<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>biogas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/biogas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Jun 2024 13:12:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>biogas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pj Wahyu Apresiasi Pengelolaan Limbah UMKM Keripik Tempe Sanan Jadi Biogas</title>
		<link>https://memontum.com/pj-wahyu-apresiasi-pengelolaan-limbah-umkm-keripik-tempe-sanan-jadi-biogas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[biogas]]></category>
		<category><![CDATA[keripik]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210776</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi pengelolaan limbah ampas kedelai di wilayah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Keripik Tempe Sanan. Sebab dalam tahapannya, limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi biogas. Sehingga, apabila terjadi kelangkaan LPG, biogas tersebut dapat menjadi solusi. “Jadi ini saya rasa bagus dan mereka kreatif. Ampasnya ini untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi pengelolaan limbah ampas kedelai di wilayah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Keripik Tempe Sanan. Sebab dalam tahapannya, limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi biogas. Sehingga, apabila terjadi kelangkaan LPG, biogas tersebut dapat menjadi solusi.</p>



<p>“Jadi ini saya rasa bagus dan mereka kreatif. Ampasnya ini untuk makan hewan sapi, kemudian kotorannya itu digunakan untuk biogas. Nah, biogas ini ternyata juga ada briketnya,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Sabtu (15/06/2024) tadi.</p>



<p>Sehingga, dalam hal ini menurutnya Pemerintah Kota Malang melalui dinas terkait juga dapat memberikan pendampingan mengenai pengelolaan limbah tersebut. Terlebih, saat ini juga telah banyak daerah-daerah yang memanfaatkan limbah menjadi bahan bakar alternatif.</p>



<p>“Ini nanti saya akan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau dinas yang menangani leading sektornya bisa untuk belajar atau bertanya pada perguruan tinggi untuk bisa mendampingi terkait dengan pemanfaatan briket tersebut,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua RW 15 Jalan Sanan, Ivan Kuncoro, menyampaikan bahwa limbah tersebut berbentuk cair dan padat. Itu memang dipergunakan untuk penggemukan sapi yang ada di wilayah tersebut.</p>



<p>“Di sini kan memang sentra kuliner dan ternak, itu memang bertolak belakang. Akhirnya bagaimana caranya kita bikin biogas itu dari limbah sapi,” kata Ivan.</p>



<p>Ivan sendiri mengakui bahwa untuk pakan sapi saja sebenarnya sudah mencukupi, akan tetapi kalau ditambah dengan limbah kedelai maka akan lebih bagus untuk perkembangan dan pertumbuhan sapi. Walaupun di sisi lain itu juga berpengaruh untuk mengurangi penumpukan limbah kedelai.</p>



<p>“Kalau tidak ada sapi permasalahan kita lebih komplit karena kalau limbah kedelai ini nginep itu sudah bau. Sedangkan kalau limbah sapi mungkin masih aman-aman saja kalau nginep sehari atau dua hari,” imbuh Ivan. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210776</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berhasil Olah Biogas, Warga Dusun Brau Tak Lagi Manfaatkan LPG</title>
		<link>https://memontum.com/berhasil-olah-biogas-warga-dusun-brau-tak-lagi-manfaatkan-lpg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2023 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[biogas]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198461</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 120 Kepala Keluarga (KK) di satu RW dan empat RT yang berada di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, berhasil memanfaatkan kotoran sapi perah untuk diolah menjadi biogas. Karena pemanfaatan itu pula, hampir 50 persen KK di kawasan itu, tidak lagi memanfaatkan LPG untuk keperluan sehari-hari. Penggagas Biogas Dusun Brau, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak 120 Kepala Keluarga (KK) di satu RW dan empat RT yang berada di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, berhasil memanfaatkan kotoran sapi perah untuk diolah menjadi biogas. Karena pemanfaatan itu pula, hampir 50 persen KK di kawasan itu, tidak lagi memanfaatkan LPG untuk keperluan sehari-hari.</p>



<p>Penggagas Biogas Dusun Brau, Muhammad Munir, mengatakan bahwa tujuan awal pemanfaatan ini adalah agar kotoran sapi supaya tidak menjadi polusi. Karenanya, mulai digagas untuk dirubah menjadi biogas sejak tahun 2015.</p>



<p>&#8220;Pemanfaatan ini sudah berlangsung sejak lama. Karenanya, sekarang warga sudah tidak lagi memanfaatkan LPG,&#8221; katanya, Selasa (19/09/2023) tadi.</p>



<p>Pengolahan menjadi biogas ini, paparnya, tidak lepas dari banyaknya populasi sapi di Dusun Brau. Yakni, secara keseluruhan ada sekitar 700 ekor, karena hampir semua warga memelihara sapi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Untuk teknik pembuatan yang dilakukan, itu masih secara manual. Yakni, kotoran sapi dikumpulkan dalam bak penampungan sementara untuk diaduk. Dimana, untuk takarannya satu liter air ditambah satu kilogram kotoran.</p>



<p>Kemudian, hasil adukan itu dialirkan menuju digester atau bak penampungan limbah organik dari kotoran sapi. Berikutnya, disalurkan ke pipa untuk dijadikan biogas,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Salah satu warga pengguna biogas, Sugianto, mengungkapkan jika selama menggunakan biogas tidak pernah menggunakan LPG. Sementara untuk limbah dari sisa biogas, berupa ampas kotoran sapi atau sluri, yang bisa dijadikan pupuk untuk tanaman.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, sejak menggunakan biogas dari tahun 2015, saya tidak membutuhkan LPG. Sementara limbah dari biogas, itu juga bisa dimanfaatkan untuk pupuk. Tentunya, ini sangat membantu saya dan keluarga,&#8221; paparnya.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198461</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Akan Dibangun di TPA Supiturang</title>
		<link>https://memontum.com/pembangkit-listrik-tenaga-sampah-akan-dibangun-di-tpa-supiturang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2021 12:34:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[biogas]]></category>
		<category><![CDATA[dinas koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[diskopindag]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah Indar Parawansa]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Menumpuk]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Pembuangan Akhir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137006</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam kunjungannya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supiturang, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendukung dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) di lokasi ini. Pasalnya, sanitary landfill di TPA ini pun juga sudah dipersiapkan. &#8220;Ini merupakan proses yang kita harapkan bisa memberikan nilai tambah yang rencananya 2 tahun lagi bisa menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam kunjungannya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supiturang, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendukung dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) di lokasi ini. Pasalnya, sanitary landfill di TPA ini pun juga sudah dipersiapkan.</p>



<p>&#8220;Ini merupakan proses yang kita harapkan bisa memberikan nilai tambah yang rencananya 2 tahun lagi bisa menjadi PLTS. Proses ini sudah dimulai dengan menyiapkan sanitary landfill,&#8221; ujar Khofifah, Selasa (16/03) tadi.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto, mengatakan, bahwa Kota Malang memiliki potensi sekitar hampir 700 ton sampah setiap harinya. Dimana yang masuk ke TPA sekitar 400 ton, sisanya dikomposting dan diletakkan di bank sampah.</p>



<p>&#8220;Nanti di lokasi yang ditinjau pak Wali dan bu Gubernur akan ada dua kegiatan, pemilahan dan masuk pencacahan untuk plastik, dan komposting untuk yang organik. Untuk sampah nonorganik larinya di sanitary landfill,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/137001-wali-kota-malang-dampingi-gubernur-jatim-tinjau-tpa-supiturang-yang-ditunjuk-program-tpa-eric#ixzz6pHGYWX64" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Wali Kota Malang Dampingi Gubernur Jatim Tinjau TPA Supiturang yang Ditunjuk Program TPA-ERIC</a></strong></p>



<p>Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Wahyu itu menjelaskan akan ada sistem sampah menumpuk. Sehingga dari tumpukan sampah itu akan keluar cairan sampah atau yang biasa disebut leachate.</p>



<p>&#8220;Jadi nanti dari sampah akan ditumpuki oleh koral yang memiliki sifat menyaring. Nah leachate yang dihasilkan akan mengeluarkan gas metan yang ditangkap dan ditampung pakai pipa-pipa dan masuk ke kolam. Kemudian nanti dipadatkan lagi dengan menggunakan teknologi dari Jerman. Setelah itu keluar gasnya bisa dimanfaatkan,&#8221; beber Wahyu.</p>



<p>Pemanfaatan gas inilah yang nantinya bisa menjadi PLTS. Selain bisa menerangi sekitar 60 rumah juga bisa menjadi tenaga bahan bakar biogas.</p>



<p>&#8220;Untuk kajian PLTS ini kemarin sempat saya ngobrol dengan PT Pembangunan Perumahan (PP) bisa menerangi kurang lebih 60 rumah. Nah nanti kalau ada kelebihan akan dibakar tapi tetap yang ramah lingkungan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Berkaitan dengan Sumber Daya Manusia, pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) ini mengatakan sudah melatih 45 staff. Kesemuanya itu diakui Wahyu direkrut dari masyarakat sekitar TPA Supiturang.</p>



<p>&#8220;Kami mau ada keterlibatan masyarakat jadi kami rekrut karyawan itu juga dari penduduk sekitar. Biar ada rasa ikut memiliki sehingga keamanan dan kenyamanan juga didapat dari masyarakat,&#8221; urai Wahyu. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137006</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Situbondo Serahkan Bantuan Mikrohidro dan Biogas di Desa Terpencil Sumberargo</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-situbondo-serahkan-bantuan-mikrohidro-dan-biogas-di-desa-terpencil-sumberargo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2018 15:15:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[biogas]]></category>
		<category><![CDATA[mikrohidro]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/24913-wabup-situbondo-serahkan-bantuan-mikrohidro-dan-biogas-di-desa-terpencil-sumberargo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8212; Desa Sumberargo yang terletak di area perbukitan mendapatkan bantuan mikrohidro dan biogas yang langsung diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Situbondo Ir.H.Yoyok Mulyadi,M.Si didampingi Camat Sumbermalang, Danramil, Polsek, Kepala Desa Sumberargo, Perwakilan SMAN 1 Situbondo, Dinsos ,DPMD, dan kelompok pemuda Cikasur berkunjung ke Desa Sumberargo, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Selasa (06/02/2018). Pantauan Memontum.com. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8212;  Desa Sumberargo yang terletak di area perbukitan mendapatkan bantuan mikrohidro dan biogas yang langsung diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Situbondo Ir.H.Yoyok Mulyadi,M.Si didampingi Camat Sumbermalang, Danramil, Polsek, Kepala Desa Sumberargo, Perwakilan SMAN 1 Situbondo, Dinsos ,DPMD, dan kelompok pemuda Cikasur berkunjung ke Desa Sumberargo, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Selasa (06/02/2018).</p>
<p>Pantauan Memontum.com. Kunjungan Wabub Situbondo H.Yoyok Mulyadi dalam rangka menyerahkan secara simbolis peralatan mikrohidro dan Biogas kepada warga setempat, serta dalam rangka penghijauan lingkungan untuk konservasi sumberdaya air.  Wabup juga memberikan bantuan pangan sembako kepada masyarakat Desa Sumberargo.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0347-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-24916" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0347-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0347-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0347-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0347-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Peralatan mikrohidro dan biogas merupakan hasil  kerjasama antara pemerintah dengan PT. Jawa Power dan PT YTL Jawa Timur serta Desa Binaan (Desbin) SMAN 1 Situbondo.</p>
<p>Wakil Bupati Situbondo Ir.H.Yoyok Mulyadi,M.Si saat diwawancarai Memontum.com Mengatakan, dalam kegiatan ini yang pertama kita bersyukur kepada Tuhan yang maha kuasa karena pada hari ini dapat kesini untuk melihat secara langsung bersama teman-teman.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0346-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-24915" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0346-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0346-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0346-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0346-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Ternyata potensi di desa ini cukup bagus sehingga mereka bisa masuk untuk menggarap mikrohidro dan biogas, tetapi yang paling penting adalah Silaturrahmi Bersama masyarakat dengan acara penyerahan dan peresmian itu.</p>
<p>Saat ditanya ada berapa desa yang belum teraliri listrik di Kabupaten Situbondo, Wabub H.Yoyok mengaku klo di beberapa desa sudah teraliri listrik semua tinggal dusunnya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0345-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-24914" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0345-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0345-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0345-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180206-WA0345-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sekitar 50 dusun dan saya tidak tahu persis ada berapa, yang jelas kemarin PLN memang memberikan data 77 pada saya. Namun sudah digarap sebagian sudah dan sisanya saya belum bisa memastikan,ungkapnya</p>
<p>H.Yoyok Berharap Semua dusun di Kabupaten Situbondo agar cepat tuntas semua teraliri Listrik.</p>
<p>&#8220;Tahun 2019 harus total semua dusun yang ada di Kabupaten Situbondo sudah menikmati listrik,&#8221; tegas Wabub H.Yoyok Mulyadi.</p>
<p>Disela-sela kegiatan, Wabup juga meninjau kondisi jembatan bambu yang menjadi akses jalan menuju ke Kabupaten Bondowoso. Sebab, masyarakat berharap agar pemerintah membangun jembatan tersebut menjadi permanen. <strong>(im/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24913</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pupuk Organik &#8211; Biogas Produk UPPO Kodim 0815 Mojokerto Disalurkan Untuk Poktan</title>
		<link>https://memontum.com/pupuk-organik-biogas-produk-uppo-kodim-0815-mojokerto-disalurkan-untuk-poktan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2018 10:49:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[biogas]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0815]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/07]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/21053-pupuk-organik-biogas-produk-uppo-kodim-0815-mojokerto-disalurkan-untuk-poktan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Pupuk organik dan biogas yang dihasilkan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Kodim 0815 Mojokerto, yang berada di halaman belakang Makoramil 0815/07 Jetis sudah bisa dinikmati kelompok tani (Poktan) dan warga sekitar. Penyaluran pupuk organik dan hasil biogas ini, atas perintah Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Kav Hermawan Weharima. &#8220;Sebenarnya, UPPO Kodim 0815 ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Pupuk organik dan biogas yang dihasilkan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Kodim 0815 Mojokerto, yang berada di halaman belakang Makoramil 0815/07 Jetis sudah bisa dinikmati kelompok tani (Poktan) dan warga sekitar.</p>
<p>Penyaluran pupuk organik dan hasil biogas ini,  atas perintah Dandim 0815 Mojokerto,  Letkol Kav Hermawan Weharima. </p>
<p>&#8220;Sebenarnya, UPPO Kodim 0815 ini sudah menghasilkan biogas pada awal minggu kedua Januari tahun lalu, namun untuk sementara pemanfaatannya untuk Makoramil sendiri, baik untuk lampu penerangan maupun menyalakan kompor,&#8221; ucap Danramil 0815/07 Jetis Kapten Inf Hari Subiyanto di sela-sela kegiatan penyerahan pupuk organik bagi Poktan, Jum’at (19/01/2018). </p>
<p><div id="attachment_4060" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-4060" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180120-WA0046-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="Salah satu rumah warga yang mendapat saluran biogas produk UPPO kodim 0815 Mojokerto" width="500" height="300" class="size-full wp-image-21054" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180120-WA0046-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180120-WA0046-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180120-WA0046-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180120-WA0046-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-4060" class="wp-caption-text"><em>Salah satu rumah warga yang mendapat saluran biogas produk UPPO kodim 0815 Mojokerto</em></p></div>  </p>
<p>Penyerahan pupuk organik, sejumlah 40 sak, seberat 800 Kg (8 kwintal), bagi Poktan Sumber Makmur dilakukan Danramil 0815/07 Jetis Kodim 0815 Mojokerto Kapten Inf Hari Subiyanto dan diterima oleh anggota Poktan Sumber Makmur H. Khoirul Anam, alamat  RT 03 RW 04, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, yang mengelola lahan pertanian seluas 2400 meter.</p>
<p>&#8220;Hasil dari UPPO yang berupa biogas, sudah disalurkan ke rumah warga RT 03 RW 04, Desa Kupang, yang ada di belakang Makoramil, yakni Suwito (64), dan Sunatin (52), termasuk pemasangan pipa, instalasi dan kompor juga didukung Koramil,&#8221; ujar Danramil.</p>
<p>Sementara anggota Poktan Sumber Makmur, Khoirul Anam menyampaikan ucapan terima kasih kepada Danramil Jetis dan Kodim 0815 Mojokerto. Dirinya merasa senang dan sangat terbantu dalam  penyediaan pupuk khususnya pupuk organik. </p>
<p>&#8220;Dengan bantuan pupuk organik dari Koramil Jetis ini, kita dapat gunakan untuk pemupukan guna menjaga dan memulihkan kesuburan atau unsur hara tanah yang berkurang akibat penggunaan pupuk anorganik,&#8221; akuinya. </p>
<p>Dandim 0815 Mojokerto, melalui Pasiter Kodim 0815 Kapten Arh Supriyono, mengatakan, UPPO ini merupakan Program Kementerian Pertanian RI yang bertujuan untuk memasyarakatkan pupuk organik, sehingga para petani memiliki kemandirian dalam mengembangkan dan menggunakan pupuk organik yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan pada lahan sawah.  </p>
<p>&#8220;Saya berharap,  ke depan hasil produksi UPPO ini dapat disalurkan bagi semua Poktan secara bergantian guna membantu dalam pemenuhan kebutuhan pupuk organik serta ini merupakan salah satu sarana komunikasi sosial (Komsos) antara Koramil dengan masyarakat,&#8221; ungkapnya. </p>
<p>Penyerahan pupuk organik, disaksikan oleh Koordinator PPL Kecamatan Jetis Hariyono, SP, anggota PPL Jali, SP dan Rezi, SP., Kadus Kupang Hadiono, Babinsa Desa Kupang Sertu Slamet Sugiarto dan para Babinsa Koramil Jetis, serta Petugas UPPO Peltu Basuki dan Serka Sutikno. <strong>(gan/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21053</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
