<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berusia &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berusia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Mar 2024 13:18:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berusia &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hidupi Anak Berusia 7 Tahun, Kakek Asal Lumajang Tempati Rumah Tidak Layak Huni</title>
		<link>https://memontum.com/hidupi-anak-berusia-7-tahun-kakek-asal-lumajang-tempati-rumah-tidak-layak-huni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berusia]]></category>
		<category><![CDATA[hidupi]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<category><![CDATA[tempati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207923</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Perhatian lebih sepertinya perlu diberikan kepada Jumadi alias Bagong, seorang Kakek (71) warga Dusun Krajan Desa Jugosari Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Di tengah banyaknya program pemerintah untuk membantu masyarakat, hidup memprihatinkan justru dilakoni kakek ini. Yaitu, dirinya menempati sebuah rumah atau persisnya gubuk reok, bersama seorang anak laki-lakinya yang masih berusia 7 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Perhatian lebih sepertinya perlu diberikan kepada Jumadi alias Bagong, seorang Kakek (71) warga Dusun Krajan Desa Jugosari Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Di tengah banyaknya program pemerintah untuk membantu masyarakat, hidup memprihatinkan justru dilakoni kakek ini. Yaitu, dirinya menempati sebuah rumah atau persisnya gubuk reok, bersama seorang anak laki-lakinya yang masih berusia 7 tahun.</p>



<p>Diceritakannya, bahwa kesehariannya itu sudah dijalani sejak lama. Yakni, ketika anaknya masih berusia sekitar 2 bulan. &#8220;Saya tinggal di sini sejak anak saya usia 2 bulan. Sekarang, anak saya ini sudah berusia 7 tahun. Sementara istri saya, sudah lama meninggalkan kami berdua,&#8221; kata Bagong kepada memontum.com, Sabtu (30/3/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sulitnya mencari pekerjaan dan nafkah, ujar Bagong, membuatnya memilih untuk tinggal dalam kondisi seadanya (tidak layak, red). Selain tanpa ada penerangan listrik, rumah yang ditempatinya pun juga tak sepenuhnya berdinding. Sementara lantai rumah, pun beralas tanah dengan tempat memasak yang menjadi satu dengan seluruh ruangan. Meskipun, Bagong sendiri mengaku mendapat bantuan pemerintah setempat berupa bantuan PKH.</p>



<p>&#8220;Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya cuma mengandalkan pemberian dari warga sekitar. Karena jangankan untuk bekerja, berjalan dengan normal saja saya juga sudah tak sanggup,&#8221; paparnya.</p>



<p>Karena kondisinya yang sudah tua, keseharian Kakek Bagong hanya dihabiskan untuk merawat sang buah hati. Meskipun, dirinya juga mengaku khawatir akan masa depan anaknya dan kondisi dirinya yang sudah renta. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207923</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dongkrak Perekonomian Warga, Bupati Jember Resmikan Rehab Jembatan Berusia Hampir Seabad</title>
		<link>https://memontum.com/dongkrak-perekonomian-warga-bupati-jember-resmikan-rehab-jembatan-berusia-hampir-seabad</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Nov 2023 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berusia]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[hampir]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[seabad]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201275</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto terus berupaya untuk membangun maupun memperbaiki infrastruktur. Terutama, untuk infrastruktur berupa jalan maupun jembatan yang sangat dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Seperti yang terlihat saat Bupati Hendy Siswanto bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Hadi Sasmito, meresmikan Jembatan Kali Tengah, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Kamis (09/11/2023) tadi. Jembatan tersebut, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto terus berupaya untuk membangun maupun memperbaiki infrastruktur. Terutama, untuk infrastruktur berupa jalan maupun jembatan yang sangat dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.</p>



<p>Seperti yang terlihat saat Bupati Hendy Siswanto bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Hadi Sasmito, meresmikan Jembatan Kali Tengah, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Kamis (09/11/2023) tadi. Jembatan tersebut, sebenarnya telah berumur hampir 1 abad hingga kondisinya rusak dimakan usia.</p>



<p>Agar berfungsi maksimal dan tidak membahayakan warga yang melintas, Pemkab Jember melalui dinas terkait melakukan renovasi dan rehabilitasi bangunan jembatan. &#8220;Jembatan ini sudah dibangun berpuluh-puluh tahun lalu. Saat ini, baru direnovasi oleh pemerintah dan kini sudah bisa digunakan,&#8221; kata Bupati Jember.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Jembatan Kali Tengah ini, ujarnya, direnovasi oleh Pemerintah Kabupaten Jember dengan panjang Jembatan sekitar 27 meter dengan lebar 7 meter dan tinggi 12 meter dari dasar sungai. Ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Jember untuk membangun Kabupaten Jember.</p>



<p>Masyarakat sekitar sangat antusias dalam peresmian jembatan yang dilakukan Bupati Jember, terlihat dari siswa-siswi SDN Karang Duren 1, Kecamatan Balung, yang menyambut Bupati Jember dengan mengibarkan Bendera Merah Putih. &#8220;Jembatan ini adalah jembatan utama penghubung dua desa. Dimana, dua desa ini aktivitasnya cukup tinggi dan jembatan suatu kunci untuk lebih menghidupkan perekonomian Desa Karangsemanding dan Desa Karangduren,&#8221; tambah Bupati Jember.</p>



<p>Jembatan yang diresmikan oleh Bupati Jember ini, berguna bagi masyarakat karena sebagai akses penghubung antara dua desa yang ada di Kecamatan Balung yakni Desa Karangsemanding dan Desa Karangduren.<strong> (kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201275</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
