<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bertahan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bertahan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Jul 2023 11:28:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bertahan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cukup Rp 10 Ribu, Nikmati Gado-gado Legendaris Kota Batu yang Bertahan Sejak 10 Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/cukup-rp-10-ribu-nikmati-gado-gado-legendaris-kota-batu-yang-bertahan-sejak-10-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Jul 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bertahan]]></category>
		<category><![CDATA[cukup]]></category>
		<category><![CDATA[gado-gado]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[legendaris]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[nikmati]]></category>
		<category><![CDATA[ribu]]></category>
		<category><![CDATA[sejak]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193430</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Memanfaatkan rombong kecil di pinggir Jalan Panglima Sudirman, Gado-gado milik Khustiana (43), ternyata banyak diburu pembeli. Selain cita rasanya yang khas, harga yang dibandrol pun relatif sangat murah yaitu Rp 10 ribu. Menggunakan resep lama yaitu kombinasi kentang dan kubis yang direbus, ditambah sayuran segar selad andewi dan ketimun yang ditaburi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Memanfaatkan rombong kecil di pinggir Jalan Panglima Sudirman, Gado-gado milik Khustiana (43), ternyata banyak diburu pembeli. Selain cita rasanya yang khas, harga yang dibandrol pun relatif sangat murah yaitu Rp 10 ribu.</p>



<p>Menggunakan resep lama yaitu kombinasi kentang dan kubis yang direbus, ditambah sayuran segar selad andewi dan ketimun yang ditaburi kecambah, sajian itu diberikan dengan kombinasi lontong, tempe juga tahu. Di atasnya, pun diberi bumbu kacang serta kerupuk.&nbsp;</p>



<p>Dikatakan Kustiana, Gado-gado yang dijualnya tersebut sudah berlangsung sejak 10 tahun lalu.Tepatnya, tahun 2013. Dari lamanya berjualan, sebenarnya banyak dukanya.</p>



<p>&#8220;Awal berjualan Gado-gado ini, sekitar 10 meter dari tempat saya sekarang. Di situ, saya diusir petugas dinas. Terus, pindah sini. Ya, mau bagaimana lagi bisanya jualan Gado-gado. Dan, sampai bertahan 10 tahun ini jualan Gado-gado di seberang jalan rumah dinas wali kota,&#8221; terang penjual Gado-gado asal Desa Sumberejo, Kecamatan/Kota Batu, Minggu (16/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Operasional penjualan Gado-gado ini, ujarnya, buka pukul 07.00 dan tutup pukul 13.00. Saat awal jualan, modalnya rombong kecil sekitar Rp 3 juta ditambah Rp 100 ribu untuk membeli bahan. Di awal, harga jualan waktu itu Rp 5 ribu tidak pernah habis sampai beberapa bulan. Paling banyak uang yang dibawa pulang hanya Rp 50 ribu atau 10 porsi.</p>



<p>&#8220;Ya, bersyukur. Sekarang, harga sekarang perporsi Rp 10 ribu. Dari jam 07.00 buka dan tutup pukul 13.00 rata-rata membawa pulang setiap hari 70 porsi,&#8221; ujarnya. Diketahui, Gado-gado Kustiana ini dikenal banyak orang. Selain berada di poros jalan protokol Kota Batu juga disekitarnya banyak hotel. Bahkan, setiap hari juga sering mendapat pesanan untuk makan siang para pegawai di kalangan instansi Pemkot Batu. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193430</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Lokasi Pengungsian Dampak Bencana, Wabup Lumajang Minta Warga Bertahan di Pos Pengungsian</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-lokasi-pengungsian-dampak-bencana-wabup-lumajang-minta-warga-bertahan-di-pos-pengungsian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jul 2023 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bertahan]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsian]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[wabup]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192901</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meninjau lokasi pengungsian warga yang terdampak cuaca ekstrem hingga mengakibatkan sejumlah bencana di Balai Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Minggu (09/07/2023) tadi. Di sela peninjauan itu, Wabup mengimbau kepada seluruh warga yang sedang mengungsi, agar tetap di pos pengungsian terlebih dahulu sembari menunggu keadaan benar-benar aman dan kondusif. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meninjau lokasi pengungsian warga yang terdampak cuaca ekstrem hingga mengakibatkan sejumlah bencana di Balai Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Minggu (09/07/2023) tadi. Di sela peninjauan itu, Wabup mengimbau kepada seluruh warga yang sedang mengungsi, agar tetap di pos pengungsian terlebih dahulu sembari menunggu keadaan benar-benar aman dan kondusif.</p>



<p>&#8220;Kalau pagi, mereka pulang ke rumahnya. Namun ketika sore hari, mereka ke pos pengungsian. Kami menyarankan untuk tidak pulang dahulu dan tetap di pos pengungsian,&#8221; kata Bunda Indah-sapaan Wabup Lumajang.</p>



<p>Dirinya juga mengungkapkan, bahwa untuk kebutuhan warga terdampak yang sedang mengungsi di beberapa balai desa di wilayah Kecamatan Candipuro, sudah tertangani dengan baik. Bahkan, telah banyak bantuan yang diterima. Mulai dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, lembaga dan beberapa komunitas turut memberikan bantuan sosial.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kebutuhan pengungsi sudah bagus dan tadi, Bu Gubernur juga berkesempatan memberikan santunan kepada yang meninggal dan bantuan sosial kepada warga di pengungsian,&#8221; terang Bunda Indah.</p>



<p>Selain itu, tambah Bunda Indah, bahwa warga yang terdampak yang sedang berada di pengungsian, saat ini hanya merasa trauma dan takut akan terjadi bencana lahar dingin susulan. Karenanya, kami memberikan keamanan dan kenyamanan, sehingga tidak terjadi korban lagi.</p>



<p>&#8220;Saat ini, pemerintah akan fokus kepada infrastruktur yang rusak akibat bencana lahar dingin. Untuk beberapa jembatan yang rusak, nantinya akan ditangani oleh BNPB, Kementerian PU dan Pemerintah Provinsi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dalam peninjauan itu, Bunda Indah berkesempatan menyapa, memberikan semangat serta memberikan bantuan sosial secara langsung kepada sejumlah korban yang sedang mengungsi. Sementara lokasi pengungsian, terbagi di tiga titik di wilayah Kecamatan Candipuro. Yakni, di Balai Desa Jarit, Balai Desa Sumberrejo dan Balai Desa Tumpeng. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192901</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Es Campur Mbah Said Kota Batu, Racikan Lawas Nan Menggoda yang Bertahan Sejak 1954</title>
		<link>https://memontum.com/es-campur-mbah-said-kota-batu-racikan-lawas-nan-menggoda-yang-bertahan-sejak-1954</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jul 2023 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bertahan]]></category>
		<category><![CDATA[campur]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[lawas]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[mbah]]></category>
		<category><![CDATA[menggoda]]></category>
		<category><![CDATA[racikan]]></category>
		<category><![CDATA[said]]></category>
		<category><![CDATA[sejak]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192294</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Es campur dengan kombinasi isi berupa agar-agar, ketan hitam, kacang hijau, tape, mutiara, roti, sirup dan susu kental manis, menjadi kesan yang komplit dari sajian sebuah es campur. Kombinasi apik itu pula, yang bisa dijumpai di kawasan sekitar Alun-alun Kota Batu, persisnya di sebelah Masjid An-Nur. Dari sebuah rombong kecil di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Es campur dengan kombinasi isi berupa agar-agar, ketan hitam, kacang hijau, tape, mutiara, roti, sirup dan susu kental manis, menjadi kesan yang komplit dari sajian sebuah es campur. Kombinasi apik itu pula, yang bisa dijumpai di kawasan sekitar Alun-alun Kota Batu, persisnya di sebelah Masjid An-Nur.</p>



<p>Dari sebuah rombong kecil di depan Gang Kauman, Kota Batu, siapa sangka sajian nan menggoda itu, adalah es campur legendaris di Kota Dingin Batu. Berdiri sejak tahun 1954, es nan menggoda tersebut seolah menjadi saksi bisu nikmatnya sajian penutup di masa itu. Termasuk, perkembangan Kota Batu, yang dahulunya adalah wilayah administratif berupa kecamatan yang kemudian berdiri mandiri sebagai Kota Pariwisata.</p>



<p>Disampaikan oleh tangan pertama penjual es campur, yaitu Muhammad Said, 85 tahun, bahwa awal keberadaan es campur miliknya sudah ada tatkala Kota Batu, masih menjadi desa atau kecamatan. Di mana kala itu, tempatnya berjualan adalah di sekitar Pasar Batu, atau sekarang sudah berubah menjadi Alun-alun Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Awal jualan es campur ini, yakni ketika saat itu saya masih berusia 16 tahun. Kala itu, modal untuk usaha ini dirintis dengan modal sekitar Rp 1.000. Pertama berjualan, yaitu di Pasar Batu pada tanggal 7 Agustus 1954,&#8221; terang Mbah Said-sapaan pria lanjut yang berdomisili di Jalan Lesti, Kota Batu, Minggu (02/07/2023) tadi.</p>



<p>Sedangkan, tambahnya, seiring perkembangan pembangunan atau di tahun 1973, Pasar Batu kala itu harus dibongkar untuk direnovasi. Sehingga, usahanya sempat berpindah untuk sementara waktu, sebelum akhirnya kembali berjualan tatkala renovasi sudah selesai.</p>



<p>Hanya saja, cerita Mbah Said, tidak sampai berusia 10 tahun atau sekitar 5 Februari 1982, Pasar Batu terkena musibah kebakaran. Sehingga, semua pedagang harus dipindahkan ke lahan relokasi.</p>



<p>&#8220;Setelah kejadian kebakaran di Pasar Batu tahun 1982, tepatnya habis Pemilu, saya dipindahkan ke lahan relokasi. Sampai pada akhirnya atau sejak tahun 1985, saya memilih untuk tetap berjualan di depan Gang Kauman ini,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sejak awal berjualan es campur, papar Mbah Said, racikan es campur miliknya tidak pernah lepas dari kombinasi agar-agar, ketan hitam, kacang hijau, kemudian tape. Termasuk, mutiara ditambah roti yang ditaburi susu kental manis dan sirup. Sejumlah sajian menarik itu, diberikannya kepada konsumen dengan belajar otodidak. Sehingga, seiring perkembangan zaman masih bisa bertahan hingga sekarang.</p>



<p>Meski kala itu Kota Batu lumayan atau sangat dingin, imbuhnya, namun varian kombinasi dari ketan hitam dan tape, membuat es yang disajikan tidak sepenuhnya menjadi dingin ke tubuh. Namun, juga sedikit membuat hangat karena dua kombinasi makanan tersebut.</p>



<p>Untuk harga sendiri, meski sejumlah bahan-bahan kini terus merangkak naik, namun tidak membuat Mbah Said secara serta menaikkan harga. Sebaliknya, dari sajian es campur nan menggoda itu, dirinya menjual dengan harga Rp 6 ribu permangkuk. Bahkan, dari kerja kerasnya ini pula, akhirnya bisa membiayai sekolah dua anaknya hingga membuatnya kini memiliki lima cucu.</p>



<p>Masih menurut Mbah Said, meskipun harga es campur miliknya terbilang murah, namun dirinya tetap bersyukur. Apalagi, perharinya masih bisa memperoleh pendapatan kotor hingga Rp 200 ribu. Dan, kalaupun bisa ramai sekali, maka bisa di angka hingga Rp 600 ribu.</p>



<p>&#8220;Pendapatan sebenarnya nggak mesti. Tapi yang penting adalah sabar. Karena, sejak tahun 1954, es campur saya ini bisa bertahan dan melayani banyak orang, sudah alhamdulillah. Ini pelajaran untuk menjalani hidup,&#8221; paparnya.</p>



<p>Meski di usianya yang sudah lanjut, namun kelincahan Mbah Said saat melayani pelanggan, pun masih terlihat gesit dan lincah. Walau terkadang tangannya terlihat tampak bergetar saat memegang mangkok, namun semua konsumen terlayani dengan sabar. Mbah Said sendiri, membuka usaha esnya sejak sekitar pukul 09.00 hingga 20.00. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192294</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Stok Beras di Bulog Probolinggo hanya Bertahan untuk Tiga Bulan</title>
		<link>https://memontum.com/stok-beras-di-bulog-probolinggo-hanya-bertahan-untuk-tiga-bulan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beras]]></category>
		<category><![CDATA[bertahan]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[BULOG]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[hanya]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[stok]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191458</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Stok beras di Gudang l Badan Urusan Logustik (Bulog) Sub Divre Probolinggo, tersisa hanya 5.700 ton. Jumlah tersebut, ditaksir hanya bisa bertahan hingga tiga bulan ke depan. Asisten Manager Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Sub Divre Probolinggo, Nugroho, mengatakan bahwa sejatinya di Kabupaten Probolinggo, untuk permintaan beras tidak begitu besar. Karena, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Stok beras di Gudang l Badan Urusan Logustik (Bulog) Sub Divre Probolinggo, tersisa hanya 5.700 ton. Jumlah tersebut, ditaksir hanya bisa bertahan hingga tiga bulan ke depan.</p>



<p>Asisten Manager Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Sub Divre Probolinggo, Nugroho, mengatakan bahwa sejatinya di Kabupaten Probolinggo, untuk permintaan beras tidak begitu besar. Karena, mayoritas masyarakat Probolinggo adalah petani. Sementara, sekarang petani juga baru saja melakukan panen, sehingga sirkulasi beras di pasar masih tergolong aman.</p>



<p>&#8220;Stok beras yang ada di dalam gudang, sementara tersedia 5.700 ton. Itu, mampu bertahan sampai dengan tiga bulan. Dengan asumsi, setiap bulan permintaan normal untuk beras sampai 2.000 ton,&#8221; katanya, Rabu (21/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Nugroho juga mengatakan, bahwa stok beras yang tersedia tersebut masih aman untuk mencukupi kebutuhan di wilayah kerja Bulog, yang meliputi Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo dan Kabupaten Lumajang. Sementara untuk penyaluran beras, juga dilakukan dengan kebijakan operasi pasar.</p>



<p>Dengan begitu, tambahnya, stok beras yang dikeluarkan dari dalam gudang didistribusikan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar. &#8220;Stok beras dikeluarkan secara kondisional dan menyesuaikan permintaan masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga tetap menjaga stok yang ada, agar pengeluaran dan penyetokan beras di dalam gudang tetap berjalan dan aman. &#8220;Beras yang keluar harus diimbangi dengan penyetokan. Jadi, kami juga membeli gabah dan beras untuk kami simpan dalam gudang,&#8221; jelasnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191458</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
