<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bertambah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bertambah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Mar 2026 12:05:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bertambah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pendaftaran Mudik Gratis Kota Malang Dibuka, Kuota Bertambah Jadi 344 Kursi</title>
		<link>https://memontum.com/pendaftaran-mudik-gratis-kota-malang-dibuka-kuota-bertambah-jadi-344-kursi</link>
					<comments>https://memontum.com/pendaftaran-mudik-gratis-kota-malang-dibuka-kuota-bertambah-jadi-344-kursi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaftaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230786</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pendaftaran mudik gratis Kota Malang resmi dibuka mulai hari ini, Senin (09/03/2026) pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Malang. Program tersebut, menyediakan kuota sebanyak 344 kursi bagi warga ber-KTP Kota Malang. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa jumlah armada yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pendaftaran mudik gratis Kota Malang resmi dibuka mulai hari ini, Senin (09/03/2026) pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Malang. Program tersebut, menyediakan kuota sebanyak 344 kursi bagi warga ber-KTP Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa jumlah armada yang disediakan tahun ini bertambah. Dari yang sebelumnya enam bus menjadi sembilan bus.</p>



<p>“Ada sembilan bus yang kami sediakan, ada dari Pelita Mas, Medali Mas, Tentrem, Juragan, Bank Jatim, Bagong, serta Polinema. Totalnya dengan kuota 344 kursi,” kata Jaya-sapaannya, Senin (09/03/2026) tadi.</p>



<p>Jaya menjelaskan, sebagian besar bus memiliki kapasitas sekitar 40 penumpang, sementara satu bus memiliki kapasitas 24 kursi. “Delapan bus kapasitasnya sekitar 40 penumpang, sedangkan satu bus 24 kursi, jadi totalnya 344 kursi,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk pendaftarannya, ujar Jaya, dibuka hingga kuota terpenuhi. Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kuota biasanya habis dalam waktu singkat.</p>



<p>“Biasanya satu sampai dua hari sudah habis,” ucapnya.</p>



<p>Adapun rute mudik gratis yang disiapkan, ungkapnya, meliputi beberapa daerah di Jawa Timur. Yakni Malang–Bangkalan, Malang–Bojonegoro, Malang–Ngawi, Malang–Ponorogo, Malang–Tuban, Malang–Sampang, Malang–Jember–Banyuwangi, serta Malang–Situbondo–Banyuwangi.</p>



<p>“Untuk Banyuwangi ada dua jalur, ada yang lewat Jember dan ada yang lewat Situbondo,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk keberangkatan dijadwalkan pada 17 Maret 2026 mendatang dari Kota Malang. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman dan tanpa biaya menjelang Hari Raya Idul Fitri. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pendaftaran-mudik-gratis-kota-malang-dibuka-kuota-bertambah-jadi-344-kursi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230786</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wifi Gratis Ruang Publik Kota Malang Tak Bertambah, Anggaran Jadi Kendala</title>
		<link>https://memontum.com/wifi-gratis-ruang-publik-kota-malang-tak-bertambah-anggaran-jadi-kendala</link>
					<comments>https://memontum.com/wifi-gratis-ruang-publik-kota-malang-tak-bertambah-anggaran-jadi-kendala#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kendala]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230354</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) mengatakan belum ada penambahan Wifi gratis di ruang publik di sepanjang tahun 2026. Itu karena, keterbatasan anggaran yang menjadi alasan utama, meski kebutuhan akses internet di ruang terbuka terus meningkat. Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, mengatakan bahwa keinginan menghadirkan Wifi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) mengatakan belum ada penambahan Wifi gratis di ruang publik di sepanjang tahun 2026. Itu karena, keterbatasan anggaran yang menjadi alasan utama, meski kebutuhan akses internet di ruang terbuka terus meningkat.</p>



<p>Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, mengatakan bahwa keinginan menghadirkan Wifi gratis di Alun-Alun Merdeka maupun ruang publik, sebenarnya ada. Namun, dalam realisasinya harus menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.</p>



<p>“Kalau inginnya, tentu perlu ada. Tetapi, semuanya harus memperhatikan ketersediaan anggaran. Untuk penambahan berdasarkan yang ada saat ini, di tahun 2026 belum ada,” kata Wiwid-sapaannya, Jumat (20/02/2026) tadi.</p>



<p>Wiwid menambahkan, fasilitas Wifi publik saat ini hanya tersedia di sejumlah taman kota di Kota Malang. Itu pun, dengan kapasitas terbatas, sehingga belum mampu melayani banyak pengguna sekaligus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Skalanya terbatas. Taman-taman kota memang kita intervensi, tapi kapasitasnya tidak besar,” katanya.</p>



<p>Selain belum ada penambahan titik, peningkatan kecepatan jaringan (bandwidth) juga belum masuk agenda tahun ini. Diskominfo menyebut, kemungkinan pengembangan baru akan dipertimbangkan pada tahun depan, 2027.</p>



<p>Sebab, saat ini Pemkot Malang lebih memprioritaskan revitalisasi alun-alun sebagai ruang publik berbasis sejarah dengan konsep Menolak Lupa. Kawasan tersebut dirancang terintegrasi dengan Kayutangan Heritage dan penataan koridor Mojopahit.</p>



<p>&#8220;Orang ke sini itu akan jadi teringat masa-masa dulu lagi. Kemudian, juga akan terintegrasi secara langsung dengan Kayutangan Heritage. Nah, sehingga edukasi-edukasi itu yang akan kita lakukan dulu melalui Kominfo,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/wifi-gratis-ruang-publik-kota-malang-tak-bertambah-anggaran-jadi-kendala/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230354</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perpanjang dan Lantik 15 Pejabat Eselon II, Posisi Jabatan Plt di Pemkab Malang Bertambah Jadi Enam</title>
		<link>https://memontum.com/perpanjang-dan-lantik-15-pejabat-eselon-ii-posisi-jabatan-plt-di-pemkab-malang-bertambah-jadi-enam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[Eselon]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[lantik]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[perpanjang]]></category>
		<category><![CDATA[posisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228170</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Gerbong mutasi untuk pejabat eselon II di Pemkab Malang, akhirnya bergulir, Kamis (27/11/2025) tadi. Dalam pelaksanaan yang dipimpin langsung Bupati Malang, HM Sanusi dan diikuti Forkopimda bersama Kepala OPD, total ada 15 pejabat yang dilakukan perpanjangan masa jabatan dan pengisian posisi baru pejabat eselon II. Adapun mereka yang mendapat perpanjang jabatan, ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Gerbong mutasi untuk pejabat eselon II di Pemkab Malang, akhirnya bergulir, Kamis (27/11/2025) tadi. Dalam pelaksanaan yang dipimpin langsung Bupati Malang, HM Sanusi dan diikuti Forkopimda bersama Kepala OPD, total ada 15 pejabat yang dilakukan perpanjangan masa jabatan dan pengisian posisi baru pejabat eselon II.</p>



<p>Adapun mereka yang mendapat perpanjang jabatan, ada sebanyak empat pejabat. Diantaranya, staf ahli bidang kemasyarakatan dan SDM, Mahendrajaya, Kepala Dinas Pertanahan, Abdul Qodir, Kepala DPMPTSP, Subur Hutagalung dan Kepala Dinas Perikanan, Victor Sembiring.</p>



<p>Sementara 11 pejabat eselon II yang dirotasi, masing-masing diantaranya Suwadji dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora), Bambang Istiawan dari Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) menjadi staf ahli bidang hukum dan politik, M Hidayat dari Kadispora menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Kadispusip). Kemudian, Atsalis Supriyanto dari Staf Ahli menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo), Nurcahyo dari Kepala Inspektorat menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Purwoto dari Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Kadisparbud) Disparbud menjadi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Firmando Hasiholan dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) menjadi Kadisparbud, Nur Fuad Fauzi dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menjadi Sekretariat Dewan (Sekwan), Eko Margianto dari Kepala DPMD menjadi Kadishub, Farid Habibah dari Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) menjadi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta terakhir Bagus Sulistyawan dari Sekwan menjadi Kadisdik.</p>



<p>Dengan pelaksanaan itu, maka menambah satu jumlah eselon II yang diisi nama-namanya tidak definisif alias Plt. Jika sebelumnya posisi Plt hanya di dinas seperti DLH, Staf Ahli, Diskominfo, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta BPBD, maka seiring rampungnya perpanjang dan pelantikan, posisi Plt untuk pejabat eselon II bertambah satu atau menjadi enam. Diantaranya, Plt DLH, Plt Staf Ahli, Plt DPUSDA, Plt Kasatpol PP, Plt Disperindag dan Kepala Inspektorat.</p>



<p>Bupati Sanusi dalam sambutannya, menjelaskan bahwa kata kunci dalam perpanjangan dan pelantikan yaitu kinerja. Karenanya, semua akan terus dievaluasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kata kuncinya adalah kinerja. Sehingga, setiap pergantian harus dimaknai kinerja organisasi. Karenanya, semua akan terus dievaluasi. Terlebih, tadi juga melakukan sumpah jabatan,&#8221; kata Bupati Malang.</p>



<p>Seiring pelantikan yang sudah dilakukan, dirinya juga meminta semua pejabat baru melakukan konsolidasi. Termasuk, juga melakukan koperasi dengan semua.</p>



<p>&#8220;Segera lakukan konsolidasi di tempat kerja yang baru. Kemudian, melakukan percepatan dengan kinerja. Ingat, saudara-saudara tidak hanya diawasi inspektorat. Namun, juga diawasi oleh anggota DPRD. Kemudian, jangan lupa berkolerasi dengan semua. Termasuk, pelayanan kepada masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, saat disinggung mengenai jumlah Plt yang kini menjadi enam, mengatakan akan segera melakukan pengisian jabatan. Hanya saja, untuk tahapannya tidak bisa singkat. Setidaknya, paling cepat nantinya adalah 1,5 bulan.</p>



<p>&#8220;Sesuai amanat BKN, bahwa kita tidak boleh linier atau bersama-sama. Rencana awal, itu bersama-sama antara uji kompetensi (assessment dan jobfit) dengan seleksi terbuka (Selter). Jadi, ini harus uji kompetensi dahulu, baru kemudian Selter. Makanya, Minggu depan, insyallah sudah kita buka. Tetapi dengan catatan, mulai pendaftaran dan pansel (panitia seleksi) itu siapa, harus mendapat rekomendasi dari BKN. Karenanya, tidak bisa cepat dan paling cepat 1,5 bulan,&#8221; ujarnya. <strong>(sigit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228170</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Campak di Kota Malang Bertambah Jadi 9 Orang, 146 Masuk Kategori Suspek</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-campak-di-kota-malang-bertambah-jadi-9-orang-146-masuk-kategori-suspek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[kategori]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[suspek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225937</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus campak yang terjadi di Kota Malang, kini bertambah menjadi sembilan orang. Padahal sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat hanya ada lima anak. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa empat kasus baru tersebut, ditemukan di Kelurahan Kotalama. Sedangkan lima kasus sebelumnya, terdeteksi di Kelurahan Arjowinangun dan Bumiayu, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus campak yang terjadi di Kota Malang, kini bertambah menjadi sembilan orang. Padahal sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat hanya ada lima anak.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa empat kasus baru tersebut, ditemukan di Kelurahan Kotalama. Sedangkan lima kasus sebelumnya, terdeteksi di Kelurahan Arjowinangun dan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang.</p>



<p>&#8220;Untuk kondisi anak-anak yang sebelumnya terinfeksi sudah bagus, membaik. Tinggal istirahat, kemudian memenuhi asupan gizi. Tidak perlu sampai dirawat,” ujar Husnul, Jumat (12/09/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakannya, bahwa proses pemulihan pasien campak umumnya membutuhkan waktu sekitar dua minggu. “Insyaallah dua minggu sudah pulih. Karena yang di Bumiayu dan Arjowinangun itu sudah bagus, tinggal recovery dengan istirahat yang cukup,” lanjutnya.</p>



<p>Selain kasus positif, Dinkes juga mencatat adanya 146 orang masuk kategori suspek campak berdasarkan data nomor epidemiologi. Suspek tersebut mayoritas berasal dari tiga wilayah yang sama, yakni Arjowinangun, Bumiayu dan Kotalama.</p>



<p>“Kalau suspeknya sekitar 146, itu dilihat dari nomor epid. Nah dari 146 itu, 9 yang positif. Suspeknya rata-rata dari sekitar pasien, baik teman sekolah maupun keluarganya,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225937</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kelompok Urban Farming di Kota Malang Bertambah, Dispangtan Dorong Pemanfaatan Lahan Sempit</title>
		<link>https://memontum.com/kelompok-urban-farming-di-kota-malang-bertambah-dispangtan-dorong-pemanfaatan-lahan-sempit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[farming]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan]]></category>
		<category><![CDATA[sempit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224024</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Urban farming atau pertanian kota terus berkembang pesat di Kota Malang. Jika pada tahun 2024 tercatat hanya terdapat 112 kelompok urban farming, maka pada tahun 2025 jumlah tersebut meningkat menjadi 115 kelompok. Lonjakan itu, menjadi bukti antusiasme masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan pertanian. Kepala Dinas Pangan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Urban farming atau pertanian kota terus berkembang pesat di Kota Malang. Jika pada tahun 2024 tercatat hanya terdapat 112 kelompok urban farming, maka pada tahun 2025 jumlah tersebut meningkat menjadi 115 kelompok. Lonjakan itu, menjadi bukti antusiasme masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan pertanian.</p>



<p>Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa urban farming sebagai jawaban atas makin menyusutnya lahan pertanian di wilayah perkotaan. Adanya program tersebut juga merupakan aspirasi warga yang muncul dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan.</p>



<p>“Kegiatan urban farming ini lahir dari hasil musrenbang di kelurahan-kelurahan. Kita hadirkan konsep urban farming yang terintegrasi, mulai dari budidaya tanaman, peternakan, hingga perikanan,” ujar Slamet, Kamis (17/07/2025) tadi.</p>



<p>Dengan adanya urban farming, Dispangtan mendorong warga memanfaatkan pekarangan rumah, gang sempit, hingga sudut taman untuk menjadi lahan produktif. Dalam konsepnya juga bukan hanya soal menanam sayur, tetapi juga memelihara ikan dan ternak dalam skala kecil.</p>



<p>&#8220;Salah satu teknik yang tengah difokuskan adalah hidroponik, yaitu sistem tanam tanpa tanah dengan menggunakan media air. Selain itu, juga mulai mengembangkan media tanam alternatif seperti pakis dan sekam yang ramah lingkungan,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya memberikan pelatihan, Dispangtan Kota Malang juga melakukan pendampingan secara intensif. Setiap kelompok urban farming dibina melalui strategi digital, salah satunya dengan membentuk grup WhatsApp khusus sebagai sarana koordinasi dan monitoring harian.</p>



<p>“Kami bentuk grup WhatsApp khusus untuk memantau, mengevaluasi dan mendampingi setiap kelompok urban farming. Mereka aktif melaporkan kegiatan harian dan perkembangan hasil panen,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut, hasil pertanian warga juga mulai diarahkan untuk menembus pasar yang lebih luas. Dalam hal ini Dispangtan Kota Malang membuka akses promosi ke Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta menjalin kemitraan dengan kalangan pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).</p>



<p>“Harapannya produk urban farming bisa masuk ke pasar-pasar segar, toko sayur modern, dan bahkan hotel-hotel yang ada di Malang,” lanjutnya.</p>



<p>Di akhir, menurut Slamet, urban farming bukan semata-mata menjawab kebutuhan pangan rumah tangga saja. Namun, juga bagian dari membangun kemandirian ekonomi warga dan menciptakan ruang terbuka hijau yang produktif di tengah kota.</p>



<p>“Kalau idealnya, kelompok urban farming ini terus bertambah. Ini bukan hanya soal pangan, tapi soal kemandirian dan ekologi kota yang lebih sehat dan produktif,&#8221; imbuh Slamet. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224024</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Awal Januari 2025 Penyakit Mulut dan Kuku di Kota Malang Bertambah 12 Kasus</title>
		<link>https://memontum.com/awal-januari-2025-penyakit-mulut-dan-kuku-di-kota-malang-bertambah-12-kasus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jan 2025 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[januari]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218163</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kota Malang pada awal tahun 2025, mengalami peningkatan. Yakni, ada 12 kasus baru dari yang sebelumnya telah tercatat ada 25 kasus. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Anton Pramujiono, menyampaikan bahwa kasus baru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kota Malang pada awal tahun 2025, mengalami peningkatan. Yakni, ada 12 kasus baru dari yang sebelumnya telah tercatat ada 25 kasus.</p>



<p>Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Anton Pramujiono, menyampaikan bahwa kasus baru tersebut ditemukan di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Mayoritas itu terjadi pada sapi potong yang didatangkan dari Kabupaten Malang untuk keperluan penggemukan.</p>



<p>&#8220;Jadi untuk 12 itu masih proses pengobatan, karena gejala awal. Jadi kondisi bukan kasus berat, cuma kasus gejala ringan. Sehingga mungkin dengan diobati bisa sembuh,&#8221; ujar Anton, pada Senin (06/01/2025) tadi.</p>



<p>Untuk penyembuhan penyakit tersebut, menurutnya Dispangtan Kota Malang telah mendistribusikan disinfektan, vitamin dan obat cacing kepada para peternak di wilayah terdampak. Termasuk juga di Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Hari ini kami juga membagikan kebutuhan tersebut ke peternak di Lowokwaru untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak mereka,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Dispangtan Kota Malang juga telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran PMK. Termasuk sosialisasi kepada peternak agar tidak mendatangkan sapi baru tanpa penanganan khusus.</p>



<p>&#8220;Kami mengimbau peternak menyediakan kandang terpisah bagi sapi baru dan tidak mencampurnya dengan ternak lama,” lanjutnya.</p>



<p>Disamping itu, Anton juga mengimbau agar para peternak dapat menjaga kebersihan kandang dengan rutin. Termasuk menyemprotkan disinfektan serta memberikan vitamin tambahan, baik dari produk farmasi maupun bahan alami seperti lengkuas dan kunyit.</p>



<p>“Kami terus memantau sentra-sentra ternak, terutama di Kecamatan Kedungkandang dan Blimbing, yang memiliki populasi sapi terbanyak. Kami juga mengawasi blantik atau penjual sapi serta peternak dengan lebih dari dua ekor ternak,” imbuh Anton. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218163</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Optimalkan Lahan Tak Produktif Jadi Pasar Modern, Nilai Investasi Kota Malang Bertambah Rp 100 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-lahan-tak-produktif-jadi-pasar-modern-nilai-investasi-kota-malang-bertambah-rp-100-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2024 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Produktif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209296</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Lahan tak produktif bekas bangunan wisata Playground, yang terletak di belakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Veteran, Kecamatan Klojen, Kota Malang, direncanakan akan dijadikan Pasar Modern. Rencana itu, juga akan dikelola oleh pihak ketiga, guna menambah nilai investasi Kota Malang. Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Lahan tak produktif bekas bangunan wisata Playground, yang terletak di belakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Veteran, Kecamatan Klojen, Kota Malang, direncanakan akan dijadikan Pasar Modern. Rencana itu, juga akan dikelola oleh pihak ketiga, guna menambah nilai investasi Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyampaikan bahwa pemenang investor tersebut adalah warga asli Kota Malang. Apabila pembangunan itu terlaksana, maka nilai investasi yang akan masuk sekitar Rp 100 miliar.</p>



<p>“Ini ada pengajuan di bekas taman wisata Playgorund. Itu sudah ada yang menyewa, kan itu tanahnya kementerian pertanian. Sekarang mangkrak dan sudah ada pemenangnya, sewanya dari orang Malang juga, nanti rencana akan dibikin usaha Pasar Modern,” kata Arif, Jumat (10/05/2024) tadi.</p>



<p>Arif berharap, rencana tersebut dapat segera direalisasikan. Sehingga dapat menyerap tenaga kerja dari warga Kota Malang dan tentunya dapat mengurangi angka pengangguran.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tentunya akan merekrut tenaga kerja dan akan kita prioritaskan untuk warga Kota Malang khususnya. Kalau misal masih mencukupi ya dari Kota Malang secara keseluruhan. Mudah-mudahan dapat sesegera mungkin,” ujarnya.</p>



<p>Untuk rencana Pasar Modern tersebut, ujarnya, berada di luas lahan sekitar 6 ribu meter persegi. Konsepnya sendiri, akan meniru Pasar Oro-Oro Dowo. Di mana selain berjualan kebutuhan sehari-hari, juga akan dilengkapi dengan wisata kuliner.</p>



<p>“Seperti pasar pada umumnya, konsepnya akan lebih modern dan tertata. Jadi rencana pembangunan ini bukan mal atau plaza,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa proses perizinan untuk rencana pembangunan tersebut saat ini masih berlangsung. Tepatnya masih berada di persetujuan bangunan gedung (PBG). &#8220;Mudah-mudahan di tahun ini progres perizinannya selesai sehingga bisa segera dibangun,&#8221; imbuh Arif. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209296</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ranperda Penyelenggaraan Perpustakaan Disahkan, Kadispussipda Harapkan Pustakawan Bertambah</title>
		<link>https://memontum.com/ranperda-penyelenggaraan-perpustakaan-disahkan-kadispussipda-harapkan-pustakawan-bertambah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Mar 2024 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[disahkan,]]></category>
		<category><![CDATA[harapkan]]></category>
		<category><![CDATA[kadispussipda]]></category>
		<category><![CDATA[penyelenggaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[pustakawan]]></category>
		<category><![CDATA[ranperda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206666</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah lama dinantikan, akhirnya Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Perpustakaan kini telah disahkan, Senin (04/03/2024) tadi. Tentunya, berbagai catatan yang diberikan oleh DPRD Kota Malang, akan dilaksanakan oleh dinas pengampu dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Malang. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Kadispussipda) Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah lama dinantikan, akhirnya Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Perpustakaan kini telah disahkan, Senin (04/03/2024) tadi. Tentunya, berbagai catatan yang diberikan oleh DPRD Kota Malang, akan dilaksanakan oleh dinas pengampu dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Kadispussipda) Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa beberapa catatan yang telah diberikan, seperti Indeks Perpustakaan Layak Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM).</p>



<p>“Padahal seJatim, IPLM Kota Malang nomor satu di tahun 2023 kemarin. Tahun ini sepertinya juga masih bertahan. Sedangkan untuk TGM, itu kami juga nilainya cukup tinggi walaupun tidak sesuai yang di provinsi. Tapi tetap kita tidak lengah, kami tetap mengupayakan yang disarankan,” jelas Yayuk.</p>



<p>Meskipun Kota Malang telah memiliki beberapa fasilitas perpustakaan, seperti rumah pintar dan pojok baca di setiap kelurahan, Yayuk menyadari bahwa itu masih belum merata di masing-masing kelurahan. Sebab, saat ini masih ada 38 rumah pintar yang menyebar di lima kecamatan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saya lupa kelurahannya, tapi masing-masing kecamatan sudah ada rumah pintar dan sudah ada binaan dari kami. Rencananya di tahun ini kami nanti membuat semacam e-perpus yang mempermudah kami. Kami kan harus membina seluruh perpustakaan di wilayah Kota Malang,” katanya.</p>



<p>Kendati demikian, Yayuk mengakui jika jumlah pustakawan yang dimiliki saat ini sangat terbatas. Jika idealnya pustakawan yang menangani di setiap kelurahan sekitar 50 orang, kini di Kota Malang masih sembilan orang.</p>



<p>“Makanya kami berupaya tahun ini membuat kerjasama dengan teman-teman diskominfo yang bisa mendukung kami untuk membuat suatu aplikasi yang memudahkan. Misalnya ada keinginan koleksi buku di perpustakaan satu bisa ditarik ke perpustakaan lain jadi bisa bertukar koleksi buku. Itu kalau memungkinkan kita akan buat aplikasi semacam itu,” jelasnya.</p>



<p>Sehingga, ke depan diharapkan pustakawan tersebut nantinya bisa bertambah semakin banyak. Apalagi dalam mengatur perpustakaan itu tidaklah mudah.</p>



<p>“Untuk pembinaan selanjutnya kita butuh pustakawan yang lebih banyak. Kalau nuntut untuk perpustakaan yang banyak itu sulit. Kita mau buat digital tadi untuk memudahkan. Tetapi ada pedoman, walaupun kita harus nunggu perwal,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206666</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuota CJH 2024 Pamekasan Bertambah, Berangkat Mei Mendatang</title>
		<link>https://memontum.com/kuota-cjh-2024-pamekasan-bertambah-berangkat-mei-mendatang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[berangkat]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[mendatang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205321</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Menghadapi haji tahun 2024, Kabupaten Pamekasan mendapat tambahan kuota dari Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Kepala Kemenag Pamekasan, melalui Kasi Haji dan Umrah Kemenag Pamekasan, Abdul Halim, menyampaikan bahwa di tahun 2024, Pamekasan mendapat tambahan kuota 213 calon jamaah haji (CJH). &#8220;Tahun 2024 ini total kuota jamaah Pamekasan menjadi 1.425 jamaah. Tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Menghadapi haji tahun 2024, Kabupaten Pamekasan mendapat tambahan kuota dari Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.</p>



<p>Kepala Kemenag Pamekasan, melalui Kasi Haji dan Umrah Kemenag Pamekasan, Abdul Halim, menyampaikan bahwa di tahun 2024, Pamekasan mendapat tambahan kuota 213 calon jamaah haji (CJH). &#8220;Tahun 2024 ini total kuota jamaah Pamekasan menjadi 1.425 jamaah. Tahun sebelumnya atau 2023, kuota 1.212 jamaah,&#8221; katanya, Senin (29/01/2024) tadi.</p>



<p>Rincian dari 1.425 CJH tersebut, urainya, yaitu 337 jamaah diantaranya prioritas Lansia dan 898 jamaah urut porsi. Sedangkan sisanya 190 CJH, merupakan jamaah haji cadangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, CJH Pamekasan saat ini sedang melakukan pelunasan secara bertahap dan jamaah dilakukan istitoah kesehatan terlebih dahulu. &#8220;Proses kesiapan keberangkatan CJH, sebagian sudah ada yang memproses pembuatan paspor. Termasuk, juga dilakukan istitoah kesehatan. Kalau tidak dinyatakan istitoah, maka dirujuk ke Puskesmas untuk diobati. Jangka satu bulan, diharapkan bisa pulih dan bisa melunasinya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Abdul Halim mengatakan, CJH Pamekasan akan berangkat mulai 12 Mei 2024 mendatang, sesuai jadwal yang telah dikeluarkan oleh Kemenag RI. &#8220;Pemberangkatan gelombang pertama dan kedua mulai 12 dan 24 Mei 2024 mendatang. Namun untuk kloter, belum ditentukan dan nanti bakal diinfokan lebih lanjut,&#8221; terangnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205321</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
