<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bertemu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bertemu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Nov 2025 12:52:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bertemu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bernostalgia bersama Bus Trans Jatim, Masuk Jalur Desa Bertemu Terminal Kian Menua </title>
		<link>https://memontum.com/bernostalgia-bersama-bus-trans-jatim-masuk-jalur-desa-bertemu-terminal-kian-menua</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bernostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bertemu]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[menua ]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228023</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Minggu (23/11/2025) tadi, aku sengaja bersama anak dan istri, ingin jalan-jalan ke Kota Malang dengan tujuan Jalan Ijen. Yaitu, tempat Car Free Day(CFD) yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Malang. Cari suasana baru, karena intinya biasa kami CFD di depan Stadion Gelora Brantas, Kota Batu. Selain mencari suasana baru, kebetulan di dekat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Minggu (23/11/2025) tadi, aku sengaja bersama anak dan istri, ingin jalan-jalan ke Kota Malang dengan tujuan Jalan Ijen. Yaitu, tempat Car Free Day(CFD) yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Malang. Cari suasana baru, karena intinya biasa kami CFD di depan Stadion Gelora Brantas, Kota Batu.</p>



<p>Selain mencari suasana baru, kebetulan di dekat rumahku adalah depan BNS (Batu Night Spectacular), atau tempat yang dilintasi Bus Trans Jatim. Ternyata asyik, kayak orang kota beneran.</p>



<p>Paling tidak, aku dan anak-anak ku bisa cerita kalau aku sekarang tidak tinggal di kawasan pedesaan. Sebab dahulu, ketika aku masih STM (Sekolah Tinggi Mesin) sekarang SMK, tak semua orang mau tinggal di Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan/Kota Batu. Katanya banyak orang, desa angker dan banyak malingnya.</p>



<p>Tapi kini, kawasan itu menjadi rebutan para investor, karena dekat dengan BNS, Jatim Park 2 dan tempat wisata lain di Jalan Lingkar Barat (Jalibar). Pagi udaranya sejuk banget di Kota Batu.</p>



<p>Seperti biasa, mobil ku panasi dahulu, sebelum kemudian kupacu ke Terminal Batu. Aku dapat bus ke 3 di Trans Jatim.</p>



<p>Tidak masalah, yang penting aku, istri dan anaku, Aqilla Bening Nafisah, dapat bangku paling depan. Tepat di belakang sopir dan pramugari.</p>



<p>“Tujuan mana bu, pak, adik?” tanya pramugari Bus Trans Jatim, dengan sopan.</p>



<p>“Jalan Ijen,” jawab Bu Nurul pada pramugari.</p>



<p>Sepanjang perjalanan dalam Bus Trans Jatim, kami bercerita panjang lebar. Sambil tolah toleh atau tengak twnggok kanan-kiri melihat rambu rambu dan halte bus Trans Jatim. “Maaf bu, belum semua rambunya terpasang,” imbuh pramugari.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak selang lama, kira-kira 45 dari saya dan keluarga naik Bus Trans Jatim, yaitu dari Terminal Kota Batu, bus belok ke kanan masuk Terminal Landungsari. Saya, istri dan beberapa penumpang bus yang berbadan warna biru dongker, itu tersenyum sambil berkata kita bernostalgia.</p>



<p>“Hee hee, sudah lama kita tidak masuk Terminal Landungsari. Ternyata jalannya berlubang, toiletnya sedang diperbaiki. Kios PKL banyak yang tutup, loket peron tutup. Kantor tempat pegawai kurang terawat. Mikroletnya bisa dihitung, ada bus Bagong yang parkir. Bener-bener nostalgia,” ucap salah satu penumpang Bus Trans Jatim.</p>



<p>Kira-kira 20 tahun yang lalu, ketika aku masih kuliah di UMM, Terminal Landungsari salah satu tempat favorit. Itu lantaran, kalau mau ke pusat Kota Malang atau ke Alun Alun kota Malang, harus naik mikrolet atau bemo (ke daraan roda tiga) dari terminal Landungsari.</p>



<p>Tempat favorit juga, itu karena ibu dan bapak mertua ku selalu membeli es dawet dalam terminal Landungsari. Bus Trans Jatim terus menyusuri jalan di Kabupaten Malang, wilayah Sengkaling terus Tlogomas, Dinoyo dan bus berhenti di halte depan Matos. Kalau tidak digelar CFD, bus menyusuri Jalan Ijen, tempat yang akan aku tuju bersama keluarga.</p>



<p>Tak masalah, perjalananku aku lanjut dengan jalan kaki. Sepanjang jalan ku ingat, kawasan Terminal Landungsari.</p>



<p>Selain bernostalgia, ternyata bangunannya sudah menua. Jadi perlu dirombak total, agar masyarakat mau naik angkutan umum lagi.</p>



<p>Di Jalan Ijen, sambil menikmati kuliner desa, nasi pecel, tahu genjrot dan beberapa makanan kekinian (Taroyaki) yang dibeli Bocil, aku berusaha membangun komunikasi dengan istri dan anak anak anak. My time begitu orang sekarang menyebutnya.</p>



<p>Itung-itung cari suasana baru, karena hampir 4 bulan aku dan keluarga menjalani kehidupan dalam rumah karena aku sakit. Begitu cerita aku dan keluarga sambil menikmati Bus Trans Jatim yang lagi fomo. <strong>(man/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228023</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bertemu Bupati Ipuk, Putri Indonesia 2025 Sampaikan Terima Kasih dan Janji Bakal Jaga Nama Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/bertemu-bupati-ipuk-putri-indonesia-2025-sampaikan-terima-kasih-dan-janji-bakal-jaga-nama-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2025 12:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertemu]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221772</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Puteri Indonesia 2025, Firsta Yufi Amarta Putri, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa warga Banyuwangi. Hal tersebut disampaikan kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat bertemu di Jakarta, Minggu (04/05/2025) tadi. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada masyarakat Banyuwangi yang telah memberikan dukungan dan doa sehingga Fia bisa menjadi pemenang Puteri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Puteri Indonesia 2025, Firsta Yufi Amarta Putri, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa warga Banyuwangi. Hal tersebut disampaikan kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat bertemu di Jakarta, Minggu (04/05/2025) tadi.</p>



<p>“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada masyarakat Banyuwangi yang telah memberikan dukungan dan doa sehingga Fia bisa menjadi pemenang Puteri Indonesia,” ungkap gadis yang akrab disapa Fia itu.</p>



<p>Berkat dukungan warga dan pemerintah Banyuwangi, imbuh Fia, dirinya kian semangat berkiprah hingga level nasional. Mulai dari finalis Jebheng Thulik di Banyuwangi pada 2019, menjuarai Raka Raki Jawa Timur pada 2021, hingga dinobatkan sebagai Puteri Indonesia di tahun ini. “Awalnya tidak menyangka bakal keluar sebagai pemenang. Baru saat H-1, ada optimisme yang cukup kuat untuk bisa jadi juara. Setiap kegiatan pra selalu ada di top four,” ceritanya pada Ipuk.</p>



<p>Atas prestasi tersebut, Fia berjanji bakal menjaga nama harum Banyuwangi. Ia juga terus memohon doa dan dukungan untuk bisa berkiprah pada level yang lebih tinggi. “Mohon doanya, dalam waktu dekat Fia bakal mewakili Indonesia di ajang internasional. Semoga diberikan kemudahan,” imbuh gadis lulusan Universitas Brawijaya dan alumnus SMAN 1 Giri tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Bupati Ipuk dalam momen itu mengaku bangga dan menyampaikan salam dari seluruh masyarakat Banyuwangi. Capaian yang diraih oleh Fia, merupakan kebanggaan tersendiri.</p>



<p>“Untuk pertama kalinya, warga Banyuwangi bisa jadi Puteri Indonesia,” ungkap Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya juga berpesan kepada Fia, untuk terus menjaga kesehatan dan terus meningkatkan kemampuan. “Titip juga untuk mempromosikan kekayaan budaya dan wisata Banyuwangi kepada dunia,” paar Bupati Ipuk.</p>



<p>Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi memberikan dukungan terbaik bagi Fia, dalam meraih prestasinya itu. Bahkan, sejak terlibat dalam pemilihan Raki Jawa Timur hingga mengikuti ajang Puteri Indonesia itu, Bupati Ipuk menunjukkan dukungannya secara langsung. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221772</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bertemu Jamaah Muslimah Lumajang, Bunda Indah Ajak Warga Sukseskan Pilkada dan Tidak Salah Pilih</title>
		<link>https://memontum.com/bertemu-jamaah-muslimah-lumajang-bunda-indah-ajak-warga-sukseskan-pilkada-dan-tidak-salah-pilih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Nov 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bertemu]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[sukseskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216470</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Calon Bupati Lumajang dari pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Bunda Indah, melakukan silaturahmi dengan jamaah muslimah di RW 15 Citrodiwangsan Lumajang, Rabu (13/11/2024) tadi. Dalam momen tatap muka itu, Bunda Indah tidak ketinggalan berpesan agar para jamaah muslimah untuk turut berpartisipasi dalam mensukseskan jalannya Pilkada Lumajang, yang terhitung hanya kurang 14 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Calon Bupati Lumajang dari pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Bunda Indah, melakukan silaturahmi dengan jamaah muslimah di RW 15 Citrodiwangsan Lumajang, Rabu (13/11/2024) tadi.</p>



<p>Dalam momen tatap muka itu, Bunda Indah tidak ketinggalan berpesan agar para jamaah muslimah untuk turut berpartisipasi dalam mensukseskan jalannya Pilkada Lumajang, yang terhitung hanya kurang 14 hari lagi. Termasuk, jangan sampai salah dalam memilih pemimpin.</p>



<p>Bunda Indah juga memanfaatkan momen itu untuk memaparkan 20 program kerja prioritas dan unggulan yang akan dirinya jalankan, jika terpilih menjadi Bupati Lumajang. Sejumlah pemaparan yang disampaikan itu, mendapat sambutan positif dari jamaah pengajian yang hadir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jumlah calon Bupati Lumajang ada dua. Saya bersama Mas Yudha di nomor 2,” ujar Bunda Indah.</p>



<p>Calon Bupati Lumajang yang juga sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Lumajang, itu juga mengundang para jamaah untuk hadir dalam kampanye akbar yang akan digelar pada 23 November 2024 di Stadion Lumajang. “Nanti, pada tanggal 23 November, silakan ibu-ibu datang ke kampanye akbar Bunda Indah &#8211; Mas Yudha,” ujarnya.</p>



<p>Pada kesempatan yang sama, Bunda Indah juga memberikan bantuan secara simbolis seragam pengajian kepada para anggota jamaah di lingkungan RW 015 Citrodiwangsan. Bantuan yang diberikan itu, juga mewakili Dedy Firmansyah, anggota DPRD Lumajang Fraksi Partai Gerindra. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216470</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Undangan Presiden, Mas Dhito Tanpa Sengaja Bertemu Warga Kediri di IKN</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-undangan-presiden-mas-dhito-tanpa-sengaja-bertemu-warga-kediri-di-ikn</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertemu]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sengaja]]></category>
		<category><![CDATA[undangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213484</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kejadian tidak terduga dialami Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat berada di Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadiri undangan dan mendengar arahan Presiden RI, Joko Widodo, Selasa (13/08/2024) tadi. Bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito, ini tanpa sengaja bertemu dengan warganya yang bekerja di IKN. Hal itu, disampaikannya dalam postingan di instagram [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Kejadian tidak terduga dialami Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat berada di Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadiri undangan dan mendengar arahan Presiden RI, Joko Widodo, Selasa (13/08/2024) tadi.</p>



<p>Bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito, ini tanpa sengaja bertemu dengan warganya yang bekerja di IKN. Hal itu, disampaikannya dalam postingan di instagram pribadinya.</p>



<p>&#8220;Pengalaman yang tak terduga waktu di IKN tiba-tiba ada yang memanggil nama saya. Awalnya saya kira itu teman-teman kepala daerah. Ternyata, ada salah satu pekerja yang bilang kalau asli dari Kediri,&#8221; tulis Mas Dhito.</p>



<p>Postingan itu pun langsung mendapat respon pemilik akun @misbahuddin7 warga Kabupaten Kediri yang bekerja di IKN. Dirinya pun menyampaikan harapannya untuk bisa kembali bertemu di lain waktu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Semoga lain waktu ada kesempatan bertemu lagi nggih,&#8221; harapnya dalam penggalan komentar di postingan Mas Dhito.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, dalam kehadirannya di IKN, Mas Dhito bersama kepala daerah lain di Indonesia mendapatkan arahan dari presiden, termasuk dalam konsep pembangunan di daerah masing-masing. &#8220;Ada arahan dari Bapak Presiden. Bahwa, IKN ini dibangun dengan gotong royong oleh semua kementrian dan diminta setiap daerah untuk bisa mencontoh tapi tidak dalam bentuk IKN, intinya harus ada program khusus,&#8221; ungkap Mas Dhito.</p>



<p>IKN sebagai ibu kota dengan konsep forest city atau kota hutan diakui Mas Dhito memiliki udara yang segar. Sebagai warga negara Indonesia, dirinya pun merasa bangga dengan IKN. &#8220;Dan ini adalah istana (negara) pertama yang dibangun oleh bangsa kita sendiri,&#8221; ucapnya bangga. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213484</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
