Bumi se Dunia ini, kita lakukan untuk kembali menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ini bukannya hanya seremonial, tapi Hari Bumi menjadi pengingat bahwa bumi bukan sekadar tempat tinggal. Karenanya, harus dijaga kelestariannya untuk generasi mendatang,” kata Mbak Una-panggilan akrab Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Peringatan Hari Bumi ini, tambah Mbak Una, bukan muncul begitu saja. Melainkan, lahir dari sejarah panjang para pejuang lingkungan yang dimulai sejak puluhan tahun silam.</p>



<p>“Dengan memahami sejarah dan tujuan peringatan Hari Bumi, maka kita akan semakin sadar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas sebagian orang, tapi tanggung jawab kita bersama,” tambah istri Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.</p>



<p>Kepala Desa Kilensari, Sugiono, dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bergotong royong membersihkan sampah pantai di Dusun Pesisir. “Dengan adanya bersih-bersih sampah pantai di Dusun Pesisir ini, kami atas nama Pemerintahan Desa Kilensari dan atas nama pribadi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli membersihkan sampah di lingkungan pesisir,” ungkap Sugiono.</p>



<p>Lebih lanjut Sugiono mengatakan, bahwa sampah-sampah yang menumpuk di tepi pantai Dusun Pesisir, ini bukan ulah masyarakat setempat. Namun, melainkan murni sampah-sampah kiriman dari daerah lain yang menepi di bibir pantai Dusun Pesisir.</p>



<p>“Kalau masyarakat di sini, kami dari pemerintahan desa sudah mengeluarkan Perdes tentang sampah, yakni Perdes Nomor 3 tahun 2023 tentang Sampah. Lalu, kami membuat Desa Peduli Lingkungan (DPL). Dan, alhamdulillah masyarakat di sini telah berlangganan membuang di tong sampah yang bertuliskan DPL dan sampahnya di kelola oleh Pokmas,” terang Sugiono. Dirinya juga menambahkan, bahwa sesuai dengan harapan Bupati Situbondo, tempat yang sudah dibersihkan sampahnya akan di bangun wisata kuliner berbagai macam olahan ikan laut. “Kami bersama masyarakat bertekad akan terus menjaga kebersihan lingkungan ini,” imbuh Sugiono. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221305</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Banjir, Pemkab Lamongan Lakukan Pengerukan dan Bersihkan Sedimen Drainase di Perkotaan</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-banjir-pemkab-lamongan-lakukan-pengerukan-dan-bersihkan-sedimen-drainase-di-perkotaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bersihkan]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pengerukan]]></category>
		<category><![CDATA[perkotaan]]></category>
		<category><![CDATA[sedimen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218306</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan melanjutkan pengerukan dan pembersihan sedimen drainase di sejumlah titik perkotaan sebagai mitigasi banjir perkotaan. Hal ini, seperti yang disampaikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat inspeksi mendadak (Sidak) pengerukan drainase di titik 0 KM Kabuapten Lamongan, Kamis (09/01/2025) tadi. “Kita harus mengantisipasi agar banjir di perkotaan ini tidak terjadi. Caranya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan melanjutkan pengerukan dan pembersihan sedimen drainase di sejumlah titik perkotaan sebagai mitigasi banjir perkotaan. Hal ini, seperti yang disampaikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat inspeksi mendadak (Sidak) pengerukan drainase di titik 0 KM Kabuapten Lamongan, Kamis (09/01/2025) tadi.</p>



<p>“Kita harus mengantisipasi agar banjir di perkotaan ini tidak terjadi. Caranya dengan kita keruk, kita bersihkan. Ketika air hujan datang bisa segera hilang tidak menggenang,” kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.</p>



<p>Di tahun 2025 ini, pengerukan sedimen telah dimulai sejak tanggal 3 Januari. Sementara itu di tahun 2024, Pemkab Lamongan melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Kabupaten Lamongan telah merampungkan di 10 titik jalan perkotaan atau sejauh 4,6 KM. Diantaranya, di Jalan Kusuma Bangsa Barat, Jalan Sunan Giri (LSC dan pertigaan Groyok), Jalan Cokroaminoto, Jalan Andanwangi, Jalan Suwoko, Jalan Sunan Kalijogo, Jalan Sunan Giri, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Mastrip dan JL Basuki Rahmad.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (PRKPCK) Kabupaten Lamongan, Fakhrudin Ali Fikri, menambahkan di tahun 2025 titik pengerukan diprioritaskan daerah yang genangan air di atas 2 jam. “Tahun ini utama kita spot ruas jalan yang genangan airnya di atas 2 jam mulai Jalan Suwoko, Jalan Basuki Rahmad, Jalan Andanwangi, Gg Arjuno, Jalan Cokroaminoto dan Simpang Empat Rangge Jalan Ahmad Dahlan,” ujarnya.</p>



<p>Fakhrudin menceritakan, sebelum dilakukan pengerukan di tahun 2023, titik Jalan Kusuma Bangsa genangan air setelah hujan mencapai 2 jam, sementara usai dibersihkan sudah tidak ada lagi. Hal serupa terjadi titik-titik lainnya.</p>



<p>Sedangkan pada proses pengerukan sedimen di dominasi tanah, sampah, akar pohon, serta akses pintu masuk rumah warga yang dangkal. “Ada sampah botol air mineral, akar pohon yang masuk saluran drainase, akses pintu masuk rumah warga yang terlalu dangkal dan pendek. Sehingga, memperkecil dimensi drainase, usia draibase tua sehingga dinding saluran rusak,” ujarnya.</p>



<p>DPRKPCK Lamongan juga merenovasi saluran dengan mengganti volume udith dari ukuran 60&#215;60 cm menjadi 100&#215;100 cm agar aliran air dari drainase perkotaan dapat lancar menuju sungai. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218306</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ajak Peduli Lingkungan, Ratusan Siswa SMPN 19 Kota Malang Bersihkan Sungai Andalas</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-peduli-lingkungan-ratusan-siswa-smpn-19-kota-malang-bersihkan-sungai-andalas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2024 08:01:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[andalas]]></category>
		<category><![CDATA[bersihkan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216392</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kondisi Sungai Andalas Tengah di Jalan Andalas, Kecamatan Klojen, Kota Malang, yang kian dipenuhi sampah mendapat perhatian siswa-siswi SMPN 19 Kota Malang. Ratusan siswa pun melakukan aksi peduli dengan melibatkan dukungan dari personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Lanal Malang serta komite dan orang tua siswa, Senin (11/11/2024) tadi. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kondisi Sungai Andalas Tengah di Jalan Andalas, Kecamatan Klojen, Kota Malang, yang kian dipenuhi sampah mendapat perhatian siswa-siswi SMPN 19 Kota Malang. Ratusan siswa pun melakukan aksi peduli dengan melibatkan dukungan dari personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Lanal Malang serta komite dan orang tua siswa, Senin (11/11/2024) tadi.</p>



<p>Kepala SMPN 19 Kota Malang, Any Setijowati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dengan tema gaya hidup berkelanjutan, kegiatan aksi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap lingkungan.</p>



<p>&#8220;Aksi ini bertajuk Aksi Nyata Sonokeling atau Songolas Noto Kelilingi Sungai Andalas, yang menekankan cinta lingkungan. Ada sekitar 400 orang yang berpartisipasi dalam kegiatan ini,” kata Kepsek Any.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sejak pagi, tambahnya, siswa telah dibagi tugas, mulai dari membersihkan sampah dan rumput hingga turun ke sungai untuk mengangkat sampah bersama personel Lanal Malang dan DLH. Selain bersih-bersih, aksi tersebut juga merupakan ajakan bagi masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.</p>



<p>“Kami melihat sampah berserakan di sekitar penjual jajanan di ujung sana. Jadi, melalui kegiatan ini, kami mengajak warga sekitar lebih peduli lingkungan, terutama di sungai ini. Harapannya, warga dan siswa SMPN 19 Malang dapat menjaga kebersihan sungai ini,” tambahnya.</p>



<p>Kepsek Any berharap, bahwa kegiatan tersebut juga bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan di kalangan siswa. Harapannya juga menjadi kesadaran yang lebih besar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai, sebagai bagian dari kehidupan berkelanjutan.</p>



<p>&#8220;Sejak dini, kami ingin anak-anak mencintai lingkungan, terutama sungai sebagai sumber kehidupan. Harapan kami, mereka benar-benar menjaga sungai dan tidak membuang sampah sembarangan,” imbuh Any. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216392</post-id>	</item>
		<item>
		<title>World Clean Up Day 2024, Pemkab Jember bersama DLH Jatim Bersihkan Pantai Pancer</title>
		<link>https://memontum.com/world-clean-up-day-2024-pemkab-jember-bersama-dlh-jatim-bersihkan-pantai-pancer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Oct 2024 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bersihkan]]></category>
		<category><![CDATA[pancer]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215015</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; World Clean Up Day 2024, digelar di Pantai Pancer, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jumat (04/10/2024) tadi. Pelaksanaan yang dihadiri Asisten Administrasi Umum, Harry Agustriono, diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, dengan tujuan untuk melindungi pantai yang ada di Provinsi Jawa Timur, khususnya Kabupaten Jember. Sementara peserta yang ikut dalam kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; World Clean Up Day 2024, digelar di Pantai Pancer, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jumat (04/10/2024) tadi. Pelaksanaan yang dihadiri Asisten Administrasi Umum, Harry Agustriono, diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, dengan tujuan untuk melindungi pantai yang ada di Provinsi Jawa Timur, khususnya Kabupaten Jember.</p>



<p>Sementara peserta yang ikut dalam kegiatan ini, adalah dari seluruh elemen pemerintah, komunitas, masyarakat dan para siswa yang ada di sekitar wilayah Puger Wetan. &#8220;Kegiatan ini adalah bagian dari mengedukasi kepada seluruh masyarakat, bahwa sampah itu harus kita kelola. Jadi, tidak dibuang sembarangan tempat, apalagi di daerah wisata seperti Pantai Pancer,&#8221; kata Harry.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa pantai ini adalah milik masyarakat Jember. Karenanya, semua elemen, komunitas dan masyarakat, harus bersama-sama menjaga dengan baik. Karenanya, kegiatan ini perlu dilakukan secara berkelanjutan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jadi, tadi ini untuk memberikan motivasi kepada masyarakat, bahwa sampah itu harus dibuang pada tempatnya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dirinya juga berpesan kepada masyarakat, bahwa sampah juga jangan dibuang di aliran sungai. Karena, dampaknya bisa berpotensi banjir.</p>



<p>&#8220;Tentunya kalau sampah-sampah itu menumpuk di aliran sungai, itu akan berpotensi banjir. Mangkanya kita menghimbau kepada masyarakat, juga jangan buang sampah di sungai,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Selain berharap agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya, Harry juga berharap bahwa nantinya sampah juga bisa dikelola dengan baik. &#8220;Sampah juga harus dikelola dengan baik, sebelum dibuang di tempat sampah. Kalau organik bisa dengan bantuan komposer, itu harapannya bisa dimanfaatkan untuk pupuk, kompos dan sebagainya,&#8221; paparnya. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215015</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Lingkungan Hidup, Wisata Pantai Kutang Lamongan Jadi Sasaran Aksi Bersihkan Sampah</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-lingkungan-hidup-wisata-pantai-kutang-lamongan-jadi-sasaran-aksi-bersihkan-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Aug 2024 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersihkan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kutang]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sasaran]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213215</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024, kolaborasi lintas sektor mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Lamongan, TNI, hingga masyarakat, melakukan aksi bersihkan sampah disepanjang Wisata Pantai Kutang, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Selasa (20/08/2024) tadi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Nalikan, mengatakan bahwa aksi bersihkan sampah disepanjang pantai, tidak hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024, kolaborasi lintas sektor mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Lamongan, TNI, hingga masyarakat, melakukan aksi bersihkan sampah disepanjang Wisata Pantai Kutang, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Selasa (20/08/2024) tadi.</p>



<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Nalikan, mengatakan bahwa aksi bersihkan sampah disepanjang pantai, tidak hanya dilakukan saat memperingati hari lingkungan. Namun, setiap hari Kamis, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan bersama Kodim 0812 rutin melaksanakan kegiatan ini.</p>



<p>&#8220;Melakukan kegiatan bersihkan sampah yang ada disepanjang pantai, harus dilakukan secara terus menerus,&#8221; kata Sekda Nalikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melalui aksi ini, ujarnya, yaitu untuk meminimalisir terjadinya restorasi lahan, penumpukan sampah dan dampak negatif lainnya. Tentunya, aksi ini juga merupakan media untuk membangun pola perilaku hidup bersih.</p>



<p>&#8220;Yang perlu kita bangun adalah kesadaran akan kebersihan. Karena kebersihan akan berdampak luas, mulai dari keluarga hingga masyarakat luas,&#8221; ujar Sekda Nalikan.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Jempin Marbun, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya mewujudkan sinergitas program mendukung kemajuan pembangunan daerah bersama di Jawa Timur. Pada kesempatan sama, Jempin Marbun didampingi oleh Sekda Nalikan juga melakukan penanaman bibit Pohon Cemara secara bersama-sama. <strong>(kom/son/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213215</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gerakan Bersama Bersihkan Sungai Bedudung, Bupati Jember Serukan Jaga Kebersihan Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/gerakan-bersama-bersihkan-sungai-bedudung-bupati-jember-serukan-jaga-kebersihan-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bedudung,]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bersihkan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[kebersihan]]></category>
		<category><![CDATA[serukan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212058</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember, Muhammad Balya Firjaun Barlaman, menyerukan kepada seluruh masyarakat agar menjaga kebersihan sungai. Seruan ini disampaikannya, di sela-sela Gerakan bersama membersihkan Sungai Bedadung, Kaliwates Jember, Sabtu (20/07/2024) tadi. “Saya Bupati Jember dan Gus Firjaun, Wakil Bupati Jember, menyerukan kepada seluruh masyarakat Jember, ayo jaga sungai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember, Muhammad Balya Firjaun Barlaman, menyerukan kepada seluruh masyarakat agar menjaga kebersihan sungai. Seruan ini disampaikannya, di sela-sela Gerakan bersama membersihkan Sungai Bedadung, Kaliwates Jember, Sabtu (20/07/2024) tadi.</p>



<p>“Saya Bupati Jember dan Gus Firjaun, Wakil Bupati Jember, menyerukan kepada seluruh masyarakat Jember, ayo jaga sungai kita. Jangan membuang sampah ke sungai. Sungai bukan tempat sampah. Sungai adalah sumber kehidupan,” kata Bupati Hendy kepada peserta gerakan bersama.</p>



<p>Gerakan bersama bersih-bersih sungai ini, digelar untuk menyemarakkan Hari Sungai Nasional 2024. Dua orang pemimpin tertinggi Kabupaten Jember, ini pun bersama warga memegang sejumlah kertas seruan. Diantaranya bertuliskan &#8216;Ayo Jaga dan Selamatkan Sungai Kita&#8217;, &#8216;Jangan Racuni Ikan dengan Sampahmu&#8217;, &#8216;Jangan Buang Sampah ke Sungai&#8217;.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Hendy juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, yang selama ini telah peduli terhadap kebersihan sungai. Dirinya menyampaikan berbagai manfaat lain dari sungai untuk kehidupan manusia. Diantaranya, sungai sebagai penampung air hujan yang menjaga lingkungan agar tidak terkena banjir. Sungai juga dapan menjadi sumber mata air dan sumber kehidupan bagi para petani.</p>



<p>“Manfaat sungai banyak sekali. Jadi, ayo bersama-sama jaga kebersihan sungai,” ujar Bupati Hendy.</p>



<p>Dalam rangkaian pelaksanaan itu, tidak ketinggalan Bupati dan Wabup Jember juga melepas bibit Ikan Lele ke Sungai Bedadung. Termasuk, menanam pohon di sepanjang bantaran sungai. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212058</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
