<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bidang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bidang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 May 2026 04:56:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bidang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Malang bersama Deputi Bidang Niaga dan Pangan Ikuti Pelaksanaan Buka Giling Rajawali I PG Krebet</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-bersama-deputi-bidang-niaga-dan-pangan-ikuti-pelaksanaan-buka-giling-rajawali-i-pg-krebet</link>
					<comments>https://memontum.com/bupati-malang-bersama-deputi-bidang-niaga-dan-pangan-ikuti-pelaksanaan-buka-giling-rajawali-i-pg-krebet#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[deputi]]></category>
		<category><![CDATA[giling]]></category>
		<category><![CDATA[krebet]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232113</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, membuka pelaksanaan kegiatan Buka Giling Rajawali I Unit Pabrik Gula (PG) Krebet 2026 di Pabrik Gula Krebet Baru II Bululawang (PG KBB), Jumat (01/05/2026) tadi. Kegiatan ini, turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Tatang Yuliono, Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Darto Wahab, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, membuka pelaksanaan kegiatan Buka Giling Rajawali I Unit Pabrik Gula (PG) Krebet 2026 di Pabrik Gula Krebet Baru II Bululawang (PG KBB), Jumat (01/05/2026) tadi. Kegiatan ini, turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Tatang Yuliono, Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Darto Wahab, Ketua Umum DPN APTRI, Soemitro Samadikoen, Ketua Umum PKPTR, Manajemen Unit Rajawali PG Krebet Baru II Bululawang, KH Hamim Kholili serta Muspika Bululawang.</p>



<p>Prosesi gelaran ini, diawali dengan penyerahan tebu dari HM Kholili kepada Direktur Utama Rajawali I, Daniyanto. Pelaksanaan yang berlangsung live streaming itu, untuk proses penggilingan ditandai dengan penekanan suling launching, tanda dimulainya giling.</p>



<p>Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Tatang Yuliono, mengatakan capaian kesuksesan hasil giling dari tahun ke tahun di PG Krebet. Dirinya melakukan kunjungan kembali ke Kabupaten Malang, khusus untuk belajar mengenai koperasi yang juga merupakan bagian penting program dari Presiden.</p>



<p>&#8220;Kabupaten Malang merupakan sentra produksi tebu. Semoga giling perdana tebu di PG KBB, nantinya mampu memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia,&#8221; katanya seraya menyampaikan salam hangat dari Menko yang berhalangan hadir dalam kesempatan itu.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Sanusi mengucapkan selamat dan sukses atas dimulainya Musim Giling Pabrik Gula Krebet Baru II tahun 2026. Menurutnya, ini menjadi momentum penting bagi sektor pergulaan daerah sekaligus penopang ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas gula.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam sambutannya, Bupati Sanusi menegaskan bahwa Kabupaten Malang memiliki potensi besar di sektor tebu, dengan ribuan hektare lahan yang tersebar di berbagai wilayah. Potensi ini, diperkuat melalui kemitraan erat antara petani tebu, pabrik gula dan pemerintah daerah. Sinergi tersebut, dinilai menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas, rendemen, serta kesejahteraan petani.</p>



<p>&#8220;Semoga giling tahun ini dapat berjalan lancar, aman dan produktif, dengan efisiensi proses produksi yang semakin baik. Peningkatan kinerja industri gula, diharapkan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani serta keberlanjutan industri gula di Kabupaten Malang. Karenanya, mari jadikan momentum ini untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis, produktif dan berkeadilan di Kabupaten Malang,” kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Direktur Utama Rajawali I, Daniyanto, mengatakan bahwa Krebet mengawali buka giling perdana di tahun 2026 di Jawa Timur, bertepatan dengan HUT PG KBB. &#8220;Kalau mundur kasihan petani tebunya, biaya produksi kebun juga mengalami kenaikan 25 persen, baik itu dari segi angkutan transportasi atau plastik. Alhamdulillah dengan perencanaan yang baik harga gula dapat bisa lebih baik dari tahun lalu. Karena tantangan kita saat ini dari biaya produksi belerang yang sulit dan mahal, mohon doa restu tahun ini keuntungan dan keberkahan bagi seluruh mitra perusahaan yang ada di wilayah PG KBB,&#8221; harapnya.</p>



<p>Komisaris Utama Rajawali I, Iqbal Andi Pakki, menambahkan kegiatan ini merupakan sebuah refleksi kesiapan perusahaan baik dari segi oprasional maupun manajerial ditengah tantangan. Dirinya mengapresiasi kepada tim produksi, mesin, pengadaan bahan baku yang lebih efektif dan efisien.</p>



<p>&#8220;Industri gula saat ini mulai mengalami fluktuasi harga, karena persaingan global. Semoga kita mampu menjaga stabilitas kualitas produksi, dengan mendorong peningkatan sinergi dengan petani maupun mitra strategis. Sehingga, target rencana perusahaan dapat tercapai dan izinkan kami berinovasi agar mampu meningkatkan produktivitas,&#8221; paparnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bupati-malang-bersama-deputi-bidang-niaga-dan-pangan-ikuti-pelaksanaan-buka-giling-rajawali-i-pg-krebet/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232113</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Ditetapkan Unesco sebagai Kota Kreatif Dunia Bidang Media Arts</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-ditetapkan-unesco-sebagai-kota-kreatif-dunia-bidang-media-arts</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[ditetapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227310</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota Malang resmi terpilih sebagai salah satu Creative City atau kota kreatif dunia oleh Unesco untuk kategori Media Arts. Penetapan tersebut, diumumkan oleh Direktur Jenderal Unesco, Audrey Azoulay, pada peringatan World Cities Day 2025 di markas besar Unesco, Paris, Prancis, Kamis (30/10/2025) lalu. Menanggapi itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota Malang resmi terpilih sebagai salah satu Creative City atau kota kreatif dunia oleh Unesco untuk kategori Media Arts. Penetapan tersebut, diumumkan oleh Direktur Jenderal Unesco, Audrey Azoulay, pada peringatan World Cities Day 2025 di markas besar Unesco, Paris, Prancis, Kamis (30/10/2025) lalu.</p>



<p>Menanggapi itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, dari enam kota di Indonesia yang diajukan, hanya Kota Malang dan Ponorogo yang berhasil masuk dalam jejaring kota kreatif dunia.</p>



<p>“Ini kebanggaan dan prestasi luar biasa. Unesco tidak main-main dalam penilaian. Prosesnya panjang dan melelahkan, bahkan mereka turun langsung ke lapangan tanpa pemberitahuan,” kata Wali Kota Wahyu, Sabtu (01/11/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakan Wali Kota Wahyu, bahwa penilaian terhadap Kota Malang sudah dilakukan sejak satu tahun lalu. Pemkot bersama pelaku ekonomi kreatif (Ekraf), media dan akademisi melengkapi berbagai persyaratan, termasuk kesiapan infrastruktur dan ekosistem pendukung Media Arts.</p>



<p>“Banyak hal yang mereka lihat, mulai dari gim, film, hingga digital storytelling. Saat mereka turun, semua sudah berjalan dengan baik. Ini bukti kerja sama antara pemerintah, pelaku ekraf, media dan masyarakat,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga menegaskan, bahwa Pemkot Malang akan terus menjaga dan mengawal posisi ini. “Sejak saya menjadi Pj hingga sekarang Wali Kota, ekraf selalu kami dorong sebagai sektor utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat pandemi pun, sektor ini tetap hidup,” tambahnya.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, hadirnya Malang Creative Center (MCC) menjadi bukti komitmen Pemkot dalam mendukung pengembangan Media Arts. “Dari MCC, banyak karya anak muda yang kini mendapat perhatian dunia. Termasuk gim dan film yang dinilai positif oleh Unesco,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Satrya Wibawa, Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk Unesco di Paris, menyebut bahwa terpilihnya Kota Malang menunjukkan pemerataan ekosistem kreatif di Indonesia. &#8220;Penambahan Kota Malang membuktikan bahwa kreativitas Indonesia tumbuh kuat di daerah yang memiliki akar budaya, inovasi digital, dan energi kolaborasi luar biasa,” tutur Satrya.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, status Creative City bukan sekadar penghargaan, tetapi juga mandat untuk memperkuat kerja sama internasional melalui program, festival, riset, serta jejaring kreatif lintas negara. Sebagai Kota Media Arts, Malang akan memiliki kesempatan luas untuk berkolaborasi dengan kota-kota kreatif dunia lain seperti Changsha (Tiongkok) dan Gwangju (Korea Selatan). <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227310</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Optimalkan DBHCHT Bidang Kesmas, DTPHP Kabupaten Malang Gelontor Alsintan untuk Poktan Tembakau</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-dbhcht-bidang-kesmas-dtphp-kabupaten-malang-gelontor-alsintan-untuk-poktan-tembakau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[DBHCHT]]></category>
		<category><![CDATA[gelontor]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kesmas,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Poktan]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226239</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Mengoptimalkan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) bidang kesejahteraan masyarakat (Kesmas), Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, menggelontorkan puluhan alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk 47 kelompok tani (Poktan) tembakau, Kamis (25/09/2025) tadi. Melalui bantuan alokasi dana di tahun 2025 itu, diharapkan kualitas dan hasil produksi tembakau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Mengoptimalkan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) bidang kesejahteraan masyarakat (Kesmas), Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, menggelontorkan puluhan alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk 47 kelompok tani (Poktan) tembakau, Kamis (25/09/2025) tadi. Melalui bantuan alokasi dana di tahun 2025 itu, diharapkan kualitas dan hasil produksi tembakau di Kabupaten Malang akan terus meningkat.</p>



<p>Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Avicenna M Saniputera, mengatakan bahwa hingga saat ini setidaknya petani di 32 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang, sudah menanam tembakau. Secara keseluruhan, sejumlah petani tergabung dalam 132 kelompok tani (Poktan). Sementara dalam penyaluran bantuan Alsintan DBHCHT tahun 2025, yang mendapatkan bantuan ada sebanyak 47 poktan.</p>



<p>“Secara keseluruhan, total anggaran yang diterima DTPHP Kabupaten Malang tahun 2025, sekitar Rp 19,794 miliar. Adapun bantuan Alsintan yang diberikan, seperti cultivator sebanyak 21 unit, alat perajang tembakau 15 unit dan kendaraan angkut roda tiga ada 11 unit,” kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Alam (DPUSDA) Kabupaten Malang.</p>



<p>Ditambahkan Avi-sapaan akrab Kepala DTPHP, dari total anggaran tersebut, ada sekitar Rp 1,3 miliar, yang dialokasikan untuk pengadaan Alsintan. Adapun penyaluran yang diberikan, yakni secara berkala kepada petani tembakau yang ada di Kabupaten Malang.</p>



<p>“Penyaluran ini diberikan secara berkala. Sehingga, tidak setiap tahun semuanya dapat. Jadi di samping infrastruktur, mereka juga ada mitra di budidaya kawasan tembakau. Karena budidaya tembakau, ini juga ada mitra. Sehingga, nanti apa yang diminta pasar, maka komoditas akan ditanam,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="432" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/09/Optimalkan-DBHCHT-Bidang-Kesmas-DTPHP-Kabupaten-Malang-Gelontor-Alsintan-untuk-Poktan-Tembakau-2.jpg?resize=600%2C432&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-226241" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/09/Optimalkan-DBHCHT-Bidang-Kesmas-DTPHP-Kabupaten-Malang-Gelontor-Alsintan-untuk-Poktan-Tembakau-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/09/Optimalkan-DBHCHT-Bidang-Kesmas-DTPHP-Kabupaten-Malang-Gelontor-Alsintan-untuk-Poktan-Tembakau-2.jpg?resize=300%2C216&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">SEREMONI: Prosesi seremoni penyerahan bantuan dari DBHCHT tahun 2025. (memontum.com/sit)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Avi juga menambahkan, Kabupaten Malang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pasar tembakau yang luar bisa. Mengingat, usaha produksi rokok yang cukup banyak, baik dari industri kecil hingga skala sesar.</p>



<p>“Malang ini cukup menjanjikan. Karena industri rokok kecil, menengah, sampai besar, itu cukup banyak di Kabupaten Malang,” papar Avi.</p>



<p>Melalui penyaluran Alsintan ini, Avi berharap agar kedepannya hasil tembakau produksi petani Kabupaten Malang, kian berkualitas. Sehingga, bisa diterima oleh pengusaha rokok yang ada di Kabupaten Malang.</p>



<p>“Salah satu harapannya, nanti perhektar itu bisa menghasilkan 10 ton daun basah. Dengan rendemen, kalau ini nanti tanamannya bagus, cuacanya mendukung, insyaallah 10 persen. Jadi, kurang lebih 1 ton perhektar tembakau kering,” terangnya.</p>



<p>Ketua Kelompok Tani Jambesari, Kecamatan Poncokusumo, Kusnan, dalam kesempatan itu mengaku sangat senang dan merasa terbantu dengan adanya pemberian bantuan Alsintan. Terlebih, dalam penerimaan bantuan tahun ini, pihaknya menerima bantuan berupa kendaraan roda tiga. Sehingga, dapat mempermudah dalam proses pengangkutan, pupuk hingga hasil panen tembakau.</p>



<p>“Bantuan ini tentunya sangat memberikan dampak positif bagi kami. Selain membawa hasil panen, tentunya juga seperti pupuk,&#8221; ujarnya. <strong>(sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226239</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Raih Penghargaan Nasional Bidang Perumahaan</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-raih-penghargaan-nasional-bidang-perumahaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 13:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[perumahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225402</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang berhasil meraih penghargaan sebagai Pemerintah Kota Terbaik Delineasi Perkotaan dalam Penganggaran di Bidang Perumahan dalam APBD Kabupaten dan Kota, pada peringatan Hari Perumahan Nasional 2025 yang digelar Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, di Jakarta, Senin (25/08/2025) tadi. Penghargaan tersebut, diserahkan langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang berhasil meraih penghargaan sebagai Pemerintah Kota Terbaik Delineasi Perkotaan dalam Penganggaran di Bidang Perumahan dalam APBD Kabupaten dan Kota, pada peringatan Hari Perumahan Nasional 2025 yang digelar Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, di Jakarta, Senin (25/08/2025) tadi. Penghargaan tersebut, diserahkan langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, kepada Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir bersama Kepala DPUPRPKP, Dandung Djulharjanto serta Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan bahwa apresiasi tersebut menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab besar bagi Pemkot Malang. &#8220;Penghargaan ini juga menjadi bukti bahwa Kota Malang sungguh-sungguh mendukung dan mewujudkan salah satu program strategis nasional, yakni pembangunan 3 juta rumah bagi rakyat Indonesia. Secara akumulatif, postur APBD kita dinilai pro perumahan rakyat oleh Pak Menteri,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, ditegaskannya bahwa komitmen Pemkot Malang terhadap penganggaran di bidang perumahan telah berlangsung konsisten. Upaya ini , tidak hanya mendukung program nasional pembangunan 3 juta rumah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan melalui program bedah rumah untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Pemkot Malang juga memberikan dukungan penganggaran untuk pembangunan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) perumahan bersubsidi. &#8220;Dengan intervensi berlapis ini, ribuan keluarga berpenghasilan rendah di Kota Malang sudah merasakan manfaat nyata berupa hunian yang lebih layak, sehat, dan manusiawi,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, acara peringatan Hari Perumahan Nasional tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh penting. Mulai dari para Menteri Perumahan periode sebelumnya, Ketua Satgas Perumahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, Menteri PAN-RB, Jaksa Agung, Wakapolri, pimpinan Kementerian/Lembaga lainnya, serta para gubernur, wali kota dan bupati penerima penghargaan.</p>



<p>Kehadiran para pejabat tinggi negara itu semakin menegaskan bahwa sektor perumahan merupakan agenda strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.</p>



<p>“Ini semua menjadi pondasi penting bagi pembangunan Kota Malang yang inklusif, berkeadilan, dan menempatkan kesejahteraan warga sebagai prioritas utama,” imbuh Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225402</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Alokasi DBHCHT Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Disperindag Malang Gelar Pelatihan Giling Rokok</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-alokasi-dbhcht-bidang-kesejahteraan-masyarakat-disperindag-malang-gelar-pelatihan-giling-rokok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alokasi]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[DBHCHT]]></category>
		<category><![CDATA[disperindag]]></category>
		<category><![CDATA[giling]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225371</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggelar pelatihan Giling Rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT), dengan memanfaatkan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT), Senin (25/08/2025) tadi. Adapun alokasi dana yang dioptimalkan itu, yakni untuk anggaran tahun 2025. ‎Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Fuad Fauzi, mengatakan bahwa pelatihan giling rokok yang dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggelar pelatihan Giling Rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT), dengan memanfaatkan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT), Senin (25/08/2025) tadi. Adapun alokasi dana yang dioptimalkan itu, yakni untuk anggaran tahun 2025.</p>



<p>‎Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Fuad Fauzi, mengatakan bahwa pelatihan giling rokok yang dilakukan adalah merupakan kegiatan lanjutan atau tahap yang ke tujuh. Yang mana untuk pelaksanaan, diikuti sekitar 50 peserta.</p>



<p>‎&#8221;Hingga hari ini atau pelatihan yang ke tujuh ini, sudah ada sekitar 350 peserta yang kita latih untuk pelatihan gilingan sigaret kretek,&#8221; kata Fuad.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="432" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/08/Manfaatkan-Alokasi-DBHCHT-Bidang-Kesejahteraan-Masyarakat-Disperindag-Malang-Gelar-Pelatihan-Giling-Rokok-2.jpg?resize=600%2C432&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-225373" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/08/Manfaatkan-Alokasi-DBHCHT-Bidang-Kesejahteraan-Masyarakat-Disperindag-Malang-Gelar-Pelatihan-Giling-Rokok-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/08/Manfaatkan-Alokasi-DBHCHT-Bidang-Kesejahteraan-Masyarakat-Disperindag-Malang-Gelar-Pelatihan-Giling-Rokok-2.jpg?resize=300%2C216&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">PELATIHAN: Pelaksanaan pelatihan yang diikuti oleh sejumlah peserta. (ist)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Ditambahkannya, bahwa pertumbuhan industri hasil tembakau (IHT) di Kabupaten Malang, terus berkembang. Karenanya, ini akan terus menyerap banyak tenaga kerja, terutama pegawai di produksi giling rokok.</p>



<p>Karenanya, lanjut Fuad, melalui pelatihan yang dilakukan, diharapkan mampu memberikan peningkatan keterampilan produksi dari sumber daya manusia IHT di Kabupaten Malang. &#8220;Jadi pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas dari pekerja, yang saat ini menjadi tenaga magang di beberapa perusahaan rokok. Mengingat, di lapangan sekarang banyak kekurangan tenaga linting,&#8221; ujarnya.</p>



<p>‎Sesuai data dari Kantor Bea Cukai, ungkap Fuad, kebutuhan tenaga linting ada sekitar 7000 orang, untuk di Kabupaten Malang. Namun saat ini, pihaknya baru bisa melatih sekitar 500 orang. Sedangkan, Disperindag sendiri memiliki kewenangan untuk membina industri-industri tembakau.</p>



<p>&#8220;Kita telah melakukan pelatihan hingga peningkatan kapasitas. Mudah-mudahan ke depan, itu bisa kita tingkatkan lagi. Sementara untuk kegiatan ini, itu akan dilakukan selama lima hari dan setiap hari akan kita lakukan evaluasi. Adapun targetnya, yaitu peserta akan mampu melinting hingga seribu rokok,&#8221; ungkapnya. <strong>(sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225371</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Maksimalkan DBHCHT Bidang Kesehatan, RSUD Kanjuruhan Sasar Peningkatan Sarpras hingga UGD</title>
		<link>https://memontum.com/maksimalkan-dbhcht-bidang-kesehatan-rsud-kanjuruhan-sasar-peningkatan-sarpras-hingga-ugd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[DBHCHT]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[maksimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sarpras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224846</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, di tahun 2025, mendapat alokasi awal dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) senilai Rp 32,754 miliar. Alokasi untuk Bidang Kesehatan itu, dimaksimalkan RSUD Kanjuruhan untuk beberapa item, yakni untuk peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat. Direktur Utama RSUD Kanjuruhan, Nur Rochmah, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, di tahun 2025, mendapat alokasi awal dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) senilai Rp 32,754 miliar. Alokasi untuk Bidang Kesehatan itu, dimaksimalkan RSUD Kanjuruhan untuk beberapa item, yakni untuk peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat.</p>



<p>Direktur Utama RSUD Kanjuruhan, Nur Rochmah, mengatakan bahwa anggaran DBHCHT sebesar Rp 32,754 miliar, adalah sebelum perubahan (rencana kerja perubahan). Sementara, sampai triwulan ke-2 (Juni, red) kemarin, realisasi secara anggaran masih 0 persen, tetapi secara proses pengadaan sudah 100 persen.</p>



<p>Ditambahkannya, beberapa item kegiatan yang dimaksimalkan dari DBHCHT, yakni seperti penyediaan peningkatan pemeliharaan sarana dan prasarana (Sarpras) fasilitas kesehatan (Faskes) yang terdiri dari pengadaan alat kesehatan. Dari total enam unit, ada lima unit untuk berangkat transfer pasien dan satu unit PACS.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="422" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/08/Maksimalkan-DBHCHT-Bidang-Kesehatan-RSUD-Kanjuruhan-Sasar-Peningkatan-Sarpras-hingga-UGD-2.jpg?resize=600%2C422&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-224848" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/08/Maksimalkan-DBHCHT-Bidang-Kesehatan-RSUD-Kanjuruhan-Sasar-Peningkatan-Sarpras-hingga-UGD-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/08/Maksimalkan-DBHCHT-Bidang-Kesehatan-RSUD-Kanjuruhan-Sasar-Peningkatan-Sarpras-hingga-UGD-2.jpg?resize=300%2C211&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">DIREKSI: Direktur Utama RSUD Kanjuruhan bersama direksi. (memontum.com/sit)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Kemudian, tambah mantan Dirut RSUD Lawang, yaitu pembangunan fasilitas kesehatan lain di RSUD Kanjuruhan. Fasilitas yang dimaksud, yakni pembangunan perluasan UGD Lantai 1 sampai dengan Lantai 4.</p>



<p>&#8220;Kegiatan lainnya, yaitu pemeliharaan rehabilitasi dan pemeliharaan rumah sakit. Khusus ini, ada rehabilitasi Gedung Diponegoro. Kemudian, juga ada pemeliharaan rutin dan berkala alat kesehatan dan alat penunjang medis. Khusus ini, ada pemeliharaan alat-alat canggih di RSUD Kanjuruhan. Beberapa item itu, menggunakan anggaran DBHCHT senilai Rp 32,754 miliar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Masih menurut Nur Rochmah, secara khusus penggunaan alat-alat yaitu untuk menunjang UGD dan juga untuk radiologi alat kesehatan. Sedangkan untuk alat berangkat transfer pasien yang dimaksudkan, yakni Picture Archiving and Communication System (PACS).</p>



<p>&#8220;Itu perangkat keras dan lunak untuk radiologi. Jadi gunanya, itu untuk alat-alat hasil pemeriksaan radiologi itu akan didistribusikan langsung secara digital kepada dokter pelaksana. Jadi, di situ ada komunikasi juga antara dokter pelaksana langsung kepada dokter radiologinya. Sehingga, lebih mempercepat dan akurasi datanya lebih baik lagi,&#8221; ujarnya. <strong>(sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224846</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Deputi Bidang Kreativitas Kemenparekraf Dibuat Terpesona Parade Jember Fashion Carnival Artwear 2025</title>
		<link>https://memontum.com/deputi-bidang-kreativitas-kemenparekraf-dibuat-terpesona-parade-jember-fashion-carnival-artwear-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[artwear]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[deputi]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas,]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[terpesona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224834</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, hadir secara langsung di Jember Fashion Carnival (JFC) Artwear 2025, Sabtu (09/08/2025) tadi. Di momen yang berharga itu, juga turut hadir perwakilan Kantor Staf Kepresidenan RI serta Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, hadir secara langsung di Jember Fashion Carnival (JFC) Artwear 2025, Sabtu (09/08/2025) tadi. Di momen yang berharga itu, juga turut hadir perwakilan Kantor Staf Kepresidenan RI serta Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Yuke Sri Rahayu.</p>



<p>“Busana yang ditampilkan para talent JFC ini membawa pesan budaya, alam, sejarah hingga isu-isu kontemporer, yang kesemuanya disampaikan dengan cara yang indah dan menawan,” kata Kemenparekraf Yuke.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengajak masyarakat, untuk terlibat dalam menguatkan ekosistem kreatif lokal. Menurutnya, dukungan terhadap desainer muda adalah investasi masa depan, agar karya-karya mereka mampu menembus pasar nasional hingga internasional.</p>



<p>Karya-karya yang dipamerkan malam itu, imbuhnya, didominasi oleh rancangan desainer lokal Jember, yang kualitasnya bersaing dengan karya internasional. Setiap busana, hadir sebagai &#8216;wearable art&#8217; yang memadukan estetika tinggi, warisan budaya dan ide-ide segar yang penuh imajinasi.</p>



<p>Gelaran JFC Artwear 2025 sendiri, kembali menegaskan posisi Jember sebagai pusat kreativitas dan inovasi seni yang berkelas dunia. Perpaduan busana, musik dan cahaya malam itu bukan sekadar hiburan, melainkan perayaan identitas dan semangat kreatif yang terus hidup di Bumi Pandhalungan. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224834</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cek Kesehatan Gratis Kabupaten Malang Dikunjungi Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Kemenko PM</title>
		<link>https://memontum.com/cek-kesehatan-gratis-kabupaten-malang-dikunjungi-deputi-bidang-koordinasi-pemberdayaan-kemenko-pm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[deputi]]></category>
		<category><![CDATA[dikunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kemenko]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228236</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib bersama Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Leontinus Alpha Edison, mengunjungi pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren Al-Ishlahiyah, Kecamatan Singosari, Jumat (08/08/2025) tadi. Pelaksanaan yang diikuti lebih dari 400 peserta, yang terdiri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib bersama Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Leontinus Alpha Edison, mengunjungi pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren Al-Ishlahiyah, Kecamatan Singosari, Jumat (08/08/2025) tadi. Pelaksanaan yang diikuti lebih dari 400 peserta, yang terdiri dari santri, pengajar, orang tua, serta masyarakat sekitar itu, memberikan layanan kesehatan tanpa biaya sebagai upaya deteksi dini untuk mencegah penyakit serius di Kabupaten Malang.</p>



<p>Deputi Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan bahwa keberhasilan Program CKG sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. “Kalau mau cepat dan skalanya besar, kolaborasi antara pusat dan daerah menjadi keharusan. Tidak bisa hanya satu pihak yang memikul tanggung jawab,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menyebutkan, bahwa program ini dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pesantren yang dinilai memiliki peran penting dalam pendidikan dan pembinaan generasi muda. “Pemerintah tidak akan pernah melupakan pesantren. Pendidikan berbasis agama punya kontribusi besar. Kami pastikan mereka juga mendapatkan manfaat dari Program CKG,” urainya.</p>



<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Ivan Drie, mengatakan bahwa CKG merupakan bagian dari visi besar Asta Cita Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya layanan kesehatan preventif dan terjangkau bagi semua. “Kami dari Dinas Kesehatan siap mendukung penuh agar program ini berjalan sesuai harapan,” tegasnya.</p>



<p>Program CKG di Kabupaten Malang menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan dasar, dengan pendekatan inklusif yang melibatkan lembaga pendidikan dan keagamaan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. <strong>(ser/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228236</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jadi Tuan Rumah Konkernas PPHI, PGI dan PEGI, Wali Kota Wahyu Dorong Kolaborasi Bidang Kesehatan</title>
		<link>https://memontum.com/jadi-tuan-rumah-konkernas-pphi-pgi-dan-pegi-wali-kota-wahyu-dorong-kolaborasi-bidang-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[konkernas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224074</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota Malang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Simposium dan Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) 2025 yang mengintegrasikan tiga organisasi profesi di bidang kesehatan pencernaan, yakni Gabungan Pengurus Besar Pusat Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia (PGI) dan Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI). Kegiatan nasional tersebut, digelar selama empat hari, atau mulai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota Malang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Simposium dan Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) 2025 yang mengintegrasikan tiga organisasi profesi di bidang kesehatan pencernaan, yakni Gabungan Pengurus Besar Pusat Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia (PGI) dan Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI). Kegiatan nasional tersebut, digelar selama empat hari, atau mulai 16 hingga 19 Juli 2025, di salah satu hotel Kota Malang, sekaligus dirangkai dengan Malang Gastroenterohepatology Update (MGU) ke-14.</p>



<p>Prosesi acara itu, dibuka secara resmi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Jumat (18/07/2025) tadi. Dalam sambutannya, Wali Kota Wahyu menyampaikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan forum ilmiah yang dinilai tidak hanya menjadi wahana pertukaran ilmu dan pengalaman, tetapi juga memperkuat jejaring antar profesional kesehatan.</p>



<p>&#8220;Simposium dan Konkernas ini bukan sekadar pertemuan ilmiah, tetapi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Saya mengapresiasi sinergi dari PPHI, PGI dan PEGI,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga menilai, bahwa melalui tema kegiatan, &#8216;Innovations in Gastroenterohepatology and Pancreatobiliary Medicine: Navigating the Future of Digestive Health and Disease Management,&#8217; sangat sejalan dengan program Dasa Bakti Ngalam Tahes yang tengah diusung Pemerintah Kota Malang. Program tersebut, menekankan peningkatan pelayanan kesehatan yang tanggap, adil, manusiawi dan berkelanjutan, dari ibu hamil hingga Lansia.</p>



<p>&#8220;Forum ini memperkaya perspektif kami dan menjadi sarana menyelaraskan kebijakan dengan kebutuhan nyata di lapangan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain mendorong kolaborasi dan pertukaran ilmu, Pemkot Malang juga terus memperkuat layanan primer melalui digitalisasi sistem kesehatan, integrasi data dan peningkatan kapasitas SDM tenaga kesehatan berbasis empati.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi forum penting untuk menguatkan peran para spesialis dalam menangani penyakit pada saluran cerna, khususnya lambung (gastro), usus (entero) dan hati (hepar).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“MGU ke-14 ini adalah forum tahunan dan tahun ini Kota Malang menjadi tuan rumah. Dari tema yang dibawakan, fokusnya adalah bagaimana dokter bisa mendeteksi secara dini gejala-gejala pada sistem pencernaan sebelum berkembang menjadi kondisi lanjut,” ujar Husnul.</p>



<p>Menurutnya, penyakit-penyakit pencernaan yang tidak menular seperti gastritis, hepatitis dan gangguan usus masih cukup banyak terjadi di masyarakat, namun sering terlambat tertangani. &#8220;Sehingga dengan adanya kegiatan ini dokter spesialis ini nanti mampu memberikan edukasi, mampu mendeteksi awal,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam simposium tersebut, juga didukung pameran alat medis terbaru yang menunjang diagnosis dan penatalaksanaan pasien dengan gangguan gastrointestinal. “Alat-alat penunjang seperti endoskopi, deteksi biomarker dan lainnya dipamerkan di sini. Dokter bisa langsung melihat dan memahami inovasi alat terbaru yang tersedia,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Dr dr Bogi Pratomo Wibowo, SpPD-KGEH, menyebut bahwa simposium kali ini merupakan pertemuan besar yang menyatukan tiga perhimpunan besar di bidangnya. “Dengan bersatunya PPHI, PGI, dan PEGI serta MGU ke-14, sinergi ini diharapkan menciptakan gelombang inovasi dan diseminasi ilmu yang masif dan komprehensif, dari riset dasar hingga aplikasi klinis,” tutur Bogi.</p>



<p>Lebih lanjut dr Bogi juga menyoroti perkembangan ilmu pengetahuan di bidang gastroenterohepatologi dalam beberapa dekade terakhir. Mulai dari endoskopi diagnostik hingga terapi intervensi minimal invasif dan pendekatan berbasis molekuler.</p>



<p>“Konferensi ini menjadi katalis untuk terus mendorong batas-batas pengetahuan, dengan sesi-sesi yang membahas mulai dari mikrobiota usus, imunopatogenesis IBD, hingga manajemen kanker hati. Ini momentum penting bagi kita semua untuk memperbarui wawasan klinis dan memperkuat jejaring ilmiah,” lanjut dr Bogi.</p>



<p>Sebagai informasi, kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 300 peserta dari seluruh Indonesia, termasuk dokter spesialis, perawat, peneliti dan akademisi. Selama empat hari penyelenggaraan, para peserta mengikuti rangkaian simposium ilmiah, diskusi panel, pelatihan teknologi medis, hingga studi kasus klinis. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224074</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
