<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berumur &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berumur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 May 2025 11:27:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berumur &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Berangkat Haji Bulan Ini, Dua CJH Pamekasan Berumur di Atas 100 Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/berangkat-haji-bulan-ini-dua-cjh-pamekasan-berumur-di-atas-100-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2025 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[berangkat]]></category>
		<category><![CDATA[berumur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221608</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Ada dua Calon Jamaah Haji (CJH) asal Pamekasan yang berumur di atas 100 tahun. Kedua CJH itu, bernama Marhamah (104) dari Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan dan Muhram (101), warga dari Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Meski sudah berusia lanjut, namun kondisi kesehatan keduanya dinyatakan stabil dan layak untuk berhaji, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Ada dua Calon Jamaah Haji (CJH) asal Pamekasan yang berumur di atas 100 tahun. Kedua CJH itu, bernama Marhamah (104) dari Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan dan Muhram (101), warga dari Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.</p>



<p>Meski sudah berusia lanjut, namun kondisi kesehatan keduanya dinyatakan stabil dan layak untuk berhaji, setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis yang ketat dari Tim Kementerian Kesehatan. &#8220;Alhamdulillah, keduanya sehat dan siap berangkat untuk haji tahun 2025,&#8221; kata Kepala Kemenag (Kementrian Agama) Pamekasan, Mawardi, Kamis (01/05/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Mawardi, seperti tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Agama pusat telah menginstruksikan ke Kemenag daerah hingga kabupaten, untuk memantau secara khusus jamaah haji Lansia. &#8220;Jadi memang ada pemantauan khusus untuk jamaah haji Lansia,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Terpisah, anak Marhamah bernama Ayyamah, menyampaikan rasa syukurnya, karena ibunya dijadwalkan berangkat haji tahun ini. &#8220;Kesehatan ibu saya, alhamdulillah baik. Hanya penglihatan yang sudah menurun dan itupun karena faktor usia,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ayyamah menceritakan, ibundanya mengumpulkan dana untuk berhaji sudah lama. Uang yang dikumpulkan itu, adalah hasil dari bertani dan pengrajin genting rumah. Kemudian, ibunya mendaftar haji pada tahun 2019 dan sudah tidak bekerja selama 10 tahun terakhir.</p>



<p>&#8220;Dananya hasil bertani dan berjualan genting. Saya akan dampingi hingga keberangkatannya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Hal serupa disampaikan Nurjanah, anak dari Muhram. Dirinya mengatakan, usahanya untuk memberangkatkan ayahnya ke Tanah Suci adalah bentuk bakti dan penghormatan kepada orang tua.</p>



<p>&#8220;Saya sangat bahagia, karena harapan saya sejak lama adalah membahagiakan orang tua. Saya ingin memenuhi keinginan bapak untuk berhaji, terutama setelah ibu telah lama meninggal,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sekadar diketahui, CJH Pamekasan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Mei ini. Nantinya, terbagi dalam Kloter 27 dan 28 sebanyak 10 bus, Kloter 29 sebanyak 4 bus, Kloter 49 sebanyak 2 bus dan Kloter 95 sebanyak 3 bus. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221608</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bakti Bhayangkara, Polresta Malang Kota Datangi Nenek Sebatang Kara Berumur 105 Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/bakti-bhayangkara-polresta-malang-kota-datangi-nenek-sebatang-kara-berumur-105-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bakti]]></category>
		<category><![CDATA[berumur]]></category>
		<category><![CDATA[bhayangkara]]></category>
		<category><![CDATA[datangi]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kara]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nenek]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[sebatang]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191626</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wakapolresta Malang Kota, AKBP Apip Ginanjar, bersama jajarannya mendatangi rumah nenek sebatang kara di Jalan Sawojajar Gang XIX, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (23/06/2023) tadi. Dalam giat Bakti Bhayangkara menjelang peringatan ke-77 Bhayangkara tahun 2023 ini,Wakapolresta langsung bertemu dengan Nenek Lina yang kini usianya sudah mencapai 105 tahun. Tampak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kota Malang</strong> &#8211; Wakapolresta Malang Kota, AKBP Apip Ginanjar, bersama jajarannya mendatangi rumah nenek sebatang kara di Jalan Sawojajar Gang XIX, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (23/06/2023) tadi.</p>



<p>Dalam giat Bakti Bhayangkara menjelang peringatan ke-77 Bhayangkara tahun 2023 ini,Wakapolresta langsung bertemu dengan Nenek Lina yang kini usianya sudah mencapai 105 tahun. Tampak raut wajah bahagia dari Nenek Lina, saat bertemu langsung dengan orang kedua di jajaran Polresta Malang Kota ini. Bahkan, di usianya yang sudah tua, Nenek Lina masih bisa ngobrol santai bersama AKBP Apip.</p>



<p>Wakapolresta Malang Kota, AKBP Apip Ginanjar, mengatakan bahwa agenda ini adalah Bakti Bhayangkara berkolaborasi dengan jajarah Kelurahan Sawojajar, Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, untuk melakukan pendataan kependudukan dan penyanluran bantuan sosial. &#8220;Kedatangan kami juga menyalurkan bantuan Sembako, obat-obatan serta melakukan pengecekan kesehatan. Alhamdulillah, kondisi Nenek Lina ini sehat, dan dari pengakuan beliau, kini sudah hampir berusia 105 tahun. Sehari-harinya Nenek Lina tingga di rumah ini seorang diri,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>Dijelaskannya, bahwa Nenek Lina dalam kehidupan sehari-hari mendapat bantuan dari masyarakat. &#8220;Informasinya, anaknya sudah meninggal dunia dan cucunya sudah tidak sanggup untuk merawat. Nenek ini tinggal di sini sudah 10 tahun. Sebelumnya lebih dari lima tahun, tinggal di gubuk kecil. Dan kemudian dibangunkan rumah tinggal, oleh salah satu gereja,&#8221; urainya.</p>



<p>Hal itu, dibenarkan oleh Lurah Sawojajar, Lukman Hidayat, yang juga hadir di lokasi Bakti Bhayangkara. &#8220;Nenek Lina sebelumnya tinggal di Jalan Selorejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dia kemudian datang ke Sawojajar, karena ingin menempati tanah miliknya. Ini tanah miliknya sendiri,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Meskipun usianya sudah tua dan sebatang kara, namun Nenek Lina selalu menolak kalau akan dirawat di Panti Jumpo. &#8220;Dia tidak mau meninggalkan tanahnya. Ke depannya, kita akan membantu untuk mendapatkan kartu identitas di Sawojajar. Akan kita bantu ke Dispendukcapil Kota Malang, untuk melakukan tracing dan pendataan. Agar nenek Lina terdaftar, dan bisa menggunakan fasilitas yang sudah disiapkan pemerintah,&#8221; tambahnya saat bertemu Memontum.com.&nbsp;<strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191626</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
