<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bidikan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bidikan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Dec 2025 09:55:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bidikan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hadapi Nataru, Keselamatan Jalan di Tengah Puncak Bencana Hidrometeorologi Jadi Bidikan Dishub</title>
		<link>https://memontum.com/hadapi-nataru-keselamatan-jalan-di-tengah-puncak-bencana-hidrometeorologi-jadi-bidikan-dishub</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[puncak]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228625</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menegaskan bahwa fokus pengamanan tahun ini tidak hanya pada urusan kemacetan. Tetapi, juga pada ancaman bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat sepanjang Desember 2025. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa pada tahun ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menegaskan bahwa fokus pengamanan tahun ini tidak hanya pada urusan kemacetan. Tetapi, juga pada ancaman bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat sepanjang Desember 2025.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa pada tahun ini pemerintah pusat memberi atensi khusus terkait risiko bencana. Yakni Pemerintah Daerah (Pemda) diminta memastikan keselamatan pengguna jalan dan wisatawan tetap terjaga.</p>



<p>“Ada atensi dari Kemendagri. Pemda tidak boleh hanya fokus pada kemacetan, tapi juga harus mengantisipasi titik-titik rawan bencana,” ujar Jaya-sapaannya, Rabu (10/12/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, data BMKG menunjukkan pada Desember menjadi puncak musim hujan. Kondisi itu dapat mempengaruhi kualitas jalan hingga meningkatkan potensi kecelakaan dan gangguan arus lalu lintas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Curah hujan cukup tinggi, sehingga kewaspadaan harus ditambah. Kondisi jalan di beberapa titik memang sangat dipengaruhi oleh cuaca,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa ada empat titik rawan banjir, yakni di Jalan Galunggung, Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Letjen S Parman dan Jalan Soekarno-Hatta. Sementara, untuk titik rawan pohon tumbang berada di Jalan Veteran, Danau Jonge, Ki Ageng Gribig dan Mayjend Sungkono.</p>



<p>“Titik-titik rawan ini akan kami pantau secara khusus. Kalau terjadi kondisi darurat, rekayasa lalu lintas bisa diterapkan sewaktu-waktu,” lanjutnya.</p>



<p>Di tahun 2025 ini, Dishub Kota Malang memprediksi adanya kenaikan volume kendaraan yang mencapai 10 persen. Titik-titik yang berpotensi padat antara lain, Koridor Kayutangan Heritage, Mal dan jalur masuk kota, yakni di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Tlogomas.</p>



<p>&#8220;Untuk malam pergantian tahun, belum ada rencana penutupan jalan di Kayutangan Heritage. Namun, petugas akan disiagakan untuk menjaga kelancaran warga,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228625</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Screening Gratis dan Pola Hidup Sehat Jadi Bidikan Dinkes Kabupaten Malang dalam Optimalkan Kesehatan</title>
		<link>https://memontum.com/screening-gratis-dan-pola-hidup-sehat-jadi-bidikan-dinkes-kabupaten-malang-dalam-optimalkan-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215079</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Gelaran pendekatan layanan masyarakat melalui Subuh Keliling (Suling) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Malang, boleh jadi untuk sementara pasif, selama momen Pilkada 2024 ini. Hanya saja, program kegiatan yang sasarannya untuk masyarakat itu, akan terus dikawal oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Hal ini, sebagaimana disampaikan Sekretaris Dinkes [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Gelaran pendekatan layanan masyarakat melalui Subuh Keliling (Suling) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Malang, boleh jadi untuk sementara pasif, selama momen Pilkada 2024 ini. Hanya saja, program kegiatan yang sasarannya untuk masyarakat itu, akan terus dikawal oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.</p>



<p>Hal ini, sebagaimana disampaikan Sekretaris Dinkes Kabupaten Malang, Puji Hadi Prasetyo. Dijelaskannya, bahwa salah satu pendekatan yang dilakukan dinas (Dinkes, red) selain dengan menyediakan sarana dan prasarana kesehatan mulai Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di masing-masing kecamatan, juga melalui program yang bersentuhan dengan masyarakat. Salah satunya, seperti program Suling, dimana setiap pelaksanaan selalu menstandbykan tenaga kesehatan (Nakes) untuk menjangkau pemeriksaan kesehatan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Untuk program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti Suling, ini akan terus kita kawal. Karena dalam pelaksanaan ini, masyarakat bisa memeriksakan langsung kondisi kesehatannya. Sehingga, dinas bisa langsung menjangkau kesehatan yang ada di masyarakat, selain keberadaan Puskesmas dan Pustu disetiap kecamatan,&#8221; kata Puji, Minggu (06/10/2024) tadi.</p>



<p>Untuk memaksimalkan layanan ini, tambah Puji, dinas akan senantiasa menstandbykan petugas tenaga kesehatan (Nakes). Sementara untuk layanan kesehatan gratis bagi seluruh jamaah Salat Subuh dan masyarakat yang diberikan, mulai pemeriksaan hingga pengobatan awal.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Screening kesehatan ini sifatnya semua. Jadi, layanan yang diberikan beragam. Seperti pemeriksaan gula darah, tekanan darah, kolesterol atau kondisi kesehatan hingga lingkar perut. Jadi, semua dilakukan pemeriksaan secara gratis,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Agar pelaksanaan ini efektif, imbuhnya, dalam setiap gelaran akan ada sekitar 10 Nakes yang standby. Sehingga, masyarakat bisa dengan mudah dan lancar terlayani.</p>



<p>“Untuk tenaga medisnya, itu melibatkan tenaga di Puskesmas. Karenanya, layanan yang diberikan terus ada di setiap pelaksanaan kegiatan Suling Bupati. Sementara jumlah Nakes yang diturunkan, bisa mencapai 10 atau lebih. Tergantung dari kondisi di lapangan,” terangnya</p>



<p>Selain pemeriksaan kesehatan, ujarnya, hal yang tidak kalah pentingnya juga sosialisasi mengenai pola hidup sehat. Sehingga, masyarakat menjadi paham, bagaimana pola yang harus dilakukan. Dengan begitu, kondisi kesehatan masyarakat bisa senantiasa baik.</p>



<p>&#8220;Bagaimana pola hidup sehat, itu juga menjadi bagian penting untuk diberikan kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa mulai menata dan menghindari hal-hal yang kurang mendukung kesehatan mereka,&#8221; ujarnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215079</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Sekardadu Banyuwangi Kembali Digulirkan, Bidikan Diperluas ke Sektor Pariwisata</title>
		<link>https://memontum.com/program-sekardadu-banyuwangi-kembali-digulirkan-bidikan-diperluas-ke-sektor-pariwisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digulirkan,]]></category>
		<category><![CDATA[diperluas]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sekardadu]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206739</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) yang digeber Kabupaten Banyuwangi sejak 2022, kembali dilanjutkan, Rabu (06/03/2024) tadi. Selain berfungsi menjaga daerah aliran sungai (DAS), program yang masuk Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur tahun 2023 tersebut, juga diperluas ke sektor wisata. Disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bahwa Sekardadu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) yang digeber Kabupaten Banyuwangi sejak 2022, kembali dilanjutkan, Rabu (06/03/2024) tadi. Selain berfungsi menjaga daerah aliran sungai (DAS), program yang masuk Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur tahun 2023 tersebut, juga diperluas ke sektor wisata.</p>



<p>Disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bahwa Sekardadu merupakan program kolaboratif yang melibatkan lintas sektoral termasuk pelajar dari semua tingkatan pendidikan. Baik mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi dan pondok pesantren, untuk bersama-sama merawat kebersihan sungai yang ada di sekitar lingkungannya.</p>



<p>“Tujuan dari program ini masih sama, menjaga dan merawat kebersihan sungai. Mulai daerah tangkapan air mulai hulu hingga hilir. Sekardadu mendorong kesadaran masyarakat terhadap kelestarian alam, agar ekosistem terjaga dengan baik,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani, dalam kick off di Wisata Jopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah.</p>



<p>Selain merawat aliran sungai melalui Program Sekardadu, paparnya, diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Seperti di kawasan aliran Sungai Jopuro yang menjadi destinasi wisata air.</p>



<p>Wisata Jopuro memanfaatkan sumber mata air Sumber Mengarang, yang berfungsi sebagai perairan sawah dan sumber air bersih untuk Hippam. Jopuro sendiri memiliki saluran irigasi yang airnya jernih dan dimanfaatkan masyarakat menjadi destinasi wisata pemandian alami dengan landskap yang sejuk dan asri.</p>



<p>Jopuro juga dijadikan lokasi eduekowisata alam yang dapat memberikan edukasi kepada anak-anak maupun masyarakat sekitar tentang keanekaragaman hayati. Ipuk mengatakan, Jopuro dapat menjadi pilot plan pembangunan destinasi wisata sumber daya air, yang dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak kelestarian alam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jadi tidak hanya merawat daerah aliran sungai, tapi juga bisa berdampak pada sosial ekonomi masyarakat. Diharapkan dengan Sekardadu akan muncul Jopuro-Jopuro baru di Banyuwangi,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan, Guntur Priambodo, menambahkan jika gelaran ini melibatkan hingga 141 sekolah mulai SD hingga perguruan tinggi, dengan jumlah kader 272.780 siswa. Panjang aliran sungai yang dirawat mencapai 35 ribu meter.</p>



<p>Program ini mengedukasi para pelajar dan mahasiswa secara aktif bagaimana menjaga kebersihan sungai dan lingkungannya. Mereka diangkat sebagai &#8216;Duta Sekardadu&#8217; dan bertugas mengajak teman maupun masyarakat untuk bersama-sama merawat daerah aliran sungai di lingkungannya.</p>



<p>&#8220;Di Program Sekardadu juga melibatkan masyarakat untuk melakukan kerja bakti bersih sungai, menanam tanaman di pinggiran sungai serta penyebaran bibit ikan yang ikut menjaga ekosistem sungai,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kini, tambahnya, Sekardadu menargetkan memperluas radius menjadi 2 km dari sungai atau saluran. Sehingga, lebih banyak lembaga pendidikan terlibat. Bahkan di tahun 2024, Sekardadu juga akan menerapkan mekanisme monitoring melalui sistem aplikasi untuk mempermudah pengawasan dan meningkatkan keaktifan lembaga pendidikan dalam menjalankan program.</p>



<p>&#8220;Dengan demikian, nantinya memudahkan untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan program,&#8221; papar Guntur. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206739</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
