<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Blokade &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/blokade/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Aug 2023 12:25:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Blokade &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Protes Banyak Truk Tronton Melintas, Warga Blokade Jalan Raya Condong Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/protes-banyak-truk-tronton-melintas-warga-blokade-jalan-raya-condong-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[Blokade]]></category>
		<category><![CDATA[condong]]></category>
		<category><![CDATA[melintas,]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[protes]]></category>
		<category><![CDATA[tronton]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195315</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Banyaknya truk tronton yang melintas di Jalan Raya Condong, Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, diprotes warga setempat, Selasa (08/08/2023) tadi. Sebagai bentuk protes itu, warga membuat blokade jalan untuk melarang truk itu melintas. Aksi warga ini, pun sempat memanas. Mereka bersitegang dengan sopir truk tronton, karena tidak diperbolehkan melintas. Perseteruan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Banyaknya truk tronton yang melintas di Jalan Raya Condong, Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, diprotes warga setempat, Selasa (08/08/2023) tadi. Sebagai bentuk protes itu, warga membuat blokade jalan untuk melarang truk itu melintas.</p>



<p>Aksi warga ini, pun sempat memanas. Mereka bersitegang dengan sopir truk tronton, karena tidak diperbolehkan melintas. Perseteruan kedua belah pihak tersebut, akhirnya berhasil diselesaikan setelah petugas Satlantas Polres Probolinggo, turut mendatangi lokasi kejadian.</p>



<p>Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Sapari, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak. Pihaknya kemudian juga melakukan penindakan kepada truk tronton, yang diketahui tidak sesuai dengan prosedur yang ada. &#8220;Alhamdulillah, sudah ada pertemuan kedua belah pihak. Dari kami Satlantas, tetap akan melaksakan penindakan dengan tilang sesuai tupoksi kami,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, Taufiq Alami, mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan dan bermusyawarah bersama para penambang maupun pihak pengangkutan. Kedua pihak telah menyepakati, untuk tidak melanggar aturan yang ada. Namun sayangnya, truk tronton tersebut masih melintas di Jalan Kelas 3.</p>



<p>Perlu diketahui, bahwa Jalan Kelas 3 sendiri, hanya boleh dilintasi oleh kendaraan dengan berat maksimal 8 ton. Sedangkan truk tronton tersebut, memiliki berat sekitar 15 ton lebih. &#8220;Sudah kita peringatkan, Satlantas juga sudah menindak. Semua penambang dan angkutan sudah dikumpulkan di Pemda dan sepakat mentaati regulasi yang ada. Namun kenyataannya masih tetap ada yang melanggar,&#8221; katanya.</p>



<p>Atas kejadian tersebut, pihaknya telah menyerahkan kepada Satlantas Polres Probolinggo, untuk dilakukan penindakan sesuai dengan prosedur ataupun regulasi yang berlaku. &#8220;Itu sudah ditangani Satlantas untuk penilangannya,&#8221; katanya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195315</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Video Warga Empat Desa Blokade Jalan Provinsi di Pamekasan</title>
		<link>https://memontum.com/video-warga-empat-desa-blokade-jalan-provinsi-di-pamekasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2020 13:39:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Blokade]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=116096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Ratusan warga memprotes jalan rusak di sepanjang jalan provinsi. Jalan yang menghubungkan empat desa itu ditutup warga dengan berbagi macam pohon. Warga menutup jalan karena dinilai banyak korban berjatuhan selama jalan tersebut rusak. Empat desa yang ditutup warga itu antara lain Desa Cenlecen, Desa Banban, Desa Somalang, dan Desa Bajang. Perwakilan masing-masing [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Ratusan warga memprotes jalan rusak di sepanjang jalan provinsi. Jalan yang menghubungkan empat desa itu ditutup warga dengan berbagi macam pohon. Warga menutup jalan karena dinilai banyak korban berjatuhan selama jalan tersebut rusak.</p>
<p>Empat desa yang ditutup warga itu antara lain Desa Cenlecen, Desa Banban, Desa Somalang, dan Desa Bajang. Perwakilan masing-masing desa turun kejalan dengan membawa alat seadanya.</p>
<p><div id="attachment_116112" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-116112" decoding="async" class="size-full wp-image-116112" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200610_084729-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Sejumlah warga tumplek blek memadati jalan provinsi di Desa Cenlecen, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Rabu (10/06/2020)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200610_084729-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200610_084729-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200610_084729-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200610_084729-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-116112" class="wp-caption-text">Sejumlah warga tumplek blek memadati jalan provinsi di Desa Cenlecen, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Rabu (10/06/2020)</p></div></p>
<p>Warga Desa Cenlecen membawa pohon pisang, untuk ditanam di tengah jalan. Warga Desa Banban menutup dengan pohon besar yang sengaja dirobohkan warga. Sedangkan warga Desa Somalang membakar ban bekas dan Desa Bajang menutup jalan dengan pohon gede yang sudah dipotong warga.</p>
<p>Suama, 49, warga Desa Cenlecen mengatakan, jalan tersebut bukan sawah melainkan jalan umum yang harus diperhatikan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Banyak korban akibat dari jalan rusak yang sudah puluhan tahun tidak diperbaiki tersebut.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-116113" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200610_084602-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200610_084602-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200610_084602-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200610_084602-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200610_084602-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Termasuk saya pernah jatuh di jalan ini. Saya patah pinggul. Hasil pertanian saya dihabiskan untuk operasi,&#8221; kata Suama</p>
<p>Perempuan yang juga pedagang ikan itu mengaku, akibat jatuh di jalan rusak tersebut dia terpaksa tidak jualan karena harus istirahat selama empat bulan lamanya. &#8220;Sampai-sampai saya tidak punya uang untuk belanja. Ikan saja saya pakai mangga untuk dimakan sama nasi,&#8221; keluhnya. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116096</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
