<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>berwarna &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/berwarna/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Jul 2023 10:05:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>berwarna &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hasil Uji Lab Air Berwarna Merah di Pamekasan, DLH Sebut Bisa Sebabkan Kangker dan Gagal Ginjal</title>
		<link>https://memontum.com/hasil-uji-lab-air-berwarna-merah-di-pamekasan-dlh-sebut-bisa-sebabkan-kangker-dan-gagal-ginjal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2023 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[berwarna]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kangker]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[sebut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193132</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Teka-teki kandungan zat apa saja yang berada di aliran air sungai yang berwarna merah di Kecamatan Kota Pamekasan, akhirnya sedikit terurai. Itu setelah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, berhasil mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium. &#8220;Sebenarnya, kami mengukur 21 parameter yang keluar masih 19 parameter. Ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Teka-teki kandungan zat apa saja yang berada di aliran air sungai yang berwarna merah di Kecamatan Kota Pamekasan, akhirnya sedikit terurai. Itu setelah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, berhasil mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya, kami mengukur 21 parameter yang keluar masih 19 parameter. Ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu. Itu artinya, temperatur melebihi baku mutu, sehingga ada reaksi kimia dari air itu,&#8221; kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Pamekasan, Farhatin, Kamis (13/07/2023) tadi.</p>



<p>Menurut Farhatin, ada beberapa kandungan yang didapat usai uji lab. Seperti, sulfida, yang bisa sebabkan racun pada ikan dan berbahaya bagi tubuh manusia bila dikonsumsi. Kemudian, mengandung ecoli yang bisa menyebabkan diare apabila dikonsumsi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Di sini ada kandungan zat besi, yakni mangan, kadnium serta tembaga (Cu). Zat-zat ini merupakan logam berat yang ada pada pewarna tekstil dna kalau dikonsumsi akan menyebabkan gagal ginjal. Sementara untuk angka panjangnya, bisa sebabkan kangker,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dirinya mengatakan, ada tiga lagi dari uji laboratorium yang belum keluar. Itu karena, harus menunggu selama lima hari. Akan tetapi, air itu memang ada zat pencemarnya.</p>



<p>&#8220;Saat ini memang sudah normal airnya. Kalau pada saat itu dikonsumsi, itu akan merusak dan berbahaya. Jadi, memang ada zat pencemar tapi tidak tercemar berat,&#8221; terangnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193132</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Air Sungai di Area Kota Pamekasan Berubah Berwarna Merah</title>
		<link>https://memontum.com/air-sungai-di-area-kota-pamekasan-berubah-berwarna-merah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[area]]></category>
		<category><![CDATA[berubah]]></category>
		<category><![CDATA[berwarna]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192875</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Warga di Kecamatan Kota Pamekasan, dihebohkan dengan aliran air sungai yang berubah berwarna merah. Kehebohan itu, pun membuat warga berasumsi atau menduga-duga, jika itu dampak dari limbah pewarna batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, yang kebetulan berada di bagian atas aliran. Warga yang berada dekat Bendungan Klampar Proppo, Supriyadi, menyampaikan jika warna [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Warga di Kecamatan Kota Pamekasan, dihebohkan dengan aliran air sungai yang berubah berwarna merah. Kehebohan itu, pun membuat warga berasumsi atau menduga-duga, jika itu dampak dari limbah pewarna batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, yang kebetulan berada di bagian atas aliran.</p>



<p>Warga yang berada dekat Bendungan Klampar Proppo, Supriyadi, menyampaikan jika warna merah itu sudah terjadi sejak, Minggu (09/07/2023) kemarin siang. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui apakah air limbah pewarna batik atau tidak.</p>



<p>&#8220;Ini sudah dari kemarin. Tetapi, apakah air ini dari bekas batik atau tidak, kurang tahu. Karena sebelumnya, tidak pernah seperti ini,&#8221; katanya, Senin (10/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menambahkan, biasanya jika air limbah pewarna batik, itu tidak bertahan lama dan tidak sampai mengalir ke kota (kecamatan, red) seperti yang terjadi saat ini. &#8220;Biasanya kalau limbah pewarna batik, itu hitungan jam sudah hilang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Supriyanto, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penelusuran pada aliran air yang berwarna merah yang telah menghebohkan warga tersebut. &#8220;Masih diadakan pengecekan dan tadi kami menyusuri sungai. Itu dimulai dari depan kelurahan Jungcangcang sampai ke hulu di Bendungan Klampar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, usai melakukan penelusuran, dirinya juga mengambil sampel air untuk dilakukan uji laboratorium. Tujuannya, agar mengetahui kandungan zat pada warna merah tersebut.</p>



<p>&#8220;Sambil menunggu hasil kandungan apa yang ada dalam air itu, mohon kepada masyarakat untuk tidak menggunakan air sungai yang diduga tercemar zat pewarna untuk kepentingan rumah tangga,&#8221; jelasnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192875</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
